1001+ Kata Kata fiersa besari Tentang Cinta


Kata-Kata Fiersa Besari – Fiersa Besari adalah salah satu penulis yang berasal dari indonesia yang sangat populer saat ini. Selain menulis beliau juga merupakan seorang musisi dan pegiat alam. Saat ini ia telah menerbitkan beberapa karyanya dalam bentuk buku diantaranya adalah berjudul Arah Langkah, Catatan Juang, Konspirasi Alam Semesta, dan Garis Waktu : Sebuah Perjalanan Menghapus Luka,

100+ Kata-Kata Mutiara Fiersa Besari Tentang Cinta
sumber: twitter.com/fiersabesari

Kata kata Fiersa Besari

Denganmu,
basa-basi
terasa berisi.

Absurd sekali, kita. Cerita berjam-jam, lalu hilang kabar berhari-hari. Merindu diam-diam, hingga tidak lagi saling mencari.

Kau lama balas chat karena tidak mau terlihat ngebet, itu saya tahu.

Pernah juga ada yang bertanya, “Fiersa Besari ya?” Saya jawab, “Bukan, salah orang.” Dia balas, “Ah, Fiersa ini.” Saya jawab, “Bukan.” Dibalas lagi, “Fiersa, kan.” Saya menyerah, “Iya.” Dia malah bilang, “Eh, bukan deh, mirip doang,” sambil berjalan pergi.

Ya Allah … gini amat.

“Semalam aku mimpi kamu. Kamu baik-baik aja kan?” – Fiersa Besari

Kita pernah muda, bodoh, dan tidak berani menyatakan rasa. Hingga akhirnya kau bertanya, “Lho, kenapa enggak bilang dari dulu?” ketika semuanya sudah terlambat.

Roda kehidupan berputar. Yang terbiasa diberi undangan pun kelak akan memberi undangan.

“Kau yang terbaik, juga terburuk. Kau yang mengajari arti patah hati. Kau beri harap, lalu kau pergi. Garis waktu takkan mampu menghapusmu.”

Hari Minggu beberapa tahun yang lalu: Aku main ke rumahmu, bertemu orang tuamu. Meski gugup, rasanya menyenangkan Hari Minggu kali ini: Aku scroll timeline, melihat foto keluarga kecilmu yang bahagia Aku menghela napas. Rasa benci dan perihnya sudah lama hilang. Kenangannya menetap

Jatuh hati, kurang menyenangkan jika dilakukan sendirian.

Sudah beberapa lama tidak menyapa. Bagus, pertahankan. Jangan goyah. Jangan hancur oleh sebuah “hai apa kabar?”

Tahu punya hati setelah dipatahkan.
Tahu dia berarti setelah ditinggalkan

Cemberutmu yang merayu, rambutmu yang bau apek, obrolanmu yang tak fokus kudengarkan, tawamu yang adiktif, matamu yang menjelma bimasakti, genggamanmu yang membuat jantungku berlomba . Tolong kosongkan sampingmu, karena di sanalah tempatku pulang.

Bagian termiris adalah, sekuat apa pun kita memperjuangkan, akan selalu ada yang berkata, “Apaan sih? Lebay banget.”

Alhamdulillah masih bisa bangun dengan kondisi normal. Jangan sampai tidak menghargai kesehatan sendiri sampai dikasih sakit.

“Menemanimu, suka dan duka, setiap hari, bukan hanya 14 Februari.” – Fiersa Besari

Janjian. Tidak perlu memberi tahu kalau sedang rindu. Malah membuat tidak fokus bekerja dan ingin cepat bertemu. Semisal pekerjaan sudah beres, saya langsung ke sana saja. Nanti gantian, kau yang ke sini . Sementara waktu, saling mendoakan.

Kau dengan duniamu saja. Biar saya dengan dunia saya. Tidak perlu saling saling memaksa suka hobi masing-masing. . Nanti, kalau sudah waktunya bertemu, kita akan punya banyak hal untuk diceritakan, juga didengarkan. . Tapi, selagi jauh, tolong jaga kepercayaan. . Terima kasih

Kau tahu, pertanyaan “Apa kabar?” dariku cuma basa-basi. Aku tahu, kau sedang tidak baik-baik saja. Kita tahu, dia melukaimu lagi dan lagi, aku mengobatimu lagi dan lagi.
Aku menanti
kau keras hati.

Anda ini betah sekali tinggal di ingatan saya.

Urusan kita selalu saja aku yang tidak bisa menetap dan kau yang tidak bisa menetapkan.

“Senyumanmu membuat nyali ciut. Jangan bersedih, kau jelek jika cemberut. Hingga kulitmu keriput, hingga ragaku tak lagi kuat. Hati ini takkan pernah tua” Fiersa Besari


Kata kata Fiersa Besari tentang alam

Langit sering jahil. Kalau dipuji cerah, mendadak hujan.

Bagi saya sendiri, esensi langit merah dan doa-doa menjelang azan magrib itu tidak mengingatkan akan romantisme apa pun kecuali masa kecil di mana saya pulang dari sekolah (dulu sekolah siang), mencekik tebu, tertawa bersama kawan-kawan, sambil sesekali mengelap ingus.

Nikmatilah sore harimu bersenja-senja mania hari ini. Karena kelak, soremu akan diisi dengan memanggil anak yang enggan pulang main layangan padahal sudah hampir azan magrib.


Kata kata Fiersa Besari tentang gunung

Dia menekankan untuk tak sepertinya yang terlalu nyaman naik-turun gunung, sampai lupa mencari jalan pulang. Dia juga berkata, yang membuat segalanya jadi runyam adalah pertimbangan yang tidak perlu. Tugas lelaki adalah menuruti pernikahan yang diimpikan perempuannya. Tak perlu berdebat.


Kata kata Fiersa Besari tentang maaf

Lagi dan lagi,
kau aku maafkan.
Aku kau manfaatkan.

Hakmu menolakku. Hakku mengejarmu. Demokrasi.


Kata kata Fiersa Besari tentang patah hati

“Selalu ada satu orang yang teristimewa, tak tergantikan. Kuhanya rindu kita yang dulu. Tidak bermaksud curi hatimu. Kau telah dengannya. Aku pun juga sama.”

“Melihatmu tersenyum, walau tak pernah berbalas. Bahagiamu juga bahagiaku.”

“Bila kau butuh telinga untuk mendengar, bahu untuk bersandar, raga untuk berlindung. Pasti kau temukan aku di garis terdepan, bertepuk dengan sebelah tangan.”


Kata kata Fiersa Besari tentang kopi

Pengagum senja, penyesap kopi, penikmat rindu, penimba ilmu, peninggi badan, pemanjat sutet, pembuka simontok, penyembah tutup botol.


Kata kata Fiersa Besari tentang perjalanan

Aku tidak tahu dimana ujung perjalanan ini, aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, selama aku mampu, mimpi-mimpi kita adalah prioritas.

Dunia ini tidak kecil. Kau saja yang banyak main.

Mau sampai kapan pura-pura lupa atas masa lampau yang sebetulnya tidak pernah alpa?


Kata kata Fiersa Besari tentang ibu

Kalau punya mesin waktu, saya ingin menghentikan waktu yang membuat keriput dan uban Ibu bertambah.
Saya benci melihatnya menua.

Kalau kangen, tidak perlu bilang.
Pulang!

Entah bertempat di langit, di layar kaca, di radio, atau di internet, semua bintang pasti akan redup, mati dan dilupakan pada waktunya.

Kau jadi dirimu saja. Saya menyukaimu karena itu. Kalaupun ada yang mesti diubah, kita diskusikan dulu. Tidak ada yang perlu dipaksakan.

Tidak mau coba main film? Aktingmu sudah bagus.

Mulai mempertanyakan alam raya, galaksi, planet-planet dan eksistensi saya di muka bumi ketika pagi-pagi belum juga ingin buang air besar.

Kita tidak bisa mengubah orang lain menjadi seperti apa yang kita mau. Tapi, kita selalu bisa ngatain. – Fiersa Besari

Semua perihal kebiasaan. Yang tadinya terbiasa apa-apa berdua, jadi terbiasa mandiri. Yang tadinya terbiasa chatting sampai tengah malam, jadi terbiasa produktif berkarya. Yang tadinya terbiasa sakit sesakit-sakitnya, jadi terbiasa biasa-biasa saja.

“Terhempas, membias, dan tak tentu arah. Kau terus pergi. Memberi harapan, menafikan lagi, dan lagi. Coba kau cari siapa yang mampu menunggumu, akulah orang itu.”

Akan tumbuh dalam hatimu, perasaan tidak adil ketika memberi pada kekasih tapi tidak pada orang tua.

Padahal, dari awal sudah janjian, jangan bawa perasaan. Kau saja yang ngeyel. Kan jadinya saya juga ikutan ngeyel.

Sepertinya, kita tidak pernah benar-benar selesai dengan kita.

Rapat di dalam rapat: interruption
Mimpi di dalam mimpi: inception
Partikel di dalam atom: nucleon
Aku di dalam hidupmu: never an option.

Perasaan mulas datang dan pergi. Sudah nongkrong cantik di toilet, yang keluar hanya harapan palsu. Kini kusadari, perutku mengkhianati diri sendiri.

Kita hidup untuk sebuah tujuan. Menjadi manusia tidak berguna juga adalah sebuah tujuan. – Fiersa Besari

Waktu senang dibilang sombong. Waktu susah boro-boro ditolong. Waktu senang dibilang lupa. Waktu susah dilupakan.

Aku yang memberi bukti. Dia yang mendapat hati.


Kata bijak Fiersa Besari

Bukan bagaimana cara kita mati, tapi bagaimana cara kita menghabiskan hidup.

Pernah pada zaman dahulu kala, mengendap-ngendap mengambil air dari dispenser, sambil melihat kanan-kiri, takut orang tua tiba-tiba lewat. Hening. Tahu-tahu air galon berbunyi. Panik. Lari bawa gelas.

Tidak semua hal yang putus harus kembali diikat. Beberapa hanya perlu diingat. – Fiersa Besari

Tidak perlu membiarkan hinaan mempengaruhimu. Kalau dirasa harus diperjuangkan, perjuangkan saja. Hidupmu bukan hidup mereka.

Untuk apa mengorek, kalau tidak mengoreksi?

Saya ingat betapa beberapa tahun lalu keluhan kita berdua adalah tentang patah hati karena terpaksa berpisah. Syukurlah kini keluhanmu hanya tentang betapa menyebalkannya hari seninmu, sementara keluhanku adalah perihal melihatmu mengeluh.

Yang dulu jadi alasan tertawa, mungkin kita tangisi sekarang. Yang dulu kita tangisi, mungkin jadi alasan tertawa sekarang. Ada baiknya apa-apa tidak berlebihan agar kelak tidak malu sendiri.

Seribu rupiah juga uang. Kalau sejuta kurang seribu, tidak akan jadi sejuta.

Semua jantung akan berhenti berdetak. Bukan seberapa banyak detaknya yang terpenting, tapi untuk apa dan untuk siapa jantung kita berdetak. – Fiersa Besari

“Di bawah bintang, kita merebah, saling berpandangan dan tersipu malu.”

Senang mengenang,
membingkai bangkai,
menyuka luka,
menikmati mati,
kemudian lupa
waktu tak pernah alpa.

Bahagia itu sederhana. Bisa minum air putih setelah seharian kering tenggorokan misalnya. – Fiersa Besari

Yang tiada, mungkin akan ada. Tapi, yang ada, pasti akan tiada. Yang sendirian, mungkin akan bersama. Tapi, yang bersama, pasti akan sendirian. . Jadi yang berpasangan tidak perlu merasa lebih baik dibanding yang jomblo. Karena toh, liang lahat pun tidak diciptakan untuk berdua.

Hidup adalah perjalanan yang akan senantiasa membuat kita kotor. Jangan lupa membersihkan diri. Bukan hanya raga, tapi juga hati. Maaf untuk segala buruk yang pernah saya perbuat; maaf untuk segala baik yang belum saya lakukan.

Terlalu pandai menduga-duga, lalu mundur karena berprasangka tanpa memastikan . Ternyata salah paham. Lantas menyesal.


Caption Fiersa Besari

“Sampai kapan kau mau begini, menjalani kisah rahasia? Tak sadarkah, di balik senyuman, sungguh aku terluka. Jika kau tidak bisa pastikan, sudahlah aku mengalah saja. Kau adalah pemenang walaupun aku juara kedua.”

Semakin ke sini, semakin saya sadari, bahwa ketika orang tua terlihat antusias mendengarkan cerita saya, ia bukannya benar-benar paham perihal dunia saya, ia hanya sedang berbahagia karena dilibatkan dalam dunia saya. – Fiersa Besari

Mengancam bunuh diri ketika patah hati bukanlah opsi.

Lindungi diri sendiri dulu sebelum melindungi orang yang kau paksa balikan.

“Engkau adalah rumah, tempat yang paling indah. Di pelukanmu, Sayang, aku akan pulang” . Tetap semangat untuk Kawan-kawan yang jauh dari kampung halaman dan harus merasakan pahit mahalnya tiket pesawat. – Fiersa Besari

Sepenting-pentingnya usaha online, tetap lebih penting keluarga. Karena, harta yang berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga.

Kekalahan membuat manusia lebih kuat, asalkan kita bisa menerima, mempelajari, lalu bangkit kembali untuk berjuang di kemudian hari.

“Semestinya merangkul, bukan saling memukul. Semestinya memeluk, bukan saling menusuk. Warna kulit berbeda. Keyakinan berbeda. Memang kenapa? Memang kenapa? Kita saudara.”

Ternyata, bukan hanya miras yang memabukkan. Kekuasaan dan keyakinan pun juga. Dan selayaknya orang sedang mabuk, dinasihati bagaimana pun juga takkan mempan.

Introspeksi, bukan interupsi.

Ini, kawan saya, setiap kalah main game, menyalahkan stick terus. Ada-ada saja.

Ketika kalah, memang lebih mudah menyalahkan hal lain dibandingkan diri sendiri. – Fiersa Besari

Tadi, bulu hidung saya tidak sengaja rontok ketika saya sedang menyemprotkan ingus. Iseng, saya cabut sehelai rambut di kepala, lalu saya sandingkan di sebelah bulu hidung. Betapa hancurnya hati ini ketika tahu bahwa rambut saya tidak setebal bulu hidung. Hidup ini tidak adil.

“Iya :)” milikmu, dan praduga-praduga yang muncul di kepala saya.

Jangan sampai, anak kita kelak menanggung beban dari apa-apa yang kita kerjakan hari ini, hanya karena kita tidak pandai mengelola keuangan.

Terima kasih, tidak ada uang di dunia ini yang sebanding dengan kebahagiaan saya melihat beliau bahagia. Dari Bapak saya juga belajar, meski dengan cara yang pahit, untuk tidak berutang. Lebih baik hidup sederhana tapi tidak dikejar-kejar utang, Bosku. Utang itu diwariskan.

Kata mutiara Fiersa Besari

Catatan untuk diri sendiri: Tetap sebarkan kebaikan. Siapa tahu besok meninggal.

Tundukkan kepala untuk kesejahteraan yang belum merata. Angkat kepalan untuk memperjuangkan keadilan. – Fiersa Besari

Tatkala hati kita tak kunjung mencair, kau menyublim hingga ke titik beku. Aku menguap hingga ke titik jenuh.

Sudah, jangan diteruskan. Kita sama-sama sedang cape. Nanti malah ribut. Makan dulu sana.

Permasalahan dengan media sosial adalah: kau terlalu meminta diperhatikan, sampai-sampai ketika perhatian dunia tidak seperti yang kau harapkan, kau malah sibuk menjelaskan apa-apa yang belum tentu orang lain ingin dengarkan.

Pada akhirnya kau akan tersadar, tidak apa-apa berwajah standar, asal bisa jadi tempat bersandar. – Fiersa Besari

“Ada engkau dalam setiap doaku. Sungguh aku rindu berbagi tawa. Kini kita tidak lagi menyapa. Biarlah hanya dari kejauhan.”

Yang main-main tidak perlu dianggap serius. Yang tidak punya hati tidak perlu dimasukkan dalam hati. Yang tidak punya perasaan tidak perlu dibawa perasaan. – Fiersa Besari

Segala sesuatu di muka bumi, cepat atau lambat akan berakhir. Kita pakai jalur yang paling lambat saja, ya.

Semoga Senin-mu menyenangkan. Jangan terlambat makan.

Dulu, kau biasa melenguh di atasku. Kini, kau mahir mengeluh di sebelahnya. Ini bahagiamu?

“Hingga kejamnya waktu menarik paksa kau dari pelukku. Lalu kita kembali menabung rasa rindu. Saling mengirim doa. Sampai nanti, sayangku.”

Tidak peduli ujungnya bakal sakit hati, memang sudah menjadi kebutuhan manusia untuk jatuh hati. Sama seperti orang kenyang yang akan lapar lagi. – Fiersa Besari

Suatu saat nanti, kau akan menertawakan diri sendiri yang terlalu sibuk membenci seseorang hingga berkelahi. Mau tahu yang tertawa paling keras? Yang menonton baku hantam.

Mengeluh sajalah, manusiawi. Tapi jangan lupa bersyukur karena masih bisa mengeluh. – Fiersa Besari

Pepatah berkata, “Lakukan hal yang kau sukai, sukai hal yang kau lakukan,” seolah hidup sesimpel itu. Padahal, ada banyak hal yang mesti kita lakukan, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, demi kebahagiaan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.

Hidup adalah perjalanan. Bahkan jejak yang terburuk pun berhak melangkah menuju kebaikan. Bahkan manusia yang terbangsat pun berhak mendapatkan pengampunan.

Kita semua menunggu sesuatu. Skalanya saja yang berbeda. – Fiersa Besari


Kata Kata Fiersa Besari Tentang Cinta

Nah, di bawah ini sudah infastpedia siapkan 40 kumpulan quotes, tweet, kata kata bijak, kata kata mutiara Fiersa Besari Tentang Cinta yang bagus banget jika kita jadikan sebagai satus facebook atau caption instagram, status whatsapp maupun media sosial lainnya.

Cinta itu tidak kenal etika, hilang tanpa permisi bahkan di waktu tak terduga. kadang kita harus mengalah pada kenyataan bahwa apa yang kita berikan tidak mesti sama dengan apa yang kita terima. ~ Fiersa Besari

Jika jatuh cinta tanpa alasan kenapa putus cinta butuh alasan? ~ Fiersa Besari

Darimu aku belajar untuk mendamba, berharap, jatuh cinta, patah hati, hingga kemudian sembuh dan mampu melangkah lagi. ~ Fiersa Besari

Kau tahu, kenapa kebanyakan pegiat alam susah dapat jodoh? Karena, di gunung, kami banyak belajar tentang cara berbagi, cara mendengarkan, cara merawat, juga cara mencintai. Tapi, kami tidak pernah belajar tentang cara memiliki. ~ Fiersa Besari

Seperti apakah warna cinta? Apakah merah muda seperti rekahanya Ataukah kelabu seperti pecahanya? ~ Fiersa besari – Konspirasi alam semesta

Dan seperti musik, sejenuh apapun kita pada cinta, pada akhirnya akan selalu ada satu lagu yang mampu membuat kita kembali merindukan seseorang. kemudian, kita kembali terjatuh, kembali hancur dan kembali sembuh.  ~ Fiersa Besari – Catatan Juang

Jatuh cinta tidak pernah bisa memilih. Tuhan memilihkannya. Kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonus. ~ Fiersa Besari

Cinta memang sederhana. Tapi juga perlu sebuah keseriusan. Kuharap dia tau ku disini menyapanya. ~ Fiersa Besari

Kemudian, satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu. Dan hatimu takkan memberikan pilihan apa pun kecuali jatuh cinta, biarpun logika terus berkata bahwa risiko dari jatuh cinta adalah terjerembab di dasar nestapa. ~ Fiersa Besari

Katanya “cinta itu tidak boleh egois”. Bukankah hati akan egois, jika separuh darinya meninggalkan tangis? ~ Fiersa Besari

Darimu aku belajar untuk mendamba, berharap, jatuh cinta, patah hati, hingga kemudian sembuh dan mampu melangkah lagi. ~ Fiersa Besari

Cinta adalah reaksi kimia yang kelak mungkin saja bisa menghilang. ~ Fiersa Besari – Garis Waktu

Cinta takkan pernah habis meski wujud telah habis. ~ Fiersa Besari

Aku hanya pengagummu di balik layar saja,apakah ini yang dirasakan cinta rahasia banyak nyesek nya? ~ Fiersa Besari

Bahwasannya cinta bukan hanya harta dan tahta, tapi juga wisata. ~ Fiersa Besari

Cinta membuatmu bertekuk lutut. Jika ia merendahkanmu, tinggalkan. Jika ia rela bertekuk lutut bersamamu, jangan lepaskan. ~ Fiersa Besari

Ketika alam sedang berkonspirasi, ada garis waktu yang harus kugapai untuk menemukan apa warna cinta sesungguhnya? ~ Fiersa Besari

Cinta bukan menyatukan perbedaan, tapi memahami dan menerima perbedaan. Bukan menyeragamkan, tapi mewarnai satu sama lain. ~ Fiersa Besari

Kau bisa tidak percaya dengan orang yang kau cinta, tapi kau selalu bisa cinta pada orang yang kau percaya. ~ Fiersa Besari

Bukankah bahagia itu hak? Lalu mengapa kau masih bertahan disakiti? Cinta pun harus waras. ~ Fiersa Besari

Cinta sejati adalah dia yang bahkan saat kau jauh darinya, setiap kali kau memikirkannya, kau sudah merasa ada di rumah. ~ Fiersa Besari

Yang boleh digantungkan setinggi langit itu cita-cita, bukan cinta. ~ Fiersa Besari

Pada cinta yang tertunda, bertahanlah. Pada cinta yang terputus, tersenyumlah. Dia akan datang dalam bentuk yang lebih indah. ~ Fiersa Besari

Jatuh cinta dan patah hati berulang kali tidak membuktikan kau bodoh, itu hanya membuktikan kau cukup berani untk mencba berbahagia. ~ Fiersa Besari

Ada yang memandang ia yang angkuh menjulang. Ada yang menanti ia yang tak punya hati. Ada yang lupa bahwa jatuh cinta tidak diminta. Ada yang lupa bahwa rasa tidak bisa dipaksa. ~ Fiersa Besari

Cinta tidak menjadi keren dengan relationship goals, atau dengan anniversary bulanan, atau dengan penembakan dramatis bak sinetron-sinetron. Cinta menjadi keren ketika seorang lelaki datang kepada orangtua perempuannya untuk melamar. ~ Fiersa Besari

Perasaan laksana hujan; tak pernah datang dengan maksud yang jahat. Keadaan dan waktulah yang membuat kita membenci kedatangannya. ~ Fiersa Besar

Cara terburuk untuk patah hati adalah dengan memperlihatkan pada orang yang sudah membuat kita patah hati bahwa kita semenyedihkan itu. Jangan. Buktikan bahwa hidup kita lebih baik tanpa dia. Bekerja lebih keras,berkarya kebih banyak. ~ Fiersa Besar

Komunikasi adalah kunci. Karena kelak saat kita sudah tua dan tak bisa apa-apa, yang akan kita lakukan hanyalah duduk di kursi goyang, memandang gemintang sambil berbincang. ~ Fiersa Besar

Sebenar-benarnya cemburu yang menyakitkan adalah cemburu pada seseorang yang tidak peduli akan perasaan kita. ~ Fiersa Besar

Dijaga, bukan  dikekang. Dipeluk, bukan dicekik. Dipercayai, bukan dicurigai.  Diperjuangkan, bukan dipaksakan. ~ Fiersa Besar

Kadang, yang terindah  tak diciptakan untuk dimiliki. Cukup dipandangi dari jauh, lalu syukuri  bahwa ia ada di sana untuk dikagumi dalam diam. ~ Fiersa Besar

Aku yakin kamu bisa bikin orang yang kamu sayangi bahagia. Kamu cuma hadir di waktu yang salah. ~ Fiersa Besari – Ana kepada Juang dalam Konspirasi Alam Semesta

Kau tahu, persamaanmu dengan senter yang baterainya sudah lemah? Sama-sama membuatku tahu arah melangkah. Di saat yang sama, sama-sama membuat segalanya tidak jelas. ~ Fiersa Besar

Kita berdua hanyalah dua orang yang senang membohongi perasaan masing-masing. . pura-pura tidak peduli hingga akhirnya patah hati. ~ Fiersa Besar

Cara terburuk untuk patah hati adalah dengan memperlihatkan pada orang yang sudah membuat kita patah hati bahwa kita semenyedihkan itu. Jangan. Buktikan bahwa hidup kita lebih baik tanpa dia. Bekerja lebih keras,berkarya kebih banyak. ~ Fiersa Besar

Tidak ada satu pun orang yang suka diperlalukan sebagai pilihan (untuk urusan hati) ~ Fiersa Besar

Kadang ‘rasa’ hanya untuk dinikmati dalam kesendirian, dengan setumpuk harapan. ~ Fiersa Besar – Konspirasi Alam Semesta

Pura-pura tidak peduli boleh saja, tapi harus siap juga untuk pura-pura tidak sakit hati. ~ Fiersa Besar

Cinta memang buta aksara, maka dari itu, butuh komitmen dua anak manusia untuk menjadikannya mengeja. ~ Fiersa Besar

Kata Kata Bijak Fiersa Besari Penuh Inspirasi

“Ternyata, bangun lebih pagi adalah pembunuh gerutu. Karena kita punya waktu untuk secangkir kopi, setampuk lamunan, dan secarik rindu.” – Fiersa Besari

“Ternyata memang benar, ketika pujian membuat seseorang besar kepala, ia tidak lagi besar hati untuk menerima saran.” – Fiersa Besari

“Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian. Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap.” – Fiersa Besari

“Jangan cuma lihat senangnya, coba rasakan sedihnya. Hidup siapa pun tidak ada yang sempurna.” – Fiersa Besari

“Kadang, yang terindah tak diciptakan untuk dimiliki. Cukup dipandangi dari jauh, lalu syukuri bahwa ia ada di sana untuk dikagumi dalam diam.” – Fiersa Besari

“Jangan ambil apa pun, termasuk foto. Jangan tinggalkan apa pun, termasuk jejak. Jangan buang apa pun, termasuk waktu,” ujar hutan pada manusia yang tidak bisa menepati janjinya. – Fiersa Besari

“Dijaga, bukan dikekang. Dipeluk, bukan dicekik. Dipercayai, bukan dicurigai. Diperjuangkan, bukan dipaksakan.” – Fiersa Besari

“Bagi beberapa orang, move on tidak semudah itu. Ada pengalaman pahit dan trauma yang membuat seseorang enggan membuka hati untuk orang baru. Kita pernah merasakan itu. Alangkah tidak baiknya memaksa seseorang move on jika kita tidak tahu latar belakangnya.” – Fiersa Besari

“Mungkin, kita terlalu pandai berpura-pura hingga kita lupa bahwa kita sedang berpura-pura. Dan akhirnya kepura-puraan tersebut kita anggap kebenaran.” – Fiersa Besari

“Tidak pernah terlalu pagi untuk berbahagia. Tidak pernah terlalu siang untuk memaafkan.” – Fiersa Besari

“Kita butuh empati, lebih dari penghakiman. Butuh berbagi pendapat, lebih dari penghukuman. Butuh solusi, lebih dari sekadar kritik dan makian. Karena, yang lebih menyedihkan dari melihat seseorang yang berbuat kesalahan, adalah melihat orang-orang memaki seseorang yang berbuat kesalahan.” – Fiersa Besari

“Tidak perlu terlalu bergantung pada orang lain. Orang lain juga punya kepentingan masing-masing.” – Fiersa Besari

“Perasaan” tidak pernah salah, tidak pernah bisa diatur. Cara menyikapi dan mengutarakannya yang menentukan apakah kita akan salah atau tidak.” – Fiersa Besari

“Menyalahkan pengakuan orang lain itu mudah. Mengakui kesalahan sendiri itu yang sulit.” – Fiersa Besari

“Menolong orang tidak perlu diiming-imingi ‘Nanti dapat pahala dan rezeki berlipat ganda’ Karena ketulusan tidak mengharapkan imbalan.” – Fiersa Besari

“Hujan dan gebetan itu mirip. Ada yang mengaku suka, tapi hanya memandangnya dari tempat duduk yang hangat, berkata-kata romantis tanpa pernah mau bersinggungan. Ada yang betulan suka, mengalahkan rasa tidak nyaman, langsung berinteraksi dengannya meski berisiko sakit.” – Fiersa Besari

“Selalu ada hari baru untuk setiap napas. Selalu ada kesempatan baru untuk kembali tersenyum. Patah hati tidak harus selamanya, kan?” – Fiersa Besari

“Tunjukkan kegelapan dan aku bisa melihat cahaya. Tunjukkan semua keburukanmu dan aku masih bisa melihat kebaikan yang tersisa.” – Fiersa Besari

“Membenci dan mencemburui masa lalu adalah hal yang melelahkan. Kita takkan pernah bisa mengubahnya, kita hanya bisa belajar darinya.” – Fiersa Besari

“Apakah kota masih untuk manusia, jika kita lahir, sekolah, kuliah, bekerja, lantas mati bagai robot yang tak mengerti alasan sebenarnya kenapa diutus ke muka bumi?” – Fiersa Besari

“Tidak perlu pelit ilmu. Semua orang bisa memegang gitar yang sama, tidak semuanya akan memainkan lagu yang sama.” – Fiersa Besari

“Jangankan dipaksa melupakan, dipaksa tidur saja tidak enak.” – Fiersa Besari

“Kesalahan kebanyakan orang adalah terlalu mempermasalahkan asal muasal yang berbeda, kemudian lupa menyamakan arah tujuan.” – Fiersa Besari

“Saya masih saya yang sama. Caramu menilai saja yang mungkin berbeda.” – Fiersa Besari

“Kau unik; satu-satunya di antara tujuh miliar manusia. Tidak perlu mengklasifikasikan sifatmu dalam batas zodiak atau golongan darah.” – Fiersa Besari

“Banyak-banyak baca buku. Agar tidak gampang menerima informasi mentah-mentah.” – Fiersa Besari

“Jatuh cinta bagi beberapa orang: Saling menipu diri dengan profile picture penuh manipulasi.” – Fiersa Besari

“Cobaan bukan alasan untuk berhenti mencoba.” – Fiersa Besari

“Betapa banyak dari kita senang meributkan hal-hal kecil hingga terlupa akan gambaran besarnya.” – Fiersa Besari

“Semakin kuat dirimu, semakin banyak yang ingin melemahkanmu. Semakin besar dirimu, semakin banyak yang ingin mengerdilkanmu. Semakin bebas dirimu, semakin banyak yang ingin mengekangmu. Semakin kau menjadi dirimu, semakin banyak yang ingin menjadi dirimu.” – Fiersa Besari

“Sebaik-baiknya cendera mata, bukanlah yang indah dipajang di lemari, melainkan yang indah dikenang di hati.” – Fiersa Besari

“Menurut saya, istilah “pelakor” yang berarti “perebut lelaki orang” terasa kurang tepat. Hati seseorang tidak bisa direbut kalau ia tidak ingin direbut. Selingkuh itu butuh persetujuan minimal dua orang.” – Fiersa Besari

“Enak atau tidaknya ucapan “selamat malam” dan “selamat pagi” itu tergantung siapa yang mengucapkan.” – Fiersa Besari

“Tidak perlu semuanya diceritakan pada dunia. Tetap sisakan misteri. Bukankah rasa penasaran yang membuat mereka terus menggali lebih dalam tentangmu?” – Fiersa Besari

“Lebih baik memastikan biarpun menyakitkan, daripada selamanya bertahan dalam ketakutan.” – Fiersa Besari

“Hidup dapat sangat mengecoh. Yang kita percaya bisa menikam dari belakang. Yang kita hindari malah mampu jadi penyelamat.” – Fiersa Besari

Cara terburuk untuk patah hati adalah dengan memperlihatkan pada orang yang sudah membuat kita patah hati bahwa kita semenyedihkan itu. Jangan! Buktikan bahwa hidup kita lebih baik tanpa dia. Bekerja lebih keras, berkarya lebih banyak.” – Fiersa Besari

“Di dunia ini, ada yang jika diselingkuhi akan pergi meski sakit, lalu memulai hidup baru dengan orang lain. Ada juga yang jika diselingkuhi akan membalas dendam dengan karya, lalu sukses. Ada juga yang jika diselingkuhi akan mencoba bunuh diri.” – Fiersa Besari

“Ternyata betul, semakin kita memandang segala sesuatu dengan negatif, semakin dunia memandang kita dengan negatif pula. Semakin kita berbagi kebaikan, semakin banyak pula kebaikan yang kita dapatkan. Teori ini tidak penah terlalu tua.” – Fiersa Besari

“Bertualang itu tidak harus selalu berpasangan, karena yang terpenting adalah menjadi rumah untuk satu sama lain.” – Fiersa Besari

“Ada yang memandang ia yang angkuh menjulang. Ada yang menanti ia yang tak punya hati. Ada yang lupa bahwa jatuh cinta tidak diminta. Ada yang lupa bahwa rasa tidak bisa dipaksa.” – Fiersa Besari

“Mau dibungkam dengan cara apa pun, mau disudutkan dengan isu apa pun, kebenaran tetaplah kebenaran. Ia akan hadir dengan caranya sendiri.” – Fiersa Besari

“Kalau tiap hari dipamerkan, mungkin ada baiknya mulai dipertanyakan: itu pasangan atau pajangan?” – Fiersa Besari

“Jangan sampai bekerja, tapi malah dikerjain. Bermanfaat, tapi malah dimanfaatin.” – Fiersa Besari

“Kalaupun harus gagal, setidaknya gagal dengan cepat dan tegas. Daripada berputar-putar, masuk friendzone, jadi teman curhat, menunggu dia putus, main kode, berusaha jujur, eh sudah begitu gagal-gagal juga.” – Fiersa Besari

“Manusia berevolusi dari bertanya “kamu udah punya pacar belum?” ke tidak bertanya dan lebih memilih untuk stalking Instagram lalu menyimpulkan seseorang sudah punya pacar atau belum dari ada atau tidak foto couple ber-caption romantis di feed-nya.” – Fiersa Besari

“Beberapa orang takut mengutarakan pendapat karena takut kehilangan pendapatan.” – Fiersa Besari

”Bahasa kita berbeda, agama kita berbeda, budaya kita berbeda, bukankah itu indah? Acungkan kepalmu, Kawan. Lawan ketidakadilan. Satukan semangat kita, anak semua bangsa.” – Fiersa Besari

“Ada yang bernapas tapi tidak bersyukur; merdeka tapi memilih dipenjara; tersenyum tapi tidak bahagia; bernyawa tapi tidak benar-benar hidup.” – Fiersa Besari

“Semoga kekurangajarannya mengajarimu sesuatu.” – Fiersa Besari

“Kau tahu, kan, ada yang sepandai itu menebar pesona, memberi harapan, membuat caption yang seolah-olah untukmu, membuatmu senyum-senyum sendiri. Jangan senang dulu. Siapa tahu, dia seperti itu ke banyak orang.” – Fiersa Besari

“Perjuangan tidak melulu soal maju dan menyerang. Terkadang juga soal berdiri dan bertahan.” – Fiersa Besari

“Wahai yang berpasangan, tidak perlu mengejek yang sendirian. Yang sendirian belum tentu akan berpasangan. Tapi yang berpasangan suatu saat nanti pasti akan sendirian.” – Fiersa Besari

“Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tapi saya akan membela sampai mati hak Anda untuk mengatakan itu,” kalimat milik Voltaire yang pas untuk menyikapi kartu kuning. Kita tidak harus sependapat, bukan berarti kita mesti menghadapi perbedaan pendapat dengan makian. – Fiersa Besari

“Biarlah dia mirip aku, mereka mirip mereka, atau siapa mirip siapa. Yang kutahu, kau mirip jodohku.” – Fiersa Besari

“Iya, tapi …,” adalah bentuk setuju untuk tidak setuju. – Fiersa Besari

“Kalau sampai rindu, aku tidak akan bilang-bilang, aku akan datang. Tidak ada yang berat, selama hati kita masih erat.” – Fiersa Besari

“Tapi, sehebat-hebatnya pengkritik, takkan berani mengkritik pasangan yang sedang sensi. Percayalah, saya sudah mencoba, dan hasilnya buruk.” – Fiersa Besari

“Betapa menyedihkan melihat anak-anak muda takut mengungkapkan pendapatnya pada orang-orang yang mereka idolakan, hanya karena takut idolanya marah, menyebarluaskan opini mereka, lalu berujung memblokir.  Padahal, kritik adalah salah satu bahan baku berkarya, bukan hanya sanjungan.” – Fiersa Besari

“Lebih baik bilang duluan, daripada keduluan orang lain.” – Fiersa Besari

“Beberapa orang terpejam saat melihat, terpenjara padahal merdeka, menunduk walau harusnya menengadah, mati meski masih bernapas.” – Fiersa Besari

“Sudah sama-sama dewasa, tidak lelah main kucing-kucingan?” – Fiersa Besari

“Manusia: Yang sendiri ingin berdua. Yang berdua ingin sendiri. Yang sendiri ingin berdua. Yang berdua ingin orang ketiga.” – Fiersa Besari

“Tak usah repot-repot menyisakan ruangan di hatimu untuk seseorang yang tidak mau menetap.” – Fiersa Besari

“Lain kali main ke hatimu, aku mau bawa spidol permanen supaya bisa menulis namaku di sana.” – Fiersa Besari

 “Senyum saja. Tidak perlu banyak marah-marah. Nanti cepat tua. Daripada tua sendiri, lebih baik tua berdua bareng saya.” – Fiersa Besari

“Tidak semua yang makin berisi makin menunduk. Beberapa harus menengadah dan melawan.” – Fiersa Besari

“Perasaan tidak bisa dilarang-larang. Tapi, bukan berarti tidak bisa disikapi dengan bijaksana.” – Fiersa Besari

“Kita adalah titik-titik kecil yang terkorelasi oleh Alam Semesta. Duka mereka, duka kita. Sakit mereka, sakit kita. Doa mereka, doa kita.” – Fiersa Besari

“Kapan-kapan” adalah “tidak akan” yang dihaluskan. – Fiersa Besari

“Mampukah kekasihmu setangguh aku? Menunggu tapi tak ditunggu. Bertahan tapi tak ditahan.” – Fiersa Besari

“Jangan sampai terlalu sibuk menghidupi diri sendiri sampai lupa caranya menikmati hidup sendiri.” – Fiersa Besari

“Hal yang paling menyebalkan dari petualangan adalah: sekali kau terkena racunnya, kau akan kecanduan. Kau akan mencari cara untuk kembali berkelana, meski harus menumpang mobil, tidur mengemper. Dan ketika kau tiba di destinasi impianmu, kau tahu semua pengorbanan itu sepadan.” – Fiersa Besari

“Padahal, berinteraksi itu sebetulnya mudah: lakukan sesuatu yang jika orang lain lakukan padamu, kau takkan keberatan. Jangan lakukan sesuatu yang jika orang lain lakukan padamu, kau akan marah dan kecewa.” – Fiersa Besari

“Tidak apa-apa mencoba, asal siap kecewa.” – Fiersa Besari

“Tidak ada pencinta alam senior atau junior. Semua sama di mata semesta; sama-sama harus mawas diri, sama-sama harus rendah hati.” – Fiersa Besari

“Ada manusia yg senang mendengar hanya demi menunggu kesempatan untuk mematahkan pendapat orang lain. Ada manusia yg senang diperhatikan tanpa tahu caranya memperhatikan. Ada manusia yg senang menghakimi tanpa pernah mau mengerti sudut pandang orang lain.” – Fiersa Besari

“Lucu, kita membentuk pola pikir anak kecil agar tumbuh menjadi seperti kita. Padahal, diam-diam kita rindu menjadi anak kecil lagi.” – Fiersa Besari

“Tidak semua yang bersandar, berlabuh. Tidak semua yang singgah, betah.” – Fiersa Besari

“Dan aku hanya bisa menjadi pendosa, sementara engkau terus menjadi pendoa. Dan aku selalu sibuk dengan keakuanku, sementara kau selalu sibuk merindukanku.” – Fiersa Besari

“Kau boleh lari dari kenyataan, asalkan tahu jalan pulang. Pergi dengan kekanakan, pulang dengan pendewasaan.” – Fiersa Besari

“Dalam hidup ini, ada beberapa hal yang tidak ingin saya lakukan, tapi ketika sudah melakukannya, saya bisa sebahagia itu. Berenang bersama pari Manta adalah salah satunya.” – Fiersa Besari

“Kalau sampai tenggelam, cari jalan untuk naik ke permukaan. Kembali bernapas, lalu temukan daratan. Jangan sampai mengambang tak tentu arah.” – Fiersa Besari

“Kalau sampai tenggelam, cari jalan untuk naik ke permukaan. Kembali bernapas, lalu temukan daratan. Jangan sampai mengambang tak tentu arah.” – Fiersa Besari

“Kematian tidak pernah ada bagi mereka yang tahu caranya menghargai ingatan.” – Fiersa Besari

“Kalau pacarmu terus-terusan kau bentuk menjadi sesuai imajinasimu; kau paksa ia menjadi apa yang kau mau; kau larang ia mengejar impiannya, bukankah lebih baik kau berpacaran dengan dirimu sendiri saja?” – Fiersa Besari

“Sehebat apa pun kau rasa profesimu, tidak ada yang istimewa. Kita semua sama-sama bernapas dan berdarah. Hari ini menggenggam kehidupan, esok mungkin menggenggam kematian.” – Fiersa Besari

“Kau tahu apa yang membedakan raja dengan pejuang? Raja sibuk mempertahankan tahta, bersabda, mengumpulkan rakyat dan membela diri seolah ia paling benar. Pejuang diam-diam menyerang, menjatuhkan sang raja dari singgasana. Jangan lupa, dalam catur, raja adalah yang terlemah.” – Fiersa Besari

“Karenamu, saya mendefinisikan ulang kata “aku” menjadi tidak boleh egois, “kau” menjadi alasan untuk tetap melangkah, dan “kita” menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan.” – Fiersa Besari

“Alat itu penting. Ilmu lebih penting.” – Fiersa Besari

“Sebuah pertemuan anak-anak manusia yang sedang kasmaran akan selalu terasa singkat, sepanjang apa pun waktu yang dihabiskan.” – Fiersa Besari

“Beberapa orang menganggap Sabtu dan Minggu adalah hari kerja sementara lima hari lainnya untuk berlibur.” – Fiersa Besari

“Awal kita berbeda, paham kita berbeda, pemikiran kita berbeda, karya kita berbeda, rasa kita berbeda, kita berbeda, lalu untuk apa kau memaksaku menjadi apa yang engkau mau? Tak perlu repot-repot. Aku telah tiba di titik kesadaran di mana hidupku adalah milikku, bukan milikmu.” – Fiersa Besari

“Berani bertindak tapi tidak berani berpikir kritis sama saja dengan berjalan tapi tidak tahu ke mana harus mengambil belokan yang tepat.” – Fiersa Besari

“Tidak perlu menggali kalau tidak siap menghadapi.” – Fiersa Besari

“Hidup adalah tentang hilang, datang, dan segala di antaranya.” – Fiersa Besari

“Orang besar, harus siap dikerdilkan. Orang hebat, harus siap dikucilkan. Orang berani, harus siap dibungkam. Orang benar, harus siap dibunuh. ” – Fiersa Besari

Rendahkan hati, bukan rendahkan diri. Dikasihi, bukan dikasihani.” – Fiersa Besari

“Karena kita masih bernapas, semoga tidak lupa untuk bersyukur sebelum mengeluh, memberi sebelum meminta, berdoa sebelum berjuang.” – Fiersa Besari

“Kadang, kita terlalu banyak berpikir dan terlalu sedikit merasakan, sampai-sampai kita lupa kalau kebahagiaan itu dirasakan bukan dipikirkan.” – Fiersa Besari

“Seiring waktu, kita akan mengerti mana yang betulan baik dan mana yang sekadar pencitraan.” – Fiersa Besari

“Tidak usah memedulikan cibiran orang-orang. Nanti, pada masanya, mereka akan mengerti mengapa hati kita begitu keras kepala memperjuangkan.” – Fiersa Besari

“Meng-copast tulisan idolamu tanpa mencantumkan namanya, itu bukan bentuk rasa kagum. Itu bentuk ingin menyerupai, gagal, lalu memakai jalan pintas agar dibilang keren oleh orang lain.” – Fiersa Besari

“Setiap kesalahan adalah bagian dari proses, penanda di peta yang mengatakan kita tidak boleh pergi ke mana. Jadi, untuk apa melupa?.” – Fiersa Besari

“Terlalu banyak pekerjaan. Terlalu sedikit waktu. Terlalu ada kamu untuk diperjuangkan.” – Fiersa Besari

“Yang tiada, mungkin akan ada. Tapi, yang ada, pasti akan tiada. Yang sendirian, mungkin akan bersama. Tapi, yang bersama, pasti akan sendirian. Jadi yang berpasangan tidak perlu merasa lebih baik dibanding yang jomblo. Karena toh, liang lahat pun tidak diciptakan untuk berdua.” – Fiersa Besari

“Kalau punya mesin waktu, saya ingin menghentikan waktu yang membuat keriput dan uban Ibu bertambah. Saya benci melihatnya menua.” – Fiersa Besari

“Terlalu pandai menduga-duga, lalu mundur karena berprasangka tanpa memastikan. Ternyata salah paham. Lantas menyesal.” – Fiersa Besari

“Selama belum bisa menghitung napas, semoga tidak lupa untuk bersyukur sebelum mengeluh; memberi sebelum meminta; berdoa sebelum berjuang.” – Fiersa Besari

“Terlalu memikirkan kebahagiaan orang lain; lupa merasakan kebahagiaan sendiri.” – Fiersa Besari

“Menjadi seseorang terdidik bukan hanya tentang hafal mata pelajaran dan dapat nilai bagus di kelas, melainkan juga perihal menggunakan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan sesama.” – Fiersa Besari

“Catatan untuk diri sendiri: Tetap sebarkan kebaikan. Siapa tahu besok meninggal.” – Fiersa Besari

“Permasalahan dengan media sosial adalah: kau terlalu meminta diperhatikan, sampai-sampai ketika perhatian dunia tidak seperti yang kau harapkan, kau malah sibuk menjelaskan apa-apa yang belum tentu orang lain ingin dengarkan. – Fiersa Besari

“Pada akhirnya kau akan tersadar, tidak apa-apa berwajah standar, asal bisa jadi tempat bersandar.” – Fiersa Besari

“Yang main-main tidak perlu dianggap serius. Yang tidak punya hati tidak perlu dimasukkan dalam hati. Yang tidak punya perasaan tidak perlu dibawa perasaan.” – Fiersa Besari

“Segala sesuatu di muka bumi, cepat atau lambat akan berakhir. Kita pakai jalur yang paling lambat saja, ya.” – Fiersa Besari

“Dulu, kau biasa melenguh di atasku. Kini, kau mahir mengeluh di sebelahnya. Ini bahagiamu?” – Fiersa Besari

“Tidak peduli ujungnya bakal sakit hati, memang sudah menjadi kebutuhan manusia untuk jatuh hati. Sama seperti orang kenyang yang akan lapar lagi.” – Fiersa Besari

“Mengeluh sajalah, manusiawi. Tapi jangan lupa bersyukur karena masih bisa mengeluh.” – Fiersa Besari

“Pepatah berkata, “Lakukan hal yang kau sukai, sukai hal yang kau lakukan,” seolah hidup sesimpel itu. Padahal, ada banyak hal yang mesti kita lakukan, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, demi kebahagiaan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.” – Fiersa Besari

“Hidup adalah perjalanan. Bahkan jejak yang terburuk pun berhak melangkah menuju kebaikan. Bahkan manusia yang terbangsat pun berhak mendapatkan pengampunan.” – Fiersa Besari

“Twitter tidak bisa menenangkanmu dengan pelukan. Aku bisa.” – Fiersa Besari

“Dulu, saya selalu merasa, apa yang rusak, baiknya dibuang saja—termasuk hubungan. Sekarang, saya tahu, ada kalanya kita harus mencoba memperbaiki, perlahan. Prosesnya tidak selalu lancar. Seringkali mesti menemui jalan buntu. Tapi, bukankah perjuangan memang tidak mudah?” – Fiersa Besari

“Dunia maya terasa sesak, tanpa sempat memberi jarak. Banyak cuitan didukung sorak, tak sedikit pula dibilang norak. Apa pun itu selalu semarak. Tanpa sadar pemikiran kita mengerak, mengendap di otak tanpa pernah bergerak, berujung tak lebih dari seonggok berak.” – Fiersa Besari

“Sudah memperhatikan, sudah menyapa, sudah ngobrol, sudah tanya-tanya, sudah janjian, sudah ketemuan, saya merasa cocok, eh ternyata tidak jadi . Dasar jual-beli online.” – Fiersa Besari

“Heran saya. Jadian sudah lama, dan enggak pernah pamer cinta-cintaan, disebut bucin. Lantas, Anda sendiri yang tiap malam senyum-senyum sendiri padahal cuma diberi harapan tanpa kepastian, disebut apa? Bucinhalu?” – Fiersa Besari

“Medsos adalah media untuk menuangkan pemikiran dan perasaan. Kalau lagi ingin ngereceh, luapkan. Kalau lagi ingin cerita, bagikan. Tak perlu dipikirkan orang lain suka atau tidak. Simpel. Jangan lupa makan sayur dan berolahraga. Salat lima waktu dirikanlah. Karena hidup ini fana.” – Fiersa Besari

“Diam disangka tidak peduli. Giliran berpendapat dibilang baperan. Tidak membalas dibilang sombong. Giliran membalas disangka modus. Prasangka buruk memang lebih mudah tumbuh dibanding prasangka baik.” – Fiersa Besari

“Perjuangan bukan menyoal maju terus pantang mundur. Melainkan perihal maju, berhenti, atur strategi, maju lagi, mundur sedikit, cari jalan lain kalau jalan yang di depan buntu. Tidakkah mobil pun akan menabrak jika digas pol terus-terusan tanpa mengenal rem?” – Fiersa Besari

”Ya, namanya juga hidup. Apa yang dicita-citakan tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Tapi, kita selalu memiliki pilihan. Diam untuk menyesali bencana, atau bergerak untuk menyusun rencana.” – Fiersa Besari

“Bahasa digital minim intonasi, seringkali membuat salah persepsi. Yang berpikiran pendek akan mudah emosi. Padahal amarah adalah refleksi, dengan apa hati kita terisi.” – Fiersa Besari

“Minta pin, ngobrol, ketemuan, jadi dekat, lalu jadian. Pas bahagia, update status bijak. Pas marahan, ganti DP jadi hitam dan ganti nama jadi titik. Paling kesal dengan Broadcast. Paling sebal kalau di-ping. Tapi, semua tinggal kenangan. Terima kasih perjalanannya, BBM.” – Fiersa Besari

“Demokrasi dimulai dari hal sederhana. Mengganti, “Aku enggak suka kamu keluar sama mereka,” jadi, “Aku percaya sama kamu, tolong dijaga. Jangan pulang terlalu malam. Kabari.” – Fiersa Besari

“Heran saya. Tiap segerombolan cowok melihat cewek lewat di depan mereka, langsung bisik-bisik, “Tuh, lihat. Bulet banget.” Ya, memangnya, apa yang Anda harapkan? Jajaran genjang?” – Fiersa Besari

“Jefri Nichol bisa mendapatkan hati netizen Twitter dengan six pack-nya. Nicholas Saputra bisa mendapatkan hati netizen Instagram dengan selfie-nya. Tapi saya yakin, cuma saya yang bisa mendapatkan hati ayahmu dengan pembuktian bahwa saya akan membahagiakan anaknya.” – Fiersa Besari

“Tiap kali kau susah bangun, ingin kubisikkan di telingamu, “Man Robbuka””. – Fiersa Besari

 “Kurangi ngotot. Perbanyak ngaca. Kurangi bacot. Perbanyak baca.” – Fiersa Besari

“Kelakuanmu. Dijadikan bahan gibah dosa, tak dijadikan bahan gibah mubazir.” – Fiersa Besari

“Kita pernah muda, bodoh, dan tidak berani menyatakan rasa. Hingga akhirnya kau bertanya, “Lho, kenapa enggak bilang dari dulu?” ketika semuanya sudah terlambat.” – Fiersa Besari

“Ngaso sambil makan gorengan dan minum kopi kapal api adalah sebenar-benarnya kenikmatan setelah beres-beres rumah.” – Fiersa Besari

“Roda kehidupan berputar. Yang terbiasa diberi undangan pun kelak akan memberi undangan.” – Fiersa Besari

“Sebelum sukses: “Udah, nyerah aja. Karyamu jelek” . Setelah sukses: “Apaan sih? Bosen. Karyamu ada di mana-mana”. Kalau memang sudah dengki, mau kita seperti bagaimana juga, akan tetap dengki. Tidak apa-apa. Doakan saja cepat ketemu Tuhan. Amin.” – Fiersa Besari

“Hari Minggu beberapa tahun yg lalu: Aku main ke rumahmu, bertemu orang tuamu. Meski gugup, rasanya menyenangkan. Hari Minggu kali ini: Aku scroll timeline, melihat foto keluarga kecilmu yang bahagia, Aku menghela napas. Rasa benci dan perihnya sudah lama hilang. Kenangannya menetap.” – Fiersa Besari

Kita boleh tenggelam dalam euforia pesta demokrasi. Tapi jangan lupa, ketika pestanya selesai, banyak yg mesti dibereskan: pendidikan, kesejahteraan, hingga HAM. Ingat, siapa pun yg menang, membangun negeri adalah tugas bersama. Bukan dengan perpecahan, melainkan dengan persatuan.” – Fiersa Besari

“Janjian. Tidak perlu memberi tahu kalau sedang rindu. Malah membuat tidak fokus bekerja dan ingin cepat bertemu. Semisal pekerjaan sudah beres, saya langsung ke sana saja. Nanti gantian, kau yang ke sini. Sementara waktu, saling mendoakan.” – Fiersa Besari

“Kau dengan duniamu saja. Biar saya dengan dunia saya. Tidak perlu saling saling memaksa suka hobi masing-masing. Nanti, kalau sudah waktunya bertemu, kita akan punya banyak hal untuk diceritakan, juga didengarkan. Tapi, selagi jauh, tolong jaga kepercayaan. Terima kasih.” – Fiersa Besari

“Jatuh hati, kurang menyenangkan jika dilakukan sendirian.” – Fiersa Besari

“Seringkali, saya iri kepada mereka yang mudah sekali tertawa; yang sudah ketawa duluan sebelum beres cerita; yang ketika sudah beres cerita, ternyata tidak lucu.” – Fiersa Besari

“Persepsi kebenaran selalu berubah. Sains yg dulu dianggap sihir, kini dipakai sebagai landasan. Mentari yg dulu dianggap memutari bumi, ternyata merupakan pusat dari revolusi planet. Maka jangan heran jika seseorang yg dulu menganggapmu selalu benar, kini bisa berbalik membencimu.” – Fiersa Besari

“Terima saja bahwa perbedaan tidak perlu disamakan, dan keberagaman bukan untuk diseragamkan.” – Fiersa Besari

“Cemberutmu yang merayu, rambutmu yang bau apek, obrolanmu yang tak fokus kudengarkan, tawamu yang adiktif, matamu yang menjelma bimasakti, genggamanmu yang membuat jantungku berlomba. Tolong kosongkan sampingmu, karena di sanalah tempatku pulang.” – Fiersa Besari



Pencarian terkait:

  • Penelusuran yang terkait dengan kata kata fiersa besari
  • kata kata fiersa besari tentang perjalanan
  • kata kata fiersa besari tentang maaf
  • kata kata fiersa besari tentang alam
  • kata kata fiersa besari tentang patah hati
  • kata kata fiersa besari tentang sahabat
  • kata kata fiersa besari tentang kopi
  • kata kata fiersa besari tentang pembenci
  • kata kata fiersa besari tentang gunung
Sumber: juproni.com | iphincow.com | titikdua.net

Rating

Leave a Comment