Tata Cara Shalat Tahajud Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Tata Cara Shalat Tahajud – Halo sahabat infastpedia, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang tata cara sholat tahajud sesuai dengan tuntunan Rasululah SAW. Nah sebelum membahas lebih jauh, apasih shalat tahajud itu ? Sholat Tahajud merupakan salah satu sholat sunnah yang biasanya dikerjakan di malam hari atau lebih bagusnya di sepertiga malam  yang akhir. Shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari ini hukumnya adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. 
Tata Cara Shalat Tahajud Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Waktu melaksanakan sholat tahajud sendiri yakni dimulai setelah waktu sholat isya’ hingga menjelang shubuh. Nah, waktu yang paling utama untuk mengerjakan sholat malam ini adalah sepertiga malam yang akhir dan sholat ini boleh dikerjakan sebelum tidur atau setelah bangun tidur.

Selain sholat sunnah tahajud, masih banyak sholat – sholat malam yang lainnya yang bisa dikerjakan. Misalnya sholat witir, sholat hajat, sholat taubat, shalat istikharah, shalat tasbih dan shalat tarawih. Pada umumnya, sholat sunnah tahajud ini dilakukan pada malam hari setelah bangun tidur, jadi setelah shalat isya dan ada sudah tidur  maka anda bisa melakukan shalat tahajud.

Jumlah Rokaat pada sholat sunnah tahajud ini minimal adalah dua rokaat dan maksimal tidak terbatas. Shalat tahajud dilakukan dua rokaat satu salam. Dan semua sholat sunnah malam itu dilakukan dua rokaat 1 salam, nah kecuali shalat witir yaitu minimal 1 rokaat, tidak boleh empat rokaat satu salam, sebab untuk membedakan dengan sholat isya’. Kebanyakan yang dilakukan orang adalah 2 rakaat + 1 rakaat ataupun langsung 3 rokaat.

Bacaan Niat Sholat Tahajud


Usholli sunnatat tahajjudi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa
Niat Sholat Tahajud ini wajib untuk dilakukan tentu alasannya sebagai pembeda dan pengkhusus dari sholat yang lain. Sebab sholat sunnah dua roka’at yang biasanya dilakukan pada malam hari itu ada banyak, sehingga diperlukanlah niat untuk mengkhususkan bahwa yang sedang dikerjakan ini adalah sholat sunnah tahajud.

Niat sendiri dalam praktek ibadah sehari hari adalah sesuatu yang paling diutamakan. Yang mana apabila niatnya saja tidak benar, maka amal ibadahnya secara otomatis tidak akan sah tapi semua kembali kepada Allah wallahualam. Oleh sebab itu, kajian tentang Niat Sholat Tahajud ini perlu Anda pahami lagi lebih lanjut.

Bacaan Sholat Tahajud dan Tata Caranya


Bacaan sholat tahajud sendiri sebenarnya sama seperti sholat pada umumnya. Yaitu Membaca doa iftitah, Surat Al Fatihah kemudian membaca surat dari Al Qur’an.

Namun yang lebih utama dalam membaca surat dari Al Qur’an yang dilakukan setelah setelah membaca Al Fatihah adalah membaca full satu surat sampai selesai. Hal ini lebih utama daripada  membaca surat yang panjang tetapi hanya satu halaman atau beberapa ayat saja atau biasanya satu tanda ‘ain.

Namun bukan berarti tidak baik ya, banyak dari penghafal Al Qur’an menggunakan waktu tahajudnya untuk muroja’ah hafalannya.

Runtutan Bacaan Sholat Tahajud


Berikut adalah runtutan bacaan dalam tata cara sholat tahajud:

1. Niat


Niat Sholat sunnah Tahajud ini dilafadzkan dengan lisan serta dii’tiqadkan (dimantapkan) dalam hati. Bacaan niatnya sebagaimana di atas. Sebenarnya niat dalam hati adalah cukup dengan mengi’tiqadkan melaksanakan sholat tahajud dalam hati. Beberapa pendapat mengatakan ada yang harus melafadzkan niat dan ada yang hanya niat di dalam hati.

2. Membaca doa iftitah


Hukum membaca doa iftitaf ini adalah sunnah, jadi boleh kalau misal tidak dibaca, namun alangkah baiknya dilakukan karena ini sunnah (dilakukan mendapat pahala , ditinggalkan tidak berdosa). Doa iftitah ini di baca setelah Takbirotul Ihram. Untuk lafadnya baca Bacaan doa iftitah yang shahih akan dibahas pada materi berikutnya.

3. Membaca surah Alfatihah


Setelah selesai membaca doa iftitah maka selanjutnya langsung disambung dengan membaca surat Alfatihah. Membaca surat Alfatihah ini hukumnya wajib di dalam sholat apapun.

4. Membaca surat Al-Qur’an


Setelah membaca surat Alfatihah, yang selanjutnya dilakukan adalah membaca salah satu surat dalam Al Qur’an. Anda bisa memilih surat - suratan pendek atau panjang. Atau bisa juga membaca sebagian ayat saja pada surat yang panjang.

5. Membaca tasbih tiga kali saat ruku’


Setelah selesai membaca surat dari Al Quran, yang selanjutnya adalah ruku’. Disunnahkan mengangkat tangan saat akan berpindah gerakan menuju ruku’. Ketika ruku’ membaca tasbih, sunnahnya sebanyak tiga kali.

6. I’tidal


Ketika hendak bangun i’tidal dari posisi ruku’, disunnahkan juga mengangkat kedua tangan. Kemudian membaca doa Rabbanaa lakal hamdu….dst.

7. Sujud


Setelah selesai i’tidal selanjutnya sujud. Saat sujud disunnahkan yntuk membaca tasbih sebanyak tiga kali.

8. Duduk di antara dua sujud


Saat duduk di antara dua sujud maka membaca doa robbighfirlii warhamnii wajburnii….dst hingga selesai. Jika anda tau, sebenarnya bacaan duduk di antara dua sujud ini ialah doa yang sangat bagus untuk kepentingan dunia dan akhirat kita. Lihat arti dan maksud dari doa di antara dua sujud ini.

Setelah itu kemudian sujud dan bangun berdiri melaksanakan rakaat kedua. Bacaan dan gerakan yang dilakukan sama seperti pada rakaat yang kedua hanya saja tidak membaca doa iftitah lagi. Setelah selesai melaksanakan sujud yang kedua pada rakaat kedua ini yang selanjutnya dilakukan adalah duduk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud.

(Penting! Sholat sunnah malam hanya dilakukan dua rakaat sekali salam)

9. Tasyahud akhir


Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, kemudian duduk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud. Lafadz bacaannya ada di sini.

Doa sholat tahajud


Dalam doa sholat tahajud, sebaiknya jangan minta urusan duniawi. Khususkanlah doa tahajud itu hanya untuk urusan akhirat. Namun itu kembali lagi kepada diri masing-masing. Sebab sangat amat disayangkan, bahwa keutamaan sholat sunnah tahajud yang begitu agung ini kalau hanya untuk meminta urusan dunia. Sedangkan dunia itu adalah hany sementara saja.

Sedangkan untuk doa untuk urusan dunia dirikanlah sholat lagi berupa sholat sunnah hajat. Berdoalah untuk urusan duniawi pada sholat hajat tersebut, karena memang fungsinya adalah untuk meminta hajat.

Untuk penjelasan lebih detilnya bisa baca di Doa Sholat Tahajud Sahih dari Rasulullah.

Waktu Sholat Tahajud


Ada beberapa waktu untuk mengerjakan sholat sunnah tahajud. Waktu yang diutamakan itu adalah:

  • Dikerjakan pada waktu setelah isya’ sampai pukul 22.oo WIB.
  • Dikerjakan pada pukul 22.00 sampai 01.00
  • Dikerjakan pada pukul 01.00 sampai menjelang waktu shubuh.

Akan tetapi dari ketiga waktu yang saya sebutkan diatas yang paling utama adalah yang terakhir, yaitu dikerjakan pada waktu sepertiga malam akhir. Karena pada waktu itu Allah turun ke langit dunia sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:
Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap sepertiga malam akhir. Ia (Allah) lalu berkata: “Barang siapa yang berdoa, akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar”. (HR. Bukhari 1145, Muslim 758)

Keutamaan Sholat Tahajud


Keutamaan -keutamaan sholat tahajud ini ada banyak sekali kalau kita hitung, banyak keterangan mengenai keutamaan sholat tahajud berdasarkan Al Qur’an dan Hadits. Beberapa contoh keutamaan shalat tahajud akan disebutkan dibawah.

Ada salah satu kisah inspiratif dari seorang ahli tahajud pada zaman dulu yang sangat terkenal hingga sekarang. Beliau adalah kisahnya Amirul Mukminin Muhammad Alfatih. Muhammad Alfatih merupakan raja muda umat Islam yang sudah berhasil menaklukan Konstantinopel dalam usia 21 tahun.

Kesuksesan Sultan Alfatih ini sebelumnya telah disebutkan dalam Hadits Rasulullah SAW:
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

1. Menjadi Sebab Masuk Surga


Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, [15] Mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik. [16] Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. [17] (QS. Adz Dzariyat: 15-17)
Dalam ayat surat yang lain Allah juga menyebutkan:
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan sholatlah ketika manusia terlelap tidur pada waktu malam, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah, dishohihkan oleh Al Albani)

2. Menjadi Sebab Mendapat Rahmat Allah


Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda yang berbunyi:
“Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, kemudian melaksanakan sholat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga merahmati perempuan yang bangun malam, kemudian sholat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)
Dalam Hadits yang Lain juga Disebutkan:
“Apabila seorang suami membangunkan istrinya di malam hari kemudian mereka sholat berjama’ah dua raka’at, niscaya mereka dicatat tergolong orang-orang yang banyak mengingat (Allah).” (HR. Abu Dawud)
Itulah beberapa keutamaan shalat tahajud sesuai isi Al Qur’an dan Hadits. Masih ada banyak lagi keutamaan yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Sedikit kami menambahkan, alangkah baiknya jika dalam shalat tahajud itu tidak meminta sesuatu apapun untuk urusan dunia. Karena sangat amat disayangkan jika keutamaan shalat tahajud yang begitu agungnya ini hanya digunakan untuk meminta untuk urusan dunia.

Salah satu nasehat dari KH. Asrori Al Ishaqi Kedinding Surabaya adalah:
Shalat tahajud itu mempunyai kegunaan untuk menerangi alam kubur, maka niatkanlah shalat tahajud itu untuk menerangi alam kubur.

Untuk urusan dunia, Anda dapat melakukan sholat sunnah hajat sebagai sarana untuk meminta segala hal yang berkaitan dengan urusan dan persoalan dunia.

Tips Agar Bisa Melakukan Sholat Tahajud


Untuk dapat melaksanakan sholat tahajud memang tak mudah, apalagi kalau Anda belum terbiasa. Untuk itu perlu dilakukan sebuah pembiasaan. Sedangkan yang menjadi penghalang utama untuk shaat tahajud adalah bangun malam. Walaupun niat niat Anda untuk sholat tahajud itu sudah ada, kadang ada saja penghalangnya.

Dan kadang-kadang, ketika kita sudah bisa bangun dari tidur pun masih ada penghalang lainnya yaitu merasa malas untuk bangkit mengambil air wudhu. Dibawah ini saya sebutkan beberapa tips supaya bisa bangun malam untuk melaksanakan sholat sunnah tahajud:

1. Berdoa Sebelum Tidur


Berdoa sebelum tidur dan membaca dzikir sebelum tidur sangat dianjurkan dan sudah diajarkan Rasulullah SAW. Mengawali tidur dengan doa dan bangun tidur dengan doa bisa mendatangkan hidayah dari Allah SWT. Dengan hadirnya hidayah Allah diharapkan juga bisa mempermudah dalam melaksanakan sholat sunnah tahajud.
Lebih jelasnya mengenai doa dan amaln menjelang tidur simak video berikut:

2. Berwudhu Sebelum Tidur


Berwudhu sebelum tidur ini juga termasuk sunnah Nabi saat menjelang tidur.
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

3. Mengerjakan Shalat Sunnah Witir


Setelah berwudhu, maka silahkan kerjakan sholat witir, minimal lakukan yang satu rakaat. Shalat sunnah witir juga merupakan sunnah Nabi saat Beliau menjelang tidur yang diwashiyatkan kepada Sahabat Abu Hurairoh ra.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَبِالْوِتْرِ قَبْلَ النَّوْمِ وَبِصَلَاةِ الضُّحَى فَإِنَّهَا صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ
Artinya: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dari setiap bulan, shalat witir sebelum tidur, dan dari shalat Dhuha, maka sungguh itu adalah shalatnya awwabin (shalatnya orang-orang yang banyak taat kepada Allah).”

4. Menguatkan Niat


Menguatkan Niat untuk bisa bangun malam, memberikansugesti kepada  diri sendiri supaya bangun pada jam (………) untuk melaksanakan sholat sunnah tahajud. Insya Allah dengan beberapa amalan di atas yang sudah saya sebutkan disertai dengan niat yang kuat akan dapat bangun pada jam yang dikehendaki.

Namun yang menjadi kunci penting adalah pada saat Anda benar-benar terbangun pada jam yang sudah dikehendaki tadi. Sanggup bangun ataupun tidak apabila niatnya benar-benar kuat Insya Allah akan sanggup bangun. Dan satu lagi ni, Kalau sudah bangun (buka mata) segeralah duduk dan membaca doa bangun tidur serta berdiri langsung mengambil air wudhu. Karena ada beberapa orang bahkan sudah memasang alarm di smartphone pun bangun hanya untuk mematikan atau menjeda alarm saja. 

Semoga tata cara sholat tahajud ini bisa bermanfaat bagi kebaikan dunia dan akhirat kita. Dan semoga Allah memudahkan kita semua dalam berusaha meraih rahmat dan anugerahnya. Aaamiin ya rabbal ‘alamin. Sekian dan terima kasih

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel