Pantun Orang Tua

pantun orang tua

Pantun orang tua adalah sebuah karya sastra yang isinya kurang lebih dengan pantun nasehat yang merupakan nasehat-nasehat atau wejangan.

Saya sendiri sangat menyukai pantun nasehat dalam pantun Melayu maupun pantun contoh pantun lainnya. Apabila diteliti dengan seksama pantun orang tua tersebut berisikan budi pekerti luhur.

Penasaran bagaimana isinya, yuk langsung saja kita simak contoh pantun orang tua di bawah ini.

Contoh Pantun Orang Tua

Buah pepaya matang langsung dipetik,
dipetik anak lelaki bernama Usup.
Untuk apa wajah cantik,
jika aurat tak ditutup.

***
Ditengah sawah ada rumah tua,
disanalah kelelawar ada berumah.
Berbaktilah engkau para kedua orang tua,
karena ridho orang tua ialah ridho Allah.

***

Mampir ke hutan untuk berburu,
tak disangka-sangka mendapat rusa.
Wahai manusia kenalilah dirimu,
maka engkaupun mengenali tuhanmu yang esa.

***

Malam-malam belajar senam,
belajar senam dimalam ultah.
Jika hati terhasut amarah dan dendam,
halangilah dengan mengucap astagfirullah.

***

Monyet pertama mencari kutu,
kutunya dimakan monyet kedua.
Rajinlah engkau membaca buku,
karena buku jendela dunia.

***

Tangan tersayat keluar darah,
dimarah kakak tak berhati-hati.
Apa gunanya harta melimpah,
jika hanya untuk memenuhi nafsu duniawi.

***

Berjalan linglung tak tentu arah,
ditengah jalan bertemu pak haji.
Kalau belajar hanya setengah-setengah,
bagai bunga kembang tak jadi.

***

Teman sebangkuku namanya Marwan,
si anak tampan dari Surabaya.
Janganlan sombong wahai kawan,
orang sombong saitan temannya.

***

Indah puisinya Kahlil Gibran,
meresap kejiwa menggetarkan hati.
Sayangilah ibumu wahai orang beriman,
surga balasanmu di akhirat nanti.

***

Paman datang bermuka garang,
tangan menggenggam erat sebuah belati.
Jika ada rezeki padamu datang,
janganlah lupa untuk berbagi.

Pantun Berbakti Kepada Orang Tua


Anak ikan masuk ke bubu,
Sungai di bukit bertumpuk batu.
Barang siapa hormati ibu,
Hidup bahagia sudahlah tentu.

***

Benteng kuat tak akan goyah,
Diterpa angin tiada lelah.
Siapa yang menyayangi ayah,
Itulah tanda putri yang sholehah.

***

Gigi ompong banyak tertawa,
Sayang tak pandai berkata-kata.
Hendaklah berbakti kepada orang tua,
Niscaya Allah sayangi kita.

***

Walau jauh tanah Malaka,
Ombak laut diterjang jua.
Jangan pernah berbuat durhaka,
Karena hidupmu akan sengsara.

***

Kalau emas di dalam peti,
Jangan taurh di tempat ramai.
Kalau anak pandai berbakti,
Hidupnya bahagia hatinya damai.

Pantun Orang Tua


Dahan patah kayu berduri
kepayang tumbuh dalam dulang
dangangan indah tidak terbelui
sayang sungguh nyawa akan menghilang

***

Akan Pelecut patah penggalan,
ambil beruk panjat kelapa.
Diri terkejut ditengah jalan
kerbau bertandung dua-dua.

***

Alangkah elok barang ini,
terbuat dari pada gading.
Alangkah elok orang ini,
pinggangnya genting bagai ketinding.

***

Alangkah harum bunga selasih,
orang di pasar mati bertikam.
Alangkah sakit bercerai kasih,
sepantun api dalam sekam.

***

Dahulu rebab yang bertangkai
kini topi yang berbunga.
Dahulu adat yang berpakai
kini rodi yang berguna

***

Daun seganda dikampung cina
burung merpati makan di dulang
karena saya dagang yang hina
makanya tuan tak sedikit sayang

***

Dari bandung ke Sumedang
dari sumedang sambung ke pati
jangan begitu abang memandang
pandangan abang tembus ke hati

***

Dari bandung ke sumedang,
dari sumedang sambung ke pati
Abang memberi hamba selendang,
Kubalas dengan jantung hati

***

Al Quran di atas peti,
peti dililit besi waja.
Hamba berjanji di dalam hati,
cukup nikah sekali saja.

***

Air Pasang bulan pun terang,
hanyutlah sampan dari jawa.
Jika datang hati yang bimbang,
bagaikan hilang rasanya nyawa.

***

Alu-alu memakan tunda,
tali ditarik tahan selembar.
kalau tak mau pada adinda,
baik kubalik menahan sabar.

***

Air dalam bertambah dalam.
hanyut periuk di dalam peti.
Hati yang dendam bertambah dendam,
cinta membara di dalam hati.

***

Alangkah harus bunga selasih,
orang memancing ikan belanak.
Sungguh sakit bercerai kasih,
sepantun api memakan dedak.

***

Asam pauh dari seberang,
asam belimbing dari Lampung.
Badan jauh di rantau orang,
teringat adik jauh di kampung.

***

Apa gunanya sutera Cina,
gunting tersisip di bengkawan.
Apa gunanya saya yang hina,
terlebih baik muda bengsawan.

***

Apa guna pasang pelita
jika tidak dengan sumbunya.
Apa gunanya main mati,
jika tak dengan sesungguhnya.

***

Batang dipotong dengan gergaji,
dalam airnya batanghari.
Duduk termenung menghitung hari,
menaruh walang di dalam hati.

***

Batu di bancah jangan diungkit,
kalau diungkit kayunya tumbang.
lebih sakit daripada sakit,
karena kekasih diambil orang.

***

Batu di bancah jangan diungkit,
kalau diungkit kayunya tumbang.
lebih sakit dari penyakit,
digoda kekasih orang.

***

Bayu dipuput seri medan,
tengah bermain disambar enggang.
Terlucut banu dari badan,
terurai kain dari pinggang.

***

Banyaklah hari antar hari,
tidak semulia hari Jumat.
banyaklah nabi antara nabi,
tidak semulia Nabi Muhammad.

***

banyaklah bulan antara bulan,
tidak semulia bulan puasa.
banyaklah tuan serupa tuan,
tidak semulia Tuhan Yang Esa.

***

Banyaklah masa antara masa,
tidak seelok masa bersuka.
Meninggalkan sembahyang jadi biasa,
tidakkah takut api neraka.

***

Banyak ika di dalam laut
ika tenggiri di dalam peti
banyak orang karam dilaut
hamba sendiri karam dihati.

***

banyak bukit sembarang bukit
tidak setinggi bukit tinggi
banyak sakit sembrang sakit
tidak sesakit menanggung rindu.

***

Banyak meninggal para syuhada,
membuang nyawa mati syahid
kalau dinda tidak percaya,
mari bersumpah kita ke mesjid

***

Cempedak tangkainya kandis
tetak tengar dibakar jangan.
Jika hendak mulutnya manis,
dengan dengan dipakai jangan.

***

Cempedak tangkainya kandis
tetak tengar dibakar jangan.
Jikalau hendak memangnya manis,
tidak boleh di dengar sangat.

***

Cincin baiduri dalam puas,
jatuh sebentuk dalam raga.
Bukan jauhari kiranya tuan,
maka tak mau masuk berniaga

***

Cincin sebentuk dalam raga
patah ditimpa tutup peti
Maka tak mau berniaga
seperti bukan lanang sejati

***

Colok dipotong dengan sekin,
sekin waja buatan jawa.
hendaklah diturut dengan yakin,
yakin dihati selamatlah nyawa.

***

Condong akan rebah bunga mengkudu,
bunga sitawar disusuni.
Tolong dan sembah oleh pengulu
gawa saya harap ampuni

Contoh Pantun Nasehat Orang Tua


Malam minggu penuh canda
Sambil berdendang main gitar
Belajarlah kamu selagi muda
Agar jadi anak pintar

***

Naik kereta malam ini
Kereta cepat terus melaju
Jadilah kau anak yang berani
Tanpa ragu terus maju

***

Hutan rimba tumbuh lebat
Karena sering diguyur hujan
Jadilah kakak yang hebat
Agar kelak jadi tauladan

***

Anak gadis pipi merona
Memakai gelang kalung mutiara
Agar hidup penuh makna
Pedulilah terhadap saudara

Pantun buat Orang Tua


Sangatlah subur pohon cempaka
Jika tumbuh di Bukit Tursina
Sepanjang umur bhakti pada bunda
Karena surga di telapak kaki nya

***

Di tepi kali saya singgah
Menghilangkan penat menahan jerat
Orang tua jangan di sanggah
Agar selamat dunia akhirat

***

Akan pelecut patah penggalan
ambil beruk panjat kelapa
diri terkejut di tengah jalan
kerbau bertanduk dua dua

***

alangkah elok barang ini
terbuat daripada gading
alangkah elok orang ini
pinggulnya genting bagai ketinding

Penutup

Demikianlah beberapa contoh pantun orang tua dengan berbagai nasehat-nasehat yang ada. Semoga kita sebagai anak selalu patuh dan sayang kepada orang tua kita. Sekian dan terima kasih.


Pantun Orang Tua


Pencarian yang paling sering dan banyak dicari:

  • pantun orang tua 4 bait
  • pantun orang tua agama
  • pantun orang tua brainly
  • pantun orang tua adat
  • contoh pantun orang tua brainly
  • bagaimana isi pantun orang tua
  • pantun orang tua beserta maknanya
  • pantun orang muda

Kumpulan Puisi Cak Nun Terbaru

Puisi Cak Nun Terbaru – Emha Ainun Najib atau biasa dipanggil Cak Nun merupakan seorang penyair, seniman, budayawan dan pemikir yang berasal dari Indonesia....
Dhita Indah Kurnia Sari, S.Pd
20 min read

Puisi Roman Picisan

Puisi Roman Picisan Roman Picisan adalah sebuah sinetron yang tayang di RCTI layar kaca Anda. Sinetron ini banyak disukai oleh kalangan anak muda karena...
Dhita Indah Kurnia Sari, S.Pd
27 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *