Contoh Cerpen (Cerita Pendek)

contoh cerpen

Contoh Cerpen (Cerita Pendek) – Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen biasanya kita dengar dari orang tua yang membacakannya sebelum tidur.

Mereka biasanya membacakan cerita pendek dari buku – buku. Namun di zaman modern ini tentu makin mudah dengan internet kita bisa mengakses banyak sekali kumpulan cerpen yang menarik.

Termasuk infastpedia juga menyajikan banyak sekali contoh cerpen yang bisa dibacakan untuk anak anda di rumah sebelum tidur. Penasaran ? Yuk langsung disimak.

Contoh Cerpen Pendidikan

Contoh cerpen yang pertama akan infastpedia sajikan adalah adalah tentang pendidikan yang berjudul wirausaha.

Wirausaha

Yeni adalah salah seorang mahasiswi dari lulusan perikanan yang memilih untuk melakukan wirausaha dari pada bekerja di kantor. Uniknya adalah ia menjual produk sendiri yang diracik berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan saat masih kuliah di kampus. Ia menjual produk sambal yang dicampur dengan rumput laut dengan harga yang sangat ekonomis dan menyehatkan.

Mulanya, ia memasarkan produk tersebut hanya kepada teman-teman kuliahnya hingga dosen dan juga staf kampus. Namun, hasil risetnya merupakan produk riset terbaik pada tahun 2017. Di samping harganya yang cukup murah sejalan dengan isi kantong mahasiswa, produk yang ia tawarkan juga cukup mennyehatkan.

“Yen, apa yang membuatmu lebih menyukai dunia wirausaha? Padahal, kamu itu mahasiswa yang berprestasi lo. Bahkan bisa dengan mudah masuk ke perusahaan tanpa harus melakukan tes. Terlebih produkmu dijual dengan harga sangat murah. Bagaimana kamu bisa mendapatkan keuntungan darinya?” Tanya salah seorang temannya yang penasaran.

“Benar, jika aku mau bisa saja aku menjual produk sambalku ini dengan harga yang agak mahal. Dan tentu saja tetap akan laku. Terlebih untuk orang-orang yang paham akan kesehatan. Aku pun juga bisa bekerja di perusahaan yang akanmemberiku gaji lebih besar.

Tapi maaf, aku kuliah tinggi bukan untuk mencari kembalian modal dari apa yang sudah aku keluarkan untuk kuliah. Aku sangat senang jika pekerjaanku ini bisa bermanfaat untuk yang lain baik itu dari segi biaya ataupun untuk meningkatkan kesehatan mereka.” Jawab Yeni santai.

Temannya spontan terdiam setelah mendengar penjelasan Yeni.

Contoh Cerpen Persahabatan

Contoh cerpen yang kedua adalah tentang persahabatan yang seharusnya harus tetap dijaga.

Baik Luar Dalam

“Din, ada Dewi tuh di depan nyariin kamu katanya, ditemuin gih. Dah nungguin dari tadi.” Sahut Dewi kepada Dinda yang sedang mengerjakan tugas sekolah di rumah Dinda.

“Bi surtiyah, bilang aja aku gak ada, lagi keluar apa cari alasan lain gitu.” Pinta Dinda pada Bi Surtiyah yang bekerja di rumahnya.

“Iya, Non.”

“Kamu kenapa kaya gitu sama Dewi? Dia sudah datang jauh-jauh malah kamu gituin. Dewi itu anak baik lho, Din.”

“Iya dari memang luarnya keliatan baik, manis, ramah. Tapi apa hanya itu saja kamu mengukur sifat seseorang? Dari luar memang manis. Tapi dalamnya tuh pahit.”

“Pahit gimana maksudnya?”

“Dewi itu sering ngomongin keburukan temannya sendiri di belakang orangnya. Banyak pokoknya, yang gak bisa aku jelasin ke kamu.

“Beda sama kamu, lihatlah kamu ini. Judes, ceplas-ceplos kalo ngomong sama aku. Tapi hatimu tulus, Sin, bukan baik di luar tapi dalamnya busuk. Aku gak butuh kawan yang tampilan luar orang dalam berteman.” Jelas Dinda.

Contoh Cerpen Singkat

Profesionalisme

Suara alarm yang terdengar nyaring berhasil mengusik tidur Andi yang begitu lelap. Niat hati hanya ingin mematikan alarm tersebut, namun matanya seketika terbuka lebar. Andi kaget melihat jam menunjukkan pukul 7.

“Astaga sudah jam 7”

Segera ia bergegas ke kamar mandi dan bersiap ke kantor. Dengan kecepatan maksimal ia mengendarai mobilnya di tengah jalanan ibu kota. Sayang seberapa ngebut Andi, tetap saja ia sudah telat meeting yang telah diajukan jamnya karena bos Luk yang akan pergi ke luar kota.

“Pagi pak, bolehkah saya ikut bergabung?” Tanya Andi pada bosnya yang tengah memimpin meeting.

“Silahkan masuk. Oh iya tapi maaf project kamu ini harus saya gantikan dengan Haris.”

“Tapi pak, Saya hanya telat sebentar.”

“Tidak masalah sebentar atau lama, namun bagaimana profesionalisme kamu. Kami semua tenaga professional dan konsisten. Jika kamu tak bisa menangani project ini secara professional mengapa harus saya pertahankan, sedangkan ada temanmu yang memberi ide menarik untuk project ini.”

“Terlebih ini project besar yang tak boleh disepelekan begitu. Masih untung kamu tetap bisa bergabung dengan anggota lainnya.” sambung bosnya.

Mendengar ucapan itu Andi terdiam dengan penuh penyesalan.

Selesainya meeting semua anggota kembali tim kembali ke meja masing-masing. Mira yang merupakan teman dekat Andi di kantor pun menanyakan perihal telatnya.

“Kamu kenapa Luk, kok bisa telat di meeting sepenting ini?”

“Iya aku salah, semalam aku begadang nonton bola hingga bangun kesiangan dan lupa dengan meeting penting ini.”

“Oalah lain kali cobalah untuk lebih memprioritaskan sesuatu yang menguntungkan untukmu” Sahut Mira menasehati sahabatnya yang tengah dirundung rasa menyesal ini.

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Malas Sekolah

Minggu adalah hari libur yang membuat orang malas beraktivitas. Ada yang memilih berlibur tapi ada pula yang memilih tinggal di rumah melepas lelah setelah seminggu penuh dengan aktivitas. Begitu pula dengan Banu, dia memilih untuk bersantai di rumahnya. Sampai-sampai setelah hari Minggu Banu masih belum siap menghadapi aktivitas sekolah yang membosankan baginya.

“Nu, kamu tidak berangkat sekolah? Ini sudah siang lho. Nanti telat.” Tanya ibunya.

“Banu masih capek, Bu. Bolos sehari saja gak papa. Lagian gak ada PR dan tes kok. Santai saja, Bu.”

“ Ya jangan begitu. Kamu sekolah itu bayar. Menuntut ilmu tidak bisa disepelekan begitu saja Nu.” Jawab ibunya menyanggah.

“Sudahlah bu, Banu masih ngantuk mau tidur lagi.”

Melihat gelagat anaknya, ibunnya menjadi geram dan menyeret anaknya ke suatu tempat. Kemudian ibunnya mengajaknya ke panti asuhan yang dipenuhi berbagai anak dengan latar belakang yang berbeda.

“Nah, tuh, lihat mereka. Tak punya orang tua yang membiayai sekolah padahal mereka juga ingin sepertimu.” Jelas ibunnya memberi tahu anaknya melalui kaca dalam mobil.

Kemudian ibunya mengajaknya melihat anak-anak yang mengamen di jalanan. “Lihat anak itu, dia mengemis mencari uang. Untuk makan saja susah apa lagi sekolah.” Jelas ibunya lagi.

Kemudian Banu sadar dan akhirnya mau berangkat sekolah walau agak terlambat. Dia diantar ibunnya sampai ke sekolah. Di perjalanan dia melihat anak sekolah yang berjalan pincang,. Dalam hati dia berkata “Alangkah beruntungnya aku, masih punya fisik yang sempurna tapi malah malas sekolah. Sedangkan anak cacat saja bisa semangat seperti itu.”

Contoh Cerpen Remaja

Cowok Jutek

“Fira, tadi ada yang nanyain kamu lho, si Bagus anaknya bos minyak itu.” Sambung Ella pada Fira agak genit. Fira hanya terdiam sambil membaca naskah lagu yang akan dia bawakan minggu depan dalam acara kampus.

“Ada apa denganmu? Kawan, sepertinya kau sedang galau.”

“Baca puisi ini. Kau paham apa maksudnya?” Sambil menyodorkan naskah lagu yang diambil dari pusi.

“Ini karya Bagas ya? Anak yang jutek dan pendiam itu? Kamu masih memikirkannya?”
Fira hanya mengangguk.

Tanpa di kata cinta tetaplah cinta,
Irismu yang begitu indah
Membuat hatiku selalu takjub
Hati mampu mematahkan segala logika yang ada
Kehadiranmu adalah cahaya bagi kegelapan
Memberi warna disaat hati ini abu-abu

Memberi nafas di lorong anggara
Yakinlah cinta itu ada
Tanpa kicaupun burung terbang dengan bebasnya
Hiduplah merdeka
Dengan bahagiamu
Karena aku akan menghampirimu..
Sayangku

“Aku yakin ini adalah pesan bagas untukku. Aku yakin dia merasakan apa yang aku rasakan. Tapi kenapa dia tak pernah bicara?” tanya Fira pada Ella yang membaca naskah itu.

“Entahlah, aku bingung kenapa kau jatuh cinta pada model laki kaya gitu.”

“Dia itu berbeda. Dia itu unik dan yang paling membuatku gila adalah sorot matanya yang tajam itu seperti elang yang menyambar mangsanya. Membuatku mabuk seperti ini.” Jelas Fira.

“Iya tapi mana ada cinta abu-abu? Harus ada salah satu yang bicara.” Sahut Ella.
Sehari, dua hari, sampai seminggu Fira tidak kuat menahan perasaanya pada Bagas, akhirnya dia menemui Bagas dan membicarakan sesuatu di taman dekat kampusnya.

“Ada apa Fira?” Tanya bagas singkat.

“Em, em, aku ingin mengatakan sesuatu yang serius padamu” Sambung Fira terbata-bata karena grogi.

“Maaf, Mir, hari ini aku ada ujian. Jadi besok saja. Oke?” Sambung Bagas meninggalkan Fira sendirian di taman.

“Aku mencintaimu.” Teriak Fira

Bagas hanya menghentikan langkahnya sebentar dan kemudian berjalan meninggalkan Fira. Fira hanya menangis tersedu-sedu di taman karena apa yang diungkapkannya sia-sia. Ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.

Keesokan paginya, dia dipanggil ayah dan ibunya untuk pulang ke rumah dari kosnya.

“Tadi ada seorang pria yang melamarmu nak, dia terlihat anak baik, ayah bisa mengetahui betapa keseriusannya dari kata-katannya.” Kata ayahnya.

Fira  mendengarkan kata-kata ayahnya dengan pilu tak bersemangat.

“Maaf ayah, Fira belum ingin menikah, hari ini aku kurang enak badan dan ingin istirahat di kamar dulu.” jelas Fira kemudian meninggalkan ruangan tersebut.

Namanya Bagas.” Sahut ibunya.

Mendengar nama itu hatinnya langsung bergejolak, wajahnya kembali ceria dan matannya berbinar-binar.

“Benarkah itu, Bu?”

“Iya benar.”

Contoh Cerpen Lucu

Scrub Gula Pasir

Pada suatu siang, Keke tengah berbincang dengan Rosa. Mereka berdua dengan sangat asyik.

“Ros, menurut pendapatmu, Dion itu sukanya dengan tipe cewek macam apa sih?”

“Apa ya..Setahuku kriteria dia nggak muluk-muluk sih. Dia suka cewek yang apa adanya dan alami.”

“Jadi dia nggak suka cewek yang pakai gincu dong?” Tanya Keke penasaran.

“Ya mungkin seperti itu.”

“Terus, apa ya yang bisa bikin bibirku ini menjadi merah tanpa pakek lipstick?”

“Coba pakeklah scrub gula pasir setiap mau tidur malam hari. Secara alami, bibir kamu akan merah merona.”

“Oh ya?”

“Baik nanti malam aku akan mencobanya supaya berhasil mendapatkan cinta dari Pangeran”.

“Satu minggu lagi di kampus kebetulan ada acara festival. Coba kamu gunakan scrub setiap malam!” Sambung Rosa.

“Oh benar juga ya. Aku harus bisa tampil maksimal di depan Pangeran.”

Beberapa hari telah berlalu. Pada saat hari H, Keke tampil sebagaimana yang dikatakan oleh Rosa. Melihat Keke, Rosa pun akhirnya kaget.

“Bibirmu kenapa Ke? Kenapa merah sekali? Kamu sudah menggunakan berapa kg gula? Itu sensual apa bonyok sih?” Tanya Rosa Heran.

“Tahu nggak, ini karena gigitan dari semut setiap malam. Sampai bibirku menjadi semerah dan sesensual ini. Benar-benar sebuah pengorbanan kan.” Jawab Keke.

“OH my God.”

Contoh Cerpen Terbaik

Trauma

Terdengar suara ketukan pintu dari luar.

“Silakan masuk.” Sambung Pak Toni dari dalam ruangan.

“Maaf, Pak Toni ada, Pak?” Tanya seorang pemuda yang dipanggil interview panggilan pekerjaan.

“Engga, silakan keluar!“

“Baiklah.”

“Di mana Pak Toni? Kenapa OB yang berada di dalam?” Tanya pemuda itu pada petugas di luar ruangan.

“Ya yang di dalam tadi itu Pak Toni. Dia memang begitu, suka berpura – pura berpenampilan seperti OB untuk mengetes karyawannya.” Ia menjelaskan.

“Maksudnya?”

“Ya kamu gak lolos hari ini, memang begitu Pak Toni. Dahulu dia pernah trauma dengan beberapa karyawannya karena materi.”

Contoh Cerpen Motivasi

Matahari Pun Tak Bosan

Ku bangkit setelah lama ambil posisi jongkok menyaksikan kejadian yang menimpa embun. Mentari mulai meninggi dan membasahi seluruh ragaku dengan cahaya kuningnya yang lembut. Kugerakan seluruh ototku. Kuajak tubuhku beraktivitas. Yah… kuolah ragaku.

Putar kanan… putar kiri… hadap kanan… hadap kiri… badanku meliuk-liuk. Aliran darah segar segera membanjiri pembuluh darahku. Aku terbuai keasyikan. Di tengah keasyikan itu, samar-samar kudengar orang bercakap-cakap. Kuajak kakiku melangkah mencari asal suara. Di ruang tamu ku dapati dua orang tengah terlibat perbincangan yang serius. Aku intip dibalik pintu belakang. Bapak angkat dan temannya. Aku tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Bahasa sunda adalah penghalangnya, karena aku tidak mengerti bahasa itu.

Diam-diam kuberanikan duduk disamping bapak angkatku setelah mendapat perizinan. Akupun kini terlibat dalam pembicaraan yang telah mereka mulai. Dengan menggunakan bahasa indonesia raya, aku bertanya dan menjawab serta menanggapi apa yang ada dalam diskusi pagi itu.

Masalah pekerjaan dan tetek bengeknya, hal itulah ternyata yang jadi perdebatan. Bapak angkatku seorang pedagang dan beliau menekuni pekerjaan itu. temannya seorang guru dan setengah-setengah menjalani profesi yang dimilikinya.

“Saya heran kenapa kamu tak pernah capek bolak-balik dari rumah ke pasar tiap hari?” Pertanyaan temannya buat bapak. Pertanyaan konyol kupikir. Bagaimana tidak coba , kalau aku boleh bertanya padanya kenapa pula dia tak pernah capek bolak-balik dari rumahnya ke sekolah? Ya… kan?

“Kata siapa saya tidak capek!” Bapak menanggapinya singkat.

“Hmm… tidak, maksud saya apakah kamu tidak bosan?” pertanyaan lanjutan buat bapak. Gila, sepertinya ini orang sedang didera kebosanan nich dengan kerjanya. Ah, tapi apa mungkin. Kalau tidak kenapa dia bertanya dengan pertanyan konyol seperti itu? Hatiku berdialog sendiri.

Suasana ruangan membisu. Kulirik bapak angkatku. Bapak diam. Bukan diam biasa. Ada kebijaksanaan dan wibawa tercipta diwajahnya dan aku baru tahu itu. Perkenalanku dengan bapak angkatku belumlah lama, baru sepekan lebih dua hari. Sejauh ini aku lihat bapak orangnya humoris, kocak, suka bercanda dan jarang serius. Tapi pagi ini beda sekali.

Bapak menghela napas, mengisi ruang kosong didadanya. Perlahan mengalir nasihatnya lewat lisannya. Diwejangkan jawaban buat pertanyaan temannya.

“Kamu tahu matahari bukan?” Retoris bapak bertanya. Temannya mengangguk. Begitu juga aku.

“Matahari bersinar disiang hari. Muncul ditimur dan tenggelam dibarat. Dia bertugas menerangi bumi, memberi kehidupan untuk makhluk yang ada di seantero persada.”

Kembali bapak diam. Kulihat teman bapak diam menyimak sabda bapak. Aku ikut menunggu apa yang akan disampaikan bapak selanjutnya.

“Kalau matahari berhenti sejenak saja dari tugasnya, apa yang bakalan terjadi?”

“Kacau…” Jawab teman bapak. aku mengiyakan. Bapak, aku dan temannya tertawa. Suasana kembali tak tegang.

“Bagaimana jadinya jika matahripun ikut bosan dan meninggalkan tugasnya?”
Pertanyaan retoris bapak muncul lagi.

“Begitulah, bagaimana pula saya akan bosan bolak-balik ke pasar. Jika saya bosan dan berhenti bekerja, tentunya anak istri saya tak akan makan. Bukankah begitu Jang?”

Temannya tersenyum di balik anggukannya. Tampak semangat baru terpancar di air mukanya, seolah wajah itu berkata “Ayo… semangat bekerja Jang, mendidik dan mengajar siswa-siswamu”

Aku terharu mendengar untaian petuah bapak barusan. Aku tidak menyangka sedikitpun kalau dari lisan lelaki yang tidak sempat menyelesaikan sekolah dasar ini mampu memberikan motivasi dan pencerahan pada temannya, meskipun profesinya hanyalah sebagai seorang pedagang. Salut dech… dua jempol untuk bapak angkatku… Hidup pak Rohim, Bapak yang ikhlas penuh cinta menerimaku selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di pinggiran Kota Banten ini.

-Karya Danil Gusrianto-

Contoh Cerpen Singkat Pengalaman Pribadi

“Trauma”

Dari dalam sebuah ruangan terdengar suara ketukan pintu.

“Silakan masuk” Sambung Pak Abdillah dari dalam ruangan.

“Maaf pak, apakah Pak Abdillah ada?” Tanya seseorang yang sedang dipanggil interview.

“Tidak ada, silakan keluar!”

Selanjutnya…

“Maaf pak”

“Tau di mana Pak Abdillah? Kenapa Office Boy (OB) yang ada di dalam ruangan?” Tanya seseorang itu kepada karyawan lain yang berada di luar ruangan.

“Yang di dalam tadi Pak Abdillah. Dia memang suka pura-pura seperti itu untuk mengetes bawahannya.” Ia menjelaskan.

“Maksudnya pak?”

“Ya artinya kamu tidak lolos interview hari ini, begitulah Pak Abdillah. Dia trauma dengan beberapa bawahannya karena urusan materi.”

Contoh Cerpen Panjang

Hikayat Penciptaan Bintang

Dulu ketika peri-peri hidup di bumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Kalau malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang-binatang terjaga dari tidur mereka. Kalau siang datang, lamunannya panjang seolah sedang memikirkan perkara yang maha berat.

Karena tangis sang peri tak kunjung reda dan membuat seluruh penghuni hutan terusik, datanglah angin padanya. Angin bertanya kenapa ia begitu bersedih? Peri bangkit dari sandaran, dikibas-kibaskan sayap kecilnya kemudian duduk dengan cara mendekap lutut di atas punggung angin. “Kawan kawanku telah pergi. Mereka telah pindah ke utara untuk mencari rumah baru dengan meninggalkanku”
“Kenapa kawan kawanmu meninggalkanmu ?” tanya angin. Sang peri diam. “Kenapa?”,
desak angin. “Karena aku buruk rupa” jawabnya sambil memalingkan wajah. Kemudian tampaklah benjolan besar di pipi sebelah kanannya hingga karena benjolan itu mukanya terlihat bopeng. Sedang di seluruh permukaan wajahnya terdapat pula banyak bintik merah, yang kalau satu saja bintik itu pecah maka terciumlah bau tak sedap ke seluruh tempat di mana ia berada. Dengan wajah seperti itu, peri-peri lain selalu mengejeknya.

Sang peri mengajak angin menuruni pohon, kemudian mereka terbang menuju telaga. Sesampainnya di sana tampaklah bulan yang bayangan wajahnya terpantul di atas permukaan air. “Kau tahu,” lirihnya. “keinginanku sekarang, aku ingin cantik dan bersinar seperti dia, dengan begitu niscaya sirnalah kedukaanku”. Angin menggelengkan kepala, “Tak mungkin” katanya dalam hati. Bulan begitu agung, ia perhiasan malam sebagaimana matahari menjadi perhiasan siang. Setiap mahluk tentu boleh bermimpi untuk memiliki kecantikannya namun mustahil bisa mendapatkannya. Mimpi memiliki kecantikan bulan hanya akan berakhir pada kesia-saiaan.

Sang peri menatap angin lalu berkata, “Akan kuminta bulan agar membagi kecantikannya denganku, kan kujumpai ia sekarang”. Terbanglah ia menuju langit, namun begitu sampai di antara gumpalan awan, ia terpental ke bumi, sayapnya terlalu kecil dan napasnya lebih dulu habis sebelum sampai ke atas sana. Berkali kali ia mencoba namun lagi lagi terpental. Sang peri menghampiri angin, ia meminta agar angin mengantarnya. Angin menggelengkan kepala kembali. katanya Perjalanan dari bumi kebulan sangat jauh, tak satu mahlukpun dapat sampai kesana termasuk dirinya.

Wajah sang peri bertambah muram. Kesedihan makin membayangi. Ditatapnya lagi bayangan bulan di atas telaga, lama dan dalam. Ketika ia terpesona oleh kecantikan tersebut, kepalanya menjadi berat, pandangannya memburam dan akhirnya karena merasakan kelelahan yang sangat, iapun ambruk tak sadarkan diri.

Saat siuman, pandangan sang peri masih kabur sedang pusing membebat kepalanya. Namun dalam pandangan yang belum jernih tersebut, ia melihat bayangan terang keemasan di hadapannya. Makin lama bayangan itu makin jernih. Alangkah terkejutnya ia begitu mengetahui kalau ternyata bulan telah turun ke bumi tuk menemuinya. Ketika peri hendak mengatakan sesuatu, bulan lebih dulu memotong dengan berkata “Aku sudah tahu apa yang kau inginkan”.

Bulan menjulurkan tangan dan mendekap sang peri di dadanya. Tanya bulan, apakah cantik adalah syarat utama untuk dapat mencinta dan dicinta? Benarkah menjadi cantik itu menyenangkan? Sang peri mengerutkan dahi. Bulan kembali berkata dengan meyampaikan sebuah rahasia, kalau kecantikan yang diinginkan sang peri nyatanya sekadar kefanaan karena suatu ketika ia kan pudar. Itulah kecantian jasmani, yang karenanya telah membuat para lelaki tertipu hingga rela saling menghunus pedang, membunuh dan menghancurkan. Ia yang cantik jasmani saja umpama dadu yang terbuat dari kobaran api, yang membuat para lelaki saling berebut mendapatkannya walau amat panas ia digenggaman. Sejarah kecantikan jasmani adalah sejarah pertumpahan darah, kedengkian, kesombongan dan tipuan.

“Apakah aku tidak boleh menjadi cantik” tanya sang peri. Bulan tersenyum, bukan begitu jawabnya. Lebih dari cantik ia juga harus berguna. Ia harus bisa memberi manfaat bagi manusia, binatang-binatang, tumbuhan dan pohon pohon. Karena ketika wanita cantik menuntut agar dirinya dicintai, wanita berguna justru berbagi dan memberi, itulah hakekat kecantikan sesunggguhnya kata bulan. peri menatap wajah bulan yang anggun. Ia bertanya apa yang harus ia lakukan agar menjadi cantik sekaligus berguna? Bulan menjawabnya hanya dengan senyuman.

Kemudian ia membawa peri terbang ke langit. Begitu sampai di pusat tata surya, ia meletakan sang peri di tangannya. Bulan meminta peri menutup mata. Dengan sebuah tiupan ajaib yang mengeluarkan sinar perak dari mulutnya, tubuh sang peri menjadi hangat karena diselimuti sinar itu. Tak lama sekujur tubuhnya pun bergetar, berguncang guncang, meregang. Lalu dalam hitungan detik wujudnya telah berubah menjadi bintang yang bersinar sangat terang. Ialah bintang pertama yang lahir dalam sejarah tata surya.

Sang peri bahagia, ia menari-nari, menyanyi, tertawa karena dirinya menjadi cantik. Ia berterima kasih atas perubahan dirinya. Bulan kembali berkata, sekarang aku akan menunjukan cara agar engkau menjadi lebih berguna bagi mahluk lain. Mulai saat ini bimbinglah mahluk-mahluk yang tersesat di bumi dengan cahayamu. Pandu mereka yang tersesat dan tak dapat menemukan rumahnya, tunjukan sampan-sampan nelayan yang kehilangan arah pelayarannya, beritahu para pengembara yang sedang kebingungan menentukan jalur pengembaraannya. Jadilah penunjuk jalan bagi siapapun yang membutuhkan.

Mulai saat itu sang peri tinggal di langit. Ia mengembara mencari mahluk mahluk yang tersesat dalam perjalanan kemudian dengan cahayanya menunjukan mereka arah yang benar hingga sampai ke tujuan. Suatu hari dilihatnya rombongan peri yang kelelahan di padang pasir gersang. Ketika sadar mereka adalah teman temannya yang tersesat, mengedip ngediplah ia dan menunjuk arah tenggara. Peri peri kaget, karena di langit terdapat setitik cahaya terang yang sangat cantik. Atas petunjuk cahaya itu mereka terbang kembali. Tak lama di hadapan mereka terhampar taman bunga yang luas. Peri peri bersorak setelah berhasil menemukan rumah baru. Tak satupun dari mereka tahu, kalau bintang cantik penunjuk jalan itu adalah salah satu dari mereka yang telah mereka kucilkan dulu. Mereka hanya bisa terkesima, kagum dan berharap dapat memiliki kecantikan seperti sang bintang. Tak ada yang tahu rahasia ini kecuali angin. Dimana ia selalu menyaksikan bayangan sang bintang yang kini berdampingan bersama bulan di atas permukaan telaga dengan segenap rasa kagum yang melingkupi dadanya.

-Karya Suguh Kurniawan-

Contoh Cerpen Kehidupan Sehari Hari

Tidak Konsisten

Suara alarm terdengar begitu keras sehingga menyebabkan tidur Joni terganggu. Sementara ia masih sangat mengantuk dan terlelap. Dengan masih menahan rasa kantuk yang luar biasa, ia pun membuka kedua matanya.

“Ya Tuhan!” Joni merasa sangat kaget ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Ia pun langsung bergegas mandi dan merapikan dirinya kemudian segera berangkat pergi ke kantor. Ketika ia tiba di kantor, ternyata rapatnya sudah telat karena jamnya memang dimajukan menyesuaikan jadwal dari bos yang akan pergi ke luar kota.

“Permisi Pak. Apakah saya boleh masuk? “Tanya Joni kepada bos yang tengah memimpir rapat.

“Iya silahkan duduk Jon. Namun maaf untuk hari ini Hamid yang akan menggantikan proyekmu.”

“Tapi mengapa pak? Saya di sini hanya telat sebentar saja”

“Bukan masalah telat lama atau sebentar. Kami membutuhkan pekerja yang sangat professional. Saya sudah lama mempercayakan proyek tersebut kepadamu. Namun, nyatanya kamu tidak bisa bertindak konsisten untuk menangani proyek itu.

Meski kami telatnya hanya sebentar, tapi temanmu memiliki ide yang sangat bagus untuk jalannya proyek tersebut. Jadi mohon maaf, sudah sangat bagus kamu tidak saya berhentikan dari tim.” Jelas bos dengan sangat tegas.

Seketika itu, Joni terdiam dengan wajah sangat pucat. Sesudah rapat selesai, ia pun pergi ke meja kerjanya.

“Ada apa denganmu hari ini Jon? Tidak seperti biasanya kamu telat?” Tanya Merry teman sekantor Joni.

“Ini murni salahku Mer. Aku semalam begadang nonton bola sampai larut. Sampai-sampai aku melupakan proyek penting yang harusnya sangat membuatku untung.” Jelas Joni.

“Oh gitu Jon. Makanya Jon mulai saat ini utamakan profesi kamu, jangan hobi yang didahulukan!” Sambung Merry memberikan nasihat kepada Joni.

Penutup

Demikianlah artikel yang menyajikan kumpulan contoh cerpen (Cerita Pendek). Semoga bisa bermanfaat, jika Anda masih belum puas dengan cerita pendek di atas, InsyaAllah kedepannya saya akan rutin update contoh cerpen yang lebih menarik. Sekian dan terima kasih.


Contoh Cerpen


 

Lambang Koperasi Indonesia

Lambang koperasi dan artinya – Koperasi ialah sebuah wadah perkumpulan orang-orang yang mempunyai sebuah tujuan tertentu yaitu untuk mensejahterakan anggotanya. Untuk membuat koperasi sebagai lembaga...
infastpedia
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *