Resistor dalam Rangkaian Elektronika

Pengertian Resistor merupakan komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk membatasi aliran listrik. Pada suatu rangkaian elektronika, komponen ini adalah salah satu komponen pasif. Satuannya dihitung dengan Ohm dan disimbolkan dengan huruf R.Selain nilai resistansi atau ohm, perlu juga untuk mengetahui kapasitas daya dan nilai toleransi. Tiga poin tersebut penting untuk diketahui terkait perancangan sebuah rangkaian elektronik. Ukuran atau nilai-nilai tersebut biasanya dicantumkan dalam kemasan sehingga mudah diketahui besaranya.

Pengertian Resistor

Pengertian dan Fungsi Resistor
Jenis – jenis resistor

Resistor adalah suatu perangkat elektronik dapat bekerja dengan menggunakan berbagai komponen yang disusun sistematis. Setiap komponen yang dipasang memiliki fungsinya masing-masing. Ada komponen aktif yang menjadi sumber daya dan ada pula yang bersifat pasif atau hanya penghambat dan pengontrol daya.

Seperti yang dimaksud dalam pengertian Resistor sebagai komponen elektronik yang bersifat pasif. Fungsinya hanya sebatas menjadi penghambat arus listrik dalam suatu perangkat elektronik. Jumlah arus listrik yang mengalir melalui komponen ini selalu berbanding terbalik dengan nilai resistansi.
Nilai resistansi dan arus listrik di komponen ini memang sesuai dengan hukum Ohm. Adanya komponen tersebut bisa dilihat dari simbol R dan VR untuk yang variabel.

Fungsi-fungsi Resistor

Fungsi-fungsi dari komponen Resistor ini di dalam Rangkaian Elektronika diantaranya seperti di bawah ini :

  1. Sebagai Pembatas Arus listrik
  2. Sebagai Pengatur Arus listrik
  3. Sebagai Pembagi Tegangan listrik
  4. Sebagai Penurun Tegangan listrik

1. Kapasitas daya

Kapasitas daya adalah besaran daya maksimum yang dapat dilalui oleh komponen elektronika ini. Nilai kapasitas daya ditulis dalam satuan watt. Namun untuk yang berukuran kecil, nilai kapasitas daya bisa dikenali dari ukuran komponen itu sendiri.

Penting untuk menentukan kapasitas daya agar tidak terjadi kelebihan daya pada komponen. Apabila kelebihan daya maka bisa membuat komponen rusak atau terbakar. Memilih nilai daya yang tepat juga menjadi langkah untuk efisiensi biaya dalam membuat perangkat elektronik.

2. Nilai toleransi 

Nilai toleransi adalah besaran perubahan nilai yang ada dalam badan komponen menjadi nilai resistansi yang masih dianggap aman untuk resistor yang baik. Perubahan karakteristik atau nilai toleransi terjad karena operasional komponen itu sendiri.

Besaran nilai toleransi adalah kerusakan 1%, toleransi kesalahan 2%, toleransi 5%, dan nilai toleransi 10%. Untuk mengetahui nilai toleransi dapat dilihat dengan mengecek kode warna. Salah satunya nilai toleransi 5% ditandai dengan warna emas pada cincin atau lingkaran warna yang ada di badan komponen.

Namun untuk komponen yang berukuran besar, nilai toleransi ditulis dengan kode tertentu seperti huruf J untuk nilai toleransi 5%. Kebanyakan yang dijual di pasaran adalah yang memiliki nilai toleransi 5% dan 1%.

Jenis-Jenis Resistor 

Berdasarkan bahannya, komponen ini dikategorikan menjadi beberapa jenis. Jenis kawat, oksida atau metal film, dan arang.

1. Kawat atau wirewound 

Jenis komponen ini dibuat dari kawat yang dililitkan. Panjangnya kawat yang dililit tersebut menentukan besarnya nilai resistan. Pada umumnya jenis komponen dari bahan kawat ini memiliki kapasitas daya yang besar.

2. Oksida logam atau metal film

Ada jenis komponen penghambat arus listrik yang dibuat dari bahan oksida logam atau metal film. Bahan metal film ini termasuk material yang karakteristiknya lebih baik. Jenis komponen ini biasanya ditemui untuk nilai toleransi 1% dan 2%.

Karakteristik fisiknya memiliki bentuk yang hampir mirip dengan yang dibuat dari bahan karbon. Namun untuk metal film, komponen ini memiliki cincin warna dengan jumlah yang berbeda. Kapasitas daya untuk jenis ini lebih banyak adalah yang memiliki daya 1/8 watt, ¼ watt, dan ½ watt.

Penggunaan dari komponen jenis ini adalah untuk keperluan industri dan militer. Biasanya berfungsi untuk mengukur perangkat atau peralatan di dunia militer atau industri.

