Contoh Pantun Nasehat dan Maknanya

Apa pantun nasehat? Pantun nasehat merupakan salah satu jenis pantun yang banyak digunakan oleh orang-orang untuk mengajarkan kebaikan. Pantun memang digunakan selain untuk menghibur juga digunakan untuk melatih seseorang berpikir. Hal ini dimaksudkan karena pantun hampir sama dengan puisi. Selain menggunakan bahasa-bahasa yang indah juga menggunakan kata-kata kiasan sehingga terdapat beberapa kata yang memiliki arti jamak. 

Pantun biasanya memiliki beberapa ciri khas atau kaarakteristik. Meskipun pantun seringkali disebut sebagai puisi, namun isi pantun dan karakteristik pantun sangat berbeda dengan puisi. Pantun memiliki bait dan memiliki rima berupa A-B-A-B, A-A-A-A, A-A-B-B maupun A-B-B-A. Sama halnya dengan puisi, pantun juga dibagi menjadi beberapa jenis. Salah satu jenis pantun yang sering digunakan yaitu pantun nasehat. 

Pantun yang berupa nasehat memiliki beberapa ciri-ciri. Pantun ini biasanya berisikan sebuah nasehat baik untuk anak kecil maupun untuk semua kalangan. Nasehat selain digunakan sebagai petuah untuk bersikap menjadi lebih baik juga biasanya digunakan untuk anjuran atau mengajarkan kepada orang lain dalam hal kebaikan. Beberapa dibawah ini merupakan jenis pantun berisikan nasehat beserta penjelasannya. 

Baca juga: Mengenal Pantun dan Jenis - jenisnya

Contoh Pantun Nasehat Belajar dan Penjelasannya

Contoh Pantun Nasehat Beserta Penjelasannya

Pantun yang berisikan nasehat untuk belajar lebih giat ini biasanya ditujukan untuk anak-anak yang masih berada di bangku sekolah. Namun, tak jarang pantun yang berisikan nasehat juga ditujukan untuk orang-orang dewasa yang mengajarkan mengenai pengalaman hidup. Berikut ini adalah beberapa contoh dari pantun yang berisikan nasehat supaya belajar lebih giat.

Berjalan-jalan di tanah yang landai
Sembari berjalan sambil membawa tas
Rajin belajr pangkal pandai
Semangat terus jangan malas

Pada dua bait bagian atas merupakan pembukaan pantun atau yang sering disebut dengan sampiran. Sedangkan petuahnya berada di baris ketiga dan keempat. Pantun diatas mengajarkan anak kecil untuk tidak patah semangat dan tidak bermalas-malasan supaya menjadi orang yang pandai. Contoh pantun nasehat belajar lainnya bisa Anda simak di bawah ini :
Ayahku seorang petani
Punya sawah punya ladang
Mari belajar hari ini
Agar masa depan lebih gemilang

Pergi memancing saat fajar
Pulang siang membawa ikan
Siapa yang rajin belajar
Jadi orang sukses kemudian

Cepat bergegas untuk bertemu
Bertemu sambil membawa gulali
Kaya harta miskin ilmu
Tentulah merugi sama sekali

Ada anak kecil bermain batu
Batu dilempar masuk ke sumur
Belajar itu tak kenal waktu
Juga tidak memandang umur

Hari minggu pergi ke pasar
Beli sayur dan juga beras
Tiap hari harus belajar
Pasti akan menjadi cerdas

Contoh Pantun Nasehat Agama dan Penjelasannya


Selain pantun yang berisikan nasehat supaya giat dalam belajar, pantun juga bisa digunakan untuk menjelaskan mengenai agama. Agama merupakan salah satu hal yang sangat penting dimiliki oleh semua orang. Berikut ini adalah contoh dari pantun yang berisikan nasehat agama beserta penjelasannya.
Jalan-jalan ke kota Batam
Jangan lupa mampir ke rumah bibi
Jalan kita adalah Syariat Islam
Petunjuknya Hadist Nabi
Pantun diatas merupakan salah satu pantun yang digunakan untuk mengingatkan seseorang mengenai agama Islam. Pantun diatas juga mengajarkan seseorang bahwa agama Islam berpegang teguh pada syariat-syariat Islam. Sedangkan, pegangan yang lainnya menggunakan Hadist Nabi. Pantun ini bisa diajarakan kepada anak-anak supaya mengetahui dengan baik mengenai agama Islam. Untuk contoh pantun nasehat agama lainnya bisa Anda simak di bawah ini :
Jalan-jalan ke tanah Bali
Hendak mencari sekarung mainan
Kepada Tuhan tempat kembali
Jangan lupa mohon ampunan

Di pagi hari petani menyemai
Padi disemai disiram sudah
Jika ingin hidup damai
Jangan lupa kerjakan ibadah

Semua lauk habis sudah
Hanya tersisa sepiring gula-gula
Sejak dini rajin ibadah
Sering mengaji tambah pahala

Membawa umpan dengan wadah
Menjerat ikan dengan jala
Luruskan niat dalam ibadah
Agar berkah dan berpahala

Teriak keras sampai ke urat
Tak seorang pun akan tahan
Jika kau ingin hidup selamat
Taat selalu perintah Tuhan

Hari ini hari selasa
Esoknya hari rabu
Jika ingin masuk surga
Ingat ibadah nomor satu

Contoh Pantun Nasehat Pendidikan dan Penjelasannya


Selain mengenai belajar dan agama, pantun yang berisikan nasehat mengenai pendidikan juga ada banyak sekali. Pantun mengenai pendidikan memang sangat banyak sekali ditujukan sebagai petuah untuk anak-anak kecil. Hal ini dimaksudkan supaya anak-anak rajin belajar dan menempuh pendidikan hingga tinggi untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Berikut ini adalah contoh dari pantun yang berisikan nasehat mengenai pendidikan. 
Masih kecil suka minum jamu
Jamu pahit dan manis rasanya
Masih kecil senang menuntut ilmu
Masa tua terangkat derajatnya
Pantun diatas mengajarkan mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Anak-anak yang menempuh pendidikan dengan rajin akan memiliki jaminan pada masa tuanya. Hal ini dikarenakan dengan menempuh pendidikan setinggi mungkin, seseorang bisa meraih derajatnya serta tercapai cita-citanya. Contoh pantun nasihat pendidikan lainnya bisa Anda simak di bawah ini:
Ikut lomba tapi kalah
Lalu pulang dengan hati kesal
Saat muda rajin sekolah
Saat tua tidak akan menyesal

Berlari cepat mengejar waktu
Terlambat sudah tertinggal kereta
Pendidikan itu harus nomor satu
Bagi kemajuan bangsa kita

Liburan seru di kota Blitar
Tak ingin pulang terburu-buru
Jika diri jadi pintar
Berterimakasihlah kepada guru

Pukul tujuh pagi masuk kelas
Kerjakan tugas soalnya rumit
Menuntut ilmu dengan ikhlas
Untuk cinta-cita setinggi langit

Contoh Pantun Nasehat Orang Tua dan Penjelasannya


Pantun nasehati orang tua adalah salah satau pantun nasehat dari orang tua kepada anak yang bisa dijadikan sebagai alternatif dalam menasehati anaknya. Contoh beberapa pantun yang bersisi nasihat dari orang tua adalah sebagai berikut.
Malam minggu penuh canda
Sambil berdendang main gitar
Belajarlah kamu selagi muda
Agar jadi anak pintar

Naik kereta malam ini
Kereta cepat terus melaju
Jadilah kau anak yang berani
Tanpa ragu terus maju

Hutan rimba tumbuh lebat
Karena sering diguyur hujan
Jadilah kakak yang hebat
Agar kelak jadi tauladan

Anak gadis pipi merona
Memakai gelang kalung mutiara
Agar hidup penuh makna
Pedulilah terhadap saudara

Contoh Pantun Nasehat Anak dan Penjelasannya 


Pantun nasehat bisa berisi tentang tuntunan kebaikan untuk anak supaya suatu saat nanti bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Berikut ini beberapa contoh pantun nasehat untuk anak.
Seribu rupiah untuk layang-layang
Senar terulur putuslah sudah
Anak-anak semua yang kusayang
Jangan pernah lupa bersedekah

Minum kopi dikala hujan
Hujan mengalir hingga telaga
Anak baik anak teladan
Tentu jadi permata keluarga

Asap keluar dari cerobong
Lalu terbang menuju awan
Anak pintar tidak akan sombong
Tapi senang membantu teman

Tim sepakbola beradu sengit
Penonton bersorak tiada malu
Gapailah mimpi setinggi langit
Ayah ibu mendukungselalu

Contoh Pantun Nasehat Cinta dan Penjelasannya


Pantun nasehat tidak hanya semerta - merta tentang anak dan orang tua tetapi ada tentang cinta. Pantun yang berisi nasehat cinta dapat memiliki arti luas seperti nasehat cinta kepada orang tua, keluarga, guru, kekasih tercinta, atau teman sebaya. Di bawah ini adalah beberapa contoh pantun yang bersisi nasihat tentang cinta.
Pergi wisata di hari sabtu
Nikmati alam di Indonesia
Cinta datang sekali waktu
Tentu janganlah kamu sia-sia

Pulang belanja dari pasar
Sampai di rumah senam Yoga
Cinta ibu sangat besar
Tidak pamrih untuk keluarga

Beli burung harga sejuta
Dipelihara di dalam sangkar
Cintailah sanak saudara kita
Hidup rukun jangan bertengkar

Siang panas membuat dahaga
Jika hujan lain cerita
Kalau benci menguras tenaga
Lebih baik memberi cinta

Contoh Pantun Nasehat Tentang Kesehatan


Pantun nasehat tak melulu berisi tentang nasehat orang tua dan agama tetapi pantun nasehat bisa berisi tentang ajakan dan himbauan untuk hidup sehat. Melalui pantun, ajakan ini akan lebih tersampaikan kepada suatu kelompok masyarakat. Contoh beberapa pantun yang bersisi nasihat tentang hidup sehat adalah sebagai berikut.
Ke Eropa menonton liga
Setelah itu beli sepatu
Jangan lupa kamu berolahraga
Agar sehat setiap waktu

Pergi pagi memancing ikan
Memancing ikan di kolam taman
Cuci tangan sebelum makan
Agar sehat sepanjang zaman

Pak camat suka berkebun
Bu camat suka menjahit
Cuci tangan pakai sabun
Agar tidak terkena penyakit

Api menyala karena disulut
Asap membumbung sampai ke langit
Jaga kebersihan gigi dan mulut
Agar tidak jadi sarang penyakit

Pergi ke hutan saat sore
Banyak nyamuk menggigit kulit
Jika perut terserang diare
Segera kamu minum oralit

Pergi ke hutan saat sore
Banyak nyamuk menggigit kulit
Jika perut terserang diare
Segera kamu minum oralit

Tanding bola hasil seri
Tak ada kesempatan lawan menyerang
Bersihkan rumah setiap hari
Pasti kuman tiada bersarang

Mendengar anak berlagu dendang
Seruling ditiup membentuk irama
Jangan kamu banyak begadang
Karena kesehatan itu utama 

Pantun Nasehat tentang Cinta

Indah memang batu permata
Dikalungkan bagaikan genta
Jika engkau jatuh cinta
Ibarat orang bermata buta

Air arak diharamkan
Karenanya banyak nyawa melayang
Meskipun jarak memisahkan
Semua itu bukanlah penghalang

Baju pengantin memakai renda
Duduk berjajar sebaris lima
Cantik memang buat tergoda
Namun pilihlah karena agama

Pergi ke pasar membeli susu
Rasanya enak tidak seperti jamu
Tak cuma pilih yang pandai melucu
Tapi harus yang serius denganmu

Jalan-jalan mengendarai lamborghini
Melihat-lihat keindahan kota tua
Betapa menderitanya hidup yang sebentar ini
Jika hanya berlarut-larut dalam pedihnya cinta

Pantun Nasehat untuk Anak Sekolah

Buah duku buah durian
Lebih enak buah semangka
Dapat tugas segera kerjakan
Jangan suka menunda-nunda

Pagi-pagi hendak ke kolam renang
Rupanya ada bebek dan elang
Bermain membuat hati senang
Belajar membuat otak cemerlang

Kakek renta pandai berpantun
Berpantun gombal dengan istrinya
Berlakulah sopan dan santun
Supaya engkau jadi manusia berbudaya

Ambil kue dengan tangan
Naik kuda di atas pelana
Gara-gara bangun kesiangan
Ke sekolah lupa pakai celana

Tidur bayi di ayunan
Ayunan kecil dari papan
Sekolah adalah perjuangan
Untuk meraih masa depan

Contoh Pantun Nasehat dan Maknanya Lainnya


Hampir setiap pantun nasehat selalu mempunyai makna tersendiri yang berbeda sesuai dengan nilai-nilai moral yang luhur yang disampaikan kepada masyarakat. Berikut ini contoh - contoh pantun nasehat lainnya dengan tema yang berbeda dan masing-masing pantun akan dijelasan secara singkat mengenai maknanya.
Ke luar kota menjual tabung
Tabung dijual lalu dibeli lagi
Jangan lupa rajin menabung
Agar kau kelak tidak merugi
Makda dari pantun di atas adalah pantun nasehat yang berisi tentang anjuran dan keuntungan jika kita menabung. Daripada menghambur - hamburkan uang untuk hal yang kurang bermanafaat, alangkah baiknya jika uang itu ditabung sebagai simpanan untuk hari esok tentunya supaya tidak kesusahan jika tiba-tiba ada terdapat kebutuhan mendadak. Kesusahan di masa depan inilah salah satu bentuk kerugian yang mungkin dapat terjadi jika tidak mulai menabung dari sekarang.
Nelayan laut menjual Tuna
Terjual banyak tidak terkira
Jika hati teman gundah gulana
Dihibur saja agar riang gembira
Pantun di atas adalah pantun yang berisi nasehat untuk menghibur teman yang sedang ditimpa musibah ataupun yang sedang bersedih sehingga bisa tersenyum kembali. Pantun ini mengajarkan tentang kepedulian terhadap sesama yaitu menolong orang lain. Menolong orang lain tidak harus dalam bentuk materi, tetapi juga bisa dengan menghibur hati ketika sedang bersedih atau terkena musibah.
Buah kenari dan buah mangga
Di dalam karung ada sepuluh
Agar orang tuamu bangga
Jadilah kamu anak penurut
Pantun yang ketiga ini merupakan contoh pantun nasehat untuk seorang anak. Isi pantun tersebut yaitu hendak menasehati agar menjadi anak yang patuh terhadap orang tua. Misalnya ketika orang tua menyuruh belajar, maka anak segera melakukan perintah tersebut. Dengan begitu, orang tua akan menjadi bangga terhadap anak-anaknya.
Mainan baru membuncah hati
Mainan rusak adik tangisi
Berilmu itu harus rendah hati
Semakin merunduk tanda kau berisi
Pantun keempat di atas meupakan pantun yang menasehati tentang adab berilmu. Orang yang berilmu lebih baik memiliki kerendahan hati atau tidak menyombongkan diri. Hal ini dapat diibaratkan seperti tanaman padi. Tanaman pagi jika semakin berisi maka semakin merunduk. Begitu juga manusia, merunduk adalah tanda kerendahhatian akan ilmu yang dimilikinya.
Makan soto ditambah kecap
Sambil melamun dan mereka-reka
Selalu hati-hati dalam berucap
Agar hati orang tidak terluka
Pantun penuntun di atas berisi tentang nasehat untuk selalu menjaga perkataan terhadap orang lain. Karena kita tidak tahu apakah perkataan yang kita ucapkan membuat orang lain behagia atau bersedih. Perkataan yang salah bisa jadi dapat membuat hati orang terluka. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut sebaiknya kita memikirkan kembali apa yang akan keluar dari mulut kita.

Tukang kayu mencari palu
Tukang bicara mencari kata
Hendaklah kita punya malu
Agar selalu ingat jangan berdusta

Bola jatuh di bawah kolong
Mata mencari berkali-kali
Hendaknya kita saling menolong
Karena menolong tanda peduli

Ke pasar raya membeli anting
Anting dibeli berjumlah lima
Tahu sesuatu itu penting
Paham perkara itu yang utama

Petani di sawah memangkas rumput
Agar tak ada hewan melata
Masa depan itu harus dijemput
Dengan ilmu maupun harta
Tanam ubi di halaman rumah

Tanam ubi di halaman rumah
Bunga melati daunnya merah
Jangan benci jangan marah
Karena benci jadi masalah

Mancari ikan di bawah emapang
Air keruh ikannya mati
Mencari kawan tidaklah gampang
Mencari musuh mudah sekali

Baju sobek jangan dibuang
Ambil kain bisa ditambal
Ngapain capek pergi berperang
Lebih baik rajin beramal

Air laut asin rasanya
Kelapa muda manis airnya
Jika hidup ingin bahagia
Sejak muda tekunlah bekerja

Anak bermain layang-layang
Bermainnya sambil bersanda gurau
Orang tua selalulah disayang
Agar hidup tak jadi kacau

Anak kutilang belajar terbang
Masih miring lagi terbangya
Janga suka berkata sembarang
Karena buruk akibatnya

Dari lebah jadilah madu
Dari padi jadilah nasi
Selalulah menuntut ilmu
Sebagai bekal diri ini

Anak ayam turunlah sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak katak melompat-lompat
Berlompat-lompat di tepi telaga
Janganlah kita suka mengumpat
Kelak hilang seluruh pahala

Angin bertiup dari timur
Membawa sejuk peneduh jiwa
Janganlah bergantung pada umur
Ajal tak peduli muda dan tua

Api membakar hutan belantara
Kucing hutan sedang tertidur
Biar hidup sebatangkara
Budi pekerti tetap bertutur

Arang dan kayu bakar
Dibakar untuk memasak nasi
Jangan kamu suka bertengkar
Sucikan diri tenangkan hati

Asal kapas menjadi benang
Dari benang dibuat kain
Barang yang lepas janganlah dikenang
Sudah menjadi hak orang lain

Awan menggumpal di langit biru
Terbang burung tampak ramai
Jangan hanya memberi sembilu
Hiduplah dengan cara yang damai


Awan putih di atas langit
Terbang melintas si burung merpati
Persaingan memanglah sengit
Sikap jujur tetap tepati

Buah salak enak rasanya
Serat tanda pohon berduri
Orang galak seram rupanya
Tampang saja bukan di hati

Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi meminta talas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas

Ada orang sedang menenun
Untuk membuat kain selendang
Jadi orang haruslah santun
Agar semua menjadi sayang

Kota Ende di Pulau Flores
Pulau Sumba bukan Sumbawa
Rumah tangga belum beres
Urusan orang terbawa bawa

Air jernih air terlaga
Pelan mengalir sampai muara
Rukun baik dengan tetanga
Hidup anda pasti bahagia

Ada orang sedang berdiri
Di tengah taman ada merpati
Lihat dulu diri sendiri
Baru yang lain dicermati

Kalau ada si kembang baru
Bunga kenangan dikupas jangan
Kalau ada sahabat baru
Sahabat lama dibuang jangan

Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi tenduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh

Bertemu musang nangis di kali
Musangnya berontak lalu pergi
Kamu memang manis dan baik hati
Tapi sayang otak tek berisi

Biarlah orang bertanam buluh
Marilah kita bertanam padi
Biarlah orang bertanam musuh
Marilah kita bertanam budi

Ke pameran melihat ada gong
Di sana aku bersama paman
Janganlah engkau jadi sombong
Nanti engkau tidak punya teman

Ke kamar mandi celananya basah
Engkau keringkan dengan kipas
Jangan engkau bolos sekolah
Kalau tidak ingin tinggal kelas

Ke dapur mengambil talas
Untuk bekal nanti berkemah
Jika engkau ingin naik kelas
Janganlah lupa belajar di rumah

Burung nuri berbulu biru
Terbang tinggi dikejar ular
Jika kita ingin banyak ilmu
Rajinlah selalu dalam belajar

Kota solo kota batik
Jakarta ibu kota Indonesia
Ayo kita menabung di bank
Siapkan bekal di usia tua

Buah nanas buah duku
Buah mengkudu dimakan kutu
Jangan malas membaca buku
Karena buku sumber ilmu

Buah nangka buah semangka
Paling enak dimakan bersama
Patuhilah nasihat orang tua
Agar tidak jadi anak durhaka

Tugu muda di Semarang
Di Jakarta bernama Monas
Rajin belajar sejak sekarang
Biar tidak tinggal di kelas

Malam dingin gelap gulita
Tanpa cahaya tak melihat wajah
Tentu boleh rajin bekerja
Asal jangan lupa beribadah

Yogyakarta kota pelajar
Surabaya kota pahlawan
Anak yang suka rajin belajar
Pasti banyak ilmu pengetahuan

Ikan teri dimakan buaya
Buaya satu terinya seribu
Belajarlah meraih cita-cita
Membuat bangga ayah dan ibu

Merah putih bendera Indonesia
Ditambah biru bendera Belanda
Bertemanlah dengan siapa saja
Jangan bedakan miskin dan kaya

Kura-kura masuk ke kelas
Kelinci berputar di halaman
Berbuat sesuatu harus ikhlas
Jangan pernah harapkan imbalan

Ada bakmi berkuah pedas
Ditambah cabe dan merica
Jadilah anak yang cerdas
Kelak berguna bagi bangsa

Ada bintang ada bulan
Ada daun ada kayu
Jangan suka bermalas-malasan
Tapi rajin-rajinlah membantu ibu

Gajah besar berwarna abu-abu
Lari ketakutan dikejar ular
Jika ingin punya banyak ilmu
Maka harus rajin dalam belajar

Gudeg dari Yogyakarta
Empek-empek dari Palembang
Tutur kata harus kita jaga
Bertingkah laku jangan sembarang

Burung dara terbang ke angkasa
Burung penguin menyelam di lautan
Patuhlah kita terhadap nasihat orang tua
Karena itu adalah suatu kewajiban

Burung bangau terbang bersama-sama
Terbang ke utara membawa pesan
Punya teman baru boleh-boleh saja
Asalkan teman lama jangan ditinggalkan

Merpati putih mandi di kali
Selepas mandi terbang tinggi
Jadilah anak yang baik hati
Senang menolong dan suka memberi

Pagi hari hujannya deras
Saat siang hujan berhenti
Sejak kecil suka kerja keras
Kelak nanti banyak rezeki

Boleh saja kita berkemah
Namun jangan ke Batujajar
Boleh saja bermain di rumah
Namun jangan lupa belajar

Makan es bibir jadi beku
Makannya di kota Blitar
Mari kita membaca buku
Supaya jadi anak pintar

Minum banyak perut kembung
Kalau minum yang biasa saja
Mari kita rajin menabung
Agar kita bisa hidup kaya

Jangan engkau suka menyolong
Nanti engkau tidak punya teman
Marilah kita saling menolong
Gotong royong membantu teman

Mencari kota Trengganu
Malah tibanya di Sumatera
Hormati bapak dan ibu guru
Hormati juga orang tua

Aku mencari sebuah gergaji
Malah aku temukan peniti
Jikalau kita rajin mengaji
Syurga indah akan menanti

Ke pasar membeli timah
Untuk membuat miniatur rumah
Pagi-pagi berangkat sekolah
Sorenya berangkat ke madrasah

Pagi hari minum segelas jamu
Supaya tubuh sehat lebih berisi
Hormati selalu bapak dan ibumu
Agar menjadi anak yang berbakti 

Pencarian yang terkait dengan pantun nasehat
  • pantun nasehat dan maknanya
  • contoh pantun nasehat dan jenaka
  • pantun nasehat tentang kesehatan
  • pantun nasehat agama
  • macam macam pantun nasehat
  • pantun nasehat orang tua
  • pantun jenaka
  • contoh pantun lucu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel