Mengenal Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah dalam Sejarah Islam

Setiap umat islam memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu terutama ilmu-ilmu agama. Ilmu agama Islam sendiri bisa dibedakan menjadi beberapa cabang ilmu salah satunya adalah ilmu Tarikh atau sejarah islam  yang membahas tentang Perjanjian Hudaibiyah. Sebagai umat islam yang baik mengenal sejarah dari perkembangan umat dan agama Islam memang perlu dilakukan supaya bisa semakin memperkuat keyakinan dan iman sebagai umat muslim.
Perjanjian Hudaibiyah

Perjalanan agama Islam memanglah sangat panjang, dimulai dari zaman jahiliyah ke zaman para Nabi hingga waktu yang terus berputar hingga saat ini. Sejarah dari agama Islam ini dimulai dari Mekkah dan Madinah yang kemudian terus berkembang ke belahan dunia lainnya.

Ada banyak sekali peristiwa yang terjadi di dalam sejarah Islam salah satunya adalah perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh kaum muslim dengan banyak pihak. Salah satu perjanjian yang penting dan banyak dikenal adalah Perjanjian Hudaibiyah yang menjadi peristiwa penting dalam perkembangan Islam.

Pengertian Perjanjian Hudaibiyah

Pengertian Perjanjian Hudaibiyah
Nama Hudaibiyah ini diambil dari nama tempat dilaksanakannya perjanjian tersebut yaitu di Lembah Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah adalah perjanjian yang dilakukan oleh kaum Muslimin di Madinah dengan kaum Musyrikin di Mekkah pada tahun keenam pasca Rasulullah hijrah. Perjanjian ini bermula dari adanya upaya kaum Musyrikin Mekkah yang ingin menghalangi Rasulullah untuk beribadah haji. 

Rasulullah pun akhirnya memutuskan untuk membuat perjanjian agar kaum Muslimin dan Musyrikin ini bisa berdamai dan saling berdampingan tanpa merugikan satu sama lain. Perjanjian ini berisi beberapa poin penting yang mengatur kehidupan dan lalu lintas antara penduduk Mekkah dan Madinah kala itu.

Isi Perjanjian Hudaibiyah

Isi Perjanjian Hudaibiyah
Ada banyak hal yang tertera di dalam Perjanjian di Lembah Hudaibiyah. Sekilas hal-hal yang ada dalam perjanjian ini dianggap merugikan kaum Muslim di Madinah, namun di balik itu semua Rasululllah sudah mempertimbangkan dengan matang mengenai seluruh isi perjanjian tersebut. Adapun isi dari perjanjian yang dibuat di Lembah Hudaibiyah ini diantaranya:
  • Dilakukannya gencatan senjata selama 10 tahun antara penduduk Mekkah dan Madinah
  • Setiap warga Mekkah yang melakukan perjalanan ke Madinah tidak diperbolehkan untuk kembali ke tempat asalnya di Mekkah
  • Setiap warga Mekkah yang sampai di Madinah tanpa diizinkan oleh walinya wajib untuk dikembalikan ke Mekkah
  • Warga yang tinggal di luar wilayah Mekkah dan Madinah memiliki kebebasan untuk berpihak ke salah satunya.
  • Setelah diberlakukannya perjanjian tersebut Rasulullah dan pengikutnya diwajibkan meninggalkan Mekkah dan boleh kembali ke Mekkah setelah satu tahun untuk tinggal selama 3 hari dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. 

Memang, hampir semua poin pada perjanjian tersebut terlihat sangat menguntungkan pihak kaum Musyrikin Mekkah. Tapi setelah berjalannya waktu ternyata ada banyak hikmah yang bisa diambil dari perjanjian ini diantaranya adalah:
  • Madinah diakui sebagai daerah yang memiliki otoritas
  • Kaum Muslimin Madinah punya kekuasaan untuk menghukum kaum Musyrikin Mekkah jika melanggar isi perjanjian dari yang sebelumnya kaum Muslimin Madinah tidak dianggap..

Melalui Perjanjian Hudaibiyah ini memang Rasulullah telah berhasil mengukuhkan posisi Madinah serta adanya jaminan bahwa kaum Muslimin tidak akan dimusuhi oleh kaum Musyrikin Mekkah. Hal ini membuat langkah Rasulullah dan pengikutnya dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam menjadi lebih mudah.

Aturan yang sudah dibuat dalam perjanjian ini pun akhirnya bisa digunakan Rasulullah untuk menghukum kaum Musyrikin Mekkah yang melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama. Pada akhirnya Kota Mekkah berhasil ditaklukkan tanpa perlu adanya pertumpahan darah berkat adanya perjanjian ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel