Faktor Produksi : Pengertian, dan Jenis Faktor Produksi Lengkap

Faktor Produksi - Di dalam menjalankan sebuah usaha tentunya ada banyak sekali aspek yang perlu untuk diperhatikan yang disebut sebagai faktor-faktor produksi yaitu mulai dari aspek sumber daya manusia, bahan baku hingga sarana dan prasarana. Seluruh aspek pendukung usaha ini penting untuk dikelola dengan baik agar tujuan utama perusahaan untuk mendapatkan keuntungan maksimal bisa tercapai.

Pengertian Faktor Produksi

Pengertian Faktor Produksi

Seluruh sumber daya yang dipakai dalam suatu proses produksi baik barang maupun jasa ini disebut sebagai faktor produksi. Faktor produksi berperan sangat penting dalam berlangsungnya proses produksi suatu barang dan jasa. Oleh karena itu keberadaannya pun harus dipastikan ketersediaannya untuk memenuhi kebutuhan produksi. Tujuan faktor produksi ini adalah untuk memastikan keseluruhan proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan produk sesuai dengan apa yang diinginkan dan direncanakan.

Proses produksi sendiri merupakan suatu proses yang dilakukan untuk menambahkan nilai guna dari suatu barang ataupun jasa sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih. Produksi ini bisa dilakukan dengan menciptakan barang atau jasa yang sama sekali baru maupun dengan menambahkan daya guna dari suatu barang ataupun jasa. Keluaran dari produksi barang dapat dilihat sebagai benda sedangkan keluaran atau output dari produksi jasa tidak bisa dilihat secara fisik namun manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh konsumen.

Jenis Faktor Produksi


Jenis dari faktor produksi ini terus menerus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Pada mulanya faktor produksi ini dibedakan menjadi 4 kelompok yaitu modal, tenaga kerja, kemampuan manajemen dan sumber daya alam. Akan tetapi kelompok faktor produksi ini terus bertambah seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai masing-masing jenis faktor produksi tersebut:

1. Faktor Produksi : Modal


Modal ini merupakan salah satu hal yang mutlak diperlukan untuk bisa menjalankan suatu usaha memproduksi sesuatu. Modal pun masih bisa diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis berdasarkan asal atau sumber, bentuk maupun sifatnya.

A. Berdasarkan Sumbernya

  1. Modal sendiri, yakni modal yang mempunyai sumber berasal dari perusahaan sendiri.
  2. Modal asing, yakni modal yang mempunyai sumber berasal dari luar perusahaan. Contonya pinjaman dari lembaga keuangan.

B. Berdasarkan Sifatnya

  1. Modal tetap, yakni modal yang bisa dipakai secara berulang - ulang. Contohnya bangunan, mesin, dan peralatan.
  2. Modal lancar, yakni modal yang akan habis digunakan dalam setiap proses produksi. Contohnya bahan baku untuk produksi.

C. Berdasarkan Bentuknya

  1. Modal konkret, yakni modal yang bisa dilihat secara nyata dalam setiap kegiatan produksi. Contohnya bangunan, mesin, peralatan, kendaraan, dan lainnya.
  2. Modal abstrak, yakni modal yang tak terlihat secara nyata namun bernilai bagi perusahaan. Contohnya hak merek, hak paten, nama baik perusahaan, dan lainnya.

D. Berdasarkan Kepemilikannya

  1. Modal individu, yakni modal yang berasal dari perorangan dimana hasilnya akan menjadi sumber penghasilan untuk pemiliknya.
  2. Modal publik, yakni modal yang berasal dari pemerintah dimana hasilnya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat umum. Contohnya jembatan, jalan raya, rumah sakit, pelabuhan, bandara udara, dan lainnya.


2. Faktor Produksi : Tenaga Kerja


Tenaga kerja atau biasa juga disebut sebagai sumber daya manusia juga merupakan faktor produksi yang tidak bisa dilepaskan dari suatu proses produksi. Kualitas sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dan produksi yang dihasilkan nantinya.

Tenaga kerja (labor) merupakan faktor produksi yang melakukan kegiatan produksi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di dalam faktor ini ada beberapa unsur yang penting, misalnya unsur fisik, pikiran, kemampuan serta keahlian.

Ada dua pembagian faktor tenaga kerja , antara lain:

A. Berdasarkan Kualitas

  • Tenaga kerja terdidik, yakni tenaga kerja yang memerlukan pendidikan yang bersifat formal untuk bisa melaksanakan pekerjaannya. Contohnya dokter, arsitek, guru, dosen, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja terampil, merupakan tenaga kerja yang memerlukan keterampilan khusus supaya bisa melaksanakan pekerjaannya. Contohnya penjahit, supir, tukang, kapster salon, dan lain sebagainya.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, yakni tenaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan maupun pelatihan tertentu supaya bisa melakukan pekerjaannya. Contohnya asisten rumah tangga,  petugas kebersihan, kuli bangunan, dan masih banyak yang lainnya.

B. Berdasarkan Sifat Pekerjaan

  • Tenaga kerja jasmani, merupakan tenaga kerja yang lebih banyak mengandalkan tenaga untuk melakukan pekerjaannya. Contohnya petugas kebersihan, kuli angkut, tukang becak, buruh pikul, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja rohani, merupakan tenaga kerja yang lebih banyak mengandalkan pikiran dan perasaan dalam melakukan pekerjaannya. Contohnya dosen, seniman, psikolog, guru, programer dan lain-lain.

3. Faktor Produksi : Kemampuan Manajemen


Kemampuan manajerial adalah hal yang juga penting dalam sebuah proses produksi. Skill manajerial yang baik dapat membuat proses produksi berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Efisiensi proses produksi dapat menghemat banyak hal mulai dari energi, sumber daya, biaya operasional dan masih banyak lagi. Diperlukan kemampuan mengelola produksi yang mumpuni agar seluruh faktor produksi lain dapat dipergunakan secara optimal.
Beberapa hal yang penting dan harus dimiliki oleh seorang wirausaha adalah:
  1. Perencanaan (Planning)
  2. Pengorganisasian (Organizing)
  3. Penggerakan (Actuating)
  4. Pengawasan (Controling)


4. Faktor Produksi : Sumber Daya Alam


Faktor produksi ini berupa semua faktor pendukung produksi yang bisa didapatkan dari alam. Sumber daya alam (Physical Resources) ini ada yang bisa didapatkan secara cuma-cuma dari alam dan ada pula yang memerlukan biaya pengeluaran tersendiri. 

Sumber daya alam bisa memenuhi hampir seluruh kebutuhan manusia untuk hidup. Adapun beberapa contoh faktor prosuksi sumber daya alam tersebut diantaranya:
  • Udara, tanah, air, sinar matahari
  • Hewan, tumbuhan,iklim
  • Mineral, dan bahan tambang lainnya.

Sebagai ilustrasi, misalnya para petani memproduksi padi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Faktor produksinya ialah tanah, iklim, air, dan hal lainnya yang bisa mendukung produksi padi.

Kini jenis dari faktor produksi ini sudah semakin luas dan mencakup berbagai aspek lain seperti sumber daya informasi. Di era serba digital ini sumber daya informasi memang sudah menjadi salah satu bagian yang tidak bisa dilepaskan dari berbagai jenis usaha. Maka dari itu jenis-jenis faktor produksi kini dapat dibagi menjadi 5 kelompok dengan adanya tambahan sumber daya informasi tersebut. Keberadaan sumber daya informasi ini nyatanya kini dapat sangat membantu mempermudah proses produksi.

5. Faktor Sumber Daya Informasi


Kemajuan teknologi informasi di era globalisasi sekarang ini berperan besar dalam hal kegiatan produksi. Ini meliputi keseluruhan informasi serta data yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjalankan bisnisnya.

Adapun beberapa informasi dan data tersebut antara lain:
  • Prediksi kondisi pasar di masa depan
  • Data dan informas ekonomi
  • Pengetahuan karyawan
  • Dan lain-lain

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian faktor produksi, dan jenis - jenis faktor produksi secara umum. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Sekian dan Terima Kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel