Pantun Perpisahan

pantun perpisahan

Pantun Perpisahan – Pantun Perpisahan adalah sebuah karya sastra untuk menyampaikan sebuah isi tentang berpisahnya seseorang dengan orang tersayang lainnya.

Berpisah menjadi hal yang sangat buruk dan tidak diinginkan bagi sebagian orang. Terpisah oleh jarak yang jauh menjadikan hati terbebani oleh rasa rindu yang teramat tinggi dan perpisahan adalah hal yang menyakitkan.

Tapi kita tidak perlu menyesali situasinya. Tidak perlu menghujat pertemuan yang telah terjadi, karena semuanya sudah takdir dan menjadi bagian dari hidup kita dan kita hanya perlu bersyukur atas segalanya.

Seperti pribahasa yang sering kita dengar “dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan”.

Tidak hanya dengan pantun, ungkapkan hati dan perasaan Anda bisa dengan menggunakan puisi perpisahan juga, silakan disimak dan diberikan kepada orang-orang tersayang.

Namun pada kesempatan kali ini infastpedia akan menyajikan beberapa contoh pantun perpisahan yang bisa menjadi referensi Anda. Silahkan disimak!

Pantun Perpisahan Sekolah

Contoh pantun perpisahan yang pertama adalah tentang perpisahan sekolah.

Sangat manis buah rambutan
Di makan secara perlahan
Jika ada sebuah pertemuan
Pasti ada sebuah perpisahan

Tetangga baru datang bertamu
Agar sehat meminum jamu
Begitu banyak jasa-jasamu
Sungguh tak terhitung kebaikanmu

Buah duku buah jambu
Jangan untuk dijadikan jamu
Begitu banyak jasa-jasamu
Takkan terhitung kebaikanmu

Teman baru sekolah baru
Cari teman yang ringan tangan
Kalau bertemu kawan yang baru
Teman yang lama jangan dilupakan

Pergi berlibur di pulau Bali
Pantainya indah lautnya biru
Terimalah sedikit hadiah dari kami
Sebagai kenangan kami adalah muridmu

Pantun Perpisahan Lucu

Untuk itu kami berikan beberapa contoh pantun perpisahan lucu ada di bawah ini semoga dapat dengan mudah kalian tangkap maknanya.

Tak usahlah main ke rumah
Main saja ke telaga
Hancur badan di kandung tanah
Budi kusanjung kuingat juga

Jalan-jalan ke Padang
Pergi bersama dengan Yugi
Doakan saya berumur panjang
Supaya kita berjumpa lagi

Takut adinda bertemu badak
Lebih takut bertemu buaya juga
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Sudi bertemu berpaling jangan
Mencari sebuah gerigi
Ada dimana bang gerangan
Bilalah dapat bertemu lagi

Makan makan di dalam saung
Makan roti pakai selai
Hari ini kita berkampung
Hari besok kita bercerai

Pergi jauh menuju Ladang
Boleh juga kita sekalian mandi
Kalau dikasih umur panjang
InsyaaAllah cepat bertemu lagi

Nonton timnas selalu seri
Akhirnya cuma bisa rebahan
Atas hubungan kerja serta bantuan yang kalian beri
Puji syukur terimakasih saya ucapkan

Suka sekali dengan warna ungu
Ditatah berlian batu bermutu
Kebiasaan melayu menyongsong tamu
Hamparkan tikar lebarkan pintu

Air bercucuran mengalir
Teduh sekali di ujung pohon
Sambutlah salam pesan terakhir
Kesalahan harap dimaafkan saya mohon

Batang mawar penuh duri
Hati hati kena duri lagi
Pantun dikarang melepas diri
Entahkan apabila bersua lagi

Pantun Minang Perpisahan

Bungo flamboyan ditangah laman
Rancak dipandang dek urang lalu
Ado patamuan ado perpisahan
Bapisah kito samantaro dulu

Di pasa jua rambutan
Sapuluah ribu hargo sakilo
Basabalah ateh suratan
Denai pai kiniko juo

Di langik bararak awan
Dihambuih angin limbubu
Barilah galak wahai kawan
Nak sanang denai pai balalu

Hari rabu pai ka pakan
Balilah apo nan katuju
Marilah kito saliang mandoakan
Supayo kito batambah maju

Kalau hari paneh badantang
Pakailah payuang untuak balinduang
Kalau umua lai samo panjang
Pasti basuo jikok baruntuang

Pantun Perpisahan Sahabat

Jangan pergi lama-lama
Nanti tak pulang sudah
Suka duka dilewati bersama
Menjadi kenangan amat indah

Pohon-pohon di hutan lebat
Jadilah manusia yang suka bertobat
Terimakasih wahai sahabat
Kebersamaan ini amatlah hebat

Beli perlengkapan sekolah baru
Ingin ini itu tapi boros tangan
Bila berjumpa kawan baru
Teman lama jangan dilupakan

Malam-malam ronda berjaga
Ada buah tolong dibawa
Meskipun akan berpisah raga
Tetapi tetap bersatu dalam jiwa

Ada seorang sedang bertamu
Ibu buatkan satu gelas jamu
Betapa banyak jasa-jasamu
Tak terhitung kebaikanmu

Ada beberapa roti di nampan
Makan bersama seorang janda
Jika ada salah mohon dimaafkan
Jangan disimpan dalam dada

Di sejarah ada prasasti
Juga ada sebuah candi
Kadang lisan ini menyakiti
Kemaafanmu yang aku nanti

Saudara datang dari jauh
Pulang kesini lama tak terasa
Sebelum kita berpisah jauh
Bersihkan hati dari segala dosa

Hujan-hujan baju basah
Takut petir juga gempa
Hari ini kita berpisah
Esok moga kembali berjumpa

Lagu Padi kasih tak sampai
Di dengar sungguh enaknya
Cita-cita mesti digapai
Agar hidup tentram bahagia

Pantun Perpisahan untuk Guru

Di aquarium ada ikan pari
Ada juga ikan hiu
Semua kenangan di sekolah ini
Menjadi hal tak terlupa bagi pak Guru

Kuat lemari menggunakan kayu jati
Tempat rak juga menyimpan buku
Teriring doa tulus dari kami
Semoga guru betah di sekolah baru

Ada ikan sapu-sapu
Di dekatnya nyamuk memelas
Selamat melaksanakan tugas di tempat baru
Doa kami semoga guru selalu sukses

Sudah sora jalan-jalan
Rapi sekali mencari sensasi
Dengan berat hati kami lepaskan
Semoga guru tak lupa kepada kami

Berjejeran di gerbang sampah
Rupanya banyak tumpukan batu
Secara raga memang kita berpisah
Namun jiwa kami tetap ingat bu guru

Beli mobil merknya sedan
Semoga ibu suka mobil baru
Perpisahan memang menyakitkan
Sampai jumpa wahai guruku

Banyak sekali pencemaran tanah
Sawah bapak ditanami padi
Walau kita hari ini berpisah
Semoga bisa berjumpa lagi

Sungguh enak makanan dirasa
Apalagi makan di Pring Sewu
Perpisahan bukanlah akhir segalanya
Semoga pak guru ingat kepada muridmu

Mendaki ke Gunung Semeru
Mencari sumber mata air
Doa dan harapanku pada pak Guru
Semoga selalu sukses dalam berkarir

Pergi ke pantai di pulau Bali
Pantai indah lautnya biru
Terimalah sedikit hadiah kami
Sebagai pengingat kami adalah muridmu

Pantun Perpisahan Rekan Kerja

Dalam dunia kerja, perpisahan ini sangat wajar sekali. Karena dalam menunjang sebuah pekerjaan yang baik, harus dilakukan rolling dalam bekerja.

Ada juga perpisahan karena seseorang telah usai masa kontrak dalam bekerja. Mengharuskan harus pergi dan mencari pekerjaan yang baru. Atau bisa juga dikarenakan pindah tempat kerja ke daerah lain.

Untuk itu sebuah ungkapan perpisahan ini dapat dilantunkan menggunakan pantun perpisahan rekan kerja berikut ini.

Pergi ke warung banyak yang dimakan
3 bakwan sekali telan
Sebenarnya berat hati dikatakan
Kuucapkan selamat tinggal wahai kawan

Jangan pergi terlalu lama
Supaya khawatir selesai sudah
Suka duka telah dilewati bersama
Menjalin kenangan yang amat indah

Pergi jauh ke Balikpapan
Pulang-pulang bawa rambutan
Teruslah maju rekan untuk masa depan
Perpisahan hari ini bukanlah sebuah hambatan

Pohon-pohon sungguh lebat
Anak nakal mari bertobat
Terimakasih rekan kerja hebat
Bagimu lembur menyenangkan, kok aku sambat 😀

Jalan jalan tak sampai-sampai
Lambat sekali mobil jalannya
Pekerjaan barumu harus selesai
Agar nantinya tentram dan bahagia

Putih-putih bunga melati
Melati dibawa menuju peti
Janganlah dikau bersedih hati
Walau peprisahan harus menghampiri

Pak tani pergi ke tepi sawah
Sungguh elok di samping batu
Walaupun kita berpisah
Janganlah pernah kamu lupakan aku

Disuruh pergi tangan gemetar
Akhirnya balik ke dalam rumah
Memang perpisahan hanya tinggal sebentar
Jadikan ini sebagai kenangan terindah

Manis sekali buah rambutan
Di makan secara perlahan
Apabila ada sebuah pertemuan
Tentunya ada juga perpisahan

Pergi main ke Gramedia
Membaca buku sejarah Bung Hatta
Perpisahan ini sangat tak kusangka
Hingga aku kini meneteskan air mata

Pantun Perpisahan Cinta Tak Direstui

Menyembuhkan Patah Hati

Kecil bocah cepat ia pergi berlari
Menanjak jalan arah ia menuju sebuah gua
Baiknya memang cukup kita akhiri
Ikatan cinta demi cinta yang lebih mulia

Dalam tenang gunung tumbuhlah kayu sendiri
Iya kokoh berdiri kuat ia sebatang mahoni
Kepada hati kumohon kau mengampuni
Janji itu kutarik dengan rasa berat hati

Lama ku tunggu tak pernah kulihat buahnya
Nyaman aku berteduh berlindung kepadanya
Kepada orang tua aku sangat cinta
Kepadamu semoga kau tak akan terluka

Nyanyian Kebencian Mulai Melagu

Desa hijau dengan luasnya sawah-sawah
Subur benih tumbuh adalah jawaban doa
Tentang benci aku mohon maafkanlah
Rasa rindu yang akan datang pudarkan saja

Sejuk udara baik dari selatan atau utara
Beternak makmur hewan sehat semua
aku lihat kau pesona begitu sempurna
Bapakku merasa aku harus dipeluknya

Pantai terlihat lengkap dengan nyiur nyanyian pulau kelapa
Merdu hilangkan derita setiap jiwa jutaan luka dan duka lara
Kurelakan kau menjadi ayah meski aku bukan jadi ibunya
Kisah yang harus aku akhiri dengan ikhlas meski luka itu ada

Kokoh Bagai Tembok Di China

Nyenyak bocah tertidur dibawah payudara mak-nya
Menatap wajah damai itu, Bebas sang ibu memanjatkan doa
Mengakhiri ini semua kurasa tepat untuk kita
Berhenti berpura-pura bahwa bahagia itu tanpa cela

Permohonan menjelma menjadi mantera
Berbisik mengkode kepada alam semesta raya
Pemisah yang semakin lebar terbuka
Cinta kita berjalan tanpa restu orang tua

Keajaiban akan tercipta saat percaya
Langit menjaga kalimat mulia menembus dinding tabu
Akhir ini jadikanlah indah untuk kita
Memaafkan setiap kenangan membuka lembaran baru

Pantun Perpisahan Bagi Pasangan

Yakinkan Hatimu Kasih

Indah dipandang cantik paras seorang putri
Elok wajah, bibir merekah semerah stowbery
Berjabat tangan kita berdua mematri janji
Ingat kataku, Aku pergi pasti kembali

Mulia hati dermawan watak seorang ratu
Anggun perkasa, bagaikan tegak gunung merbabu
Meski jauh jarak antara kau dan aku
Satu kata yang memastikan kita sama adalah rindu

Menari indah semua rakyat berpesta pora di hari sabtu
Mereka tertawa lepas indah dipandang pakaian baru
Jangan lagi kau panik, Semesta raya memihak kepadaku
Waktu mengatur dengan rinci agar kita bisa bertemu

Tak Perlu lebih Banyak Waktu

Duduk melamun meratap termenung sendiri
Gelap malam tak akan membuat takut lagi
Cukup sudah kisah yang telah terjadi
Mengenang hanya menyisakan sesal tiada arti

Bintang cerah menyinari fokus padang duri
Mendekat jangan kau akan langsung terluka
Anggap saja aku dan kamu hanyalah mimpi
Cinta abadi tidak memihak kepada hati kita

Tajam duri memberi perih menyayat rasa
Tergugah sadar kembali dalam alam nyata
Berbeda watak bukan alasan utama
Cinta kita tak dapat bertahan lebih lama

Ketuk Palu Di Meja Hakim

Menarik mata mencolok merah buah ceri
Tumbuh di kebun sendiri tak lagi susah dicari
Seakan waktu kita tak lagi memiliki arti
Tawa yang pernah terbagi telah menjadi benci

Rukun bersama banyak bunga-bunga berwarna
Menyejukkan yang melihat meski dari ratusan meter disana
Cinta tumbuh dalam kisaran waktu yang lama
Cinta habis terbakar hanya karena hijau rumput tetangga

Pepohonan tegak berdiri musim berbuah
Segar alam mampu hadirkan keindahan pengusir rasa kantuk
Sudah berakhir akhirkan saja sudah
Tak perlu sesal dan air mata rayakan keputusan terbentuk

Hari Terakhir Perjumpaan

Pergi berlibur ke pantai memancing cumi
Pantai membeku tertutup oleh salju
Bertahun kita bagaikan sepasang sejoli
Taklukkan waktu menjinakkan rindu

Bergegas kita menuju bukit secara beramai-ramai
Derap langkah kaki diselingi oleh kerasnya tawa
Di bawah terik matahari kau mampu hadirkan badai
Panas terganti dengan banjir air mata seketika

Langkah terhenti terlihat pintu masuk ke hutan
Waspada selalu mengingat bahaya serangan macan
Tak ku sadar kelulusan adalah hari perpisahan
Cintaku kau tolak Kau bilang kita hanya sebatas rekan

Benci Menjadi Hal Abadi Di Kisah Cintaku

Pelangi yang tercipta sebentar namun indah
Gelap menyirnakan banyak hal termasuk bayang-bayang
Jangan kau pikir semua ini adalah mudah
Terjebak dalam permainan yang kau ciptakan sayang

Langit cerah ijinkan burung bebas menari-nari
Nyanyian langit pun mengijinkan hujan ikut bernyanyi
Ketika kau tak lagi mampu pastikan kanan dan kiri
Tegas kuputuskan lebih baik cinta kita segera diakhiri

Terik matahari terkadang datang bertamu
Berbagi waktu perebutkan tahta langit biru
Pemborosan waktu aku tetap berada di sisimu
Cintaku berganti benci karena kebingunganmu

Kerajaan langit mempunyai tentara pengawal kuat
Berjaga mereka dari serangan ganas musuh hitamku
Langkah salah mengikuti kau yang tersesat
Biarkan aku sendiri memilih ruteku tanpa dirimu

Penutup

Demikianlah   pantun perpisahan terbaik yang bisa dibagikan pada postingan singkat kali ini. Jangan lupa datang kembali untuk melihat update pantun perpisahan lainnya di blog ini. Terimakasih! (Ref)


Pantun Perpisahan


Pencarian yang sering dicari

  • pantun perpisahan kerja lucu
  • puisi dan pantun perpisahan sekolah
  • pantun perpisahan pimpinan kantor
  • pantun perpisahan dari guru untuk siswa
  • pantun perpisahan bahasa jawa
  • pantun perpisahan bahasa sunda
  • pantun perpisahan dprd
  • pantun perpisahan lucu bahasa jawa

dikutip dari : romadecade.org | theinsidemag.com | edin08.com

Kumpulan Puisi Cak Nun Terbaru

Puisi Cak Nun Terbaru – Emha Ainun Najib atau biasa dipanggil Cak Nun merupakan seorang penyair, seniman, budayawan dan pemikir yang berasal dari Indonesia....
Dhita Indah Kurnia Sari, S.Pd
20 min read

Puisi Roman Picisan

Puisi Roman Picisan Roman Picisan adalah sebuah sinetron yang tayang di RCTI layar kaca Anda. Sinetron ini banyak disukai oleh kalangan anak muda karena...
Dhita Indah Kurnia Sari, S.Pd
27 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *