Ciri Ciri Koperasi Indonesia, jenis dan karakteristiknya

Ciri Ciri Koperasi – Tentu saja kita tidak asing dengan yang namanya koperasi. Koperasi adalah badan usaha milik perseorangan yang berbadan hukum serta konsepnya berlandaskan prinsip prinsip koperasi yang sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Koperasi bisa menjadi sumber pendapatan suatu masyarakat dalam bentuk usaha barang maupun jasa. Menjamurnya koperasi disekitar kita dapat membuka peluang kepada kita untuk ikut serta dalam keanggotaan koperasi.

Ciri Ciri Koperasi

Jenis Jenis Koperasi

Ada banyak sekali koperasi yang biasa kita temui, biasanya terdapat di institusi sekolah, perusahaan, masyarakat sekitar, atau yang lainnya. Masing masing koperasi tentu memiliki visi dan misinya. Namun secara umum, ada beberapa jenis koperasi. Masing masing dari jenis koperasi tersebut memiliki tujuan yang berbeda satu sama lainnya. Berikut ini adalah Jenis jenis koperasi yang ada di indonesia.

  • Koperasi produksi
  • Koperasi konsumsi
  • Koperasi simpan pinjam
  • Koperasi serba usaha
  • Koperasi jasa
Lima jenis koperasi tersebut merupakan secara umum. Sebenarnya koperasi bisa dibedakan lagi menurut tempatnya, tingkatannya, status keanggotaan, fungsinya dan lain sebagainnya. Salah satu jenis koperasi yang paling terkenal ialah koperasi simpan pinjam.
Koperasi simpan pinjam ialah sebuah bentuk usaha penyaluran kredit atau menyalurkan uang dan tempat menyimpan uang. Koperasi jenis ini sudah banyak kita temui disekitar kita. Terdapat sebuah visi utama dari koperasi simpan pinjam ini. Salah satu visi utamanya ialah menyalurkan kredit guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Untuk sistem kreditnya ialah berdasarkan ketentuan atau kesepakatan anggota koperasi.

Ciri – Ciri Koperasi

Kita telah mengetahui secara umum mengenai koperasi, jenis koperasi dan koperasi simpan pinjam. Pada kali ini, anda diharapkan mengetahui ciri ciri dari sebuah koperasi itu sendiri. Ciri ciri koperasi diantaranya adalah:

Kekuasaan tertinggi berada di rapat anggota

Koperasi merupakan sebuah badan yang berasaskan kekeluargaan dan mengedepankan kesepakatan bersama. Oleh karena itu, dalam menentukan sebuah tujuan atau tindakan harus didasarkan pada kesepakatan ketika bermusyawarah.

Berasaskan kekeluargaan

Pada Undang Undang No 25 tahun 1992 pasal 2 mengatakan bahwasannya koperasi itu berlandaskan pancasila dan pada UUD 45 menyatakan koperasi harus berasas kekeluargaan. Maka tak heran jika sifat dari koperasi harus bisa merangkul seluruh anggotanya.

 Anggotanya bersifat sukarela

Tidak ada paksaan untuk menjadi anggota koperasi, inilah yang sekiranya menjadi ciri dari koperasi. Jadi seorang anggota bisa mengundurkan diri sesuai kehendaknya dengan mempertimbangkan peraturan yang telah dibuat.

Bersifat non kapitalis

Maksud dari ciri ciri koperasi yang bersifat non kapitalis ialah segala pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) tidak terpaut besar kecil modal seseorang, namun berdasarkan kepada jasa seorang anggotanya.

Berdasarkan prinsip swakerta, swadaya dan swasembada

Sebuah koperasi harus memiliki prinsip swakerta yang berarti buatan sendiri, swadaya yang bermakna usaha sendiri dan swasembada yang berarti kemampuan sendiri. Seluruh mekanismenya diatur dan dijalankan oleh anggotannya sendiri.
Diatas merupakan ciri ciri dari sebuah koperasi. Selain bisa dikenali dari ciri cirinya, koperasi juga bisa dikenali dari karakteristiknya. Karakteristik dari sebuah koperasi diantaranya ialah gerakan ekonomi rakyat, berstatus badan hukum, beranggotakan seorang atau kumpulan orang, merupakan soko guru dalam ekonomi rakyat, mengedepankan asas kekeluargaan, dan merupakan salah satu badan hukum yang mencari keuntungan. Walau dalam karakteristiknya, koperasi tidak berorientasikan kumpulan modal, sebuah koperasi harus memiliki modal yang cukup dan memiliki tenaga yang terampil untuk mengolah modal tersebut.

Baca Juga : Logo Koperasi Indonesia Lama dan Terbaru

Karakteristik Koperasi

Di bawah ini beberapa ciri dan karakteristik koperasi lainnya yang dilihat dari segi usaha, keanggotaan, kepemilikan modal serta unsur lainnya.

  1. Tujuannya koperasi adalah meringankan beban ekonomi anggotanya, memperbaiki kesejahteraan anggotanya khususnya dan masyarakat pada umumnya.
  2. Merupakan perkumpulan orang dalam sebuah kelompok yang menjalankan usaha.
  3. Pembagian keuntungan menurut perbandingan jasa.
  4. Modal tidak tetap, bisa berubah-ubah menurut banyaknya simpanan anggota yang terdaftar.
  5. Koperasi tidak mementingkan pemasukan modal/pekerjaan usaha namun keanggotaan pribadi dengan prinsip kebersamaan.
  6. Dalam rapat anggota setiap anggota masing – masing satu suara tanpa memperhatikan jumlah modal dari masing – masing anggota.
  7. Seperti halnya sebuah perusahaan yang terbentuk Perseroan Terbatas (PT), maka koperasi memiliki bentuk badan hukum
  8. Kerugian dipikul bersama antara anggota. Jika koperasi mengalami kerugian, maka para anggota memikul bersama. Anggota yang tidak mampu akan dibebaskan dari beban / tanggungan kerugian. Kerugian akan dipikul oleh anggota yang mampu.

Leave a Comment