Pantun Kiasan

Pantun Kiasan – Pengertian Pantun kiasan Adalah sebuah karya sastra pantun yang di dalamnya berisi perumpamaan atau mengibaratkan antara satu dengan yang lainnya.

Ciri – ciri yang dimiliki oleh pantun kiasan yaitu adanya suatu perbandingan antara satu dengan yang lainnya. Pantun ini Biasanya berisikan pribahasa, sehingga terkadang seseorang harus mengerti arti pribahasa yang ada di dalamnya.

Contoh Pantun Kiasan

Ada banyak sekali contoh pantun kiasan yang akan infastpedia sajikan untuk anda di sini. Bagaimana, Anda penasaran ? Yuk langsung saja kita simak kumpulan contoh pantun kiasan beserta maknanya di bawah ini.

1. Pantun Kiasan dan Maknanya

Berburu ke padang datar,
mendapat rusa belang di kaki.
Berguru kepalang ajar,
bagai bunga kembang tak jadi.

Ciri pantun diatasa adalah adanya suatu perbandingan. Contoh pantun di atas membandingkan antara orang yang belajar dengan bunga.

Maknanya:

Belajar yang tidak sungguh-sungguh ibarat bunga tetapi tidak mempunyai kembang.

Burung gagak burung elang
Mencari sarang tuk berhuni
Rasa syukur yang tak terbilang
Bak hujan di bulan Juni

Maknanya:

Rasa syukur yang luar biasa seperti hujan yang turun di musim kemarau

Pergi ke Cina mencari ilmu
Menggapai cita hingga ke bulan
Tak ada yang bisa membalas kasihmu
Karena tak habis diukur jalan

Maknanya:

Tidak ada yang bisa membalas kasih ibu yang telah diberikannya sepanjang hidupnya

Kusangka masih malam hari,
rupanya telah datang siang.
Kusangka bunga mekar berseri,
rupanya layu dihisap kumbang.

Maknanya:

Menyangka bahwa gadis pujaannya masih sendiri, tetapi kenyataannya gadis tersebut sudah diambil orang.

Naik perahu dekat kemudi,
betapa harum bunga selasih
Elok nian resminya padi,
makin tunduk jika berisi

Maknanya:

Ambilah pelajaran dari padi. Yakni semakin kaya, semakin pandai, semakin hebat, maka ia akan semakin rendah hati di hadapan manusia lainnya.

Tanam ubi tanam kentang,
petik jagung tiada tersisa.
Petang kini telah datang,
tinggi pula batang usia.

Maknanya:

Pantun kiasan di atas menjelaskan tentang waktu tua. Yaitu tentang habisnya masa remaja sekaligus datangnya waktu tua.

Diam lisan banyak merenung,
lompat tinggi anak tupai.
Hendak hati memeluk gunung,
apa daya tangan tak sampai.

Maknanya:

Memiliki keinginan yang sangat besar namun sangat mustahil tercapai.

Pohon tua disebut buhun,
banyak dahannya yang berduri.
Kering dijemur dalam setahun,
basah oleh hujan sehari.

Maknanya:

Usaha yang dilakukan sangat lama sia-sia oleh kesalahan kecil.

Rusa padang belang di kaki,
mangga kueni amat wangi.
Tinggi gunung tetap didaki,
lautan api kan disebrangi.

Maknanya:

Pantun kiasan di atas mengandung makna tentang semangat dan tekad yang sangat kuat.

Randu tinggal randu,
panjang duri hingga sekilan.
Rindu tinggalah rindu,
bagai pungguk rindukan bulan.

Maknanya:

Seseorang yang jatuh cinta. Hanya saja tidak mungkin cintanya bersatu.

Pandai ikan dalam berenang,
beda kolam ikannnya lain.
Sehari sehelai benang,
setahun menjadi kain.

Maknanya:

Pantun di atas berisikan pepatah yang artinya jika kita tekun mengerjakan apapun, pasti akan membawa hasil.

2. Pantun Kiasan Beserta Maknanya

Hari sudah mulai siang hari,
Hari yang cerah telah datang.
Kukira bunga sudah mekar berseri,
Ternyata layu dihisap kumbang.

Maknanya:

Seseorang yang mengira bahwa gadis yang di sukainya masih sendiri, tetapi kenyataannya gadis tersebut sudah menikah dengan orang lain.

Minum kopi sambil duduk,
Sangat harum aroma khas kopi.
Elok sekali resminya padi,
makin menununduk jika berisi.

Maknanya:

Kita sebagai manusia mari mengambil pelajaran dari padi. Yaitu padi yang semakin berisi semakin menunduk, begitu pun jika sebagai manusia yang apabbila semakin kaya, semakin pandai, semakin hebat, maka ia akan semakin rendah hati di hadapan manusia yang lainnya.

Menenam ubi di tengah ladang,
petik singkon tiada tersisa.
Malam kini telah datang,
semakin tinggi pula batang usia.

Maknanya :

Pantun kiasan di atas menjelaskan tentang waktu tua. Yakni apabila jika habisnya masa remaja, maka akan tibalah masa tua.

Diam Perkataan banyak merenung,
lompat tinggi si tupai berlari.
Hendak diri memeluk gunung,
apa daya tangan dan kaki tak sampai.

Maknanya :

Cita – cita yang besar namun mustahil untuk mencapainya.

Mie putih disebut bihun,
Bunga mawar tumbuh berduri.
Daun kering dijemur setahun,
Basah karena hujan sehari.

Maknanya  :

Suatu usaha yang dilakukan sangat lama dapat sia-sia saja sebab sebuah kesalahan kecil.

Rusa jantan belang di kaki,
Duiran montong aromanya wangi.
Tinggi gunung tetap ku daki,
lautan api kan ku seberangi.

Maknanya :

Pantun kiasan di atas mengkiaskan sebuah semangat dan tekad yang sangat kuat.

Jalan-jalan ke Tanggerang,
Melewati tol proyek pak Jokowi membentang.
Di mana bunga berkembang,
di sana si kumbang akan selalu datang.

Maknanya :

Apabila perempuan yang sudah mulai beranjak gadis, maka disaat itulah anak laki – laki mulai banyakyang menyukainya.

Kayu mahouni dibuat papan,
burung puyuh lari menghilang.
Jagung kutanam dengan harapan,
tumbuh pula suket ilalang.

Maknanya:

Suatu usaha pasti akan menemui halangan rintangan.

Makan bakso, baksonya keras,
membeli cincin berhias mutiara.
Mengharap hujan akan turun deras,
Tapi hanya gerimis sekejap mata.

Maknanya:

Mengharapkan keuntungan yang sangat besar. Namun hanya mendapatkan keuntungan yang sangat kecil.

Melihat ayam di tepi kolam,
pohon beringin jadi tambatan.
Air bergelombang tanda tak dalam,
air tenang malah menghanyutkan.

Maknanya :

Orang yang berilmu sedikit biasanya banyak bicara sok pintar dan sok tahu. Sedangkan orang yang banyak ilmunya lebih tenang dan biasanya sedikit bicara.

Keras keras batu kerang,
walau berat tetap dibawa.
Walaupun punggung berang,
bila terus diasah tajam jua.

Maknanya :

Sebodoh apapun seseorang itu, apabila ia terus tekun belajar pasti akan menjadi pandai juga.

Segar rasanya buah sirsak,
ombak menerpa bergulung-gulung.
Dimana bumi dipijak,
di sana langit dijunjung.

Maknanya :

Menghormati adat istiadat daerah yang kita tinggali itu merupakan kebaikan.

Ilalang bergoyang tertiup angin,
semerbak angin yang bersembunyi.
Ada rasa rindu yang tidak mungkin,
seperti hujan bulan Juli.

Maknanya :

Pantun kiasan diatas memeiliki makan rasa rindu yang tidak mungkin tersampaikan, seperti hujan yang tidak mungkin turun di bulan Juli.

Tiduran di taman beralas tikar bambu,
rintik hujan menghalangi cahaya matahari.
Siapa yang dapat membalas kebaikanmu Ibu,
Kebaikan yang seperti tak habis diukur jalan.

Maknanya :

Sebanyak apapun harta seorang anak, tidak akan mampu membalas semua kebaikan orang tua terutama Ibunya, maka dari itu kita sebagai pelajar sebaiknya hormat dan patuh kepadanya (orangtua).

3. Contoh pantun kiasan dengan pribahasa

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu,
Bersenang-senang kemudian.

Air melurut ke tepian mandi
Kembang berseri bunga senduduk
Elok diturut resmi padi
Semakin berisi semakin tunduk

Burung dara dalam sangkar,
Kalau terbang hingga ke karang.
Tak baik hidup selalu bertengkar,
kalah jadi abu menang jadi arang.

Gua dalam banyak kelelawar,
Kolam dalam banyak ikan.
Semua masalah ada jalan keluar.
Kusut diselesaikan, keruh dijernihkan

Duduk berdiang di perapian,
Kayu terbakar hingga terbelah.
Kasih ibu sepanjang jalan
Kasih anak sepanjang galah.

4. Pantun kiasan untuk anak-anak

Tupai lompat ke belukar,
Walau kecil lincah badannya.
Zaman beralaih musim bertukar,
Tiada yang abadi di dunia.

Nusantara banyak kerajaan,
Sungai mengalir banyak sampan.
Sedia payung sebelum hujan,
Jangan sampai kesusahan.

Kepiting ketam
Kayu gasing.
Rambut sama hitam,
Hati orang masing-masing.

Pohon besar tumbuh di hutan,
Minum air dari gelas.
Tak lapuk karena hujan,
Tak lekang karena panas.

Angin bertiup amat pelan,
Menggoyang atap sisi kedai.
Malu bertanya sesat di jalan,
Bertanya adalah kunci menuju pandai.

5. Pantun Kiasan tanpa Maknanya

Makan siang roti mari
Tak mengayuh kantong
Jangan bermimpi di siang hari
Bak rambutan berisi kosong

Bunga melati bunga mawar
Tak disiram dipagi hari
Bagai hiu di air tawar
Kau tak mampu mnghirup pagi

Bersiuk siuk memanja
Tak pernah bergerak dari dini
Bagai mengayuh sepeda dikala senja
Takkan pernah sampai

Bunga mawar baunya harum
Dipetik di pagi hari
Bunga berseri merekah ranum
Bak bidadari surga andini

Makan ikan dengan terasi
Yang penting ada nasi
Kau ibarat padi
Makin merunduk makin berisi

Penutup

Demikianlah ulasan lengkap yang menyajikan tentang contoh pantun kiasan beserta maknanya. Semoga bisa menjadi referensi anda dan bisa bermanfaat. Sekian dan terima kasih. (Ref)


Pantun Kiasan

Pencarian tang paling banyak dicari saat ini:

  • contoh pantun kiasan dan maknanya brainly
  • berbalas pantun kiasan
  • pantun kiasan 4 baris
  • contoh pantun kiasan dan teka teki
  • makna pantun kiasan brainly
  • contoh pantun kiasan bersajak aaaa
  • contoh pantun kiasan brainly
  • pantun jenaka dan maknanya

Leave a Comment