3. Arang atau karbon

Karbon atau batang arang menjadi bahan utama untuk membuat komponen penghambat arus listrik ini. Jenis arang atau karbon adalah yang paling banyak dijual di pasaran. Komponen tersebut paling sering dijumpai dengan kapasitas daya 1/16 watt, 1/8 watt, ¼ watt, dan ½ watt.

Variable Resistor

Variable Resistor adalah jenis Resistor yang nilai resistansinya dapat berubah dan diatur sesuai dengan keinginan. Pada umumnya Variable Resistor terbagi menjadi Potensiometer, Rheostat dan Trimpot.

Sedangkan menurut nilai resistansi, komponen ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu resistor tetap atau R dan tidak tetap atau VR. Material yang digunakan untuk masing-masing juga beragam dengan perbedaan lainnya seperti berikut.

1. Jenis tetap atau R

Komponen yang disimbolkan dengan huruf R ini berarti merupakan komponen tetap. Pengertian tetap adalah nilai resistansi dari komponen tersebut tidak bisa diubah. Pada umumnya memiliki fungsi sebagai pembatas arus di dalam rangkaian elektronika. Komponen ini juga dapat ditemui dalam beberapa jenis.

  1. Metal film
  2. Metal oxide
  3. Carbon film
  4. Ceramic encased wire wound
  5. Economy wire wound
  6. Zero ohm jumper wire
  7. SIP network

2. Jenis tidak tetap atau variabel

simbol dan bentuk variabel resistor

Jenis komponen dengan nilai resistansi yang bisa diubah ini terdiri dari beberapa tipe berikut.

  • Potensiometer

Komponen ini memiliki tuas pengontrol yang berfungsi untuk mengatur nilai resistansi secara langsung. Ada jenis potensiometer linier dan logaritmis.

  • Trimer potensiometer

VR tipe trimer potensiometer dapat diatur nilai resistansi komponennya dengan menggunakan obeng.

  • Thermistor 

 

simbol dan bentuk thermistor

Komponen memiliki nilai resistansi yang dapat berubah. Perubahan nilai resistansi bukan dilakukan langsung tetapi karena mengikuti suhu di sekitarnya. Ada dua jenis yakni thermistor NTC dan thermistor PTC.

  • Light Depending Resistor atau LDR

Tipe ini memiliki variabel atau nilai resistansi yang nantinya berubah mengikuti cahaya yang diterima.

Komponen Resistor

Selain mengetahui jenis-jenisnya, penting juga untuk bisa mengetahui cara menghitung nilai resistor agar tidak salah pilih komponen. Bisa dihitung menggunakan lingkaran warna yang ada pada komponen. Namun untuk jenis VR atau yang berkapasitas besar, nilai resistansi dilihat dari kode huruf.

1. Komponen dengan 4 cincin warna

Menghitung digit angka dapat dilihat pada lingkaran warna 1 dan 2. Lingkaran warna 3 adalah faktor pengali. Untuk nilai toleransi bisa dilihat dari lingkaran warna terakhir atau 4.

2. Komponen dengan 5 cincin warna

Nilai toleransi adalah pada simbol warna lingkaran 5. Cincin warna keempat merupakan faktor pengali dan digit angkanya ada pada lingkaran warna pertama, kedua, dan ketiga.

3. Komponen dengan 6 cincin warna

Cincin warna terakhir atau keenam merupakan simbol untuk mengetahui nilai toleransi. Nilai tersebut menjadi temperatur maksimum yang aman untuk komponen.

4. Komponen dengan kode huruf

Cara menghitung Resistor dengan kode huruf termasuk mudah karena langsung bisa dilihat. Biasanya paling kiri adalah kapasitas daya, tengah untuk nilai resistansi, dan kanan untuk toleransi. Kapasitas daya ditulis langsung yakni digit angka dan satuan watt.  Sedangkan yang lain adalah sebagai berikut.

Nilai resistansi 
Kode huruf R berarti x1 Ohm, huruf K berarti x1000 Ohm, dan M berarti x1000000 Ohm.

Nilai toleransi 
F untuk 1%, G untuk 2%, J untuk 5%, K untuk 10%, dan M untuk toleransi 20%.

Itulah beberapa hal seputar komponen penghambat arus listrik atau resistor. Harga komponen tersebut biasanya tergantung dari kapasitas daya dan nilai toleransinya.

Pencarian terbaru:

  • pengertian resistor kapur
  • pengertian resistor tetap
  • pengertian resistor 330 ohm
  • jenis resistor
  • mengenal resistor
  • menghitung resistor
  • pengertian kapasitor
  • fungsi resistor variabel
Resistor dalam Rangkaian Elektronika

Pengertian Resistor merupakan komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk membatasi aliran listrik. Pada suatu rangkaian elektronika, komponen ini adal

Editor's Rating:
0

Leave a Comment