Contoh Makalah


Contoh Makalah – Disaat sekolah SMP atau SMA mungkin dalam menulis makalah hanya sekedar menulis saja. Namun Saat di perkuliahan dalam menulis makalah akan dituntut dengan penulisan yang benar sesuai standar dan mungkin bisa dibilang sempurna.

Dimulai dari urutan kerangka pembahasan, tata bahasa, format halaman dll. Nah, supaya kamu tidak bingung dan lebih memudahkan dalam membuat makalah. Artikel ini akan membahas tentang contoh makalah yang baik dan benar.

Makalah adalah sebuah tugas dasar dari seorang mahasiswa agar terbiasa dan tidak kaget ketika di semester akhir nanti dalam mengerjakan skripsi. Nah, biasanya makalah itu dijadikan makanan mingguan dari setiap dosen untuk mahasiswa agar mampu berkembang dalam pemikiran yang kritis dan wawasan yang uas. Untuk itu artikel ini akan membahas tentang contoh makalah yang benar.

Ketika kamu akan membuat sebuah makalah penelitian, rasanya seperti sangat sulit bagi mahasiswa maupun mahasiswi perguruan tinggi. karena saat kita ingin menyusun sebuah makalah penelitian dengan baik dan benar, seharusnya memang berdasarkan dengan apa yang terjadi di lapangan yang telah diteliti secara langsung.

Selain itu, penelitiannya juga harus dilakukan dengan teliti, cermat dan secara detail, dari segi penyebabnya dan bagaimana hal itu bisa terjadi, atau bagaimana cara mengatasi dari masalah yang timbul. Pada dasarnya makalah adalah suatu cuplikan atau bentuk karya kecil dari penulisan sebuah karya ilmiah.


Pengertian Makalah

pengertian makalah

Kali ini pengertian makalah akan dibahas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan wikipedia. KBBI sendiri juga tidak selamanya tidak ada perubahan. Mungkin setiap 10 atau beberapa tahun akan berkembang sesuai degan perkembangan Bahasa.

Selain KBBI juga referensi yang bisa diambil sebagai referensi adalah wikipedia. Karena wikipedia dikelola oleh pengelola yang sudah teruji dan pasti mementingkan validitas data yang di sampaikan.

Pengertian atau definisi makalah menurut KBBI makalah diartikan dalam 2 hal.

  1. Tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan
  2. karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi. [1]

Nah sedangkan dari wikipedia saat ini belum ada pengertian makalah, namun lebih secara umum yaitu karya ilmiah. Pengertian karya ilmiah menurut wikipedia adalah

Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil dari penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. [2]


Ciri-Ciri Makalah

ciri-ciri makalah

Makalah memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali dengan mudah. Di bawah ini beberapa ciri-ciri yang dimiliki makalah yang bisa kamu ketahui:

  • Isinya adalah menjabarkan tentang seberapa besar pemahaman siswa atau mahasiswa mengenai suatu permasalahan.
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa formal dan sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
  • Berisi tentang gabungan dari beberapa referensi yang telah di filter sesuai dengan topik bahasan.

Karakteristik Makalah

 

Setelah memahami ciri-ciri dari makalah, berikutnya ini adalah karakteristik yang terapat pada makalah.

  • Makalah adalah sebuah karya yang disusun untuk dijadikan bahan presentasi. Baik untuk presentasi di kelas, presentasi untuk agenda seminar, presentasi pada saat sidang akhir atau presentasi dalam diskusi umum.
  • Aspek yang dibahas pada sebuah karya makalah adalah sebuah kajian yang dilakukan dengan basis literatur. Jenis literatur yang digunakan pada makalah adalah literatur yang telah ada atau data yang berasal dari laporan kegiatan di lapangan.
  • Makalah memiliki cakupan bagian pokok yang meliputi pendahuluan, bagian isi dan kesimpulan bahasan.

Makalah Berdasarkan Jenisnya

jenis-jenis makalah

Makalah merupakan karya tulis ilmiah yang mengulas pokok kasus tertentu yang tercakup didalam ruang lingkup tertentu. Makalah termasuk bisa diambil kesimpulan sebagai karya akademis yang umumnya diterbitkan atau dipublikasikan terhadap jurnal yang bersifat ilmiah.

Makalah juga memiliki sebuah karya tulis yang berisi anggapan tentang suatu kasus topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai anggapan yang logis dan objektif tetapi menurut Surakhmad makalah adalah segala tipe tugas kuliah yang mesti diselesaikan secara tertulis baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang suatu pokok permasalahan.

Dalam membedakan jenis makalah setidaknya ada tiga jenis yang dapat membedakan berdasarkan bagaiman cara pengerjaan dan penggunaan tata bahasa yang digunakan:

Makalah Dedukatif

Pengertian Makalah dedukatif merupakan, dimana pembahasan isi laporan makalah berdasarkan dengan data primer, seperti hasil rapat, survei atau data lapangan yang benar-benar real. Dalam penggunaan jenis makalah dedukatif sering digunakan oleh mahasiswa yang sedang duduk di bangku universitas.

makalah deduktif juga bis adiartikan makalah yang disusun dengan berdasarkan suatu kajian teori yang dapat diperoleh dari literatur yang sudah ada. Dapat disebut makalah deduktif jika makalah tersebut dikembangkan dengan pola deduksi, yang dimaksud deduksi adalah makalah yang dijelaskan dari hal yang bersifat umum kemudian menuju ke sifat yang lebih khusus. Dalam artian paragraf utama berada di awal paragraf, kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat pendukung

Makalah Indukatif

Dalam menyajikan makalah indukatif, laporan makalah berdasarkan data sekunder, seperti buku, tesis atau kajian teoritis lain, dalam pembuatan contoh makalah induktif biasa dilakukan oleh murid sekolah dasar.

Makalah induktif juga bisa diartikan sebagai makalah yang disusun dengan berdasarkan hasil data empiris yang didapatkan melalui penelitian di lapangan, pastinya penelitian yang dilakukan penelitian yang masih relevan dengan pokok bahasan yang akan dibahas dalam makalah tersebut.

Bisa disebut makalah induktif jika makalah tersebut dikembangkan dengan pola induksi, yaitu pada makalah tersebut harus diawali dengan hal-hal yang bersifat khusus lalu disimpulkan menjadi hal yang bersifat umum. Dalam artian kalimat utamanya berada di akhir paragraf.

Makalah Campuran

Sesuai dengan namanya, bahwa makalah campuran dibuat berdasarkan dengan data gabungan antara sekunder dan primer . Pengabungan antara data dilakukan dengan bertujuan supaya menemukan hasil dari laporan yang valid, jenis makalah campuran lebih sering dilakukan di jenjang perguruan tinggi.

Makalah campuran ini juga bisa diartikan sebagai gabungan dari dua makalah yaitu gabungan antara makalah induktif dengan makalah deduktif, yang mana dasar penyusunannya adalah suatu kajian teoritis dan data empiris.

Paragraf-paragraf dalam makalah ini diawali dengan hal yang umum yang diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas bersifat khusus, kemudian ditutup lagi dengan kesimpulan yang bersifat umum.

Makalah campuran sendiri masih terbagi menjadi enam jenis makalah. Berikut merupakan jenis-jenis makalah campuran:

Makalah Ilmiah

Makalah ilmiah umumnya mengulas tentang masalah yang disusun dari proses kajian ilmiah. Isinya adalah opini dari penulis yang sifatnya subjektif.

Makalah Kerja

Makalah kerja didapatkan dari upaya penelitian yang didalamnya terdapat argumen penulis atas rumusan masalah dari suatu penelitian.

Makalah Posisi

Makalah posisi merupakan jenis makalah yang dirancang atas permintaan dari pihak tertentu. Fungsi dari makalah ini adalah untuk memecahkan sebuah masalah yang sifatnya kontroversial. Namun, pembuatannya dilakukan dengan langkah ilmiah.

Makalah Kajian

Makalah kajian secara umum berisi sarana pemecahan sebuah masalah yang kontroversial.

Makalah Analisis

Makalah analisis merupakan jenis makalah yang memiliki sifat empiris-objektif.

Makalah Tanggapan

Makalah tanggapan merupakan jenis makalah yang umumnya dijadikan tugas kuliah para mahasiswa. Makalah ini berisikan reaksi terhadap bacaan tertentu.


Susunan Kerangka Makalah yang Benar

susunan kerangka makalah

Tubuh manusia, hewan pasti memiliki kerangka, tak ada manusia yang tidak tersusun atas kerangka. Begitu juga dalam penyusunan makalah agar bisa dijadikan contoh makalah yang benar, maka kerangka makalah akan dibahas dibawah ini. Sebaiknya dalam penyusunan makalah dilakukan secara sistematis dan benar. Hal ini dilakukan agar tidak banyak terjadi revisi dari guru atau dosen pengampu.

Saya akan jelaskan sedikit tentang susunan kerangka makalah, kemudian akan saya berikan contoh dari masing-masing susunan kerangka makalah. Berikut merupakan susunan kerangka dari sebuah makalah yang baik dan benar:

1. Cover

Cover atau sampul atau juga biasa disebut halaman paling depan makalah ini memuat judul makalah serta nama penulis, logo lembaga atau institusi, tempat dan tahun terbit atau tahun pembelajaran.

Dalam penulisan cover makalah, nama penulis ditulis dengan jelas, nama asli dan nama lengkap tanpa disingkat serta tanpa menyebutkan gelar dan juga mengunakan huruf kapital.

2. Daftar Isi

Daftar isi adalah memuat informasi halaman isi makalah. Tujuan dari pembuatan daftar isi adalah bahwa setiap bab dan sub-bab dalam makalah diberikan keterangan halaman agar memudahkan pembaca untuk mencari dan menemukan bahan yang akan dibaca. Daftar isi juga memuat daftar gambar, daftar table, daftar lampiran (jika ada). (Baca: Contoh daftar isi makalah)

Biasanya dalam pembuatan daftar isi harus mengedit headingnya dulu, agar nanti saat membuat daftar isi bisa dengan otomatis. Di Microsoft office word juga sudah ada dan bisa menggunakan cara di menu references dan table of content. Dengan ini bisa menjadi bagian makalah yang baik dan mungkin bisa dijadikan contoh makalah yang benar nantinya. (Baca: Cara membuat daftar isi otomatis di Ms. Word)

3. Kata Pengantar

Isi dari kata pengantar yaitu mencakup isi dari keseluruhan esensi makalah. Atau kata pengantar bisa diartikan membahas isi makalah secara menyeluruh namun umum. Hal ini perlu dilakukan agar pembaca mempunyai pandangan atau arah dari penulisan dalam makalah itu.

4. Pendahuluan

Pendahuluan adalah bahasan awal topik penelitian atau observasi di dalam makalah yang disusun oleh dan dari sudut pandang penulis. Pendahuluan tidak ditulis secara luas, namun cukup cakupan dari luarnya saja asalkan sudah mencakup esensi umum dari makalahnya.Pendahuluan juga dapat menjelaskan tentang pokok dari permasalahan awal yang ditemui.

5. Latar Belakang

Untuk lebih jelasnya disini akan dibahas lagi tentang latar belakang. Latar belakang adalah suatu hal untuk menjelaskan secara umum permasalahan yang ditemukan, serta mengapa masalah tersebut perlu untuk diteliti kemudian di analisa dalam sebuah makalah.penulisan latar belakang harus ditulis dengan sejelas-jelasnya dengan penjelasan yang umum dan juga mudah dipahami.

6. Rumusan Masalah

Untuk rumusan masalah isinya yaitu pokok dari masalah yang ditemukannya. Biasanya rumusan masalah sangat singkat dan juga padat, tidak lebih dari satu paragraph serta berisi poin pertanyaan. Biasanya Antara 2 sampai 3 pertanyaan. Untuk menjadi contoh makalah yang baik maka harus sesuai antara rumusan masalah, isi dan juga kesimpulan.

7. Tujuan Pembahasan

Sub-bab ini masih masuk dalam bab pendahuluan dan untuk bisa dijadikan contoh makalah yang baik dan benar tujuan dari pembahasan ini berisi dari jawaban rumusan masalah. Misalnya rumusan masalahnya adalah apa saja yang termasuk dalam penulisan kata. Terus isinya adalah untuk mengetahui macam dari penulisan kata.

8. Isi

Dalam bab 2 hanya berisi beberapa sub-bab berisi isi dari pembahasan. Dalam hal ini isi menjelaskan tentang permasalahan, penelitian yang dilakukan, metode penelitian, tempat dilakukannya penelitian, sasaran penelitian, serta penjabaran hasil data yang diperoleh di lapangan.

Yang perlu diperhatikan dalam bab isi agar menjadi contoh makalah yang baik dan benar adalah penulisan dengan spasi atau paragraph yang menjorok. Kan tetapi juga bile tanpa menggunakan paragraf yang menjorok tapi menggunakan enter sebagai jeda dan pengganti paragraph.

9. Bab Penutupan

Dalam bab ini terdapat sub-bab berupa kesimpulan dan saran. Agar menjadi contoh makalah yang benar maka bab ini berisi tentang harapan penulis kepada pembaca, yaitu agar penelitiannya bermanfaat bagi pembaca. Selain itu juga penulis bisa memberikan kesan dan pesan dan juga ucapan terimakasih kepada pihak pendukung penulis untuk menyelesaikan penelitiannya.

10. Kesimpulan

Kesimpulan adalah penjabaran dari hasil penelitian yang diperoleh. Dalam kata lain adalah jawaban dari rumusan masalah. Hasil penelitian didapatkan dari analisa rumusan masalah yang ditemukan, selanjutnya dianalisis menggunakan teori dan metode penelitian yang dilakukan, sehingga didapatkanlah hasil kesimpulannya.

11. Daftar Pustaka

Halaman akhir adalah daftar pustaka mesti masih ada tambahan halaman jika menggunakan lampiran (jika ada lampirannya). Dalam daftar pustaka berisi tentang daftar dari referensi yang dicantumkan atau dipergunakannya dalam menyusun makalah tersebut. Dalam daftar pustaka biasanya paling sedikit adalah 25 referensi.


Contoh Susunan Makalah

Ada beberapa poin dan unsur dalam struktur makalah yang harus terpenuhi untuk membuat makalah yang baik dan benar, beberapa diantaranya yang harus dan wajib dalam makalah ada delapan poin, sebagai berikut ini poin-poin yang akan saya susun pada contoh makalah beberapa diantaranya.

  1. Cover (Sampul Depan)
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Bab I Pendahuluan
  5. Bab II Pembahasan
  6. Bab III Penutup
  7. Daftar Pustaka
  8. Lampiran

Sebenarnya masih ada beberapa macam variasi dalam membuatan kerangka susunan makalah misalnya terdapat motto, lampiran, lembar persembahan dan lain-lain. Namun pada dasarnya pembuatan format makalah harus ada 8 poin inti seperti diatas, yang selalu ada pada sebuah kerangka makalah.

Nah untuk pembahasan selanjutnya akan saya terangkan, yang berkaitan dengan contoh susunan makalah, tetapi sebelum itu harus kalian tahu terlebih dahulu yang berkaitan dengan format kertas dan sampul makalah, tidak boleh asal menggunakan kertas sembarangan dalam menjilid makalah, berikut ini kertas yang digunakan dalam membuat makalah:

  • Kertas A4 (digunakan sebagai isi tulisan dari dalam cover makalah)
  • Sampul Makalah menggunakan Kertas Buffalo Warna
  • Font : Times New Roman
  • Size : 12
  • Spasi :1,5
  • Margin
    – Atas : 4 cm
    – Bawah : 3 cm
    – Kiri : 4 cm
    – Kanan : 3 cm

Untuk ukuran margin sampul makalah lainnya, yaitu 3,3,3,3 dengan rata kanan-kiri sedangkan untuk skripsi yang saya tahu adalah 4,4,4,3. Font berukuran 14 biasanya digunakan pada halaman cover untuk tulisan Judul Makalah dan Nama Instansi serta Tahun Penyelesaian Makalah, namun bisa juga dengan font ukuran 12.

Dalam penulisan isi makalah yang benar, harus ditulis minimal 10 halaman dan itu belum termasuk dari judul makalah, daftar isi makalah, lampiran makalah dan daftar pustaka Makalah.

Anda bisa membuat pembahasan makalah dengan penjabaran yang jelas sehingga ketika seseorang membaca contoh makalah anda dapat memahami dengan jelas, tanpa ada rasa penasaran.


Cara Membuat Makalah yang Baik Dan Benar

Dalam membuat contoh susunan makalah, kamu harus memperhatikan terlebih dahulu bagian penting, yang berkaitan langsung dengan susunan pada format makalah, sehingga kalian akan bisa membuat makalah yang baik dan benar.

Kemudian tahapan apa saja yang perlu untuk persiapkan dalam menyusun sebuah contoh makalah, nah, berikut ini, beberapa bagian penting dalam menentukan sebuah makalah. yang sudah saya urutkan bedasarkan urutkannya, setidaknya kamu nanti dapat mengetahui isi makalah keseluruhan dan bagian makalah yang harus kita buat.


1. Cover Makalah

cover makalah
Silahkan anda tentukan judul makalahnya misalnya dengan cara berpedoman pada tugas sekolah atau kuliah. Sesuaikan dengan mata pelajaran atau mata kuliah yang sedang anda tempuh, atau tidak menutup kemungkinan juga makalah ini anda kerjakan untuk kebutuhan lainnya.

Halaman sampul depan makalah sama bersama dengan skripsi dan karya ilmiah lainnya. Setidaknya ada empat unsur yang dicantumkan di halaman depan:

  1. Judul makalah
  2. Logo universitas, sekolah atau institusi
  3. Nama penulis makalah
  4. Fakultas, jurusan, kelas atau divisi kerja beserta tahun kerja

Berikut ini contoh cover makalah yang baik dan benar, yang bisa kalian jadikan sebagai bahan refrensi dalam membuat cover pada makalah, karena faktor yang paling menonjol, dalam sebuah contoh makalah ada pada cover, jika cover makalah baik dan benar.

Maka sudah terlihat secara langsung bahwa isi makalah pasti juga akan terlihat baik pula, dan begitu pula sebaliknya juga sama, maka dari itu kalian juga harus memperhatikan cover makalah yang akan kalian buat, berikut ini contoh cover makalah yang bisa kalian gunakan sebagai ide bahan makalah.

Contoh Cover Makalah Kuliah

MAKALAH
BELA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
(NKRI)

 

contoh cover makalah mahasiswa

 

DOSEN PEMBIMBING
Drs. Noor Chozin Aghan, M.A

DISUSUN OLEH
Muhammad Fahmi

UNIVERSITAS TANJUNGPURA
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK MESIN
2017/2018

Contoh Cover Makalah Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN
Menganalisa Pasar Konsumen
Pengairuh Karakteristik Konsumen Terhadap Perilaku Pembeli

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

Contoh Cover Makalah Kewirausahaan

DISUSUN OLEH 4 – BAB 5 BAGIAN 1
Alfi Sastro

 

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONOGORO
SEMARANG
2017/2018

contoh cover makalah SMA

contoh cover makalah SMA

Tiga contoh cover makalah diatas adalah model penulisan cover makalah yang sering digunakan pelajar maupun mahasiswa. Nah apabila Anda menjumpai beberapa macam cover makalah di lain tempat dengan format yang berbeda itu hanyalah variasi saja. Silahkan kamu pilih sesuai dengan kebutuhanmu.


2. Kata Pengantar Makalah

contoh kata pengantar makalah

Pastikan anda membuat kata pengantar dengan isi berkaitan dengan judul makalah yang diambil, makalah disusun untuk kebutuhan apa saja dan lain-lain. Kata pengantar bisa kita anggap sebagai kata pembuka, dalam sebuah makalah.

Kata pengantar makalah yang baik berisi tentang:

  • kalimat-kalimat syukur kepada Allah SWT
  • ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam penyusunan makalah
  • alasan pembuatan makalah
  • harapan dan juga kesediaan menerima kritik dan saran
  • Penutup

Itulah hal-hal yang kebanyakan dituliskan dalam kata pengantar. Namun ada juga pemakalah yang menambahkan unsur lain seperti doa-doa, ucapan terima kasih, kelebihan bahkan kekurangan makalah yang dibuat. Agar semakin faham sebaiknya kamu simak contoh kata pengantar berikut ini:

Kata pengantar makalah dapat diisi, sama seperti ucapan terima kasih, halangan dan harapan penulis sepanjang pembuatan. Jika tetap bingung, silahkan lihat cara menggunakan kata pengantar beserta contoh kata pengantar makalah yang dapat kalian kalian lihat sebagai berikut.

Alhamdulillah hirobbil ‘aalamiin, segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam atas segala karunia nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah yang berjudul “Tanaman Obat” disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Biologi yang disusun oleh Bapak Nur Hisyam, S.Si

Contoh Kata Pengantar #1

KATA PENGANTAR

Makalah ini berisi tentang bagaimana cara mengidentifikasi tanaman yang bisa dibuat untuk ramuan herbal atau obat. Dalam penyusunannya penulis melibatkan berbagai pihak, baik dari dalam sekolah maupun luar sekolah. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih atas segala dukungan yang diberikan untuk menyelesaikan makalah ini.

Meski telah disusun secara maksimal oleh penulis, akan tetapi penulis sebagai manusia biasa sangat menyadari bahwa makalah ini sangat banyak kekurangannya dan masih jauh dari kata sempurna. Karenanya penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.

Besar harapan penulis makalah ini dapat menjadi inspirasi atau sarana pembantu masyarakat dalam mencari berbagai macam tumbuhan untuk diolah menjadi ramuan atau obat herbal.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga para pembaca dapat mengambil manfaat dan pelajaran dari makalah ini.

Surabaya, 07 Agustus 2018

Contoh Kata Pengantar #2

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Tuban, 15 November 2017

Contoh Kata Pengantar #3

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas semua limpahan rahmat dan karunianya sehingga makalah ini sanggup tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami mengucapkan begitu banyak terimakasih atas uluran tangan dan bantuan berasal dari pihak yang telah bersedia berkontribusi bersama dengan mengimbuhkan sumbangan baik anggapan maupun materi yang telah mereka kontribusikan.Dan kita semua berharap semoga makalah ini mampu menambah pengalaman serta ilmu bagi para pembaca. Sehingga untuk ke depannya sanggup memperbaiki bentuk maupun tingkatkan isikan makalah sehingga menjadi makalah yang miliki wawasan yang luas dan lebih baik lagi.

Karena keterbatasan ilmu maupun pengalaman kami, Kami percaya tetap banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat berharap saran dan kritik yang membangun berasal dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

. Surabaya, Mei 2017

. Penyusun

Contoh Kata Pengantar Makalah Agama #4

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya sehingga kami dapat merampungkan penyusunan makalah pendidikan agama islam dengan judul “Memahami Pengertian dan Fungsi Perbankan Syariah” tepat pada waktunya.

Penyusunan makalah semaksimal mungkin kami upayakan dan didukung bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya. Untuk itu tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam merampungkan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada kami membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini.

Akhirnya penyusun sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat diambil manfaatnya dan besar keinginan kami dapat menginspirasi para pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada makalah-makalah selanjutnya.

Semarang, Januari 2015

Penyusun


3. Contoh Daftar Isi Makalah

Contoh Daftar Isi Makalah

Penulisan contoh daftar isi makalah sebenarnya bisa kita buat setelah makalah sudah selesai, karena di dalamnya terdiri dari urutan isi makalah seperti judul bab lengkap beserta sub judul dan keterangan halaman berikut ini contoh daftar isi makalah.

Pasti seluruhnya udah paham. Diawal artikel ini pun terdapat daftar isi. Yakni berisi seluruh point-point yang dibahas didalam makalah yang berguna untuk memudahkan pembaca mendapatkan halaman atau judul yang dituju.

Sedikit tidak sama dari daftar ini buku atau novel, di daftar isi makalah terdapat titik-titik sebelum nomer halaman. Di Microsoft Word tersedia fitur untuk sebabkan halaman dan titik-titik berikut secara otomatis. Untuk lebih jelas berikut saya berikan contoh daftar isi makalah yang baik dan benar.

Contoh Daftar Isi Makalah #1

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………….……….…………………………………..………. i
KATA PENGANTAR ………….…………………………………………………… ii
DAFTAR ISI …………………….……………………………………………………. iii

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………….…… 1

A. Latar Belakang ….…….………………………………………………… 1
B. Batasan Masalah …….…………………………………………………. 3
B. Rumusan Masalah ….………………………………………..……….. 4
C. Tujuan ……….…………………………………………………………….. 5
D. Manfaat ……….………………,,………………………………………… 7
D. Istilah Penting …..……………..………..…………………………….. 10
BAB II LANDASAN TEORI ………….……………………..………….……… 11

A. Identifikasi Masalah …………………………………………………. 11
B. Kerangka Berpikir …………….……………..………………………. 15
C. Hipotesis ………………………….………………………..…….……… 21
BAB III PEMBAHASAN ……………..…..…………………………………….. 22

A. Pengertian Globalisasi …………………….………………………… 22
B. Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN ………………..….. 24
C. Faktor Pendorong Munculnya Globalisasi …………………… 26
D. Faktor Pendorong Munculnya MEA …………………..…….… 28
E. Dampak Globalisasi dan MEA …………..………………………. 29
F. Sektor-sektor Sasaran MEA …………………………..………….. 33
G. Cara Menikapi Globalisasi dan MEA …………………..……… 37
BAB IV PENUTUP …………………………………………..…………………… 38

A. Simpulan ………………………………………………………..….…… 39
B. Saran ……………………………………………………………..….…… 40
DAFTAR PUSTAKA …………..…………………………………………..……. 41

Contoh Daftar Isi Makalah #2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………i
KATA PENGANTAR ……………………………………………… ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………. iii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………..1

A. Latar Belakang …………………………………………..2
B. Rumusan Masalah ……………………………………..2
C. Tujuan Penulisan ……………………………………….3
D. Manfaat Penulisan …………………………………….3
BAB II PEMBAHASAN ………………………………………4

A. Pengertian Erosi Air …………………………………..4
B. Penyebab Erosi Air …………………………………….6
C. Dampak Erosi Air ………………………………………12
D. Contoh Kasus Erosi Air ………………………………16
E. Cara Mengatasi Erosi Air …………………………….20
F. Upaya Pencegahan Erosi Air ………………………..25
BAB III PENUTUP ………………………………………………26

A. Kesimpulan ………………………………………………..30
B. Saran …………………………………………………………31
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………….32

Daftar Isi Makalah #3

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………..………………………………….. i
KATA PENGANTAR …………………………………..……………………… ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………..………… iii

BAB I PENDAHULUAN ………………..……………………………………. 1

A. Latar Belakang ……………………………..……………………….. 1
B. Rumusan masalah ………………………..……………………….. 2
C. Tujuan penelitian ……………………………………..…………… 3
D. Manfaat penelitian ………….…………………………………….. 3
Bab II tinjauan pustaka dan kerangka berfikir………………………. 4
A. Tinjauan pustaka ……………………………………………….………….. 4
B. Kerangka berpikir …….……………………………………………………. 5

Bab III Pembahasan Hasil Penelitian …………………………………… 6
A. Kesalahan fonologi ……….………………………………………………… 6
B. Kesalahan morfologi ………………………………………………………. 10
C. Kesalahan sintaksis ……………………………….……………………….. 11
D. Kesalahan leksikon…………………………………………….…………… 11

Bab IV Kesimpulan dan Saran …………………………………………….. 12
A. Kesimpulan …………………………………………………………………… 12
B. Saran ……………………………………………………………………………. 12

DAFTAR PUSTAKA …………………..……..……………………………….. 13


4. Pendahuluan Makalah

Pendahuluan Makalah

Biasanya pendahuluan berisi tentang gambaran secara umum makalah tersebut, yang meliputi latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan.

  • Latar belakang : dalam latar belakang ini berisi tentang sesuatu hal menarik yang menyebabkan pemakalah memilih tema tersebut. Latar belakang memakai kaidah piramida terbalik, artinya penulisan dari umum ke yang khusus.
  • Rumusan masalah : di dalam rumusan masalah ini berisi tentang masalah apa saja yang akan diungkap dalam makalah. Wujudnya berupa pertanyaan.
  • Maksud dan Tujuan : di dalam maksud dan tujuan ini berisi tentang apa maksud dan tujuan penulisan makalah.

Membuat sebuah laporan, makalah maupun karya tulis ilmiah diawali dengan pendahuluan. Pada bagian ini, penulis akan memaparkan secara ringkas dan padat tentang tujuan dan topik yang akan dibahas. Pembaca juga akan menemukan apa dan mengapa penelitian dilakukan oleh sang penulis. Secara garis besar, pendahuluan bisa dikatakan sebagai bagian paling inti dan krusial pada makalah.

Banyak penulis, terutama siswa dan mahasiswa yang keliru memahami apa itu pendahuluan. Kebanyakan orang menganggap pendahuluan sama halnya dengan kata pengantara pada sebuah buku. Padahal tidak demikian karena pendahuluan tidak sedikitpun menyinggung soal kehidupan penulis. Bagian pendahuluan benar-benar menjelaskan inti dari penelitian maupun makalah tersebut.

Berikut ini adalah contoh pendahuluan yang baik dan benar. Mulai dari contoh pendahuluan makalah, contoh pendahuluan proposal, contoh pendahuluan laporan, contoh pendahuluan skripsi, contoh pendahuluan karangan, contoh pendahuluan karya ilmiah, contoh pendahuluan laporan pkl, contoh pendahuluan artikel, pidato, jurnal, dll.

Contoh Pendahuluan Makalah #1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Guru adalah bagian yang berasal dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Citra guru berkembang dan beralih sesuai bersamaan dengan perkembangan dan pergantian rancangan dan persepsi manusia pada pendidikan dan kehidupan itu sendiri.

Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Tetapi, beberapa dasawarsa paling akhir konsep, persepsi dan penilaian pada profesi guru mulai bergeser.

Hal itu selain dikarenakan pergantian pandangan manusia-masyarakat pada integritas seseorang yang perihal bersama produktivitas ekonomisnya, termasuk dikarenakan perkembangan yang lumayan radikal di bidang pengetahuan dan teknologi.

Terutama bidang informasi dan komunikasi, yang lantas mendorong pengembangan tempat studi dan paradigma teknologi pendidikan. Dalam perkembangan berikutnya, sekaligus sebagai biasnya, guru mulai mengalami dilema eksistensial.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Citra Guru Profesional ?
2. Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ?
3. Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ?
C. Tujuan
1. Menjelaskan Definisi Citra Guru
2. Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa
3. Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru

Contoh Pendahuluan Makalah #2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu Managment sebenarnya serupa usianya bersama dengan kehidupan manusia, mengapa demikian sebab pada dasarnya manusia didalam kehidupan sehari-harinya tidak mampu lepas berasal dari prinsip-prinsip Managment, baik secara langsung maupun tidak langsung. Baik di sadarai ataupun tidak disadari.

Ilmu Managment ilmiah timbul pada kurang lebih awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara berikut sedang dilanda revolusi yang dikenal bersama dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan didalam pengelolaan memproses yang efisien dan efisien. Hal ini sebab masyarakat telah makin lama semakin maju dan kebutuhan manusia, semakin lama semakin banyak dan beragama sejenisnya.

Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai Managment “ apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Managment diperlukan didalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja serupa untuk capai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:

1. Apa pengertian dan batasan managment ?
2. Bagaimana prinsip management sebagai profesi ?
3. Bagaimana prinsip managment sebagai ilmu dan seni ?
4. Bagaimana pentingnya tujuan dalam management ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahuai management sebagai profesi
2. Untuk mengetahuai pentingnya tujuan dalam management
3. Untuk mengetahuai pengertian & batasan managment
4. Untuk mengetahuai managment sebagai ilmu dan seni

Contoh Pendahuluan Makalah #3

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Sebagai Negara yang besar dan dengan sumber kekayaan alam yang melimpah pada dasarnya Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk menjadi suatu Bangsa yang maju, bermartabat dan lebih baik dari pada saat ini, dan itu semua sanggup terwujud pastinya dengan pertolongan sumber kekuatan manusia yang berkualitas.

kreatif dan mempunyai visi yang menyadari dan terarah untuk kemajuan Bangsa. Untuk mencukupi obyek terciptanya sumber kekuatan manusia yang memiliki kualitas pastinya pendidikan adalah segi yang paling utama yang tidak sanggup dipisahkan pada sekarang ini.

Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 3 (tiga) yang mengatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk sifat serta peradaban bangsa yang bermartabat didalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan dari pendidikan nasional tidak saja hanya mencetak sumber kekuatan manusia yang cerdas akan tapi terhitung sanggup mencetak kepribadian yang berkarakter, berakhlak, kreatif, mempunyai misi visi dan bertanggung jawab serta sebagai warga negara yang baik.

Kesuksesan seseorang dari dulu terlepas dari potensi yang dimiliki oleh orang tersebut, potensi didalam arti tidak saja bicara tentang skil akan tapi meliputi kemampuan seseorang mengimplementasikan potensi yang dimiliki untuk orang banyak, kemampuan mengelola diri dan orang lain.

Contoh Resensi Buku
Kesuksesan seseorang ditentukan oleh soft skill dan itu artinya karakteristik seseorang mempunyai porsi yang lebih besar sebagai penentu sukses tidaknya seseorang dimana karakteristik seseorang terlampau tergoda oleh mutu pendidikan sifat yang ia serap.

A. RUMUSAN MASALAH
Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut antaralain :
a. Apa pengertian pendidikan karakter
b. Bagaimana Contoh program pendidikan karakter
c. Bagaimana peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa

B. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dalam penulisan makalah ini sebagai berikut
a. Untuk mengetahu contoh program pendidikan karakter
b. Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter
c. Untuk mengetahui peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa


5. Contoh Pembahasan Makalah

Contoh Pembahasan Makalah

Pembahasan masalah adalah inti dari semua makalah. Pada bagian inilah kamu memaparkan segala teori, metode penelitian, sasaran penelitian dan penjabaran atas penelitian atau laporan hasil penemuan di lapangan. Sekaligus menjelaskan permasalahan yang ditulis dalam bab pertama, yaitu rumusan masalah.

Pada bagian ini disajikan data-data ilmiah yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif serta teori-teori yang digunakan untuk menguatkan gagasan yang kamu angkat.

Data penelitian dapat disajikan dalam bentuk diagram, tabel atau grafik yang mudah dipahami oleh pembaca. Jika data yang didapat berupa hasil wawancara maka pemakalah dapat menuliskan kutipan dari narasumber.

Hati-hati, dalam bab pembahasan ini biasanya muncul asumsi penulis yang subjektif. Sehingga ia menuliskan berdasarkan opininya. Padahal semua asumsi yang ada dalam pembahasan ini harus berdasarkan referensi yang berupa literatur ataupun data empiris.

Pembahasan contoh makalah berisi tentang rangkuman kegiatan yang dperoleh dilapangan, atau pengalaman sesuai kenyataan, serta dikaitkan dengan ilmu dan teori yang sudah ada. Jika memiliki kesesuaian yang dibahas lebih lanjut biasanya hanya pendapat pribadi yang berkaitan erat dengan tema, usulan, saran, gagasan dan ide.

Jika dalam pembahasan makalah tidak sesuai dengan kenyataan yang berada dilapangan, maka hal seperti ini dapat ditinjau ulang kenapa dapat terjadi seperti itu. karena dalam pembahasan sebuah makalah harus bisa dijelaskan dengan baik dan rinci.

Berisi mengenai pembahasan serta penelitian yang berkaitan tentang ilmu atau teori yang sudah pernah dibahas, oleh para ahli yang berkaitan topik dan tema pembahasan pada contoh makalah atau paper yang hendak dipilih.

Pembahasan materi yang dipilih dalam pembuatan makalah harus yang dibahas secara praktis yang mudah untuk dimengerti dan teoritis yang bisa berkaitan dengan pelaku praktis teori dan ilmu tersebut bisa sesuai kenyataan dalam kehidupan keseharian.

Dalam penulisan yang diambil dan bersumber dari para ahli, jangan lupa untuk mencantumkan nama, tahun dari sumber yang kalian jadikan referensi membuat isi makalah. Jika kalian mencontoh dari sumber buku, maka tulis juga nama dan tahun buku tersebut.

Sehingga dalam penulisan daftar isi makalah dapat tertulis dengan jelas dan tidak diragukan, kalau kamu juga mengambil kutipan makalah dari orang lain, maka cantumkan pula halaman dimana kutipan tersebut kalian gunakan sebagai contoh makalah.

Berikut contoh pembahasan makalah yang baik:

Contoh Pembahasan Makalah #1

BAB III
PEMBAHASAN

A. Definisi Marathon

Marathon merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Marathon adalah larijarak jauh bersama dengan jarak yang ditentukan, yaitu 21,100 km untuk setengah marathon dan 42,195 km untuk marathon.

Lalu bagaimana bersama dengan asal mula dari marathon? Marathon berasal dari legenda Pheidippides, seorang utusan Yunani. Legenda tunjukkan bahwa ia dikirim dari medan perang dari Marathon ke Athena untuk menginformasikan bahwa bangsa Persia udah dikalahkan terhadap Pertempuran Marathon, yang berlangsung terhadap tahun 490 SM.

Ada perbincangan mengenai keakuratan sejarah dari marathon, Herodotus yang merupakansejarawan Yunani sumber utama untuk Perang Yunani-Persia. Menyebutkan Pheidippides sebagai utusan yang berlari dari Athena ke Sparta untuk menghendaki bantuan, dan kemudian berlari kembali, yang berjarak lebih dari 240 kilometer (150 mil) sekali jalan.

