17+ Cara Menghemat Listrik Paling Efektif 100 % Work!!!

Cara Menghemat Listrik – Listrik merupakan rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik. Listrik menimbulkan berbagai macam efek yang telah umum diketahui, seperti petir, listrik statis, induksi elektromagnetik dan arus listrik.

Memang Listrik saat ini penggunaannya sangat memudahkan Anda dalam melakukan berbagai hal. Misalnya mencuci baju hingga dikeringkan, meletakkan sayur-sayuran atau makanan matang, memasak nasi, menggunakan air conditioner (AC), menyetrika baju dan masih banyak hal-hal yang lainnya. Yang pada akhirnya membuat anda menjadi ketergantungan dengan penggunaan listrik tersebut.

Tapi tahukah kamu penggunaan listrik yang terlalu banyak akan berdampak pada membengkaknya tagihan pembayaran listrik di akhir bulan?

Mengingat bahwa ketersediaan energi listrik dan air terbatas, sedangkan kebutuhan kita dalam menggunakannya tidak pernah selesai, maka untuk meminimalisir bengkaknya tagihan listrik maupun air harus disiasati dengan pola hidup hemat. Terutama untuk energi listrik. Kerap kali kita memiliki kebiasaan yang sangat jelek dengan menggunakan listrik bahkan saat siang hari. Efeknya terasa setelah diakumulasi pada akhir bulan.


Cara Menghemat Biaya Listrik di Rumah

Tahukah Anda ada banyak cara menghemat listrik yang dapat memperkecil tagihan listrik Anda? Cara ini sangat efektif bagi Anda yang masih menggunakan meteran listrik dengan sistem tagihan di awal atau akhir bulan. Simak cara-cara menghemat pemakaian listrik ala infastpedia.net berikut ini:

#1 Menghemat Penggunaan lampu

Matikan lampu saat anda meninggalkan ruangan yang tidak terpakai. Langkah hemat listrik yang satu ini sudah begitu sering diingatkan, namun tidak jarang juga dilupakan oleh kebanyakan orang. Lampu yang dibiarkan menyala tetap menyedot pemakaian listrik secara menerus.

Membatasi penggunaan lampu di siang hari juga merupakan cara hemat listrik yang efektif karena kebutuhan pencahayaan di siang hari bisa dipenuhi dengan pemanfaatan cahaya alami.

Kebiasaan menggunakan lampu pada siang hari merupakan suatu pemborosan. Pasalnya, kita bisa saja mengandalkan sinar matahari sebagai sumber penerangan di siang hari. Oleh karena itu, nyalakan lampu hanya pada malam hari saja.

Jika rumah Anda terasa gelap di siang hari, cobalah untuk menggunakan atap yang berbahan plastik yang transparan. Usahakan juga Anda ikut dalam gerakan mematikan 2 lampu di pukul 17.00 – 22.00. Gerakan ini dapat menghemat pemakaian listrik dan tagihan bulanan Anda pun jadi lebih kecil.

#2 Ganti lampu rumah dengan jenis LED

Sekarang ini sudah banyak produsen lampu yang memproduksi lampu jenis Light Emitting Dioda atau LED. Lampu jenis LED mempunyai banyak keunggulan lebih hemat energi, lebih terang, tidak panas, menghasilkan warna benda yang natural, dan lebih tahan lama.

Artinya dengan daya listrik yang rendah, lampu LED mengeluarkan cahaya lebih terang setara lampu lain dengan daya listrik lebih besar. Misalnya untuk kamar mandi atau kamar tidur kecil, lampu LED daya 3 watt sudah mencukupi kebutuhan penerangannya. Untuk ruangan lebih besar, kalian bisa memakai lampu LED berdaya lebih besar seperti 4 watt, 5 watt, dan seterusnya.

Bayangkan saja jika anda mengganti 10 titik lampu di rumah menjadi berdaya lebih rendah. Sudah pasti akan terjadi penghematan listrik yang lumayan lho. Karena harga lampu LED dari merek ternama cukup mahal, pastikan membeli saat sedang ada promosi dalam jumlah banyak sekaligus.

Berikut rekomendasi merk lampu LED yang bagus dengan harga terjangkau.

  1. LED Kawachi : daya tahan hingga 20.000 jam – 30.000 jam ( harga rata-rata : Rp. 20.000 )
  2. LED Hannochs : daya tahan hingga 50.000 jam ( harga rata-rata : Rp. 50.000 )
  3. LED Sinyoku : daya tahan 40.000 jam ( harga rata-rata 9 watt Rp. 50.000 )
  4. LED Osram : daya tahan 40.000 jam ( harga rata-rata 10,5 watt Rp. 60.000 )
  5. Stark LED : daya tahan sampai 15 tahun ( harga rata-rata 9 watt Rp. 100.000 )

#3 Gunakan televisi LED dengan fitur hemat energi

Sama halnya dengan lampu, sebaiknya anda juga mengganti televisi tabung atau LCD di rumah dengan televisi LED. Lebih baik lagi TV LED yang memiliki fitur hemat energi atau Eco. (Baca : Mengenal Teknologi LCD dan LED)

Perbandingan daya listrik TV tabung atau TV LCD dengan TV LED sangat jauh. Jika TV tabung atau LCD ukuran 32 inchi menggunakan daya hingga 100 watt atau bahkan lebih maka TV LED 32 inchi hanya membutuhkan daya listrik 40-50 watt saja. Bahkan jika fitur hemat listrik atau Eco diaktifkan, daya listrik akan lebih hemat hingga separuhnya menjadi 20-25 watt saja. Beberapa merek bahkan memiliki fitur hemat listrik dalam beberapa tingkatan.

Cara kerja fitur hemat listrik TV LED adalah meredupkan lampu LED di dalam TV sehingga lebih hemat listrik. Cahaya akan berkurang terangnya namun justru lebih adem dan nyaman di mata. Lebih hemat listrik pula.

#4 Cabut steker atau colokkan listrik seusai menggunakan perangkat elektronik

Nah, yang satu ini sudah jadi kebiasaan buruk banyak orang. Pastikan kalian mencabut steker peralatan listrik apapun termasuk charger ponsel yang sudah tidak digunakan.

Jangan biarkan peralatan terpasang pada saklar ketika sedang tidak digunakan. Baik itu pengisi daya gadget Anda, TV, setrika, maupun barang elektronik lainnya.

Ketika Anda merasa tidak perlu menggunakan listrik untuk itu, sebisa mungkin hindari kebiasaan meninggalkan barang elektronik dengan kabel masih tertancap pada saklar meski dalam keadaan mati atau off.

Listrik akan tetap mengalir dalam kabel tersebut ke peralatan elektronik Anda. Jika begini, listrik akan terbuang sia-sia dan Anda harus membayar tagihan listrik yang sebenarnya beberapa persen dari tagihan itu merupakan tagihan listrik yang terbuang percuma.

Lebih baik cabut kabel peralatan elektronik dari saklar untuk memutuskan daya listrik yang mengalir dan akhirnya terbuang begitu saja.

#5 Gunakan AC hemat listrik dengan daya sesuai kebutuhan

Di kota-kota besar yang bersuhu udara panas, hampir setiap rumah menggunakan pendingin udara atau AC. Nah, pastikan Sepulsa Mate memilih sumber daya AC sesuai volume ruangan. AC dengan daya ½ hingga ¾ PK akan menghasilkan kesejukan sekitar 5.000-7.000 BTU/h yang sesuai untuk ruangan kamar tidur.

Sementara AC berdaya 1-1,5 PK akan menghasilkan daya 9.000-12.000 BTU/h yang cocok untuk ruang tamu yang lebih luas. Semakin besar dayanya semakin besar pula pemakaian listriknya.

Pastikan pula memilih AC yang memiliki fitur hemat listrik. AC 1 PK tanpa fitur hemat listrik bisa membutuhkan konsumsi listrik hingga 600-700 watt. Sementara AC dengan fitur hemat listrik diaktifkan hanya memakai daya 260 watt saja. Gunakan timer juga untuk mematikan AC secara otomatis saat suhu udara alam sudah lebih dingin. Harga AC hemat listrik memang lebih mahal, namun untuk jangka panjang sangat efektif untuk menghemat listrik. Beli pulsa saja di Sepulsa biar dapat kupon diskon beli AC di toko e-commerce.

#6 Gunakan AC Seperlunya

Mesin pendingin ini bekerja dengan menggunakan listrik lebih banyak dibandingkan dengan peralatan elektronik lainnya. Bila di rumah Anda menggunakan AC, pilihlah AC yang hemat energi dengan kemampuan untuk menaikkan suhu atau off secara otomatis ketika ruangan sedang ada sedikit orang atau justru tidak ada orang sehingga tidak perlu Anda mendinginkan ruangan yang efeknya tidak akan dirasakan siapa-siapa.

Sesuaikan suhu AC dengan luas ruangan dan jumlah orang yang ada. Suhu 20°C untuk luas ruangan sama yang diisi oleh satu orang dengan 5 orang dapat dirasakan berbeda.

Suhu ini bisa dirasakan sudah cukup dingin pada ruangan yang diisi hanya oleh satu orang namun dirasa masih cukup gerah untuk ruangan yang ditempati oleh 5 orang. Pendingin makanan (kulkas) juga harus diperhatikan dalam penggunaannya. Jangan mengisi kulkas terlalu penuh karena kulkas akan menyesuaikan suhu dengan banyaknya barang yang ada di dalam kulkas.

Hindari kebiasaan membuka pintu kulkas untuk jangka waktu yang lama karena mesinnya akan bekerja lebih tinggi untuk menyesuaikan suhu di dalam dan di luar kulkas yang akhirnya akan menggunakan lebih banyak listrik.

#7 Beralih ke teknologi inverter

Pendingin ruangan (AC) merupakan perangkat elektronik yang paling menyedot penggunaan daya listrik di rumah, terutama AC konvensional. Namun, adanya teknologi inventer pada AC memungkinkan kamu untuk lebih hemat listrik dalam penggunaannya.

Kompresor AC inventer bekerja lebih efisien daripada kompresor AC konvensional yang menerapkan mekanisme kerja mati-nyala (on-off) yang mana memakai daya listrik yang lebih besar. Selain itu, AC inventer juga dilengkapi sensor mode hemat yang dapat mendeteksi keberadaan penggunanya.

Ingin lebih hemat listrik saat menggunakan pendingin ruangan? Atur suhunya agar tidak terlalu dingin dan sesuaikan kapasitas pk AC dengan volume ruangan.

#8 Buka jendela sebagai pengganti AC

Pada pagi hingga sore hari, cobalah untuk memanfaatkan jendela yang ada di rumahmu. Buka beberapa jendela tersebut sebagai pengganti AC agar udara segar bisa masuk dan sirkulasi di rumah terjaga dengan baik.

#9 Nyalakan Alat yang Menggunakan Listrik Seperlunya Saja

Hal ini berlaku untuk orang-orang yang kerap kali menyalakan alat-alat yang menggunakan listrik meskipun tidak digunakan. Misalnya, televisi dinyalakan begitu saja sembari melakukan aktivitas yang lain seperti mengobrol dan menelpon.

Tanpa disadari, televisi yang terus menyala ini akan membuat pemakaian listrik Anda menjadi cukup besar. Solusinya, matikan alat-alat yang mengandalkan daya listrik ketika Anda tidak menggunakannya atau ingin melakukan aktivitas yang lainnya.

Beberapa perangkat elektronik rumah tangga, seperti kulkas dan mesin cuci, membutuhkan daya yang cukup besar untuk bisa berfungsi. Agar lebih hemat listrik, kurangi penggunaan pengering pada mesin cuci.

Manfaatkan panasnya matahari dan angin untuk menjemur pakaian. Sedangkan untuk kulkas, membersihkan kondesor secara berkala dan memastikan pintu kulkas selalu tertutup rapat bisa jadi langkah kecil untuk lebih hemat listrik.

#10 Matikan Alat Elektronik Saat Tidur

Hindari kebiasaan tidur dengan berbagai peralatan elektronik tertinggal dalam keadaan menyala. TV masih menyala ketika tidur, lampu menyala, gadget sedang dalam proses pengisian baterai.

TV yang masih menyala ketika Anda tidak sedang menontonnya jelas memberikan efek berupa tagihan listrik membengkak. Lampu sebaiknya dimatikan ketika Anda sedang beristirahat selain untuk menghemat biaya listrik juga baik untuk merilekskan tubuh Anda sehingga bisa beristirahat dengan lebih baik.

Jangan pernah tinggal gadget Anda dalam keadaan masih mengisi daya ketika Anda memutuskan untuk tidur. Anda mungkin merasa tidak keberatan pada hal pembayaran tagihan listrik namun resiko lain seperti baterai menggelembung hingga bocor mengintai.

#11 Pilih Mesin Cuci Sesuai dengan Kebutuhan

Silahkan hindari memilih mesin cuci dengan kapasitas yang terlalu besar, karena semakin besar kapasitas mesin cuci maka semakin besar pula daya listrik yang dibutuhkan. Anda bisa memilih kapasitas mesin cuci dengan jumlah pakaian Anda sehari-hari.

Di samping itu, usahakan untuk mencuci pakaian tidak melebihi kapasitas dari mesin cuci yang digunakan. Karena dengan begitu beban mesin cuci akan bertambah dan otomatis daya listrik yang digunakan pun akan lebih besar.

#12 Jangan gunakan pengering mesin cuci saat kemarau

Indonesia diberkahi paparan sinar matahari yang melimpah. Setelah dicuci, pakaian dijemur selama 1-2 jam dibawah terik sinar matahari sudah mampu mengeringkan sepenuhnya. Manfaatkan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian daripada menggunakan pengering mesin cuci dan rasakan hematnya pengeluaran listrik.

#13 Mengganti sumber energi dengan panel surya

Salah satu cara hemat listrik adalah dengan memilih sumber daya energi alternatif, salah satunya adalah panel surya. Selain hemat listrik dan energi karena tidak memerlukan bahan bakar, panel surya juga tidak menghasilkan emisi gas yang dapat menimbulkan polusi.

Apabila kamu khawatir langkah hemat listrik ini malah mengurangi pasokan listrikmu, panel surya ternyata dapat menghasilkan jumlah listrik dalam jumlah besar. Cukup memenuhi kebutuhan listrik pada pagi dan malam hari. Malah kapasitanya dapat diatur dengan mengurangi atau menambah modul yang digunakan.

Kelebihan energi yang dihasilkan dapat diekspor ke PLN dalam bentuk deposit listrik.

#14 Gunakan setrika hemat listrik

Kegiatan menyetrika baju juga lazim dilakukan hampir setiap hari. Jadi, sebaiknya kalian gunakan setrika yang hemat listrik juga. Pilihlah yang memiliki fitur kontrol suhu otomatis yang bisa menghemat listrik.

Memang setrika klasik lebih tahan lama, namun konsumsi listriknya lebih boros karena tanpa fitur kontrol suhu otomatis. Pilihlah setrika dengan merek yang sudah ternama agar lebih awet sekaligus hemat listrik.

#15 Jangan menghidupkan alat pemanas nasi terus menerus

Punya magic com atau magic jar? Mungkin setelah nasi matang alat tersebut akan langsung beralih ke mode penghangat nasi. Secara otomatis alat tersebut akan terus menghangatkan nasi. Nah, cara seperti ini sebenarnya adalah bentuk pemborosan listrik.

Jika Anda ingin melakukan cara menghemat listrik yang benar sebaiknya matikan alat pemanas nasi ketika tidak dipakai. Nyalakan saja beberapa menit sebelum makan untuk menghangatkan nasi. Dengan demikian Anda tetap bisa menikmati nasi yang hangat tanpa perlu menyalakan magic com atau magic jar terus menerus.

#16 Cermat menggunakan kulkas

Jangan pernah memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas. Suhu panas menyebabkan mesin pendingin bekerja lebih ekstra. Suhu otomatis bekerja memaksimalkan pendingin agar suhu panas makanan yang dimasukkan kembali dingin ke setting temperatur kulkas. Akibatnya konsumsi energi listrik bisa meningkat.

Selain itu, jangan terlalu lama atau terlalu sering membuka tutup pintu kulkas. Hal ini juga prinsipnya sama seperti diatas. Tujuannya agar tidak terjadi kenaikan konsumsi listrik yang digunakan.

#17 Menggunakan listrik sistem pulsa

Penggunaan listrik dengan sistem pulsa bisa membantu kamu untuk lebih teliti dan hemat dalam menggunakan listrik. Sistem ini secara otomatis akan memutuskan aliran listrik sesuai dengan pengisian nominal pulsa yang kamu beli. Jadi, kamu harus membeli lagi pulsa atau token agar listrik kembali menyala.

Sistem seperti ini tentunya akan membuat pemakaian listrikmu lebih terkontrol. Berbeda dengan sistem listrik bayaran per bulan, kadang kita tak terkendali dalam memakainya.

#18 Menggunakan rice cooker dengan air panas

Umumnya kita selalu memasak nasi di rice cooker menggunakan air dingin. Nah, mulai sekarang coba deh ganti rutinitas tersebut agar tagihan listrik kamu lebih hemat.

Sebaiknya, ketika kamu akan memasak nasi dengan rice cooker gunakan air yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Karena proses memasak nasinya akan lebih singkat sehingga tidak menghabiskan banyak aliran listrik. Proses pemanasan air memakai aliran listrik akan memerlukan aliran listrik yang amat besar.


Cara Menghemat Listrik


Pencarian terkait:

  • 20 cara menghemat listrik
  • 10 cara menghemat listrik
  • cara menghemat listrik brainly
  • cara menghemat listrik 900 watt
  • gambar cara menghemat listrik
  • cara menghemat listrik di sekolah
  • cara menghemat listrik pulsa 900 watt
  • 7 cara menghemat listrik

Leave a Comment