7+ Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Negara indonesia pernah menjadi tempat kerajaan terbesar budha, yaitu kerajaan sriwijaya. Kerajaan sriwijaya meninggalkan banyak sekali kisah dan jejak selama menduduki nusantara. Kerajaan yang dipelopori oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa ini awalnya berpusat di kota palembang, sumatera selatan. Kerajaan sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang mencakup wilayah sumatera, jawa, kalimantan, malaysia, singapura, thailand, kamboja dan wilayah sekitarnya. 
Sumber sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Sumber - Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Ada banyak sekali bukti sejarah yang mengatakan bahwasannya kerajaan sriwijaya pernah menguasai hampir sebagian asia tenggara. Kerajaan ini memulai eksistensinya dari tahun 600 an hinggaa 1100 an yang puncak puncaknya pada tahun 800 an. Bahasa yang digunakan di kerajaan sriwijaya ialah bahasa sansekerta, jawa kuno dan melayu kuno. Mata uang yang pernah ditemukan dalam kerajaan sriwijaya ialah emas dan perak. Mengapa para sejarawan mampu mengetahui seluk beluk mengenai kerajaan sriwijaya? Hal ini dikarenakan ditemukannya bukti bukti sejarah mengenai kerajaan sriwijaya. 

1. Prasasti kedukan bukit

Prasasti tertua yang ditulis dalam bahasa melayu ialah prasasti kedukan bukit. Prasasti ini secara singkat berisi tentang Dapunta Hyang yang berasal dari Minanga Tamwan dengan membawa 20.000 tentara, 321 orang di kapal dan 1.312 prajurit berjalan kaki menuju palembang dan jambi. Inilah yang menjadi dugaan bahwasannya kerajaan sriwijaya muncul. Teori ini dicetuskan oleh Coedes dan didukung oleh Pierre-Yves Manguin. Diduga kadatuan sriwijaya didirikan pertama kali di tepi sungai musi. Di prasasti kedukan bukit tertulis tahun 682.

2. Tulisan seorang pendeta Tiongkok dari dinasti Tang, I Tsing.

Dalam bukunya yang berjudul Nanhai, ia menceritakan mengenai lokasi ibukota sriwijaya. Ia mengaku pernah datang ke kawasan sriwijaya pada abad 7. Disitu ia menyebutkan tahun ia mengunjungi sriwijaya, yaitu tahun 671 selama 6 bulan. I Tsing menyebutkan di Shili Foshi lah kerajaan sriwijaya berpusat. Letak Shili Foshi sendiri juga tidak jauh dari kota palembang.

3. Prasasti talang tuo

Prasasti ini ditemukan oleh Louis Constant Westenenk di kaki bukit Siguntang. Secara umum, prasasti talang tuo menggambarkan mengenai ritual Budha untuk memberkati peristiwa penuh berkah, yaitu dalam peresmian taman Srikserta yang merupakan anugrah maharaja sriwijaya untuk rakyatnya. Prasasti ini tertulis tanggal 23 maret tahun 684. 
Baca juga : Kerajaan Hindu Pertama di Indonesia

4. Prasasti kota kapur

Prasasti kota kapur ditemukan di pesisir barat pulau Bangka, disebuah desa yang bernama batu kapur yang berbentuk tiang batu bersurat. Secara umum, prasasti kota kapur berisi tentang kutukan yang dibuat oleh Dapunta Hyang dan merupakan salah satu dari 5 prasasti kutukan. Prasasti kota kapur juga merupakan gambaran mengenai corak kebudayaan masyarakat pada abad 6 dan 7 yang berlatar belakang agama budha. 

5. Prasasti karang birahi

Prasasti karang birahi ditemukan oleh Kontrolir L.M Berkhout pada tahun 1904 di Batang Merangin. Prasasti yang ditemukan di desa karang birahi ini tidak dituliskan tahunnya. Bahasa yang digunakan dalam prasasti ini ialah aksara Pallawa dan bahasa melayu kuno. Prasasti ini juga termasuk jenis prasasti kutukan bagi orang yang tidak tunduk kepada raja dan orang orang jahat. Isi kutukannya pun juga hampir sama dengan prasasti kota kapur dan prasasti telaga batu. 

6. Prasasti telaga batu

Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Satu lagi prasasti yang berisi tentang kutukan ialah prasasti telaga batu. Prasasti ini ditemukan di kecamatan Ilir timur 2, palembang, lebih tepatnya disekitaran kolam telaga batu. Prasasti ini ditemukan pada tahun 1935 dan kini disimpan di Museum Nasional, Jakarta. 

7. Prasasti Palas Pasemah

Prasasti yang ketujuh yang merupakan prasasti palas pasemah. Akan tetapi prasasti ini belum diketahui kapan ditemukannya dan siapakah penemunya, namun prasasti ini yang jelas sudah ditemukan di pinggiran sungai pisang, Lampung.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel