Musim Gugur: Pengertian, Karakteristik dan Waktu Terjadinya

musim gugur

Musim gugur – Bumi yang berbentuk bulat mengalami dua jenis perputaran yaitu rotasi dan revolusi. Rotasi merupakan pergerakan bumi yang berutar pada porosnya, sedangkan revolusi adalah pergerakan bumi mengelilingi matahari dalam sistem tata surya. Kedua peristiwa tersebut menyebabkan bagian-bagian bumi memiliki iklim yang berbeda-beda.

Adanya perbedaan iklim tersebut menyebabkan adanya perbedaan pada musim-musim yang terjadi di berbagai belahan bumi. Bagian bumi yang beriklim tropis memiliki dua musim. Sebaliknya, bagian bumi yang beriklim sedang atau beriklim dingin memiliki empat musim. Salah satu musim yang dialami bagian bumi dengan iklim sedang atau iklim dingin adalah musim gugur.

Pengertian Musim Gugur   

Musim gugur merupakan salah satu musim yang terjadi di belahan bumi bagian selatan dan bagian utara saja yang memiliki empat musim. Musim gugur terjadi di antara musim panas dan musim dingin.

Pada musim ini suhu udara yang semula panas perlahan-lahan mengalami penurunan serta menyebabkan daun-daun di pohon jatuh dan berguguran. Musim gugur dalam Bahasa Inggris disebut dengan nama autumn meskipun di Amerika Serikat musim ini lebih dikenal dengan nama fall.

Karakteristik Musim Gugur

Musim gugur memiliki berbagai karakteristik. Karakteristik yang pertama adalah pada musim ini banyak tumbuhan yang layu dan daunnya mengalami kerontokan. Sebelum daun-daun rontok atau jatuh dari pohonnya, biasanya daun-daun tersebut akan berubah warna menjadi kuning, oranye, maupun merah.

Fenomena ini terjadi karena siang hari di musim gugur lebih pendek daripada malam hari. Meski begitu, saat terjadi equinox musim gugur pada hari pertama, durasi siang dan malam hari masih sama karena saat itu posisi matahari terletak tepat di atas garis khatulistiwa yaitu garis yang membagi belahan bumi bagian utara dan bagian selatan.

Durasi siang yang lebih pendek dibanding durasi malam saat musim gugur mengakibatkan kandungan klorofil pada daun semakin berkurang karena kurangnya sinar matahari sehingga warna daun berubah kemudian perlahan-lahan menjadi gugur atau rontok. Kurangnya sinar matahari juga menyebabkan cuaca di musim ini cenderung gelap. Selain itu, hujan juga sering terjadi di musim gugur meskipun tidak deras. Biasanya banyak kabut yang muncul pada pagi hari saat awal musim gugur.

Saat musim gugur tiba, burung-burung umumnya akan bermigrasi ke tempat yang jauh lebih hangat. Sedangkan beberapa hewan seperti tupai akan mengumpulkan banyak makanan untuk persiapan menghadapi musim dingin. Adapula hewan yang makan banyak saat musim gugur untuk persiapan hibernasi di musim dingin.

Waktu Terjadinya Musim Gugur

Musim gugur terjadi pada waktu yang berbeda antara belahan bumi bagian utara dengan bagian selatan. Perbedaan waktu terjadinya musim gugur antara bagian bumi selatan dan bagian bumi utara tersebut tergantung dari fenomena equinox musim gugur dan equinox musim semi yang terjadi pada belahan bumi bagian utara dan belahan bumi bagian selatan.

Musim gugur pada belahan bumi bagian utara terjadi antara equinox musim gugur yang terjadi pada tanggal 22 atau 23 September dan titik balik matahari pada musim dingin yang terjadi pada tanggal 21 atau 22 Desember. Sebaliknya, musim gugur pada belahan bumi bagian selatan terjadi pada tanggal 20 atau 21 Maret hingga tanggal 21 atau 22 Juni. Dengan kata lain, saat belahan bumi bagian utara mengalami musim gugur, belahan bumi bagian selatan sedang mengalami musim semi. Begitu pula sebaliknya.

Penutup

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai musim gugur. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Sekian dna terima kasih.


Musim Gugur


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *