Pantun Muda

Pantun muda – Mengungkapkan isi hati bukan hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa saja. Namun bisa saja dilakukan oleh orang muda, salah satunya mengungkapkan dengan menggunakan pantun muda mudi.

Pantun adalah salah satu jenis puisi rakyat yang terikat aturan penulisannya. Pantun muda mudi adalah pantun yang isinya untuk kaum muda. Biasanya pantun muda-mudi berisi perkenalan dan percintaan. Namun bisa saja berisikan hal-hal yang lucu.

Berikut kumpulan contoh pantun muda mudi yang bisa anda jadikan referensi yang dikutip dari berbagai sumber salah satunya adalah brainly

Pantun Muda

Kelapa tua mana tupainya,
Melompat jauh ke pucuk bunga.
Memetik mangga pada tangkainya,
Memetik rindu di pohon cinta.

Badan sakit belum sembuh,
Badan tua makin rapuh.
Meski jauh rela kutempuh,
Demi mendapatkan kasih yang utuh.

Kulit bambu untuk sembilu,
Untuk memasak ikan betutu.
Air mengalir dari hulu,
Kemana pula mengalir cintamu itu?

Bukit berbunga banyak duri,
Embun datang di waktu pagi.
Sakit bukan tertusuk duri,
Sakit karena ditinggal pergi.

Pergi ke kampung naik pedati,
Pedati ditarik hewan sapi.
Luka di tangan bisa terobati,
Luka di hati ke mana obat dicari?

Indah lukisan hasil karya,
Sungguh cerah warna warninya.
Cinta mesti dengan setia,
Jika ingin hidup bahagia.

Jangan menulis di atas kaca,
Mari menulis di atas meja.
Untuk apa menangis karena cinta,
Lebih baik menangis karena dosa.

Air mengalir dari pancuran,
Tempat minum anak rusa.
Untuk apa berpacaran,
Itu hanya menambah dosa.

Jangan menambal dinding kayu,
Rekatkan dengan besi paku.
Jangan menggombal jangan merayu,
Kalau kau siap, pinanglah aku.

Nasi goreng tabur bawang,
Makan dulu untuk sarapan.
Dalam hidup mesti berjuang,
Jangan sampai putus harapan.

Contoh Pantun Muda

Pergi kepasar membeli sandal
Jangan lupa membawa duku
Kalau memang kepingin kenal
Katakan saja tak usah malu

Kena paku ban harus ditambal
Jangan sampai dibawa jalan
Walau ayah ku berkumis tebal
Tapi ayah ku bukan lah macan

Buah cempedak bentuk nya bujur
Sangat disukai oleh semua
Jika kita bersikap jujur
Hidup kita dipandang mulia

Asam kandis mari diiris
Manis sekali rasa isinya
Dilihat manis dipandang manis
Lebih manis hati budinya

Jangan pergi mandi ke lombong
Emak dan kakak sedang mencuci
Jangan suka bercakap bohong
Semua kawan akan membenci

Pantun Muda Mudi

Di dekat angsa ada itik
Jalan berbaris di atas tegalan
Siapakah gerangan adik nan cantik
Bolehkah abang berkenalan

Lebaran ke kampung untuk mudik
Tak lupa oleh-olehnya
Sungguh menawan paras adik
Baik pula budi pekertinya

Pergi ke pasar membeli semangka
Tak sengaja bertemu kawan
Darimana datangnya suka
Dari senyum adik yang menawan

Walaupun enak makan dengan bakwan
Lebih enak makan dengan tahu
Walaupun enak jalan dengan teman
Lebih enak jalan dengan kamu

Manis manis sekepal gula
Lebih manis sesendok madu
Manis manis senyum si janda
Lebih manis senyum bibirmu

Dari Natal pergi ke Tiku
Di Airbangis singgah dahulu
Kalau adik ragu hatiku
Boleh abang cari yang baru

Ayam boleh, ikan pun boleh
Yang penting ada nasinya
Hitam boleh, Putih pun boleh
Yang penting baik hatinya

Hari ini tidak punya henpon
Kampungan tampaknya
Kalau sehari tidak ditelepon
Kelimpungan rasanya

McDonald tak lagi oke
Lebih enak makan KFC
Abang tak menjemput sore-sore
Jangan datang-datang lagi ke sini

resah kucing di pintu dapur
karena ikan tak kunjung dilempar
resah hati tak bisa tidur
karena adik tak kunjung dilamar

Pantun Anak Muda

Jalan ke kota memakai dasi
Tidak lupa memakai baju batik
Masa muda cuma datang sekali
Harus dimanfaatkan dengan baik

Pergi ke pasar membeli pensil
Tidak lupa juga membeli meja
Rajin belajar dari masih kecil
Kalau sudah besar mau jadi apa

Naik delman lihat ke belakang
Banyak mobil di jalanan
Anak muda jaman sekarang
Cuma cinta saja yang dipikirkan

Ikut ayah mancing di rawa
Di rawa ada banyak buaya
Pumpung kita masih muda
Ayo belajar dan berkarya

Di sana gunung di sini gunung
Di tengahnya pohon jati
Betapa hati sedang bingung
Menunggu jawaban si buah hati

Burung elang turun ke rawa
Di pohon bakau tanah rata
Melayang rasa di dalam jiwa
Melihat engkau bermain mata

Pagi hari jalan ke kota
Tidak lupa membeli boneka
Bergeraklah para jiwa muda
Bekerja dengan semangat membara

Panas-panas minum air kelapa
Air kelapa pelepas rasa haus
Selagi dirimu masih muda
Belajarlah dengan serius

Pergi ke kota beli pakaian
Pakaian bagus murah harganya
Usia muda harus dimanfaatkan
Tuntut ilmu sebanyak-banyaknya

Dari mana datangnya rawa
Dari sawah turun ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari mata jatuh ke hati

Dari mana datangnya kereta
Kalau bukan dari stasiun balapan
Dari mana datangnya cinta
Kalau bukan dari kenalan

Contoh Pantun Orang muda

Ikan sepat berjumlah empat
Dikali empat jadi empat belas
Meski sempat tak sempat
Hanya waktu yang bisa membalas

Buah nanas buah semangka
Buah semangka manis rasanya
Selagi dirimu masih muda
Raihlah pendidikan setingginya

Di sawah ada banyak jangkrik
Ada juga katak dan serangga
Raihlah pendidikan yang baik
Selagi masih berusia muda

Boleh saja pergi ke kota
Asal perginya waktu pagi
Boleh saja memadu asmara
Asal ilmu juga harus dicari

Ku tak ingin sepiring belut
Yang ku ingin sepiring nasi
Ku tak ingin cinta di mulut
Yang ku ingin cinta di hati

Pergi ke hutan mencari serangga
Di hutan dikejar sama lebah
Untukmu generasi muda
Semangatlah untuk bersekolah

Buah nangka buah durian
Rasanya enak dimakan bersama
Jadi pemuda itu harus sopan
Hormatilah orang yang lebih tua

Hujan turun rintik-rintik
Ada gubug di tepi sawah
Wahai dinda berwajah cantik
Bolehkah kanda main ke rumah

Kalau tidak karena puan
Tidak bintang meninggi hari
Kalau tidak karena tuan
Tidak beta sampai kemari

Dokter suka membawa stetoskop
Untuk memeriksa pasiennya
Malam minggu pergi ke bioskop
Ditemani kamu senang rasanya

Dari desa pergi ke kota
Malam hari balik ke desa
Betapa nikmatnya masa remaja
Saat bebas berteman dan berkarya

Buah kedondong buah nangka
Beli yang asli jangan abal-abal
Usia muda harus berkarya
Kalau sudah tua nanti menyesal

Buat apa berkain batik
Kalau tidak pakai selendang
Melihat kamu berwajah cantik
Hatiku jadi ingin meminang

Pergi ke pasar membeli sayuran
Tidak lupa membeli gula
Usia muda harus digunakan
Menuntut ilmu setinggi-tingginya

Nenek-nenek jualan jamu
Jualan jamu di jembatan layang
Aku ingin mencintaimu
Cintaku hanya untukkmu sayang

Jika aku masih ada uang
Pasti aku akan beli layangan
Jika masih ada waktu luang
Pasti aku jemput kamu sayang

Pergi ke pasar membeli gula
Tidak lupa membeli sayuran
Wahai kamu para pemuda
Fokuslah pada masa depan

Dari mana hendak ke mana
Dari desa hendak ke kota
Jika boleh saya bertanya
Bunga yang cantik siapa yang punya

Jalan-jalan ke Surabaya
Tidak lupa membeli topi
Jadi orang jangan tergesa-gesa
Semua orang punya waktunya sendiri

Pergi ke kota membawa uang
Beli oleh-oleh cinderamata
Anak muda jaman sekarang
Tidak bisa lepas dari ponselnya

Tempat parkir pasang tarif
Kendaraan dijaga jadi aman
Pemuda itu harus produktif
Tidak boleh bermalas-malasan

Pergi ke pasar beli keripik
Tidak lupa membeli sayuran
Wahai kamu gadis yang cantik
Bolehkah aku mengajakmu jalan

Pantun Muda tentang Rindu

Dari kebun memetik sayur,
Sayur dimasak banyak gizinya.
Tak enak makan tak enak tidur,
Teringat kekasih jauh di sana.

Angin bertiup dari barat,
Bertiup sebentar hanya lewat.
Rindu ini begitu berat,
Hendak dilepas jua tak kuat.

Apa tanda durian tua,
Aroma wangi, buahnya jatuh.
Apa tanda jatuh cinta,
Kalau jauh merasa rindu.

Dari gerimis menjadi hujan,
Hujan turun amat derasnya.
Ingin kulamar gadis pujaan,
Sayang aku orang tak punya.

Pagi hari udara menderu,
Memancing di sungai dapat kerapu.
Gadis manis berkerudung biru,
Betapa cantik kalau tersipu.

Baju batik kain cindai,
Hendak dipakai di malam hari.
Sudah cantik anaknya pandai,
Laksana bunga mekar bersemi.

Hari hujan suasana sendu,
Hanya memandang ikan di kolam.
Tak tahan menahan rindu,
Cinta terpendam jauh di dalam.

Kayu jati untuk pintu,
Dari pantai membawa kerang.
Hati ini merasa rindu,
Sayang rindu masih terlarang.

Untuk apa jadi biduan,
Hanya berdengan satu nyanyian.
Duduk manis di peraduan,
Kursi pengantin jadi impian.

Hari dingin sangat terasa,
Minum jahe hangat rasanya.
Betapa ingin cepat berjumpa,
Obati rindu di dalam dada.

Penutup

Demikianlah artikel yang menyajikan tentang kumpulan contoh pantun muda mudi yang ditujukan kepada orang muda Indonesia. Semoga bisa bermanfaat untuk anda semuanya. Sekian dan terima kasih. (Ref)


Pantun Muda

Leave a Comment