Contoh Puisi Cinta untuk Pacar / Ibu / Sahabat / Islami / Romantis

Contoh Puisi Cinta
Contoh Puisi Cinta – Puisi adalah sebuah karya sastra yg mempunyai suatu keunikan berupa rima atau persamaan bunyi yang ada di akhir kalimat, adanya bait, baris, dengan gaya bahasa bebas namun cenderung mempunyai makna atau keindahan. 
Pernyataan cinta tak hanya berlaku untuk pasangan saja. Cinta pada alam juga ada dan bisa diekspresikan melalui beragam cara. Salah satunya adalah melalui penulisan puisi. Puisi cinta pada alam sangat mungkin ditulis sebagai wujud afeksi akan ciptaan-Nya. Apalagi jika kita termasuk menggemari kegiatan seputar alam seperti memanjat gunung atau menyusuri pantai, maka puisi ini akan sangat cocok untuk kita tulis atau baca. Berikut contohnya.

Angin sepoi-sepoi menerpa kulit di pinggir pantai
Langit seakan menyatu dengan air laut di kejauhan
Ombak menyapu pasir dan meninggalkan bekasnya
Lihatlah betapa alam ini begitu indah
Sejuknya udara di pegunungan
Hijaunya daun-daun di pepohonan
Indahnya ragam warna bebungaan
Lihatlah betapa alam ini begitu elok
Tenangnya air sungai di permukaan
Bebatuan besar sesekali muncul dan menghalangi arus air
Perahu nelayan bolak-balik membawa jaring
Lihatlah betapa alam ini begitu cantik
Tuhan yang menciptakan semuanya
Melengkapi keindahan dunia
Membuatnya semakin sedap dipandang
Dan jadi mata pencaharian
Kuasa Tuhan menjadikannya nyata
Menciptakan alam sedemikian rupa
Untuk dikagumi dan untuk dicintai
Orang-orang berbondong-bondong datang
Mengagumi ciptaan-Nya yang tanpa cela
Menyusuri tiap jengkal keindahannya
Tak peduli harus bayar mahal
Tak peduli harus menempuh perjalanan jauh
Demi menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan
Merasakan ketenangan dan kesunyian
Jauh dari hiruk pikuk metropolitan
Sesaat lupa akan jenuh dan lelah
Asinnya angin pantai, sejuknya udara di gunung
Indahnya lembah, cantiknya danau
Membawa pergi semua sedih dan derita dalam hati
Membawa lagi bahagia dan asa dalam dada
Menghentikan sejenak waktu
Mengembalikan lagi senyum dan gembira

Baca juga: 35 Puisi Ulang Tahun untuk Pacar, Sahabat dan Ibu yang Sangat Menyentuh Hati

Puisi cinta memang bisa ditujukan pada siapa saja dan apa saja karena cinta itu sendiri bersifat universal. Tidak selamanya tema cinta hanya berlaku untuk pasangan. Cinta juga dirasakan pada anak, orangtua, sahabat, Tuhan, alam hingga hewan peliharaan. Kita bisa menulisnya pada siapa saja yang dicintai karena perasaan satu ini meliputi semuanya.
Tentunya, menulis puisi bertema cinta akan berbeda tergantung kepada siapa kita menujukannya. Puisi tentang cinta pada Tuhan akan berisi puji-pujian, misalnya. Sementara puisi tentang cinta pada pasangan akan berisi kata-kata yang cenderung gombal. Ini karena objeknya berbeda sehingga bahasa dan pemilihan kata-katanya sudah pasti akan berbeda pula. 
Puisi bertema cinta termasuk jenis puisi yang bisa dengan mudah ditemukan. Kita terutama bisa melihatnya dari lirik-lirik lagu populer yang mengusung tema cinta. Untuk bisa mempermudah kita dalam menulis puisi bertemakan cinta, maka kita bisa mendapatkan referensi dari puisi-puisi sejenis. Kita dapat menemukannya dengan mudah di internet maupun buku kumpulan puisi. 
Mencari referensi sebelum mulai menulis sendiri puisi akan membantu dalam menuangkan perasaan dalam bentuk puisi. Ini penting terutama apabila kita baru pertama kali mencoba menulis puisi. Yang terpenting adalah kita harus tahu dulu apa itu puisi dan elemen-elemen yang ada di dalamnya. Setelah itu kita bisa mulai mencari referensi sesuai tema yang akan ditulis dan mulai menyusun sendiri kata-kata hingga membentuk sebuah puisi.
Ide puisi haruslah orisinal agar tidak dituduh plagiat karya orang lain. Ini juga penting karena sebanyak apapun referensi yang dibaca, namun orisinalitas karya sendiri harus tetap dipertahankan. Kita bisa menulis puisi cinta berdasarkan pengalaman sendiri agar terasa lebih mudah dan dekat dengan diri sendiri. Hasil akhirnya juga akan lebih memuaskan.

Contoh Puisi Cinta Sedih

Berapa kali kutanya mimpi
Harapan-harapan kita berdua yang berdebu
Jawaban ada pada masa lalu
Berapa kali kusapu sungai dimataku
Sedang punggungmu bahkan tak sudi bicara
Dan matamu, hatimu, jiwamu, sebagai asing pengembara
Berapa jauh jarak kutempuh
Menangis luka sedihku bersimpuh
Tidak ada janji tidak ada mimpi
Semua hilang ditelan benci
Apalah dayaku saat ini
Menggapai harap yang pupus dan musnah
Kebingunan, kesepian, kesedihan
Adalah teman setiap yang menyedihkan
Lalu, katakanlah
Dengan siapa lagi aku mencinta
Hati pun aku tak punya
Kau bakar habis dengan cinta dan kemarahan
Setelah kau bawa lari menimbun kenangan

Puisi Cinta Pendek

“Cinta Beralas Kebencian”
Tutur Kata Yang Menikam
Senyum Manis Telah Hilang
Rasa Dendam ini Bersarang
Hanya Kebencian Berkumandang
Deru Ombak Menerpa Karang
Pasir Putih Berhias Kerang
Puing-Puing Cinta Beterbangan
Tinggal Kenangan Yang Tertinggal
Mimpi Indah Tak Pernah Nyata
Hanya Luka Yang Kurasa
Kisah Ini Tak Pernah Sirna
Walau Di Antara Kita Telah Tiada
“Lukisan Langit Senja”

Indah Sinar Senja Melukis Mega
Kuntum Melati Bersemi Di Ujung Hari
Sebelum Hari Berakhir,
Kepada Senja Tersampaikan Harap Yang Tulus,
Akan Kebahagiaanmu Sepanjang Waktu
Angin Yang Bawa Wangi Bunga
Akankah Ia Bawa Rinduku Jua?
Walau Rasaku, Masih Seperti Teka-Teki,
Teka-Teki Yang Hinggapi Padang Ilalang
Layaknya Pertanyaan Hati Dalam Nuansa Jingga
Semenjak aku mengenal syair, hati yang beku mulai cair, semoga senja kali ini resah yang terakhir, hingga cintaku kembali terlahir.
***
Kekasih
Tetaplah di sini bersamaku
Menatap gigil pagi dengan embun-embun berjatuhan di ujung daun
Duduklah sejenak
Nikmati mentari meruapkan wangi rumput liar, menciumi kulitmu dengan keharuman Tersenyumlah
Angin tak akan pernah bosan membelai ranum tomat pipimu.
***
Kekasihku
irama di dalam jiwaku
pahamilah
cintanya lebih baik dari cintaku.
***
Jangan-jangan kita adalah dua perasan yang terperangkap basa-basi.
***
Pergilah, akan kusimpan tangisku, Tuan. Bukan tidak ingin. Tapi, selain milikmu, aku tak tahu bahu mana lagi yang bisa menjadi wadah dari air mataku.
***
Rindu yang sekarang, biarkan diberi temu, sebelum nanti menjadi dungu karena lama menunggu.
***
Cintaku padamu adalah sebuah waktu, dan yang mampu kamu ketahui hanyalah sebuah ruang.
***
Aku menyukai pagi, lamat kulihat sinar mentari dari celah rambutmu yang tergerai, menerpa senyummu yang semanis gulali, bahagia itu sederhana sekali.
***
Aku tak mengerti… mengapa kau teteskan air mata saat aku pergi, saat kutanamkan rasa rindu yang tak bertepi, Tapi aku sudah sadar dan mengerti dengan semua rasamu itu, ku berjanji tuk menemuimu lagi di hari nanti.. ~
***
Begitu pagi saat jantungku berdegup kencang menterjemahkan isi pikiranku yang ternyata kamu. ~
***
Aku yang tidak becus mencarimu atau kamu yang terlalu cerdik menghindariku?
***
Aku menutup diri dari bumi dan menghilang dalam sunyi.
Aku takut memperkenalkan diri dan membuka hati.
Tapi, sampai saat ini aku masih menyukai dan mencintai kamu berulang kali.
Walaupun hatimu telah lama mati.
***
Sesekali, bolehkah aku berkunjung ke wajahmu? aku ingin membawakan senyuman untuk bibirmu yang beku.
***
Ini bukan tentang kamu. Hanya rindu yang sedang berperan sebagai tamu. Diam-diam menyelinap membisikkan temu. Setelahnya, bergegas pergi menjelma semu.
***
Kepergianmu menyadarkanku,
Bahwa kesetiaan yang kau tinggikan dulu masih kalah tinggi dibanding rinduku saat ini. 

Puisi Cinta Singkat Tapi Romantis

Dari Awal Sudah Kuketahui

Saat pertama kali tatapan mata kita bertemu pandang
Kutahu aku akan mencintaimu seumur hidupku
Begitu pula dengan dirimu
Kau dan aku adalah satu
Jawaban dari Tuhan
Begitu banyak mimpi sudah menghampiriku
Begitu banyak harapan sudah kusampaikan
Pada akhirnya Tuhan mempertemukanku dengan dirimu
Jawaban terindah dari Tuhan untukku
Pilihan Terbaik
Sejak pertama aku memilihmu
Sekarang pun aku tetap memilihmu
Esok pun aku masih akan memilihmu
Karena kamu adalah pilihan terbaik
Pesan Terakhir
Seandainya ini adalah saat terakhirku
Dan ku harus pergi meninggalkan dunia
Aku akan menggunakan kesempatan terakhir ini
Untuk mengatakan aku sangat mencintaimu
Hampa tanpa Dirimu
Sebelum dirimu datang ke hatiku
Hanya kekosongan yang mengisi hidupku
Sekarang kau telah datang
Dan aku tak akan pernah membiarkanmu pergi
Hari Kau Datang Ke Dalam Hidupku
Pada hari kau masuk ke dalam hidupku
Segalanya berubah
Kau datang membawa kebahagiaan dan harapan
Dan karenanya aku mencintaimu
Satu – Satunya Alasanku
Kamu lah satu-satunya alasanku
Alasanku tersenyum sepanjang waktu
Alasanku bersemangat menjalani hidup
Alasanku tidak pernah menyerah saat badai datang

Contoh Puisi Cinta Romantis

Puisi cinta romantis merupakan puisi yang biasanya dibawakan ketika di dalam acara – acara sastra. Berikut adalah contoh puisi romantis yang bisa Anda gunakan sebagai perwakilan isi hati Anda.
Cinta adalah air
Mengalir untuk menyegarkan,
bukan menghanyutkan
apalagi menenggelamkan
Cinta adalah matahari
Bukan membakar bara,
tapi menyinari rona
menghidupkan dan mengilhami
 
Cinta adalah angin
Mengalun lembut ke sela-sela hati
Mencipta sejuk yang sejati
Meniup sedih luka di hati
Hingga hilang tiada kembali
Cinta adalah hujan
Jatuh untuk menumbuhkan
Meresap ke akar-akar hati
Agar tumbuh rimbun kebaikan-kebaikan
Cinta adalah cahaya
Terang lagi menghangatkan,
bukan pedih menyedihkan
bukan terik menyilaukan
Cinta adalah aku
Untukmu,
Wahai kekasihku
Tempo lalu
ketika langit menjadi saksi
dan kopi menjadi bukti
kita duduk di ambang pintu
menikmati suguhan langit bersama senja
terlalu kuno memang bagi para pengelana cinta
tapi kita selalu memiliki cara untuk bahagia.
***
Jauh di seberang, kapal tak kunjung menepi
Kecipak air berlabuh tak tahu ke mana harus bertambat
Tiada angin laut berembus, angin darat terus meraung
Pesisir tak lagi asin, pelaut tak kuasa tinggal
Jauh di ufuk matahari ingin pulang
Tak kunjung berlabuh dermaga sepi.
***
Manakala hujan datang menghampiri,
Ia serupa sajak yang belum usai;
Untuk dibaca esok hari.
***
Aku pernah mengagumi senja lebih dari segalanya, saat ini, aku lebih mengagumi aksara yang tertera melebihi warna jingga.
***
Dulu kau selalu menjadi alasanku untuk ‘pulang’.
Di kota yang membuatku mengenang segala kenangan yang kita lalui bersama, dulu. Namun, kini, semuanya berubah pilu dan kau tak lagi menjadi alasan dari kepulanganku.
***
Aku penasaran, seperti apa rasanya menyimak rinduku di balik layar, sambil kamu asyik menyandarkan pipi di bahu dia?
***
Banyak yang hilang dari kota ini, tapi satu yang tidak pernah hilang, bahkan berubah pun tidak: kamu.
***
Di hilangmu kali ini, tuan
Kunikmati saja perih yang meraja
Mungkin engkau tak berkehendak menengok hatimu
Namun, kutahu istanamu tak lagi terasa sama
Sejak kaubawa serta hatiku pulang ke sana.
***
Dari kotamu sempat kutemukan tenang dari dirimu sempat kutemukan nyaman. Kemudian engkau menghilang, tak kutemukan tenang di kota lain sayang.
***
Kupikir ini rindu.
Ternyata candu yang telah menjadi tabu.
Kupikir akan jadi romansa.
Ternyata hanya sebuah fatamorgana.
***
Di atas bangku taman itu, dulu, daun daun musim gugur, debu debu luruh, dan angin yang membisu, adalah saksi akan sebuah tunggu yang beribu.
***
Untukmu yang masih kutunggu, tabahku bagai bangku taman usang, yang rela dihujani dedaun musim gugur.
***
Aksara puisiku berserakan, berjatuhan serupa daun kering. Dengan peluh kupunguti satu persatu menjadi komposisi rindu yang aduh.
***
Semesta sangat suka melihatmu kesakitan menahan rindu, sebab kesakitan akan membuatmu memilih bertemu atau hanya terus merindu.  

Contoh Puisi Cinta Sejati

Rasa sayang yang kutulis dalam tetesan air mata ini dengan diam
jernihnya selalu menatapmu bersamanya.
***
Selalu ada yang tak diceritakan,
langit kepada hujan.
Entah pagi bersambut kabut,
Atau mendung yang bikin murung.
***
Waktu menguji kita dengan perpisahan, jarak menguji kita dengan rindu, dan air mata adalah hujan yang ikhlas jatuh di dada masing masing.
***
Serupa gelombang lautan, cinta datang saat kau diam, lalu tiba-tiba hilang saat kaukejar. ~
***
Cinta bisa memberikan cahaya
Pada mata yang sekalipun buta
Cinta juga bisa jadi petaka
Meski pada orang yang di surga
Ah, biarlah …
Cinta tak butuh kata-kata.
***
Aku membiarkanmu menikmati fase-fase tersulit dalam menahan rindu, maka izinkan aku mewujudkan mimpimu untuk mengalami fase terindah untuk melepas rindu. ~
***
Gemelisik daun kering menyadarkanku
bahwa semestamu bukanlah aku.
Kerontang daun terseret angin
melebur menjadi luka hatiku.
***
Setelah tidak dengannya, aku akan selalu mencoba untuk tetap baik-baik saja, sebab aku percaya perasaan itu datang tanpa direncanakan, dan pasti juga akan hilang tanpa direncanakan. ~
***
Tak semudah itu merangkai kata. Jika pun sudah terangkai bibir tak bisa semudah itu mengatakannya. Dan masih terlalu rumit untuk di jelaskan. Diamku adalah mencintaimu !!

Contoh Puisi Romantis

Sementara ini, bersandarlah di pundakku hingga letihmu sirna, hingga lelahmu reda. Lantas, setelah semua binasa, kembalilah pada tujuan semulamu, mencari rumah agar semua keluhmu dapat berbaring dengan kekal.

***
Hati yang sudah saling bertautan takkan pernah meninggalkan meski jarak memisahkan karena ia tahu tujuan dan tahu ke mana ia harus pulang. ~
Cobalah berbagi kesedihan denganku. Tak peduli sepahit apa itu. Bagiku, apa pun darimu adalah arak paling candu. Tanpamu malam paling pilu. ~
***
Kudobrak pintu hatimu untuk sekadar melihat sisa rindu yang sempat kutitipkan padamu. Ingin kuambil pecahan rindu itu, untuk kurangkai kembali menjadi utuh.
***
Sebelumnya aku baik-baik saja, menikmati hari dengan penuh tawa.
Namun setelah kedatanganmu, aku sampai lupa, sudah berapa lama aku menitikkan air mata.
Pada seseorang yang datang tanpa sapa dan pergi dengan menundukkan kepala.
***
Air mata bukan akhir dari cerita. Tiap tetesnya mengandung sebuah makna. Betapapun perihnya rasa kehilangan di dada. Namun aku tetap percaya. Engkaulah yang Maha Sempurna. Engkaulah pemilik hati dan jiwa. Allah SWT. ~
***
Tak pernah aku merasa kehilangan,karena sejatinya aku bukanlah Sang Pemilik. ~
***
Jika ada kalimat yang lebih menyakitkan dari pada menahan rindu, tolong beri tahu aku. ~
***
Jangan jadi candu, karena rindu pun sudah cukup untuk membuatku sendu.
***
Kita perlu jarak agar tahu arti rindu. Kita perlu waktu agar bisa bertemu. Dan kita perlu temu agar bisa melebur rindu.
***
Akulah puisi yang sering kau tulis pada selembar kenangan, dan akulah rindu itu yang kau sebut masa lalu tetapi masih kau dekap erat.
***
Kepada senja yang menyisakan tanya. Tolong beritahu malam bahwa rinduku semakin tenggelam.
***
Demi hati yang pernah patah. Aku mencoba berdiri dengan gagah. Bertahan meski luka di hati ini semakin parah. Aku tak ingin lagi jatuh pada cinta yang salah.
***
Biarkan kopi ini kuseduh
Agar pagi ini terasa syahdu
Untuk mengurangi rindu yang menggebu
Agar hilangnya rasa haru
Mengingat dirimu.

 Contoh Puisi Cinta Lucu

Puisi cinta tidaklah melulu membahas soal cinta yang romantis atau sedih. Puisi cinta bisa juga berisi kisah cinta yang lucu loh seperti contoh yang saya tulis berikut ini.
Cinta adalah anugerah yang berharga

Lebih dari harta atau tahta
Namun aku bimbang memilihnya
Antara sahabat dengan cinta
Antara maju atau mundur
Karena keduanya begitu bernilai
Sangat berharga dan melebihi segalanya
Sayangnya aku baru tahu sekarang
Bukan dari dulu
Seandainya aku tahu sejak saat itu
Sudah kujual semua sahabat dan cintaku

Contoh Puisi Cinta Buat Pacar

Di bawah ini adalah contoh untuk puisi yang bisa Anda tujukan buat pacar tercinta.
Kau hanya tidak tahu

Bahwa daun yang jatuh pun terkesima karena keelokanmu
Senyum yang kau bawa
Adalah nyawa bagi bunga-bunga
Kau hanya tidak tahu
Bahwa langit melengkung pelangi
Adalah tanda bahagia bertemu kamu
Ceria yang kau kenakan setiap hari
Adalah penyejuk bagi embun di waktu pagi
Coba kau lihat ke dalam dirimu
Sebuah cinta mengalir seperti air
Mata yang manis
Dan suara yang lembut
Adalah milik dirimu
Yang akan kujaga
Yang akan kucinta
Tidak akan ada sedih dan luka
Hanya ada bahagia yang tercipta

Contoh Puisi Cinta Islami

Siapa aku?

Berani menolak cinta
Padahal Allah memberikannya kepadaku.
Ah, kembalikan lagi saja pada-Nya cinta ini.
Dia Mahatahu akan apa yang ada dalam hati.
***
Aku hanya bisa menuliskanmu puisi,
Dan segelas air bila kau haus.
Namun, jika kau ingin merasakan cinta;
Mintalah pada Tuhan saja.
***
Aku rapalkan doa di setiap sujudku yang masih rapuh, meski kau tak mendengar tapi semesta ikut serta mengaminkannya.
***
Jika bertemu denganmu adalah Takdir Tuhan,
Dan berteman denganmu adalah pilihan,
Maka jatuh cinta padamu bukanlah sesuatu yang aku rencanakan.
***
Teruntuk puan yang pernah bercadar sarung. Ijinkan doaku menyelinap saat bulan menemani mimpimu. Berharap munajatku tinggi sampai pada tempat Rabbimu. Hingga ada ijabah dua sayap menjadi satu. Aku dan kamu.
***
Dirantai cinta. Digelangi bahagia. Aku tak mau kembali. Biarkan saja terjerat di sini. Rindu ialah persinggahan terbaik. Saat doaku dan doamu saling mengusik.
***
Bayangkan jika ia tahu bahwa sebenarnya doalah pemanduku menuju jalan jodohmu. ~
***
Saat ini tak tahulah daku di mana Nyonya bermihrab
Tak paham pula daku pasal rahasia Rab
Tapi selama Nyonya sedia dan daku mampu
Insyaallah pijakku takkan gentar dalam menunggu.
***
Dimaki. Dihina. Diragukan. Tapi Tuhan tetap menghidupi. Tapi Tuhan tetap menyayangi. Tapi Tuhan tetap melindungi. ~
***
“Jangan pernah biarkan bara rindu ini padam,” gumamku di sudut senja ini. Menunggu sang malam datang agar ku bisa tumpahkan semuanya dalam simpuhku pada Tuhan. ~
***
Di kota Bandung aku terlahir.
Berubah menjadi sesosok perindu tentang semua yang ada padamu.
Dirimu yang selalu kunanti.
Dirimu yang selalu kudoakan.
Dirimu yang selalu kuceritakan pada Tuhan agar bersanding di pelaminan.
***
Pada akhirnya aku memilih pergi, bukan karena tidak ingin bersamamu, tapi karena kepergianku adalah cara Tuhan membuat kita bahagia dengan takdir-Nya.

Cinta sejati tanpa alasan

Tanpa karena tanpa tapi
Cinta itu adalah cinta Tuhan
Pemberi kehidupan serta rezeki
Pemberi keamanan dan ketenteraman
Dalam dunia yang fana lagi menakutkan
KepadaMu, Tuhan
Napas berhembus pelan melantun doa
Malam-malam yang kuhabiskan dengan menangis
Dan pagi-pagi yang kucaci dengan gerutu
Langkah yang entah kemana hendak menuju
Terlupa namamu, tak kuingat laranganmu
Aku hidup sebagai hamba
Tapi tak pernah menengadah doa
Kepadamu, Tuhan
Langkah tertatih mengetuk pintu
Sadarkan aku tentang alam yang riuh
Perlihatkan aku tentang cerita-cerita hujan
Dan hutan yang terbakar karena-Mu
Kisahkan kepadaku tentang burung-burung
Dan dedaunan yang gugur satu per Satu
Kepadamu Tuhan,
Sujudku adalah jalan pulang
Doaku adalah obat penenang
Darimu Tuhan
Pengampunan adalah kehidupan
Ridhomu adalah tujuan

Contoh Puisi rindu

Di pelataran waktu, aku menunggu kabar

Ketika jejak-jejak kepergianmu perlahan hilang
Dan angin berjinjit pelan, berembus menyapu kenangan
Kehampaan pun datang dihantar suara-suara kesunyian
Tatapannya beku, mengkapas pias
Aku terdiam, kehilangan…
***
Malam ini kubiarkan diriku merindu
mengingat kenangan dulu bersamamu
berharap kembali
merasakan kebahagiaan lagi
namun sulit sekali
yang bertahan hanya rasa ini.
***
Asalkan kamu masih di bumi. Sudah cukup untuk menghadiahi rindu ini.
***
Beruntungnya aku, kembali melihat senyuman itu, memuisikan lagi tentang hari-hari yang pernah hilang.
***
Saat ini,
Aku menyayangimu tanpa ciuman.
Aku memelukmu tanpa pelukan.
Aku mencintaimu tanpa bercinta.
Dan maaf, hanya saat doa terucap padaNya, aku mengutarakan semuanya.
***
Kau adalah puisi yang beterbangan layaknya camar,
Sementara aku adalah pembaca tanda baca yang begitu samar.
Bukan salahmu, ketika rindu itu tak mampu kujawab.
Aku cuma butuh waktu untuk menerjemahkan.
***
Ada rasa yang membuatku terngiang
Apakah itu rindu?
Bukan
Hanya segumpal kenangan yang ingin diulang.
***
Jadi rindu?
Rindu jadi apa?
Jadi apa saja yang menembus matamu yang bening.
Seketika itu kau bersedih.
***
Seperti katamu, malam takkan menunggu, sebagaimana rindu.
Namun, kau bahkan telah lupa, pada diriku ada yang begitu keras kepala; ingatan yang dulu memperkenalkan diri sebagai kita.
***
Setangkup roti dilumuri selai rindu, secangkir kopi beraroma ingin, dan matahari bersinar sehangat pelukan, selamat pagi, Kekasih.
***
Cinta yang terlambat datang bersama hujan sore ini, menurunkan rintik rindu yang tak kunjung bertemu
Cinta yang terlambat datang bersama mendung awan, menyesali betapa gelapnya hati untuk merasakan.

Contoh Puisi Cinta Guru

Dibawah ini adalah sebuah contoh puisi cinta yang bisa Anda tujukan kepada guru atas jasanya yang selalu ikhlas dan tulus.
Barangkali dunia terlalu menyilaukan

Namun kehadiranmu membuat kami paham
Bahwa melangkah membutuhkan ilmu
Maka mengertilah kami
Terbukalah mata kami
Segala yang abstrak dan tidak bisa ditebak
Kau ajarkan dengan ikhlas tanpa mengeluh
Guru,
Barangkali kami memang tidak tahu
Bagaimana mengucap terima kasih atas jasamu
Hingga satu per satu dari kami
Menjadi seseorang yang dibutuhkan negeri
Guru,
Berangkali kami tidak tahu
Betapa jasamu sangat berarti
Menyelamatkan kami dari gelapnya kebodohan
Hingga merasakan cerahnya hari karena pengetahuan
Terima kasih kuucapkan kepadamu
Atas cinta yang kau beri
Cinta kami kepadamu guru
Tak akak lekang dimakan waktu

Contoh Puisi Cinta Pahlawan

Kau acungkan senjata

Kau teriakkan merdeka
Janji dan sumpah yang membara jiwa
Jadi semangat para generasi bangsa
Langkahmu tegap maju
Tak kenal takut genderang bertabuh
Moncong senapan lawan di depan
Tak gentar lawan ketidakadilan
Kau teriak merdeka atau mati
Cermin keberanian untuk kami
Menghadap lawan menyerang dengan berani
Tanpa ragu tanpa takut perjuangan membara api
Darah bertumpah ruah
Tak menjadi halangan memegang sumpah
Karena kemerdekaan bangsa adalah hak
Yang kau junjung dengan telak
Pahlawanku,
Tanpamu, bagaimana Indonesiaku
Tanpamu tak kukenal Indonesia Raya
Karena mu berkibar bendera pusaka
Merah dan putih kini selalu ku hormat
Dengan segenap jiwa dan juga raga
Pahlawanku,
Ajari kami tentang cintamu kepada bangsa
Ceritakan kepada kami tentang kasih tak kenal pamrih
Membela bangsa tanpa memandang agama
Menjunjung martabat negeri mengkokohkan jati diri
Pahlawanku,
Cinta kami kepadamu adalah janji
Untuk meneruskan perjuangan negeri
Semoga namamu tetap harum
Menjadi inspirasi dari generasi ke generasi

 Contoh Puisi Cinta dalam Diam

Aku tak tahu ke mana arah diammu

Kian kejam menghukumku
Terlalu rimba nestapa ini kutebang
Entah apa yang akan terjadi
Entahlah…
***
Di setiap pagi, ada yang mulai menggelitik sanubari, syair yang kau tulis mewakili isi hati, bagaimana kabarmu hari ini, Bidadari?
***
Padamu, malam, aku malu, pada angin yang berkibas bebas, sedangkan aku sendiri terbelenggu rindu yang semakin menggebu.
***
Yang aku tahu darimu
Hanyalah perihal apa yang aku suka
Sebelum kautunjukkan padaku
Bahwa kau juga bisa memberikan luka.
***
Berhenti sudah aku
Mecintaimu yang tak pernah tahu aku
Mengenal pun tidak, kan?
Ah, sakitnya …
Ternyata ini bertepuk sebelah tangan.
***
Sesederhana ini kauciptakan rasa gembira, kaubawakan aku dekapan, lalu kaurajut rindu menjadi sebuah kecupan.
***
Pada akhirnya, kau mampu menggagalkan kakiku untuk melangkah dan tak pernah membiarkan perasaanku kepadamu berubah.
***
Pagi yang cerah menyambutku dengan riang, tak terkira dirimu hadir memberikan senyum manja, bahagia tak terbatas ku dibuatnya, terlihat wajah gembira ku memandangnya, satu pintaku untuk selalu mencintaimu tak terhingga. ~
***
Menetaplah. Ini tidak akan baik karena semua kepergian menyisakan jejak yang cukup pelik.
***
Entahlah..
Saat mereka berbicara tentang Rasa,
Kamu muncul dalam benakku begitu saja.
Jika artinya adalah Suka,
Maka aku tidak mau mengakuinya.
Karena aku membencinya,
Berjuang untuk seorang yang berjuang untuk orang lain.
***
Janganlah kau takut..
Aku tiada pernah akan meninggalkanmu..
Demi hatimu..
Aku akan selalu ada disini untukmu..
Meskipun hanya memerhatikanmu dari jauh.

Selama satu jam, aku memikirkan apa yang sedang kau kerjakan

Ketika pesawatku sedang melintas di atas pulau Jawa menuju Jakarta
Penerbangan yang kutempuh satu jam, adalah perjalanan mengitari pikiranmu
Yang tidak ingin banyak hal hinggap dan hidup di dalamnya
Kamu adalah langit tempat aku menyaksikan rona-rona
Senjamu yang oranye, adalah kesepian paling cantik
Subuhmu yang kemerahan adalah ambisi yang menghidupkan
Gelapmu yang malam adalah cinta yang sunyi
Siangmu yang matahari adalah keceriaan yang abadi
Lalu selama satu jam perjalanan udara
Aku masih sibuku memikirkan pikiranmu
Memikirkan apakah aku selalu hidup di dalamnya sebagai rumah
Atau tempat singgah
Apakah aku hanya pakaian yang ditanggalkan
Atau kaus biru favoritmu
Selama satu jam yang panjang aku sibuk memikirkan,
bagaimana seorang perempuan sepertimu menyimpan kenangan-kenangan
aku membayangkannya seperti sebuah perpustakaan,
tempat favoritku menghabiskan lengang
atau seperti lautan-lautan
tempat aku rela menyelam tenggelam
tapi selama satu jam itu pikirku,
Seandainya perjalanan ke Jakarta adalah perjalanan menjemputmu
Maka akan kulakukan sesering mungkin
Dan menghabiskan satu jam perjalanan
Untuk memikirkan,
Apakah kau mencintaiku atau hanya mencintaiku.

 Contoh Puisi Cinta Patah Hati

Kini aku hanya membayangkan

Membaca bahasa yang tak ingin ku ketahui
Tak sanggup lagi aku menyapa
Namun tetap kukenang dirimu dalam duka
Kini kepergianmu adalah nyata
Pedulikah dirimu tentang perasaanku
Kepergiaanmu meninggalkan luka
Bawa serta keangkuhan dan ketidaksetiaan
Kenangan pun rapuh dan segalanya menjadi pahit
Dalam sisa usia ini
Kepergianmu meninggalkan luka yang mendalam
Padahal kenangan indah masih baik tersimpan
Namun saat kuingat hanya menimbulkan air mata di pipi
Tak kurasa, aku ingin bertemu engkau kembali
Haruskan ku menangis dan menangis
Namun luka terasa sakit saat berpura tersenyum
Entah dimana dirimu sekarang
Semoga aku bisa melupakan
Dan memulai hidup baru yang menenangkan

Contoh Puisi Cinta Sedih 

Terkadang aku ingin kau lepas dari nyaman yang dia ciptakan

Maafkan aku yang sesekali buruk dalam mendoakan
Mungkin karena egoisme yang telah membutakan atas nama ingin memiliki
Namun…
Percayalah, semua itu demi hal baik yang harap kau dapati.
***
Cemburu yang kubakar dengan amarah itu,
Nyatanya tak menyelesaikan masalah.
Kau tetap memilih pergi,
Meninggalkan aku dengan semua luka, kecewa, dan air mata.
***
Ketika aku peduli kau suruh untuk pergi
Ketika aku kembali kau telah mengunci hati
Kau bilang terima apa adanya
Namun kini kau rusak wangi romansa
Dan ukir semua derita yang membekas dalam dada.
***
Aku menikmati dusta, duka, luka dan kecewa tanpa kecuali
Mengharapkan cinta yang lepas dari busur kesucianmu
Kasih,
Kuperbudak diriku padamu untuk cinta yang sia-sia
Apapun yang menimpaku, aku yang salah
Dari awal akulah yang salah
Semuanya aku yang lengah dan kalah.
***
Hujan tetiba datang, seperti kawan lama yang menumpahkan segala kerinduan. Dinginnya segera mendekap tubuh seakan ingin menggambarkan kesendirian. Setidaknya kini aku tahu, dalam ramaimu ada sunyi yang meradang.
***
Luka kemarin belum sembuh betul
Dengan angin yang mendayu
Sore ini, kembali kau tikamkan padaku
Benda tumpul yang kusebut kenyataan
Di berandamu kau asyik memainkan senyummu
Sementara di berandaku, kau biarkan air mata membasahi pipiku.
***
Matamu basah umpama daun daun pagi ditempeli embun.
Bening airnya
Hanya saja aku tak suka Melihat itu menyesakkan dada
Maukah kau cerita meluahkan yang kau rasa?
Tak perlu denganku.

Lirik Lagu Puisi Cinta

Hari demi hari telah ku lalui

Hanya menunggu dirimu
Nada demi nada telah ku nyanyikan
Lantunan melodi jiwaku
Langkah demi langkah telah ku jalani
Tuk gapai cintamu padaku
Kata demi kata telah ku tuliskan
Puisi cintaku padamu
Hanya dirimu yang aku cinta
Hanya dirimu yang aku sayang
Tiada yang lain di hatiku
Selamanya hanyalah dirimu
Langkah demi langkah telah ku jalani
Tuk gapai cintamu padaku
Kata demi kata telah ku tuliskan
Puisi cintaku padamu
Hanya dirimu yang aku cinta
Hanya dirimu yang aku sayang
Tiada yang lain di hatiku
Selamanya hanyalah dirimu
Dan ternyata kamu juga cinta
Dan ternyata kamu juga sayang
Tiada yang lain di hatimu
Selamanya selalu bersamaku
Hari demi hari telah ku lalui
Hanya menunggu dirimu
Nada demi nada telah ku nyanyikan
Lantunan melodi jiwaku
Hanya dirimu yang aku cinta
Hanya dirimu yang aku sayang
Tiada yang lain di hatiku
Selamanya hanyalah dirimu
Dan ternyata kamu juga cinta
Dan ternyata kamu juga sayang
Tiada yang lain di hatimu
Selamanya selalu bersamaku

(dika / wida)



Pencarian yang terkait dengan puisi cinta

  • puisi cinta sejati
  • puisi cinta singkat
  • puisi cinta pendek
  • puisi cinta islami
  • puisi cinta sedih
  • puisi cinta dalam diam
  • puisi cinta romantis untuk pacar tersayang
  • lirik puisi cinta 

Leave a Comment