Pantun Jenaka

contoh pantun jenaka

Pantun Jenaka – Pengertian pantun Jenaka adalah pantun yang berisi hal-hal lucu atau jenaka yang mempunyai tujuan untuk menghibur orang yang mendengarkannya, kadang kala dijadikan sebagai sarana untuk saling menyindir didalam kondisi yang penuh keakraban.

Agar tidak mengundang rasa tersinggung dan bersama dengan pantun Jenaka dapat membuat kondisi akan jadi tambah meneyenangkan.

Pantun adalah naskah fiksi atau puisi lama yang terdiri dari empat baris, baris pertama dan kedua sebagai sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi.

Tahukah kamu apa itu jenaka? Saat ini jarang sekali ada orang yang menggunakan kata jenaka. Sebenarnya apa arti dari kaa jenaka itu sendiri? Mari kita bahas satu persatu di bawah ini.

Jenaka Adalah

Jenaka artinya lucu. Jadi pantun jenaka adalah pantun yang lucu. Mungkin orang zaman sekarang atau zaman now kebanyakan menyebutnya denga istilah pantun lucu, humor, atau gokil.

Kata Jenaka itu sendiri berasal dari bahasa Melayu. Pantun sendiri sebenarnya lebih berkembang terhadap suku Melayu. Oleh karena itu, ketika kami studi pantun, terutama pantun-pantun lama, kami banyak mendapatkan kalimat yang asing yang menggunakan bahasa melayu.

Menurut KBBI, Jenaka adalah membangkitkan tawa; kocak; lucu; menggelikan.

Pantun Jenaka Adalah

Seperti yang sudah disebutkan di awal tadi, Pantun Jenaka memiliki pengertian sebuah naskah fiksi atau puisi lama yang terdiri dari empat baris yang berisi hal-hal lucu atau jenaka dan mempunyai tujuan untuk menghibur orang yang mendengarkannya.

Sekedar Info yang barangkali hal ini bisa bermanfaat untuk Anda, perlu Anda ketahui bahwa pantun dan syair itu sesungguhnya sangatlah berbeda, cuma selama ini kita melihat antara pantun dan syair punya banyak kemiripan. Lalu, apa sajakah perbedaan satu diantara dua karya sastra tersebut?

Ciri-ciri Pantun

  • Terdiri atas 4 baris.
  • Jumlah kata dalam setiap baris sebanyak 8 hingga 12 suku kata.
  • Baris pertama dan kedua disebut bersama sampiran.
  • Baris ketiga dan terhitung keempat disebut bersama isi.
  • Mempunyai pola sajak A-B-A-B.

Ciri-ciri Syair Pentun

  • Terdiri berasal dari 4 larik dalam setiap baitnya.
  • Setiap bait memberi tambahan makna sebagai sebuah satu kesatuan.
  • Semua baris dalam syair adalah isi, menjadi dalam syair tidak tersedia sampiran.
  • Mempunyai pola A-A-A.
  • Jumlah suku kata dalam tiap baris syair adalah 8 hingga bersama 12 suku kata.
  • Isi syair berbentuk nasihat, petuah, dongeng ataupun cerita.

Jenis-jenis Pantun Jenaka

Ada beberapa jenis pantun jenaka. Sehingga Anda bisa memilih salah satu jenis dari pantun tersebut. Di bawah ini merupakan jenis-jenis pantun jenaka, yang biasa sering dijumpai pada umumnya:

  1. Pantun Dongeng Binatang
  2. Pantun Kelakar
  3. Pantun Mengolok-Olok / Ejekan
  4. Pantun Sindir Menyindir

Kumpulan Pantun jenaka dan lucu serta humor ini kita dapatkan dan dikutip dari berbagai referensi di internet. Jika Anda pernah membacanya di buku atau majalah, koran atau mendengarkannya di suatu forum tetapi kebanyakan sering lupa dan menghendaki membacanya lagi sebab punya unsur seni yang tinggi dan tentu saja menghibur.

Contoh Pantun Jenaka

Nah, sudah paham kan mengenai pantun? Maka infastpedia akan menyajikan 75 contoh pantun jenaka yang bisa dibilang paling lucu. Semuanya bisa kamu jadikan inspirasi untuk membuat pantun yang sesuai dengan kaidah dan syarat pantun seperti yang kita bahas tadi.

