Pantun Remaja

Pantun remaja – Remaja merupakan suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia 10 sampai 12 tahun dan berakhir pada usia 18 sampai dengan 22 tahun.

Pantun remaja adalah pantun yang mengungkapkan segala hal tentang dunia remaja. Mulai dari perkenalan, persahabatan hingga percintaan. Dari perkenalan hingga pernikahan. Perhatikan contoh pantun remaja paling lengkap di bawah ini.

Contoh Pantun Remaja

Buah salak baru dipetik
Buah duku buah delima
Ada banyak wanita cantik
Hanya kamu yang aku cinta

Sepuluh lidi dibuat sapu
Kalau beli di Kota Kediri
Rasa senang tumbuh dihatiku
Melihat senyum yang menyapa diri

Pohon beringin pohon manggis
Pohon ditebang menjadi dua
Lihatlah kawan dia sungguh manis
Kalau tertawa tiada dua

Burung dara jatuh dari sarangnya
Ikan lele tak punya sisik
Jika kau tulus mencintainya
Jagalah dia dengan baik

Naik motor pakai kacamata
Berhenti direstoran susi
Dalam hidup selalu ada cinta
Cinta abadi dibawa sampai mati

Ayo kesana mari temani
Mumpung sekarang masih pagi
Betapa bahagia hatiku ini
Berjumpa dengan dirimu lagi

Burung nuri sedang berkicau
Sungguh merdu didengar telinga
Kalau hati sedang galau
Lebih baik tidur saja

Melihat gadis yang jauh disebrang
Yang namanya Amalia Intan
Jangan menjauhi orang yang disayang
Karena itu sangat menyakitkan

Jalanmu sudah engkau temukan
Dimulai dari lembaran baru
Benarkah yang engkau putuskan
Memilih aku sebagai lelakimu

Ayam boleh ikanpun boleh
Yang penting ada nasinya
Hitam boleh putihpun boleh
Yang penting baik hatinya

Jikalau bulan berwarna biru
Pastilah bintang jauh disana
Maksud hati ingin tahu
Nama lelaki disebrang sana

Anjing menggonggong dipagi hari
Dikejarlah Fredy olehnya
Selamat pagi pengisi hati
Bagaimana kabarmu disana?

Pohon kelapa tinggi sekali
Pohon tumbang menimpa rumahnya
Hatiku terasa sangat tersakiti
Saat engkau pergi dengannya

Nasi pecel enak banget
Belinya dipinggir jalan Kalimantan
Yang lagi duduk manis banget
Boleh gak kita kenalan?

Hujan turun diatas bumi
Memenuhi kubangan air dirawa
Berdebar-debar jantung ini
Melihat dia menebar tawa

Dilangit ada banyak bintang
Disungai ada sebatang kayu
Aku hanya mau bilang
Kepadamu kata I love you

Si Riri pergi dengan Rina
Jangan lupa jalan kekiri
Hati girang tak terkira
Melihat abang datang kemari

Burung merpati telah terbang tinggi
Lalu untuk apa kau tangisi
Jika engkau patah hati
Mengapa kau tak cari lagi

Jauh dimata dekat dihati
Mau bicara tak ada kata
Jangan suka bermain hati
Jika tak mau diputus cinta

Naik bajaj ke Jakarta
Kena macet dipasar Legi
Kulihat dia jalan bersama
Hati terasa sakit sekali

Pantun Remaja Lucu

Buat apa panen kelapa
Kalau belum tumbuh tunas
Buat apa membeli vespa
Cicilan kompor saja belum lunas

Jalan-jalan bersama kakak
Ditengah jalan lihat kepompong
Aku tertawa terbahak-bahak
Melihat kucing makan kedongdong

Ke bali bertemu bayu
Sekalian membeli pernak-pernik
Kalau kamu pintar merayu
Rayulah cewe cantik

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang

Ada tuyul ketemuan
Ada juga kuntilanak
Kalau kamu takut begituan
Udah aja jadi anak

Hari minggu sudahlah siang
Setelah siang menuju petang
Ditunggu tunggu gak juga datang
Sekali datang kok nagih utang

TINGKAH YANG KASAR PASTI BURUK KELAKUANYA
MATA BERPEJAM BILA BERJUMPA
WARNA MATANYA YANG MERAHNYA
BERTARING TAJAM SUKA MENERPA

TERLIHAT MALAP JALAN MENUJU KE PAYA
MATA DISENGKANG DI DALAM JAGA
SAAT MALAM GELAP TANPA CAHAYA
TERNYATA DIBELAKANG ADA LEMBAGA

DIA MEMAKAI SARI DENGAN DIIKATNYA SANGAT KETAT
TERPEKIK TERLOLONG TERKENA HAMBAT
NANG NAK DARI SIAM DENGAN CERITANYA YANG HEBAT
SUNDEL BOLONG PULA DI COBA MEMBUAT-BUAT

SILAT SUNTAU SAYA SANGAT SUKA
TAPI KADANG LEMAH TUMBUKAN TAK KENA
SERU SANTAU KHURAFAT SAKA
HANTU SURIMAH HILANG KEMANA

NENEKKU LAGI REHAT
ADDIKKU PAKEK GIGI KAWAT
BAJU PUTIH NAMPAK TERLIHAT
TERNYATA HANTU YANG TELAH LEWAT

Buah mengkudu
dibungkus pelastik
semua juga tahu
kalau aku cantik

burung perkutut
burung kutilang
kamu kentut
nggak bilang bilang

buah pisang buah tomat
disimpan didalam lumbung padi
pantas tercium bau menyengat
rupanya kau belum mandi

Api membakar ujung cerutu
membawa asap bersesak-sesak
Alangkah geli rasa hatiku
Melihat nenek bergincu dan bedak

Gemuruh tabuh bukan kepalang
Diasah lembing berkilat-kilat
Gementar tubuh harimau belang
Nampak kambing pandai bersilat

Limau purut masak di dahan
walau manis tak boleh dimakan
Biar penampilan seperti preman
Yang penting hati beriman

Buah mangga rasanya manis
dibungkus rapat didalam peti
Sayang walau wajah nya artis
tapi gayanya macam hellokitty

Memasak ikan di dalam peti
paling enak di campur terasi
gayanya aja kayak selebriti
tapi dompetnya kagak berisi

Ayam bangkok dibawa atun
Tiap pagi dimandiin
Kalau iseng nyok kite bepantun
Ampe pagi ane jabanin

Malam hari memasak gurita
dicampur cabe dan buah berminyak
Memang kamu cantik jelita
Sayang ketawanya kayak kuntilanak

makan belimbing dicampur terasi
bikin kelepon ditambah santan
wajahnya aja kayak artis televisi
tapi kelakuan seperti setan

Paling enak burung gelatik
Di atas awan terbang melayang
Memang banyak wanita cantik
Cuma adik yang abang sayang

siang hari langit berawan
paling enak ke senayan
Adek manis senyum menawan
boleh dong abang kenalan

Naik delman ke malaya
jangan lupa bawa pengukur
siapa yang tidak tertawa
lihat sibotak ingin dicukur

Pantun Remaja Persahabatan

Apa namanya sayur ketupat,
Dari nangka daunnya lebat.
Apa itu yang disebut sahabat
Sehati sejiwa selalu dekat.

Makan besar saat kenduri,
Bunga cempaka bunga melati.
Merangkai cerita setiap hari,
Tak kulupa sampai tua nanti.

Kaki berjinjit berjingkat-jingkat,
Petik daun untuk obat.
Walau banyak teman yang dekat,
Hanya engkau yang jadi sahabat.

Arjuna ganteng pandawa lima,
Naik kuda ke Alengka.
Susah senang bersama-sama,
Jangan pernah saling melupa.

Hujan lebat di hari raya,
Dari sungai naik kura-kura.
Sahabat ibarat sekuntum bunga,
Tetap mekar walau di belantara.

Duduk berdua dekat taman
Tercium lezat sebuah masakan.
Tempat curhat paling nyaman,
Aib sahabat dirahasiakan.

Langit biru terdapat awan,
Akan turun hujan lebat.
Untuk apa beribu kawan,
Kalau tak punya seorang sahabat.

Bola sepak jangan dilemparkan,
Kalau lupa selalu diingatkan.
saat bahagia, engkau menyempurnakan,
saat susah, engkau menguatkan.

Pulau Bangka penghasil lada,
Kota Solo penghasil batik.
Persahabatan tulus selalu ada,
Lahir dari hati yang baik.

Ke sekolah datang terlambat,
Tugas banyak hati gelisah.
Selamat malam duhai sahabat,
Moga malam ini mimpi yang indah.

Pantun Remaja Perkenalan

ada gula ada kopi
disimpan diatas lemari
rindu ini menari-nari
menanti sang pujaan hati

Di atas meja bunga diletakan,
Sandal baru dipakai jalan.
Assalamu alaikum aku ucapkan,
Pantun kuucap pembukan perkenalan.

Anak Melayu memakan petai,
Kalau haus ambil kelapa.
Aku dari gunung engkau dari pantai,
Di tempat ini pula kita berjumpa.

Angin bertiup daun bergoyang,
Burung hinggap di pohon cemara.
Namaku GINA, panggilan sayang
Pemberian dari Ayah dan Bunda.

Dinding papan kuat dipaku,
Udara dingin terasa membeku.
Dari PADANG kota asalku.
Rendang adalah kesukaanku.

Ulama menulis dengan tinta,
Banyak kita untuk umatnya.
Lahir dari keluarga sederhana,
Datang ke sini mengejar cita-cita.

Sungguh luas alam dunia,
Pergi ke hutan membawa kapak.
Jangan bertanya apa ada yang punya?
aku ini kepunyaan Ibu dan Bapak.

Burung merpati burung dara,
Kalau hitam burung apa.
Anak KEDUA dari 4 bersaudara,
Punya adik juga kakak.

Irian cendrawasih,
Pergi haji ke kota Mekah.
Cukup sekian terimakasih,
moga perkenalan ini membawa berkah.

Kalau ada jarum yang patah,
Mohon kirimkan ke pulau Jawa.
Kalau ada kata yang salah,
Mohon maafkan seikhlas jiwa.

Sungguh indah kota Kendari,
Papua tempat cendrawasih.
Mohon pamit undur diri,
Assalamu alaikum terimakasih

Pantun Remaja brainly

Bulan purnama bewarna merah
Indah menawan merah warnanya
Wahai gadis berkerudung merah
Sungguh cantik paras rupanya

Jalan-jalan ke Kota Batu
Jangan lupa beli burung dara
Wahai adinda yang suka barang baru
Jangan lupa hidup sementara

Air sungai bewarna merah
Tak tau sebab akibatnya
Sungguh aneh matamu memerah
Tak tahu siapa penyebabnya

Jalan-jalan ke Kota Malang
Jangan lupa mampir ke Batu
Kalau kau lihat orang yang malang
Janganlah segan membantu

Buah mangga buah delima
Ada yang besar ada yang kecil
Mari kita belajar menderma
Dari kecil sampai besar

menulis pakailah tinta
janganlah memakai gincu
apa benar abang cinta
atau abang cuma merayu

menjangan bukanlah rusa
kalau dikejar akan berlari
kalau memang ada rasa
apa tak boleh jatuh hati

bedak pupur dibuat dari sagu
untuk menghias wajah sendiri
wahai adik janganlah ragu
abang cinta setengah mati

jangan dimakan nasi basi
karena itu sudah terkena hama
kalau adik masih sendiri
bolehkah abang jalan bersama?

menari harus dengan irama
tapi jangan seorang diri
boleh saja jalan bersama
asal jangan mencuri hati

berlayar kita naik perahu
layar berkembang di udara
kalau boleh adik tau
apa maksud abang bertanya

buah bacang bukan pepaya
nanas bersisik bukan berduri
kalau abang boleh bertanya
apakah adik masih sendiri

buku juga dinamakan pustaka
butuh uang janganlah mencuri
bukannya abang takut mertua
tapi abang tidak mau dimaki

pohon randu tumbuh di kota
taman kota pun jadi terhiasi
rindu di dada tiada terkira
karena menanti pujaan hati

cinta itu ikatan hati
jangan dibuat semaunya
mari kita mengikat janji
untuk bersama selamanya

Pantun Remaja Berbalas

Sangat lambat kura-kura,
Kura-kura apa makannya.
Masa muda berhura-hura,
Apa jadi di masa tua?

Balasan:

Hati senang di hari raya,
Slalu berkunjung ke orang tua.
Masa remaja banyaklah berkarya,
Hidup bahagia di masa tua.

***

Jalan tinggi ke bukit apa
Jalan setapak banyak berduri.
Patah hati sakit rasanya,
Kemana obat hendak dicari?

Balasan

Kalau hendak pergi ke bukit,
Jangan lupa bawa belati.
Kalau hati terasa sakit,
Mungkin ada dosa belum ditaubati.

***

Anak cina menjual minyak,
Untuk lampu di petang hari.
Cowok ganteng memang banyak,
Kalau yang baik susah dicari.

Balasan:

Jalan-jalan ke kota Busan,
Habis uang gaji sebulan.
Cowok baik bukan di jalan,
Ia banyak pergi ke pengajian.

***

Apa yang ditanam dari pepaya
Tanam bijinya yang masih basah.
Apa rahasia jadi orang kaya,
Supaya hidup tak selalu susah.

Jawaban:
Gerimis turun tiada reda,
Sepi hati terasa hampa.
Tekun belajar di masa muda,
Kerja keras jangan dilupa.

***

Dalam sangkar burung tekukur,
Lepas satu terbang ke sumur.
Selamat malam selamat tidur,
Moga hidupmu esok kan makmur.

Balasan:

Bunga selasih daunnya lebat,
Kolam kecil banyak ikan.
Terimakasih wahai sahabat,
Doamu selalu kunantikan.

Pantun Remaja Romantis

Beli tali untuk mengikat,
Pulut lengket sangat merekat.
Kalau sudah hati terpikat,
Pil pahit terasa coklat.

Kue lezat tepung kanji,
Masih hangat dalam kuali.
Bukan aku hendak memuji,
Tapi memang kamu cantik sekali.

Dari pasar membeli pari,
Ikan laut banyak sepeti.
Duit hilang bisa dicari,
Kamu hilang, stress setengah mati.

Gelang lucu dari perunggu,
Kapas putih pohon randu.
Walau lama tetap kutunggu,
Walau jauh tetap kurindu.

Sangat tinggi pohon kelapa,
Dari Mekah bawa kurma.
Sekarang berteman tak mengapa
Yang penting besok hidup bersama.

Ikan bandeng banyak duri,
Makan satu dengan ketupat.
Cewek cantik gampang dicari,
Cewek baik di mana bisa didapat.

Mari beriman pada malaikat,
makhluk gaib tak terlihat.
Walau beribu teman yang dekat,
Hanya kamu yang paling memikat.

Jalan-jalan ke Malaka,
Melihat perahu penuh pasukan.
Walau berjauhan asal kita,
Tapi hati berdekatan.

Santun bukan sembarang santun,
Adab budaya dari dahulu.
Pantun bukan sembarang pantun,
Pantun untuk mengirim rindu.

Bukan batik bukan kelimis,
Pakai peci di waktu maghrib.
Bukan cantik bukan manis,
Kamu itu sangat ajaib.

Penutup

Demikianlah ulasan ringkas mengenai contoh pantun remaja tentang perkenalan, percintaan dan lucu. Semoga bisa menjadi referensi Anda dan bisa bermanfaat. Sekian dan terima kasih untuk anda para remaja.


Pantun Remaja


Pencarian paling banyak dicari saat ini:

  • pantun remaja lucu
  • tuliskan pantun remaja
  • pantun remaja romantis
  • pantun remaja brainly
  • pantun remaja persahabatan
  • pantun remaja nasihat
  • pantun remaja berbalas
  • pantun remaja perkenalan

Leave a Comment