B. Teori Teknik Gerakan Marathon

Gerak dasar lari bisa dilaksanakan dengan:

a) Maju, mundur dan ke samping.

b) Pada lintasan lurus atau lintasan berkelok-kelok.

c) Cepat dan lambat.

d) Suara gaduh atau tanpa suara.

e) Mendaki atau menurun.

f) Menaiki tangga (tribune) atau menuruni tangga.

g) Sendirian, berpasangan atau berkelompok.

h) Bersama anak-anak lain alau melawan anak-anak lain.

i) Menggunakan alat bantu atau tanpa alat bantu.

j) Melewati rintangan.

k) Menggunakan lapangan rumput, lintasan atau lapangan.

l) Di hutan, kebun atau jalan.

m) Dll.

Lari juga terhadap katagori keterampilan gerak siklis. Tujuan dari jalur dan lari adalah menempuh suatu jarak tertentu(tanpa kendala atau melewati rintangan) secepat mungkin.

Gerakan Lari

Gerak dominan yang utama dari gerak lari adalah gerakan langkah kaki dan ayunan lengan. Sedangkan aspek lain yang wajib diperhatikan terhadap selagi berlari adalah kecondongan badan (disesuaikan bersama dengan jenis /type lari), pengaturan napas, dan harmonisasi gerakan lengan dan tungkai.

Sedangkan yang paling pilih kecepatan lari seseorang adalah panjang langkah x kekerapan langkah. Langkah kaki terdiri dari step menumpu dan step melayang. Sedangkan gerakan kaki mulai step menumpu kemudian mendorong (kaki tolak) namun kaki ayun melakukan gerak pemulihan dan gerak ayunan.

C. Aturan perwasitan Dalam Marathon

Petugas atau juri didalam lomba lari marathon terdiri atas :

Starter, yaitu petugas yang memberangkatkan perlari.
Pengawas lintasan yaitu petugas yang berdiri terhadap tempat tertentu dan bertugas mengawasi pelari bila melakukan kesalahan dan pelanggaran.
Juri kedatangan yaitu petugas pencatat kedatangan pelari yang pertama hingga bersama dengan terakhir dan pilih ranking / rangkaian kejuaraan.
Timer yaitu petugas pencatat waktu.
Juri pencatat hasil yaitu petugas pencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish.
Peraturan didalam lomba lari marathon terdiri dari :

Bunyi pistol sebagai tanda start mulai diberangkatkannya peserta lomba.
Peserta wajib lari didalam rute yang udah ditentukan.
Peserta tidak diboleh mendapat dukungan penyegar sepanjang lomba tak hanya di pos-pos yang udah disediakan.
Peserta yang memasuki garis finish pertama dianggap sebagai juara.
D. Model – Model Pembelajaran Marathon

Menggunakan jenis pembelajaran ARIAS, jenis pembelajaran ARIAS memiliki kandungan lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian); relevance (relevansi); confidence (percaya/yakin); satisfaction (kepuasan/bangga), dan assessment (evaluasi). Dan metode pembelajaran yang digunakan adalah Demonstrasi dan Permainan.

Metode Demonstrasi yaitu metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta didik bersama dengan langkah menerangkan dan memperagakan langkah-langkahnya. Sedangkan metode Permainan yaitu bertujuan untuk membangun kondisi belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme.

Seperti udah diketahui bahwa gerak dasar lari bisa diberikan bersama dengan berbagai bentuk permainan yang memiliki kandungan unsur gerak lari. Lari tidak sebatas wajib dilaksanakan di lintasan lurus, tidak wajib senantiasa bersama dengan tehnik yang standar.

Lari bisa dilaksanakan diberbagai area, bersama dengan atau tanpa rintangan, sendiri atau bersama dengan serupa dan lain-lain. Siswa akan lebih termotivasi untuk ikuti aktivitas yang kita memberikan bila kita bisa gunakan atau gunakan alat-alat bantu secara berdaya guna.

Namun siswa juga wajib dilibatkan didalam penyiapan maupun didalam membereskan alat bantu yang mereka gunakan. Dengan demikianlah mereka juga akan jadi biasa bersama dengan sifat-sifat tanggung jawab, disiplin, kerjasama, menopang yang lain serta pembentukan aspek psikologis positip lainnya.

Contoh Pembahasan Makalah #2

RUANG LINGKUP BIDANG GARAPAN ADMINISTRASI DAN PERAN GURU DALAM KAITAN, ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Latar Belakang Perlunya Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan merupakan sub sistem dari sistem pendidikan di sekolah yang bertujuan menunjang pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Komponen utama dalam sistem pendidikan yang memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan adalah guru.

Oleh karena itu, guru juga mempunyai peranan penting untuk melaksanakan fungsi administrasi seperti melakukan perencanaan program-program sekolah, perencanaan kemajuan sekolah, perencanaan sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan, perencanaan hubungan sekolah dengan masyarakat. Setiap kegiatan di sekolah perlu pengaturan dan penataan untuk itulah administrasi pendidikan diperlukan.

Pengertian Administrasi Pendidikan

Gie (1992) mengemukakan administrasi berasal dari bahasa latin ad dan ministrate yang artinya melayani, membantu, menunjang, pencapaian tujuan sehingga bebar-benar tercapai. Jadi administrasi menurut Gie (1992) adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama mencapai tujuan tertentu.

Selanjutnya Siagian (1986) mendefinisikan administrasi sebagai keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasional tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Nurhadi (1983) mengartikan administrasi sebagai suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya secara efektif dan efisien.

Pengertian administrasi pendidikan ditinjau dari berbagai aspek. Pertama, administrasi pendidikan mempunyai pengertian kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan. Seperti kita ketahui, tujuan pendidikan itu merentang dari tujuan yang sederhana sampai dengan tujuan yang kompleks, tergantung lingkup dan tingkat pengertian pendidikan yang dimaksud.

Tujuan pendidikan dalam satu jam pelajaran di kelas satu sekolah menengah pertama, misalnya, lebih mudah dirumuskan dan dicapai dibandingkan dengan tujuan pendidikan luar sekolah untuk orang dewasa, atau tujuan pendidikan nasional. Jika tujuan itu kompleks, maka cara mencapai tujuan itu juga kompleks, dan seringkali tujuan yang demikian itu tidak dapat dicapai oleh satu orang saja, tetapi harus melalui kerja sama dengan orang lain, dengan segala aspek kerumitannya.

Kedua, administrasi pendidikan mengandung pengertian proses untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses itu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemanduan, dan penilaian. Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapainya, berapa lama, berapa orang yang diperlukan dan berapa banyak biaya. Perencanaan ini dibuat sebelum suatu tindakan dilaksanakan.

Ketiga, administrasi pendidikan dapat dilihat dengan kerangka berpikir sistem. Sistem adalah keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian itu berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran.

Keempat, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi manajemen. Jika administrasi dilihat dari sudut ini, perhatian tertuju kepada usaha untuk melihat apakah pemanfaatan sumber-sumber yang ada dalam mencapai tujuan pendidikan sudah mencapai sasaran yang ditetapkan dan apakah dalam pencapain tujuan itu tidak terjadi pemborosan. Sumber yang dimaksud dapat berupa sumber manusia, uang, sarana, dan prasarana maupun waktu.

Kelima, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi kepemimpinan. Yaitu proses untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk bekerja lebih giat kearah pencapaian tujuan.

Keenam, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari proses pengambilan keputusan. Kita tahu bahwa melakukan kerja sama dan memimpin kegiatan sekelompok orang bukanlah pekerjaan yang mudah. Setiap kali, administrator dihadapkan kepada bermacam-macam masalah, dan ia harus memecahkan masalah itu.

Ketujuh, administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi komunikasi. Komunikasi dapat diartikan secara sederhana sebagai usaha untuk membuat orang lain mengerti apa yang kita maksudkan dan kita juga mengerti apa yang dimaksudkan orang lain itu.

Kedelapan, administrasi seringkali diartikan dalam pengertian yang sempit yaitu kegaitan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan rutin catat-mencatat, mendokumentasikan kegiatan, menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya, serta mempersiapkan laporan.

Fungsi Administrasi Pendidikan

Paparan tentang fungsi administrasi pendidikan terutama dalam konteks sekolah perlu dimulai dari tinjauan tentang tujuan pendidikan. Hal ini disebabkan oleh adanya prinsip bahwa pada dasarnya kegiatan administrasi pendidikan dimaksudkan untuk pencapaian tujuan pendidikan itu. Tujuan itu dicapai dengan melalui serangkaian usaha, mulai dari perencanaan sampai melaksanakan evaluasi terhadap usaha tersebut. Pada dasarnya fungsi administrasi merupakan proses pencapaian tujuan melalui serangkaian usaha itu (Longenecker, 1964). Oleh karena itu, fungsi administrasi pendidikan dibicarakan sebagai serangkaian proses kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan itu.

Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan perlu dibicarakan di sini karena alasan sebagai berikut: a). tujuan pendidikan merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, pemahaman tentang hubungan keduanya perlu dilakukan. b), tujuan pendidikan merupakan titik berangkat administrasi pendidikan pada jenjang sekolah, dan c), tujuan pendidikan itu juga merupakan tolak ukur keberhasilan kegiatan administrasi pendidikan di jenjang pendidikan itu.

Proses sebagai fungsi administrasi pendidikan

Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan, kegiatan tersebut harus dikelola melalui sesuatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus), mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pembiayaan, pemantauan, dan penilaian seperti telah disinggung secara garis besar pada bagian terdahulu. Di bawah ini akan diuraikan proses tersebut lebih rinci.

Perencanaan
Perencanaan adalah pemilihan dari sejumlah alternatif tentang penetapan prosedur pencapaian, serta perkiraan sumber yang dapat disediakan untuk mencapai tujuan tersebut. Yang dimaksud dengan sumber meliputi sumber manusia, material, uang, dan waktu. Dalam perencanaan, kita mengenal beberapa tahap, yaitu tahap, a). identifikasi masalah, b) perumusan masalah, c). penetapan tujuan, d). identifikasi alternatif, e). pemilihan alternatif, dan f). elaborasi alternatif.

Pengorganisasian
Pengorganisasian di sekolah dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses untuk memilih dan memilah orang-orang (guru dan personal sekolah lainnya) serta mengalokasikan prasarana dan saran untuk menunjang tugas orang-orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Termasuk di dalam kegiatan pengorganisasian adalah penetapan tugas, tanggung jawab, dan wewenang orang-orang tersebut serta mekanisme kerjanya sehingga dapat menjadi tercapainya tujuan sekolah itu.

Pengarahan
Pengarahan diartikan sebagai suatu usaha untuk menjaga agar apa yang telah direncanakan dapat berjalan seperti yang dikehendaki. Suharsimi Arikunto (1988) memberikan definisi pengarahan sebagai penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terhadap pra petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar.

Pengkoordinasian
Pengkoordinasian di sekolah diartikan sebagai usaha untuk menyatupadukan kegiatan dari berbagai individu atau unit di sekolah agar kegiatan mereka berjalan selaras dengan anggota atau unit lainnya dalam usaha mencapai tujuan sekolah.

Pembiayaan
Pembiayaan sekolah adalah kegiatan mendapatkan biaya serta mengelola anggaran pendapatan dan belanja pendidikan menengah. Kegiatan ini dimulai dari perencanaan biaya, usaha untuk mendapatkan dana yang mendukung rencana itu, penggunaan, serta pengawasan penggunaan anggaran tersebut.

Penilaian
Dalam waktu-waktu tertentu, sekolah, pada umumnya atau anggota organisasi seperti guru, kepala sekolah, dan murid pada khususnya harus melakukan penilaian tentang seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan tercapai, serta mengetahui kekuatan dan kelemahan program yang dilaksanakan. Secara lebih rinci maksud penilaian adalah untuk: a) memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja pekerjaan tersebut berhasil, b). menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien, c). memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindarkan situasi yang dapat merusak, serta d). memajukan kesanggupan para guru dan orang tua murid dalam mengembangkan organisasi sekolah.

Tujuan Administrasi Pendidikan

Tujuan administrasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan operasional pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.

Tujuan administrasi pendidikan di sekolah dapat dibedakan:

Tujuan jangka pendek
Agar tersusun dan terlaksananya suatu sistem pengelolaan instrumental dari proses pendidikan guna mencapai hal-hal yang menjadi tujuan dari pelaksanaan pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien dan menunjang tercapainya pendidikan di sekolah.

Tujuan jangka menengah
Menunjang tercapainya tujuan institusional masing-masing jenis dan jenjang pendidikan seperti digariskan oleh kurikulum.

Tujuan jangka panjang
Untuk menunjang tecapainya tujuan pendidikan nasional seperti yang digariskan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan.

Lingkup Bidang Garapan Administrasi Pendidikan

Dari uraian di atas, tampak bahwa administrasi pendidikan pada pokoknya adalah semua bentuk usaha bersama untuk mencapai tujuan pendidikan dengan merancang, mengadakan, dan memanfaatkan sumber-sumber (manusia, uang, peralatan, dan waktu). Tujuan pendidikan memberikan arah kegiatan serta kriteria keberhasilan kegiatan itu.

  • Bidang administrasi material: kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi. Seperti: ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, alat-alat perlengkapan.
  • Bidang administrasi personal, yang mencakup di dalamnya persoalan guru dan pegawai sekolah dan sebagainya.
  • Bidang administrasi kurikulum, yang mencakup didalamnya pelaksanaan kurikulum, pembinaan kurikulum, penyusunan silabus, perisapan harian, dan sebagainya.

6. Penuntup Makalah

penutup makalah

Bab IV : Penuntup
Pada penulisan penutup makalah berisi tentang kesimpulan dan saran, bisa anda tulis apa saja yang meurut kalian poin-poin penting, berdasarkan kesimpulan atas tinjauan pustaka pada saat peninjauan penelitian yang telah kalian lakukan dan yang telah kalian pecahkan dalam rumusan masalah.

Silahkan juga dalam penulisan saran, bisa kalian lengkapi dengan penjelasan yang berkaitan sengan apa saja yang bersifat membangun, mengenai penelitian contoh makalah anda, untuk bahan koreksi jangka pendek atau juga sebagai bahan perbaikan kedepannya nanti.

4.1. Kesimpulan
Berisi tentang simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.

4.2. Usulan Dan Saran
Dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan.

Contoh Penutup Makalah #1

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, maka penulis mampu menyimpulkan bahwa bersama dengan makalah “Penggunaan Bahasa Baku didalam junalistik ” menyimpulkan bahwa bahasa didalam junalistik tidak diharuskan tidak hanya memakai satu bahasa saja, namun dapat berupaya untuk mamadukan bersama bahsa lain dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baku dan tepat. Bahasa Indonesia dapat dikembangkan bersama dipadukan bersama bahasa melayu maupun bahasa asing yang lain didalam penerapan di dunia jurnalistik

3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail didalam menyebutkan perihal makalah di atas bersama sumber–sumber yang lebih banyak yang tentunya mampu di pertanggung jawabkan.

Untuk wejangan mampu berisi kritik atau saran kepada penulis supaya mampu untuk menanggapi terhadap analisis berasal dari bahasan makalah yang sudah dijelaskan. Untuk bagian paling akhir berasal dari makalah adalah daftar pustaka. Pada peluang lain akan saya jelaskan perihal daftar pustaka makalah.

Contoh Kata Penutup Makalah #2

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Indonesia sebagaimana yang telah disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 36 bahwa “bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia”. Dimana sejarah Bahasa Indonesia telah tumbuh dan berkembang sejak abad ke VII dari Bahasa Melayu.
Bahasa Indonesia berkembang sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang akhirnya secara yuridis pada tanggal 18 Agustus 1945 secara resmi ditetapkan melalui UUD 1945 pasal 36.

B. Saran

Demikianlah pokok bahasan contoh makalah ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami makalah ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar makalah ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.


7. Daftar Pustaka Makalah

daftar pustaka

Dalam membuat daftar pustaka makalah, biasa berisi tentang semua refrensi atau sumber isi makalah yang dgunakan dalam proses pembuatan makalah. Daftar pustaka makalah bisa berupa informasi dari buku, surat kabar, majalah maupun internet.

Dalam penulisan daftar pustaka jangan sampai ada yang terlewatkan, mulai dari nama, sumber dari mana, tanggal pengambilan sumber, serta dalam penulisan daftar pustaka harus lengkap dan mengikuti dengan penulisan bahasa indonesia yang baik dan benar.

Contoh Daftar Pustaka dari Internet

Cara menulis daftar pustaka yang sumbernya dari internet adalah sebagai berikut:

Raharjo, Budi. 2000. Implikasi Teknologi Informasi dan Internet Terhadap Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan: Siapkah Indonesia?. Diambil dari: www.budi.insan.co.id/articles/riau-it.doc. (30 September 2005)

Contoh Daftar Pustaka dari Jurnal

Jakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 14,No. 4:49-61.

Contoh Daftar Pustaka dari Buku

Aulia, Zafrinaa. 2014. Tips Lulus UN. Jakarta: Bukune
Atau jika kamu belum paham kamu bisa ke sini: Format Penulisan Daftar Pustaka

8. Lampiran Makalah

Lampiran makalah dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan, seperti lampiran yang mendukung contoh makalah ini jika memang ada. Lampiran makalah bisa berupa tulisan atau gambar yang mendukung isi makalah dan memerlukan space yang lebih dari 1 halaman

Contoh Lampiran Makalah

Lay Out Perusahaan ……………………………………………………………………. 90
Struktur Organisasi ……………………………………………………………………… 100

Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar

#1 Contoh Makalah Mahasiswa Lengkap

BAB I

PENDAHULUAN

Makanan merupakan kebutuhan utama manusia untuk hidup, tumbuh dan berkembang. Tanpa makanan tubuh manusia akan menjadi lemas dan kurang bergairah dalam menjalankan aktivitasnya. Pemberian makanan yang bergizi utamanya dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada anak sebaiknya frekuensi makan lebih sering dibanding orang dewasa. Hal ini disebabkan ukuran lambung anak relatif kecil, padahal mereka membutuhkan lebih banyak energi per-kg berat badannya untuk pertumbuhan. Salah satu cara adalah memberikan makan siang. Pada siang hari waktunya makan siang anak – anak masih berada di sekolah jadi diselenggarakan makan siang di sekolah (Utami, 2013).

Penyelenggaraan makanan adalah rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada konsumen dalam rangka pencapaiana status yang optimal melalui pemberian makanan yang tepat dan termasuk kegiatan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi bertujuan untuk mencapai status kesehatan yang optimal melalui pemberian makan yang tepat (Depkes, 2003).

Oktrizanita (2005) yang mengutip pendapat Moehji (1990) bahwa dalam penyelenggaraan makanan baik di institusi ataupun jasa boga, untuk kelancaran terselenggaranya kegiatan penyelenggaraan makanan tersebut secara baik dan cepat didukung juga oleh kecukupan dan kelengkapan peralatan dan perlengkapan yang tersedia. Kebutuhan akan peralatan dan perlengkapan dapur harus disesuaikan dengan arus kerja, unit kerja, menu, dan jumlah konsumen yang dilayani, serta macam pelayanan.

Menurut Spears dan Gregoire (2012), penyelenggaraan makanan terbagi menjadi dua macam yaitu komersial dengan orientasi pada profit dan non komersial atau institusi dengan orientasi pelayanan. Salah satu contoh penyelenggaraan makanan non komersial atau institusi adalah kantin sekolah.

Kantin sekolah adalah sebuah ruangan dalam sebuah sekolah yang dapat digunakan pengunjung untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana. Kantin sendiri harus mengikuti prosedur tentang cara mengolah dan menjaga kebersihan kantin. Makanan yang disediakan kantin haruslah bersih dan halal. Kebersihan makanan dan sanitasi penting untuk diingat bahwa makanan disajikan kepada konsumen harus dijaga dan dijamin kualitas demi keamanan pangan (Hutagalung, 2013).

Tujuan kepenulisan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran dan evaluasi tentang penyelenggaraan makanan di kantin sekolah (lewat beberapa contoh), sekaligus memberikan saran ke depan dalam penyelenggaraan makanan di kantin institusi sekolah tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

Kantin Sekolah

Palacio dan Theis (2011) mengungkapkan bahwa tujuan utama penyelenggaraan makanan adalah menyajikan makanan agar konsumen merasa puas. Memuaskan klien ataupun pelanggan merupakan tujuan utama penyelenggaraan makanan yang tidak melihat latar belakang konsumen. Seperti halnya kantin sekolah yang sudah seharusnya memikirkan kepuasaan dari siswa siswi (konsumen) dari kantin tersebut.

Persyaratan kantin yang sehat menurut Kemendiknas (2011) adalah kantin menyediakan makanan yang bergizi yaitu makanan yang mengandung zat gizi yang diperlukan seorang anak untuk dapat hidup sehat dan produktif sehingga gizi yang baik dan cukup akan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, dan akan meningkatkan kemampuan kecerdasan seorang anak.

Selanjutnya, kantin harus menjaga kebersihan makanan dan penjamah makanan. Makanan yang tidak bersih dan tidak aman dapat menimbulkan keracunan dengan gejala seperti diare, mual, pusing dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit. Kemudian, kantin menjaga keamanan pangan.

Kondisi sanitasi dan higiene yang masih rendah, penggunaan bahan kimia berbahaya secara ilegal dalam proses pengolahan pangan, adanya kandungan cemaran mikroba dan kimia, dan penambahan bahan tambahan pangan yang melebihi ambang batas pada makanan jajanan anak sekolah akan sangat membahayakan kesehatan anak sekolah sehingga kantin yang sehat akan menjaga keamanan makanan yang dihidangkan. Kantin yang sehat harus memiliki sarana dan prasana yaitu tersedia sumber air bersih, tempat penyimpanan, tempat pengolahan, tempat penyajian dan ruang makan, fasilitas sanitasi, perlengkapan kerja dan tempat pembuangan limbah.

Penyelenggaraan Makanan

Pelaksanaan penyelenggaraan makanan merupakan kegiatan yang terdiri dari beberapa rangkaian yang memerlukan tenaga, biaya, peralatan dan bahan. Berikut ini merupakan rangkaian kegiatan pelaksanaan penyelenggaraan makanan (Utami, 2013).

Penerimaan bahan makanan langsung
Penerimaan bahan makanan adalah bahan makanan di terima. Kemudian diterima oleh bagian penerimaan, dan penjual atau rekanan langsung mengirimkan ke bagian penyimpanan bahan kering ataupun bahan segar.

Penerimaan tidak langsung
Penerimaan tidak langsung adalah bahan makanan diterima oleh unit penerimaan dan petugas unit tersebut untuk menyalurkan bahan makanan tersebut ke berbagai penyimpanan.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat di simpulkan bahwa penerimaan bahan makanan sangatlah penting untuk pemeriksaan kualitas dan kuantitas bahan makanan yang diterima.

4) Persiapan Pengolahan Makanan

Pengolahan Bahan Makanan
Tempat pengolahan makanan
(2) Tenaga pengolah makanan atau penjamah makanan

(3) Cara pengolahan makanan

Penyajian Makanan
Evaluasi Penyelenggaraan Makanan di Kantin Sekolah

Evaluasi menurut Arikunto dan Syafrudin (2004) adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan. Evaluasi merupakan aktivitas untuk mengumpulkan informasi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Pihak berwenang dalam menentukan keputusan diharapkan berdasar data atau informasi dari evaluator.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Penyelenggaraan Makanan di Kantin Sekolah merupakan salah satu program yang diterapkan oleh sekolah dalam rangka menjalankan program penyelenggaraan makanan bagi siswa-siswinya, terutama saat mereka berada di sekolah.

Tujuan penyelenggaraan makanan di sekolah tentunya untuk menyediakan asupan gizi bagi siswa-siswi agar mampu mengikuti program pembelajaran di sekolah dengan tubuh yang sehat dan bugar.
Urutan penyelenggaraan makanan dimulai dari pembelian bahan makanan, penerimaan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, hingga setelah jadi dalam bentuk makanan kemudian didistribusikan ke konsumen dalam bentuk penyajian makanan.

Evaluasi program penyelenggaraan makanan diperlukan agar dapat melihat bagaimanan sistem penyelenggaaraan makanan di sekolah, terutama di kantinnya, dapat berjalan dengan baik dan sesuai prosedur kelayakan, agar bisa menyajikan makanan yang sehat dan bergizi bagi siswa-siswi.

Hasil evaluasi penyelenggaraan makanan di kantin dari beberapa sekolah (dari hasil studi literatur) menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki masalah masing-masing dalam program penyelenggaraan makanan di kantinnya, ada yang bermasalah dalam sanitasi dan higienitas, ada yang masih kurang dalam sumber daya manusia penyelenggara, masalah pada tingkat pendidikan dan pengetahuan tenaga penyelenggara, dan juga pada anggaran dananya.
SARAN

Setiap sekolah diharapkan dapat merencanakan dengan baik tata kelola serta program penyelenggaraan makanan di kantinnya masing-masing, mulai dari anggaran dana, penyediaan sampai pengolahan bahan makanan, masalah sanitasi dan higienitas, tenaga penyaji atau pengelola, penyajian makanan, serta kenyamanan tempat, agar siswa-siswi dapat memperoleh fasilitas berupa asupan makanan yang sehat dan bergizi dengan layak dan maksimal.

#2 Contoh Makalah Penelitian

BAB I

PENDAHULUAN

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang, diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada ibu hamil (WHO, 2013). Menurut hasil Riskesdas 2013, prevalensi anemia di Indonesia yaitu 21,7% dengan penderita anemia berumur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan 18,4% penderita berumur 15-24 tahun. Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 50,5%. Wanita mempunyai risiko terkena anemia paling tinggi (Kemenkes RI, 2013). Jumlah Ibu hamil anemia yang cukup besar terdapat di Kabupaten Sukoharjo, dimana pada tahun 2015 didapatkan jumlah sebesar 1.773 yang mengalami anemia dari total 13.419 ibu hamil atau sekitar 13% dari jumlah total ibu hamil (Dinas Kesehatan Sukoharjo, 2015).

Ada bukti kuat yang menunjukkan kejadian anemia pada saat kehamilan sangat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dalam kandungan dan bagaimana kelahirannya kelak, seperti kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan keadaan kesehatan lainnya (Li, et al., 2016). Kejadian BBLR di Indonesia memiliki prosentase sebesar 10,2% dari seluruh bayi lahir pada tahun 2013, prosentase sebesar 10% dari seluruh bayi lahir di Jawa Tengah, (Riskesdas, 2013) dan pada tahun 2015 tercatat ada 3,9% dari seluruh bayi lahir di Kabupaten Sukoharjo (Dinas Kesehatan Sukoharjo, 2015).

Belum banyaknya studi dan penelitian yang mendalam tentang hubungan ibu hamil anemia dengan berat badan lahir bayi, maka peneliti akan melakukan penelitian ini untuk melihat apakah ada hubungan antara ibu hamil anemia dengan berat badan lahir bayi di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

BAB II

METODE PENELITIAN

Rancangan penelitian menggunakan desain Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Waktu penelitian adalah bulan Januari-Maret 2018, dengan sampel penelitian adalah Ibu Hamil Anemia di Sukoharjo yang melahirkan pada tahun 2016-2018. Pemilihan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling.

Berdasarkan besarnya perhitungan sampel dengan rumus (Notoatmodjo, 2012): Didapatkan hasil total sampel adalah 111 orang. Analisis data menggunakan Pearson Correlation dengan nilai signifikasi p<0,05. Untuk memperoleh data hasil penelitian, maka penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data dengan: Pengisian Formulir dan Wawancara.

BAB III

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan data penelitian, maka didapatkan hasil analisis hubungan antara Ibu Hamil Anemia dengan berat badan bayi yang dilahirkan adalah p(0,000), artinya ada hubungan yang signifikan. Wanita hamil anemia memiliki lebih tinggi risiko melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan wanita non-anemia yakni 1,25 kali. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bian et al., (2013) anemia selama kehamilan memiliki 1,51 kali risiko lebih tinggi untuk BBLR dengan P <0,01 (Yi et al, 2013).Pada saat hamil, seorang wanita bisa mengalami perubahan pola tidur sebesar mulai 13% sampai meningkat menjadi 80% pada Trimester I, dan akan semakin meningkat tinggi dari angka 66% sampai 97% di Trimester III. Menurut National Sleep 2007, 79% wanita hamil mengalami gangguan tidur dan durasi tidur yang tidak normal, dan lebih dari 72% wanita hamil akan mengalami terbangun pada malam hari sehingga mengganggu kualitas tidurnya. Perubahan tidur ke arah yang lebih buruk ini bisa mengakibatkan kondisi fisik ibu semakin melemah karena mengalami kelelahan, dan beberapa penyakit yang menyertai (Razaei, et al, 2012).

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan ibu hamil anemia dengan berat badan lahir bayi di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Hendaknya petugas kesehatan mampu memberikan pendampingan dan penyuluhan terkait faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kasus BBLR agar ibu hamil dapat menjaga kesehatannya dengan baik, tidak anemia, karena dapat berpengaruh pada berat badan lahir bayi.

#3 Contoh Makalah Karya Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penyakit kanker merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Amerika Serikat. Di Indonesia terdapat kecenderungan peningkatan jumlah penderita kanker dari tahun ke tahun. Pada umumnya, kanker timbul karena paparan terhadap suatu karsinogen secara berkali-kali dan aditif pada dosis tertentu, tetapi pada keadaan tertentu dapat juga timbul dari dosis tunggal karsinogen.1

Perkembangan kanker dipengaruhi oleh banyak faktor dan pada umumnya merupakan interaksi antara faktor gen dan faktor lingkungan, khususnya lingkungan mikro yang ada sekitar kanker. Isu sentral saat ini adalah adanya hubungan antara perubahan genetik yang menyebabkan kanker dengan aktivasi reaksi inflamasi pro kanker. Inflamasi sebagai lingkungan mikro kanker, respon inflamasi memegang peran penentu dalam berbagai stadium perkembangan kanker.2

Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat-zat mikrobiologik. Inflamasi adalah usaha tubuh untuk menginaktifasi atau merusak organisme yang menyerang, menghilangkan dan mengatur derajat perbaikan jaringan.3

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Bam, dkk (2016)4, ditemukan hasil bahwa pasien Post-traumatic stress disorder (PTSD) mengalami inflamasi sistemik kronis. Namun, jalur molekuler yang terlibat dan mekanisme yang mengatur ekspresi gen yang terlibat dalam jalur inflamasi pada PTSD dilaporkan tidak cukup. Melalui RNA sequencing dan miRNA microarray, mereka mengidentifikasi 326 gen dan 190 miRNA yang berbeda secara signifikan dalam tingkat ekspresi mereka di PBMC pada pasien PTSD. Ekspresi pasangan gen yang diekspresikan secara berbeda dan miRNA menunjukkan hubungan terbalik dalam ekspresi mereka. Analisis fungsional dari gen yang diekspresikan secara berbeda menunjukkan keterlibatan mereka dalam jalur kanonik khusus untuk sistem kekebalan tubuh. Analisis metilasi DNA dari gen yang diekspresikan secara berbeda juga menunjukkan tren bertahap menuju perbedaan antara kontrol dan pasien PTSD, menunjukkan peran kemungkinan adanya mekanisme epigenetik pada peradangan (inflamasi) PTSD.

Berdasarkan dari tinjauan pustaka dan penelitian tersebut, maka penulis mencoba menguraikan sedikit tentang hubungan antara sistem epigenetik dalam tubuh yang berhubungan dengan sistem imun atau kekebalan tubuh yang dapat berdampak pada timbulnya inflamasi atau peradangan sehingga menyebabkan kanker atau penyakit kronik lainnya.

Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan antara epigenetik dengan sistem imun?

Tujuan

Menganalisis apakah ada hubungan antara epigenetik dengan sistem imun.

BAB II

PEMBAHASAN

Epigenetika merujuk kepada perubahan fenotip yang merupakan ekspresi gen yang disebabkan oleh perubahan–perubahan mekanis selain dalam urutan DNA. Kajian epigenetika abad ke–20 dan 21 telah menunjukkan kemutakhirannya dengan menerapkan pada kajian–kajian seluler untuk kemanfaatan pertumbuhan dan perkembangan manusia, epidemiologi, penyakit, klinis, nutrisi, kedokteran gigi dan psikologis.5

Sedangkan menurut Munasir (2001)6, sistem imun merupakan sistem koordinasi respons biologik yang bertujuan melindungi integritas dan identitas individu serta mencegah invasi organisme dan zat yang berbahaya di lingkungan yang dapat merusak dirinya. Sistem imun mempunyai sedikitnya 3 fungsi utama. Yang pertama adalah suatu fungsi yang sangat spesifik yaitu kesanggupan untuk mengenal dan membedakan berbagai molekul target sasaran dan juga mempunyai respons yang spesifik. Fungsi kedua adalah kesanggupan membedakan antara antigen diri dan antigen asing. Fungsi ketiga adalah fungsi memori yaitu kesanggupan melalui pengalaman kontak sebelumnya dengan zat asing patogen untuk bereaksi lebih cepat dan lebih kuat daripada kontak pertama.

Ternyata, ada hubungan yang bisa menjadi sebab akibat suatu penyakit atau kondisi abnormal dalam tubuh manusia yang disebabkan oleh sistem epigenetk dan sistem imun atau pertahanan tubuh. Hal tersebut dipaparkan oleh Arijana (2016)7, bahwa sistem imun alamiah dan adaptif dipengaruhi oleh lncRNA (long non coding RNA) sebagai salah satu regulatornya. Berbagai studi menunjukkan peran lncRNA sebagai regulator pada system imun seperti penelitian oleh Guttman et al. (2009) menemukan bahwa sel dendritik CD11c+ menghasilkan ribuan jenis lncRNA saat distimulasi oleh lipopolisakarida (LPS). Lipopolisakarida akan dikenali oleh tubuh melalui TLR4 (Toll-like receptor) dan stimulasi TLR4 oleh LPS ini akan mengaktifkan factor transkripsi seperti interferon regulatory factors (IRFs), nuclear factor kappaB (NF-κB) and activator protein 1 (AP-1). Signal TLR juga akan menginduksi lncRNA salah satunya lncRNA-Cox2 yang kemudian dapat bertindak sebagai repressor ataupun aktivator gen. LncRNA atau long non coding RNA adalah ranskrip yang mempunyai panjang lebih dari 200 nukleotida namun tidak mengkode suatu protein. Long non coding RNA mempunyai implikasi terhadap proses perkembangan, kanker, genomic imprinting dan perkembangan terkini. Selain itu, lncRNA mempunyai peran penting sebagai regulator dalam sistem imun alamiah maupun adaptif.

Sedangkan dalam penelitiannya, Paparo (2014)8 membuktikan bahwa ada mekanisme epigenetik yang mengatur ekspresi gen selama diferensiasi kekebalan tubuh (imunitas), yang secara langsung dipengaruhi oleh faktor makanan atau tidak langsung melalui modifikasi mikrobiota usus yang diinduksi oleh kebiasaan makan yang berbeda. Asam lemak rantai pendek, khususnya butirat, yang diproduksi oleh bakteri yang merupakan mikrobiota usus, adalah pemegang peran penting dalam kondisi ini.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Ada hubungan antara epigenetik dan sistem imun, yaitu adanya lncRNA (long non coding RNA) yang ternyata dapat berperan sebagai regulator yang dapat mengaktifkan sistem imun dalam tubuh manusia. Selain itu, dalam kebalikannya, aktivitas gen yang disebabkan konsumsi makanan atau asupan gizi manusia dapat menyebabkan perubahan sistem imun di dalam tubuh.

SARAN

Setiap orang perlu menyadari sendiri bahwa kondisi sistem imun atau kekebalan tubuh sangat penting untuk melawan adanya benda asing baik itu virus, bakteri, atau apapun yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Selain itu, sistem imun yang lemah dapat memicu timbulnya kondisi abnormal yang bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis dan bahkan tumor serta kanker. Dari kesemuanya itu ternyata berawal dari apa yang dimakan oleh seseorang. Sehingga sangat penting bahwa siapapun perlu memperhatikan apa yang dimakannya dan adanya program ketat dari pemerintah, serta pengawasan yang sangat massif tentang asupan gizi dari masyarakat. Dengan pengawalan serta edukasi yang maksimal dari pemerintah, serta kesadaran diri dari setiap individu masyarakat, maka angka kesehatan akan naik sebab terkendalinya asupan gizi yang mampu menjaga sistem kekebalan alami dalam tubuh tetap kuat untuk melawan berbagai penyakit dan benda asing yang dapat mengganggu kesehatan.

#4 contoh makalah pdf

Nah, itulah contoh makalah yang benar. Yang perlu diperhatikan dalam menyusun makalah adalah kerangka yang benar dan penulisan menggunakan bahasa yang formal. Selain itu juga sumber yang digunakan harus benar dan kalau bisa yang sudah update (10 tahun belakangan).

Jadi tidak menggunakan sumber di tahun 1900.an, karena akan membuat sedikit tidak singkron dengan keadaan di tahun 2000.an. Contoh makalah diatas bisa digunakan untuk referensi dalam pembuatan tugas atau karya ilmiah. Nanti akan saya share cara penulisan skripsi sesuai format yang berlaku.

Baca juga:


Contoh Makalah


Pencarian Terbaru tentang contoh makalah:

  • contoh makalah singkat
  • contoh makalah penelitian
  • contoh makalah mahasiswa lengkap
  • kumpulan contoh makalah yang baik dan benar
  • contoh makalah smp
  • contoh makalah pdf
  • contoh makalah sederhana
  • contoh makalah sma

Rating

Leave a Comment