Pantun Jenaka Anak

Harimau telah semakin sombong
Suka menghina yang jelak
Masih kecil telah ompong
Mirip bersama dengan nenek-nenek

Lebar sekali daun talas
Untuk menaikkan daun talam
Makanya jangan suka malas
Sikat gigi pagi dan malam

Kancil cari undur-undur
Mencarinya muter-muter
Ada anak suka tidur
Sambil ngorok sambil ngiler

Prasasti di daun lontar
Ada kecap cap bango
Ada anak sok pintar
Ditanya planga-plongo

Jari sakit dikarenakan luka
Lukanya sangatlah besar
Ini contoh pantun jenaka
Untuk anak sekolah dasar

Selalu menang tidak kalah
Kancil tetap menjadi juara
Pantun jenaka anak sekolah
Untuk kelas empat kelas lima

Sungguh sedap makan ketupat
Kiriman berasal dari kakak ipar
Kami anak kelas empat
Rajin studi dan pintar-pintar

Satu titik dua koma
Anak monyet memanfaatkan gincu
Lihat anak kelas lima
Suka ngebanyol dan melucu

Kain robek kami jahit
Robek dikarenakan perihal kawat
Saya telah 10 bait
Berapa bait yang kamu buat?

Baca juga: Pantun Persahabatan

Pantun jenaka anak muda

Nah untuk contoh pantun jenaka yang kedua ini dikhususkan untuk anak-anak muda zaman now. Yuk langsung saja kita simak!

Kereta berangkat ke kota solo,
Berhenti sebentar makan durian.
Sungguh susah nasib jomblo,
Orang bermesraan aku gemetaran.

Bunga layu genggam di tangan,
Balon diisi semakin ringan.
Kalau pergi ke tempat kondangan,
Hati sedih lihat yang gandengan.

Katak rawa pandai melompat,
Getah karet memang lekat.
Aku tidak butuh coklat,
Yang kubutuhkan kita akad.

Adat bestari suku Melayu,
Takkan hilang badai melanda.
Ada orang datang merayu,
Yang dirayu ternyata janda.

Air naik tinggi sebetis,
Kena air tumbuh kudis.
Aku ini orangnya romantis,
Kalau makan ingin gratis.

Pantun jenaka anak sekolah

Memang indah burung gelatik,
Perut lapar rasa kempong.
Kamu itu memang cantik.
Cantik-cantik giginya ompong.

Belalang kupu jadi kepompong,
Anak kucing main di kolong.
Masih kecil giginya ompong,
Mirip dengan nenek rempong.

Ayam bangun masih pagi,
Cahaya hilang terlihat kelam.
Jangan malas sikat gigi,
Sikat pagi dengan malam.

Mari main undur-undur,
Lalat kecil namanya laler.
Ada anak suka tidur,
Kalau tidur sambil ngiler.

Daun hijau daun lontar,
Beli kecap gambar bango.
Katanya kamu pintar,
Ditanya planga plongo.

Pantun Jenaka Anak SD

Kue poci dalam nampang,
Cari daging dapat tulang.
Percuma wajahnya tampan,
Belajar malas bukan kepalang.

Angin beliung suka berputar,
Angin kencang namanya topan.
Untuk apa otaknya pintar,
tapi orangnya tidak sopan.

Walau kulit banyak duri,
Buah durian sedap sekali.
Kamu itu seperti bidadari,
Tapi sayang malas mandi.

Minum sirup dari gelas,
Ambil kue, kue talas.
Semua bersihkan ruang kelas,
Kecuali monyet yang malas.

Mata kecil bulunya lentik,
Bercahaya seperti lampu.
Walau kamu wajahnya cantik,
Untuk apa tak bisa nyapu.

Pantun Jenaka Remaja

Panas-panas kota Jakarta
Akibat pemanasan dunia
Bila mendambakan lulus sarjana
Tidur malam tanpa celana

Awalnya bersua artis tara
Artisnya bersuara merdu
Bila rindu merasa membara
Itulah tanda cinta berpadu

Jambu merah
di dinding
Jangan marah
just kidding

Nasi uduk tetap anget
Beli nye di tepi jalan
Yang kembali duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan

Berjalan ke atas rotan
Liat bawah air ya kering
teringat adek di kala makan.
air mata jatuh ke piring.

Mangga muda jangan dibeli,
karena rasanya asam sekali.
Kusangka dia tetap sendiri,.
Ternyata udah memiliki 6 suami

Tanam pete dipinggir kali
petenya lari gak tau diri
Jangan miscall aja kalo berani
Telpon gue kalo memiliki nyali

Butik berisi plaminan
Kotak malang melintang
Cantik tdk jdi jaminan
Ahlak yg di cari orang

Sekolah melacak bebek
Topi kotak di dlm butik
Biarlah berwajah jelek
Tapi ahlak berwajah cantik

Membeli pakaian dihari minggu.
Baju dibeli di dalam pasar,.
Ingin peluk dirimu namun aku tak mampu.
Karena badanmu amat besar

Pantun Jenaka Lucu

Punggur berdaun di atas kota
Jarak sejengkal dua jari
Musang rabun, helang pun buta
Baru ayam suka hati

Ketika perang di negeri Jerman
Ramai askarnya mati mengamuk
Rangup gunung dikunyah kuman
Lautan kering dihirup nyamuk

Jual betik dengan kandil
Kandil buatan orang Inggeris
Melihat buaya menyandang bedil
Lembu dan kerbau tegak berbaris

Berderak-derak sangkutan dacing
Bagaikan putus diimpit lumpang
Bergerak-gerak kumis kucing
Melihat tikus bawa senapang

Pokok pinang patanya condong
Dipukul ribut berhari-hari
Kucing berenang tikus berdayung
Ikan di laut berdiam diri

Tanam pinang di atas kubur
Tanam bayam jauh ke tepi
Walaupun musang sedang tidur
Mengira ayam di dalam mimpi

Senangis letak di timbangan
Pemulut kumbang pagi-pagi
Menangis katak di kubangan
Melihat belut terbang tinggi

Burung perkutut
Burung kutilang
Kamu kentut
Nggak bilang bilang

Buah pisang buah tomat
Disimpan di dalam lumbung padi
Pantas tercium bau menyengat
Rupanya kau belum mandi

Memasak ikan di di dalam peti
Paling enak di campur terasi
Gayanya aja kayak selebriti
Tapi dompetnya kagak berisi

Paling seger minum limau
Campur madu malah nikmat
Ayam berani mirip harimau
Itu ayam super nekat

Lebih baik warna kuning
daripada warna ungu
Lebih baik gigi kuning
daripada putih namun palsu

Jalan-jalan ke rawa-rawa
Capek duduk di pohon palm
Geli hati menghambat tawa
Melihat katak kenakan helm

Ke cimanggis membeli kopiah
Kopiah indah kan kau dapati
Begitu banyak gadis yang singgah
Hanya dinda yang memikat hati

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa gunakan keripik
Dari semalem aye ga sanggup tidur
Selalu teringat wajah mu yang cantik

Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu puas mengompol

Rumahmu dari kayu
Atapnya dari jerami
Rupamu sungguh ayu
Tapi sayang jarang mandi

Layangan putus nyangkut di paku
Pakunya nempel di jemuran baju
Cinta mu tulus cuma untuk ku
Tapi sayang mama ku ngga setuju

Naek pesawat ke pulau sumbawa
Ada petir gak jadi terbang
Kalau kamu menghendaki tertawa
Tarik bibir ke arah belakang

Dulu delman
Sekarang dokar
Dulu teman
Sekarang pacar

Orang sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

Mengambil air di di dalam perigi
Tali timbanya panjang sehasta
Jikalau kucing tak bergigi
Alamat tikus berpesta pora

Ada cacing makan ikan
Udeh kenyang renang ke tangki
Mau tau yang melelahkan
pergi ke Bandung berlangsung kaki

Bunga skuntum boleh di ikat
Bunga dahlia cuma sebatang
Sekali senyum aku terpikat
Senyum kedua dompetku hilang

Pantun Jenaka Cinta

Meminum jamu sambilah berdiri.
Di seduhnya cepat berduduk dibangku.
Bilanya hati kamu masi sendiri.
Berikanlah area untuk diri aku.

Naik keatap memakai lamborjini
lamborjini bekas pakain pita
Cobalah tatap mata aku ini
aKan engkau bisa satu berkas cinta

Pasar Banjar ada dikota
Perginya belanja mempunyai uang saku
Bilanya kau di kejar cinta
Sembunyilah dalam hati aku

Radionya Didalam diPasar Slipi
Rawanya Buaya Pasarnya Cipaku
Tadinya dimalam ku bermimpi
Luna Maya menjadi jodoh aku

Perahu kecil sudah berlabuh,
Dari Malaka ke negeri Sabang.
Rela Abang merantau jauh,
Agar pulang membawa uang.

Rumah mungil punya kolam,
Burung elang suka terbang.
Bekerja susah siang dan malam,
Semua demi adik tersayang.

Bukan kembang bukan terigu,
Hanya daun dibuat jamu.
Jangan bimbang jangan ragu,
Abang pulang kan melamarmu.

Dari udik pergi ke kota,
Burung nuri terbang ke rawa.
Kukira adik di sana setia,
Rupanya tega adik mendua.

Dari mana datangnya lintah,
Dari sawah turun ke kali.
Dari mana datangnya cinta,
Dari mata turun ke hati.

Dari mana datangnya lintah,
Dari sawit turun ke peti.
Dari mana datangnya cinta,
Dari duit turun ke hati.

Terbang tinggi jauh melayang,
Lepas nuri dari kandang.
Banyak uang bilang sayang,
Tak ada uang Abang ditendang.

Bunga mawar pohon berduri,
Air manis di atas baki.
Dasar perempuan tak tau diri,
Maunya hanya duitnya si lelaki.

Disana gunung di sini gunung.
Tengah – tengahnya pohonnya jati.
Betapa hatiku tengah terbingung
Menunggunya jawaban sijantung hati.

Adanya burung cendrawasih.
memakan duku samppai modar.
percayalah terkasih
kasih dan sayang aku tak dapat pernahnya pudar.

Adanya orang duku dijitak
di jitak bersama dengan orang Botak
selama jantung aku masi berdetak
cinta aku ta dapat terluluh lantak.

Janganlah pernah keselokan
nantinya kotor di tertawakan
janganlah pernah meragukan
berjanji setia yang aku ikrarkan

Kamar kos – kosan berbentuk persegi
di sewakan tukang roti
tak dapat suntuk aku ucapkan selamat pagi
untuk kamu sang pemilik hati

Manchester Citynya dua
Arsenalnya kosong
terlepaskan dari tipu energi cintanya
kini hati aku mulai plong

Pantun Jenaka Pendidikan

Dibawah ini adalah kumpulan pantun jenaka pendidikan yang bisa dijadikan referensi Anda. Selamat membaca.

Jika hendak anda melamar
Jangan banyak tulis dihapus
Jika siswa rajin belajar
Sudah pasti pasti lulus

Pergilah ke tepi kali
Jangan lupa bawa guci
Bangkitlah anak pertiwi
Bangunlah negerimu ini

Jika kita pegang kuas
Melukislah pada kertas
Jika anak bangsa cerdas
Bangsa pun berkualitas

Hendaklah melempar jangkar
Kalau ada perahu singgah
Kalau anak bangsa pintar
Negeri ini dapat bangga

Kehutan mencari rusa
Hendaklah mempunyai tali
Wahai anak-anak bangsa
Cepat bangun lekas mandi

Jika anda pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas

Jika pergi ke padang datar
Jangan lupa pulang berlabuh
Jika kita kepingin pintar
Belajarlah nyata-nyata

Pantun Jenaka Lucu Banget

Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
Gigi palsu loncat ke piring – .

Ikan pedoh dari papua,
Belum dimakan letakkan baskom.
Bila jodoh nak kunjung bersua,
Pajang iklan di toko bagus dot com – .

Mancing di kali dapet banyak,
diambil kucing dalam tempayan.
TAHU pake huruf U jadi enak,
kalau pake huruf I jadi gak doyan. – .

Pergi ke hutan mencari jerapah
Jangan lupa bawa palu
sekali lagi lu bilang cius miapah
gue tabok pala lu – .

Anak gembala tidak berbaju
membawa senjata ketapel getah
sapi merumput anak berburu
berburu burung si burung unta – .

Jangan taKut ,
jangan kuatir
Nih kentut
bukan petir –

Mau buka Facebook
harus pakai kata sandi
Kamu bau ketek
Karena jarang mandi..

Kucing kurus mandi dipapan,
minta ikan dikasi kue cucur.
Gak salah dibilang muke jambang,
kalau cemberut tambah ancur!!! – .

Beli batik di Pekalongan
“lo cantik karena editan” – .

Makan belimbing dicampur terasi
bikin kelepon ditambah santan
wajahnya aja kayak artis televisi
tapi kelakuan seperti setan – .

Sudah diambil mari diurut
Diurut dibawah pokok sena
Melihat kambing mencabut janggut
Gajah pula mengorek telinga – .

Jalan-jalan ke pinggir empang
nemu sendok dipinggir empang
hati siapa tak bimbang
situ botak minta dikepang – .

Daun sirih daun kelor,
apa isi di balik kolor,
satu pistol dua pelor,
buah kecapi rasanya kecut,
apa isi di dalam cancut – .

Jalan-jalan ke Kota Arab
Jangan lupa membeli kitab
Cewek sekarang tidak bisa diharap
Bodi bohai betis berkurap – .

Eh ada semut,..
Berdatangan masuk kolong..
Eh ada si Imuet..
Ternyata giginya ompong – .

Pantun Jenaka 2 baris Singkat

Baju batik ada di kolong
Kamu cantik tapi ompong

Jual kresek di hari senin
Kamu pesek tapi ngangenin

Di pasar banyak pepesan
Sudah besar kok ingusan

Orang Batak makan pukis
Kepala botak suka menangis

Dua itik makan lembat
Walau cantik datangnya terlambat

Lompat-lompat ikan sepat
Kelas empat mirip ketupat

Pantun Jenaka Bahasa Banjar

Karamunting 105
Dijual ditoko cina
Rupa keren kaya arjuna
Kantong kosong kada berguna

Manis-manis buah rambutan
Tapi sayang tumbuh dihutan
Manis-manis cewe sekarang
Tapi sayang mata duitan

Simpan parang dalam kumpang
Tabang puhun lawan parang
Biar pian sudah ampun urang
Ulun hadang balunya barang

Banyu kaluar marga di kumpa
Banyunya gasan manapas baju laki
Lawas sudah kita kada bajumpa
Kaganangan ulun satangah mati

Siutuh harat bakisah
Inya bakisah lawan pamannya
Biar kita bapisah
Ingatlah ulun salamanya

Burung dara dalam sangkar
Diasi sangkarnya lawan pita
Banyak banar binian nang langkar
Baya pian ding’ae nang ulun cinta

Mun mamatuk lkasi sisit
Iwaknya sapat saluang
Jangan pina sisirit sirit
Amun hndak btarus terang

Sapat saluang di bawah batang
Dibawah batang tkana jarat
Nangkyapa hndak btarus tarang
Amun muntung Ngalih mnyambat

Jalan jalan kekota Besi
banyak rumah bepagar wasi
Biar wajah bungas penuh aksi
Masuk wc tatap’ae keluar tahi

Ikat rambutan buat kabakul
Lakatan bubur buat dipanci
Duit gajihan dkumpul2
gasan manjujur anak pa haji

Mancibuk banyu turun ka batang
Turun kabatang hdk fnk mandi
Tuhunk ding ae a’a mngganang
Sakalinya nang di ganang sdh balaki

Makan Kulak Di Atas Banyu
Biarpun ikam Galak Abang Tatap Katuju

Pantun Jenaka Bahasa Sunda

jalan-jalan ke tegal lega,
beli sayur dan buah markisa
Jadi orang jangan balaga,
dijauhan ku batur baru tau rasa

Ke cikini membeli dukuh
Wayah gini masih tunduh
Nini-nini nginum jajamu
Hari ini masih kangen surangen sama kamu

Nini-nini tumpak gajah sambil colohok
Hari ini kamu mau kemana ajah hok?

Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok
Cai ngeclak ninggang nu munnu laun-laun jadi….

Ka cipago tuluy ka cikijing
Hallo surallo wilujeng enjing

Siang-siang maen putsal, biar jago nginum jajamu
Jangan marah jangan kesal, ituh ada cileuh di matamu

Di pantai ada ubur-ubur, ubur-ubur masuk kendi
Nu dareukeut kalalabur, karena kamu cadu mandi

Jalan-jalan ke melaboh, di jalan ada kalong wewe
Jangan ngaku-ngaku boga kabogoh, jomblo mah jomblo weh

Ada pelangi di matamu
Wilujeng wengi hey kamu-kamu

Nini-nini make batik
Hari ini kamu cantik

Nini-nini meuli aci tarigu
Aku udah benci kamu

Nini-nini tinggal sama kake-kake
Hari ini kayanya ngebangke

Nini-nini mawa obor
Hari ini jadwalnya molor

Nini-nini mawa lilin
Hari ini rek ulin

Ka cikijing terus ka singaparna
Wilujeng enjing ka sadarayana

Ka gorontalo jalannya ke tonggoh
Biarpun jomblo tapi eweuh nu bogoh

Makan siang bari diuk na aspal
Wajahku ganteng tapi eweuh nu apal

Ada hayam hayam kate, hayam kate dari cihaur
Sia-sia PDKT, kaboro direbut ku batur

Ka pasar beli sajadah, nyimpang dulu ka tukang baso urat
Hirup mah kudu getol ibadah, agar selamet dunya akherat

Jalan-jalan ke gorontalo, disana ada sebuah candi
Pantesan ajah kamu ngajomblo, ternyata kamu cadu mandi dan ngosok gigi

jalan-jalan ke tegal lega,
beli sayur dan buah markisa
Jadi orang jangan balaga,
dijauhan ku batur baru tau rasa

Ke cikini membeli dukuh
Wayah gini masih tunduh
Nini-nini nginum jajamu
Hari ini masih kangen surangen sama kamu

Nini-nini tumpak gajah sambil colohok
Hari ini kamu mau kemana ajah hok?

Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok
Cai ngeclak ninggang nu munnu laun-laun jadi….

Ka cipago tuluy ka cikijing
Hallo surallo wilujeng enjing

Siang-siang maen putsal, biar jago nginum jajamu
Jangan marah jangan kesal, ituh ada cileuh di matamu

Di pantai ada ubur-ubur, ubur-ubur masuk kendi
Nu dareukeut kalalabur, karena kamu cadu mandi

Jalan-jalan ke melaboh, di jalan ada kalong wewe
Jangan ngaku-ngaku boga kabogoh, jomblo mah jomblo weh

Ada pelangi di matamu
Wilujeng wengi hey kamu-kamu

Nini-nini make batik
Hari ini kamu cantik

Nini-nini meuli aci tarigu
Aku udah benci kamu

Nini-nini tinggal sama kake-kake
Hari ini kayanya ngebangke

Nini-nini mawa obor
Hari ini jadwalnya molor

Nini-nini mawa lilin
Hari ini rek ulin

Ka cikijing terus ka singaparna
Wilujeng enjing ka sadarayana

Ka gorontalo jalannya ke tonggoh
Biarpun jomblo tapi eweuh nu bogoh

Makan siang bari diuk na aspal
Wajahku ganteng tapi eweuh nu apal

Ada hayam hayam kate, hayam kate dari cihaur
Sia-sia PDKT, kaboro direbut ku batur

Ka pasar beli sajadah, nyimpang dulu ka tukang baso urat
Hirup mah kudu getol ibadah, agar selamet dunya akherat
Kaso pondok kaso panjang | kaso ngaroyong ka mimbar
Sono mondok sono nganjang | sono ngaloyor ka kamar

Saha we nu bade nyangke | kamari abdi nu ngajagi
Bebende nu hade hate | pamatri ati nu sajati

Colenak enak dicocol | Komo mun tambah kalapa
Beletak pitak ditakol | Poho mun sirah mitoha

Cikaracak ninggang batu | laun-laun jadi legok
Tai cakcak ninggang huntu | laun-laun nya dilebok..

Aya roda na tanjakan <> katinggang ku pangpung jengkol
Aya randa gogoakan <> katinggang ku pohpor banpol

Batok kohok wadah huut
meuli eunteung jang bikeuneun
Budak montok gede hitut
nyeri beuteung, jeungjeuriheun

Daun hiris dibeungkeutan
dibawa ka juru masigit
Anu geulis ngadeukeutan
hayangeun dibere duit

Opat baris salah nyambung
mun tukang kakara ngabangun
Omat geulis ulah pundung
mun akang kapaksa nyandung

Aya listrik di masigit
caangna kamana – mana
Aya istri jangkung alit
hanyakal geuning waria

Pedah kuring kuralang kuriling
ucing ge’ring ngahariring
Tengah peuting jarempling
kuring nyaring hayang ngising

Hayu urang mupu tiwuohan
malah mobok pagu
Huntu linu murukusunu
bongan tara ngosok huntu

Mulung tanjung tengah gunung
meunang cangkilung saguruntul
Nurus tunjung mbah dukun
ceunah nulung malah rahul

Ka Jampang mawa pakarang
ajang pe’rang makalangan
Ka akang naha sale’mpangakang
sayang ngan ka yayang

Rincik rincang rincik rincan
gaya roda na tanjakan
Sidik pisan sidik pisan
nyai teh bogoh ka akang..

Cikaracak ninggan batu
Laun-laun jadi legok
Nincak ruhak dina batu
Laun-laun ngagorowok

Budak leutik bisa ngapung
Eta kalong ngrana Botak
saeutik jiga celempung
asa hayang ngarampana

Gunung kelud
gunung batu
Nu teu boga udud
osok memelas bari ngarayu

Baca juga: Contoh Pantun Nasehat dan Maknanya

Pantun Jenaka Bahasa Jawa

Kembang melati.
Mekrok mok papat.
Koe nandi.
Ngabari kok ra sempat.

Es Degan Enak Rasane,
Kembang mlati Aja Dipanggan.
Nek Arep Dolanan Aja Nang Kene,
Kiye Ati Udu Lapangan.

Pasar Kramat,
Pulau Bawean.
Malam Jum’at,
Turune Dewean.

Manuk Kutilang Dicolong Maling,
Maling Di Banting Poklek Tangane,
Pacar Ngilang Ojo Di Eling-Eling,
Paling Penting Ngilangke Nyawane.

Ngetan Bali Ngulon,
Ketemu Piting Putung Supite,
Jare Kekancan Kok Wani Kelon,
Bareng Mlenthing Bingung Nyebutke Bapak’e.

Nyuloh Kodok Tekan Tayu,
Bareng Mulih Lali Dalane,
Golek Wong Wedok Gak Perlu Ayu,
Penting Sugih Akeh Bandane.

Plastik Kresek Wadah Mahoni,
Plastik Ireng Nggo Wadah Jagung,
Irung Pesek Tansah Ngangeni,
Gawe Seneng Tur Pengin Ngambung.

Esuk-Esuk Moco Koran,
Suguhane Acar Karo Gorengan,
Moto Ngantuk Gelagapan,
Nelpon Pacar Keliru Selingkuhan

Numpak Becak Tuku Sandal,
Sandal Nyeblok Kelangan Mangewu,
Ojo Ngaku Penak Yen Durung Njajal,
Ojo Mbengok Yen Durung Mlebu.

Penutup

Demikianlah artikel yang menyajikan tentang kumpulan berbagai contoh pantun jenaka, semoga bisa bermanfaat untuk Anda semuanya. Jangan lupa berikan pendapat Anda di kolom komentar. Sekian dan terima kasih.


Pantun Jenaka


Dikutip dari : romadecade.org | suka-suka.web.id | pantuncinta2000 | hargakata.com | pinterkelas.com | nurfasta.com | yogiealfiansyahh | yogabadawi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *