Pantun Gombal

pantun gombal

Pantun Gombal – rayuan gombal: Kata-kata gombal digunakan oleh seseorang untuk merayu, menggoda dan atau mencari perhatian orang lain terutama lawan jenis. Namun saat sekarang ini juga banyak digunakan hanya untuk hiburan (komedi/lawak).

Menggombal akan sangat unik apabila dipakai untuk meluluhkan hati sang kekasih. Pastilah hati sang kekasih akan langsung melayang, bila pacarnya bisa memberikan sebuah rayuan gombal, salah satunya menggunakan pantun gombal yang unik.

Selain itu memberikan pantun kepada sang kekasih dapat menjadi cara unik untuk memikat hatinya, ada juga dengan Kata Kata Romantis seperti yang telah kami tulis sebelumnya.

Nah, tak perlu bingung dan pusing merangkai kata-kata untuk menjadi pantun yang indah. Di bawah ini akan diberikan banyak contoh gombalan mengenai pantun yang bisa digunakan untuk memikat hati kekasih.

Pantun Gombal Romantis

Contoh pantun yang pertama adalah pantun gombal yang romantis yang bisa anda jadikan berikan kepada pasangan dan kekasih hati kamu.

Paling lezat makan pepaya
Jangan lupa dicuci dan di bilas
Jika sudah membaca pesan saya
Harap untuk segera dibalas.

Anak kecil bermain layang-layang
Putus benangnya di ujung belati
Setiap hari aku mabuk kepayang
Kalau tidak berjumpa dengan si jantung hati.

Ke Kota Kediri memungut udang
Udang sebakul hilanglah di kota
Di setiap mimpi, ada dirimu datang
Mungkinkah aku sudah jatuh cinta

Setumpuk kertas digulung oleh ombak
Kertas pun lenyap diterjang oleh perahu
Meskipun nafas sudah di ujung tombak
Takkan menyerah untuk dapatkan cintamu

Tangguh dan gagah para tentara
Sebatang pipa dibongkar oleh pemburu
Sungguh indah terasa di dunia
Diguncang oleh gempa gelora cintamu

Bila dingin mulai sedang mengusik
Sepuluh kota akan diterjang salju
Jika angin sudah bisa berbisik
Ku suruh ia, untuk katakan “I Miss You”

Si Buaya darat berkata dengan merdu
Si buaya air hanya diam membisu
Sungguh berat perasaan rindu
Waktu sehari seperti terasa seminggu

Rakit biasa ternyata malah karam
Batal berlabuh hilang entah kemana
Sulit terasa mata untuk terpejam
Ingat senyum mu yang jauh disana

Sebatang bakau di tancap kepaku
Serdadu India dendangkan sebuah lagu
Tidakkah engkau melihat mataku
Seribu cinta sedang sabar menunggu

Lulur Jawa dibawa oleh Sinta
Simpan di saku di bawah gerbong kereta
Malu rasanya untuk katakan cinta
Insan seperti ku hanyalah seorang nista

Si mulut kerbau ingin berkicau
Berkata dendam dengan memegang bahu
Hatiku galau hatiku pun kacau
Cinta terpendam dan tiada yang tahu

Pasar baru berada di kota
Pergi belanja membawa uang saku
Bila kamu sedang dikejar cinta
Sembunyilah saja di dalam hatiku

Pantun Gombal untuk Pacar Tersayang


Terbang indah burung kenari
Mengelilingi langit yang biru
Sungguh beruntungnya diri ini
Memiliki kekasih seperti dirimu

Lebaran tidak lupa membeli baju
Tidak lupa sepatu baru
Sungguh sepi hari-hariku
Tanpa kau di sisiku

Menanam pohon dari biji
Dirawatnya hingga tinggi
Aku berjanji takkan pernah pergi
Meninggalkanmu sepi sendiri

Panas-panas makan rujak
Paling enak pakai pepaya
Jangan kau merajuk
Aku sungguh tak berdaya

Pintu diketuk ada tamu
Membawa oleh-oleh dari Cina
Aku siap menjadi kekasihmu
Sampai nanti menua bersama

Buka puasa makan sampai kenyang
Masih tambah minum kelapa
Sungguh hanya kaulah seorang
Yang mencintaiku apa adanya

Pergi merantau ke Palembang
Ditemani oleh seorang paman
Janganlah kau bersedih sayang
Ada aku yang siap menjadi sandaran

Pergi berlayar ke Pacitan
Pulangnya membawa parang
Aku kan siap berkorban
Demi kau kekasihku tersayang

Sungguh nikmat masakan pindang
Dimakan dengan sambal paru
Walaupun badai menerjang
Aku kan tetap setia bersamamu

Jalan-jalan di hari Sabtu
Bangunnya siang di hari Minggu
Semoga kau juga aku
Tetap menjalin kasih yang satu

Pantun Gombal buat PDKT

Ada baju kotor akan dicuci,
Harus bersih karena baju sang raja.
Kusembahkan wahai cinta suci,
Teruntuk dirimu yang kupuja.

Kupanjat bambu dengan belati,
Sakit rasanya jika terkena mata.
Rindu itu bisa tumbuh di hati,
Sebagai alat penyemai dari cinta.

Sebuah dongeng cina si kera sakti,
Dahulu adalah zaman yang lama.
Bila memang dalam diri sudah sehati,
Kumohon agar cinta suci ini engkau terima.

Duduk termenung di awal hari,
Manjakan imaji dengan angan-angan.
Adalah indah kala cinta berseri,
Jika terikat indah dalam ikatan suci.

Ubi jalar hidupnya merambat,
Ubi ditanam pertanda banyak guna.
Saat panah cinta sudah ditambat,
Kepada pemuda tampan berparas bak arjuna.

Pantun Gombal untuk Mantan

Beli kelapa dimasak santan
Belinya di warung pak Kobar
Hai mantan
Apa kabar?

Pergi ke kebun memetik labu
Dijadikannya labu selasih
Hai, rindukah dirimu?
Kita dulu pernah menjalin kasih

Melihat sore bersama jingga
Sembari duduk melihat kota
Jangan kau lupakan kisah kita
Dulu kita pernah berjalan bersama

Pergi melaut di tengah badai
Mengayuh perahu dengan sampan
Aku dan kamu memang sudah usai
Tapi kenangan diantara tetap tersimpan

Memetik mawar tertusuk duri
Diobati pakai ramuan jamu
Kini kita sama-sama sendiri
Tapi tak bolehkah aku merindu?

Pergi berlibur ke Telaga Warna
Di tengah jalan bertemu kuda
Aku dan dirimu pernah menjadi kita
Menjalin kasih penuh duka lara

Dingin salju terasa membeku
Terasa malas ingin tidur saja
Hujan dulu menjadi saksi bisu
Kau dan aku pernah bersama menjalin cinta

Pergi ke laut membeli krupuk tengiri
Pulangnya naik bus mini
Kau tau mengapa aku masih sendiri
Karena indah bayang mu selalu menghampiri

Asam-asam mangga muda
Belinya dari pasar Konda
Walaupun kini kau bersama
Aku belum rela kau bahagia

Hari minggu beli keramik
Belinya di kota Buayan
Hai cantik
Yuk balikan

Pantun Gombalan Maut

Bambu cina dibuat rakit,
Bambunya kupotong panjangnya sama.
Sungguh tak kuduga hatiku sakit,
Karena cinta suciku tak jua kau terima.

Kalau Rindu padamu dinda ingin bertemu,
Tetapi pada sesiapa rindu ini dikirimnya.
Terlanjur diri Jatuh cinta kepadamu,
Tentu akan kurawat dan kujaga selamannya.

Tahu dari manakah datangnya perintah,
Dari Allah diturunkan ke Nabi.
Tahu dari manakah datangnya rasa cinta,
Tentu saja dari mata jatuh turun ke hati.

Dibawa bersama supaya ringan,
Meski airnya jumlahnya cuma sekendi.
Aduh cintaku kenapa bertepuk sebelah tangan,
Bagaikan bunga kembang tak jadi bersemi.

Anak kumbang pergi menuju rawa,
Didalam rawa malah bertemu lintah.
Meskipun abang itu sudah tua,
Tetapi entah kenapan hatiku selalu cinta.

Jikalau Raja bersihkan mata,
Janganlah sampai tercoreng arang.
Kalau sampai raja berani bermain cinta,
Janganlah sampai bermain cinta terlarang.

Pantun Gombalan Untuk Istri

Melihat ikan penuh sisik
Berenang di dalam lorong
Siapakah yang paling cantik
Hanya istriku seorang

Berenang-renang ke pulau batu
Melihat ikan seperti hiu
Sungguh beruntungnya aku
Memiliki istri sholehah seperti mu

Membeli gula dan sebotol madu
Lupa belum mengambil terigu
Terimakasih istriku
Telah menemani suka duka bersamaku

Pergi berlibur ke gua hantu
Di sana melihat burung biru
Dulu kita aku pernah berjanji dihadapan penghulu
Untuk selalu setia menafkahimu

Kakek tersenyum melihat cucu
Berlari-lari membawa cuka
Terimakasih istriku
Telah lelah memasak dan menjaga anak-anak kita

Suatu pagi di kota Kediri
Menyeruput nikmatnya secangkir kopi
Bila aku menjadi tua nanti
Masih maukah kau setia menemani?

Awan hitam terlihat mata
Menandakan hujan akan turun jua
Istriku, semoga cinta kita
Akan tetap abadi sampai tua

Memasak bubur di dalam tungku
Kurang nikmat tanpa bumbu
Wahai cantiknya bidadari surgaku
Aku siap membimbing menjadi imam mu

Memandang malam dengan langit lebar
Bau menyengat tiba-tiba terhirup
Istriku, terimakasih telah sabar
Menemaniku bersama menjalani hidup

Menata kursi di dekat meja
Menaruh kaca di dekat jendela
Semoga kau, aku dan anak-anak kita
Bisa hidup rukun bahagia selamanya

Pantun Gombalan Untuk Lelaki/Cowok

Memahat patung di negeri seberang
Sambil melihat laut penuh buih
Hai ganteng
Siapa yang punya nih

Memotong kayu di hutan lebat
Pulangnya saat gelap gulita
Lelaki hebat
Tidak akan menyakiti wanita

Hari minggu mengasah parang
Kena tangan langsung berdarah
Cowok ganteng
Harus rajin beribadah

Duduk santai sambil makan asinan
Sembari melihat sore tanpa hujan
Hai lelaki tampan
Siapakah namamu gerangan

Membeli sepatu bersama lolita
Antri panjang sampai jemu jua
Jangan kau suka mempermainkan wanita
Ada balasan dan karma di belakangnya

Memanjat pohon mengambil jambu
Jatuh terpeleset karena terburu-buru
Sungguh bahagia diriku
Mengenal lelaki hebat seperti dirimu

Membeli dasi juga topi
Topi dipakai di kepala
Jikalau kau seorang lelaki
Jangan buat perempuan menunggu lama

Gulali rasanya manis
Paling nikmat dimakan bersama
Lelaki berkumis tipis
Jangan sampai lepas begitu saja

Tangan terluka karena teriris
Mengupas bawang
Jangan kau membuat perempuan menangis
Bila kau adalah lelaki sejati

Pantun Gombal untuk Suami

Menimbang-nimbang bakas buku
Ditaruhnya di atas bangku
Terimakasih suamiku
Engkau telah rela membimbingku

Bermain gamelan menabuh gendang
Ikuti suara harmoni nada
Suamiku tampan suamiku sayang
Hari ini mau dimasakkan apa?

Wayang bercerita dimainkan dalang
Sampai pagi tidak terlena
Suamiku cepatlah engkau pulang
Pastilah kau lelah bekerja

Pagi-pagi ke Jakarta
Salah jalan jadi ke Surabaya
Terimakasih telah ikhlas bekerja
Demi menafkahi keluarga kita

Membuat gula dari tebu
Memasaknya di hari Rabu
Aku tahu peluh keringatmu
Kau tujukan untuk aku dan anakmu

Naik pesawat ke Selandia baru
Sampai di sana pukul lima
Imamku, selamat bekerja
Aku kan menunggumu dengan setia

Pergi sholat menuju surau
Membawa sajadah berwarna merah muda
Suamiku, kau tak perlu risau
Aku setia menemanimu sampai tua

Naik delman dengan si ibu
Membawa tas berisi gula
Janganlah kau ragu begitu
Hanya kau imamku tercinta

Melihat gajah berjalan lelah
Berhenti di samping telaga
Terimakasih juga karena telah
Menjalin rumah tangga yang bahagia

Lari-lari mengejar kereta
Sampai di stasiun tutup ternyata
Maafkan aku bila membuatmu lelah bekerja
Aku tetapkan terus berdoa untuk kebahagian kita

Penutup

Demikianlah artikel yang menyajikan tentang contoh pantun gombal yang bisa anda jadikan referensi dan berikan kepada pacar tersayang, istri, suami, cowok dan masih banyak yg lainnya. Semoga bisa bermanfaat ya. Sekian dan terima kasih. (ref)


Pantun Gombal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *