Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel – Listrik adalah sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak lagi bisa dipisahkan saat ini. Keberadaan listrik memegang peranan yang sangat penting untuk mendukung semua kegiatan manusia. Akan tetapi masih jarang yang tahu mengenai perbedaan rangkaian seri dan paralel yang ada pada sistem kelistrikan.

Pengetahuan ini menjadi penting untuk diulas kembali. Mengetahui mengenai jenis rangkaian akan membantu dalam aplikasi kehidupan sehari-hari. Ilmu fisika mengenai kelistrikan ini juga selalu ada di setiap mata pelajaran untuk semua kurikulum yang diajarkan.

Pengertian Rangkaian Listrik

Sebelum kita membahas perbedaan rangkaian seri dan paralel alangkah baiknya kita mengetahui pengertian dari rangkaian listrik itu sendiri.

Rangkaian listrik adalah sebuah jalur atau rangkaian sehingga elektron dapat mengalir dari sumber voltase atau arus listrik.

Proses perpindahan elektron inilah yang kita kenal sebagai listrik. Elektron dapat mengalir pada material penghantar arus listrik yakni konduktor.

Oleh karena itu kabel dipakai pada rangkaian listrik karena kabel terbuat dari tembaga yang dapat menghantarkan arus listrik. Tempat dimana elektron masuk ke dalam rangkaian listrik dinamakan dengan sumber listrik. Setiap benda yang memakai listrik untuk penggunaannya disebut sebagai beban listrik.

Apakah kalian sudah mengetahui arti dari rangkaian listrik? Jika iya, berikut akan infastpedia jelaskan perbedaan mendasar diantara kedua raingkaian seri dan paralel:

Perbedaan Rangkaian Seri Dan Paralel

Hal-hal paling mendasar yang berkenaan dengan perbedaan bentuk dari rangkaian seri dan rangkaian paralel adalah terletak pada bentuk rangkaiannya. Bentuk rangkaian dari ke dua rangkaian ini juga akan menentukan dari komponen yang digunakan untuk menyusunnya. Berikut penjelasan mengenai perbedaan dalam kedua bentuk rangkaian listrik ini:

perbedaan rangkaian seri dan paralel

1 Perbedaan Susunan Rangkaian

Bentuk dari susunan rangkaian seri dan rangkaian paralel akan sangat jelas terlihat berbeda dalam sekali pandang. Hal ini ditandai dengan bentuk rangkaian lurus atau bercabang yang terdapat pada kedua rangkaian tersebut. Berikut akan saya berikan penjelasannya:

  1. Susunan Rangkaian Seri Terlihat Sederhana.
    Susunan seri tidak mempunyai cabang rangkaian. Aliran listrik dari sumber tegangan (semisal baterai) akan menuju kepada hambatan dengan satu kabel. Sehingga hanya ada satu kabel yang menghubungkan hambatan listrik secara lurus berjajar.
  2. Rangkaian Paralel Lebih Terlihat Kompleks
    Sedangkan pada rangkaian paralel, rangkaian terlihat lebih kompleks. Hal ini terjadi karena adanya percabangan pada rangkaian. Sehingga tidak hanya akan terlihat satu kabel utuh saja. Namun ada pembagian arah arus yang terjadi menuju hambatan yang letaknya tidak lagi dalam satu garis lurus seperti rangkaian seri.

2 Perbedaan Pada Komponen Yang Dipakai

Bentuk dari susunan rangkaian seri dan rangkaian paralel berbeda dikarenakan jumlah dari komponen yang digunakan juga berbeda. Jumlah hambatan yang diberikan pada kedua rangkaian ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Namun secara prinsip berikut ini penjelasan dari komponen yang digunakan pada ke dua rangkaian:

  1. Komponen Seri Lebih Sedikit
    Penggunaan komponen yang digunakan hanyalah sumber tegangan, kabel dan juga hambatan. Jika dalam kehidupan nyata, seperti sumber tegangan, saklar, kabel dan bohlam lampu sesuai kebutuhan.
  2. Rangkaian Paralel Menggunakan Lebih Banyak Komponen
    Namun, untuk rangkaian paralel memiliki komponen dengan jumlah yang lebih banyak. Saklar yang lebih banyak dari pada di rangkaian seri, serta kabel yang lebih panjang.

3. Perbedaan Pada Rumus Dalam Mencari Hitungannya

rumus rangkaian seri
rumus rangkaian seri
rumus rangkaian paralel
rumus rangkaian paralel
rumus rangkaian campuran
rumus rangkaian campuran

 
Tidak hanya sebatas pada bentuk rangkaian saja. Susunan seri dan paralel akan berimbas pada rumus yang digunakan. Dalam rumus hitungan memiliki perbedaan rangkaian seri dan paralel yang berlawanan. Berikut akan dijelaskan mengenai hitungan dalam rangkaian seri dan paralel:

Kuat Arus Dalam Rangkaian Seri Dan Paralel

Dalam rumus fisika, kuat arus dilambangkan dengan huruf “I”. Kuat arus adalah banyaknya muatan arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dalam satu rangkaian. Dan untuk menghitung dari kuat arus di rangkaian seri dan paralel tidak sama. Di bawah ini adalah rumus hitungannya:

Mencari Kuat Arus Pada Rangkaian Seri : para rangkaian seri jumlah muatan listrik yang mengalir di setiap hambatan adalah sama. Sehingga hambatan pada satu titik akan sama dengan di titik yang lain. Untuk itu diperoleh rumus bahwa

I = I₁ = I₂ = I₃ = I₄

Mencari Kuat Arus Pada Rangkaian Paralel : sedangkan pada rangkaian paralel hitungan untuk mencari rumusan kuat arus tidak sama dengan dirangakaian seri. Namun kuat arus total pada rangkaian paralel adalah hasil dari penambahan kuat arus yang ada pada hambatan. Sehingga diperoleh rumus
Perbedaan CV dan PT

I = I₁ + I₂ + I₃ + I₄

Kuat Tegangan Pada Rangkaian Seri Dan Pararel

Tegangan adalah besarnya energi potensial (V) dalam sebuah medan listrik yang memiliki satuan volt. Dalam rangkaian seri energi potensial akan berbeda antara satu titik dengan titik yang lain. Sedangkan untuk rangkaian paralel tidak demikian. Rumusan keduanya adalah:

Kuat Tegangan Rangkaian Seri : seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa pada rangkaian seri energi potensial atau tegangan tidak bisa disamakan nilainya seperti hanya dengan kuat arus. Untuk mencari besarnya energi potensial atau tegangan total adalah dengan menggunakan rumus berikut

V = V₁ + V₂ + V₃ + V₄

Kuat Tegangan Rangkaian paralel : pengukuran tegangan pada rangkaian paralel adalah sama untuk semua titik. Energi potensial total akan sama nilainya dengan energi potensial yang berada pada semua titik. Sehingga diperoleh rumusan sebagai berikut:

V= V₁ = V₂ = V₃ = V₄

Besar Hambatan Pada Kedua Rangkaian

Pada rangkaian seri dan paralel, hambatan dapat diketahui dengan melakukan perbandingan antara tegangan dengan kuat arus listrik yang melewati suatu titik dalam satu rangkaian. Dirumuskan sebagai berikut ini:

Besar Hambatan Rangkaian Seri : dalam rangkaian seri jumlah hambatan total adalah penjumlahan dari seluruh hambatan dalam rangkaian listrik. Dengan rumusannya yaitu

R =R₁ + R₂ + R₃ + R₄

Besar Hambatan Rangkaian Pararel : hambatan pada rangkaian listrik paralel tidak sama antara satu titiknya. Hal ini terjadi karena dalam rangkain listrik paralel terjadi percabangan. Sehingga rumusan mencari hambatan total adalah

1/R = 1/R₁ + 1/R₂ + 1/R₃ + 1/R₄

4 Perbedaan Pada Keunggulan Dan Kelemahan Rangkaian

kelebihan dan kekurangan rangkaian seri dan paralel
sumber gambar: blog.ruangguru.com

Kelebihan Rangkaian Seri :

  1. Lebih hemat biaya karena tidak diperlukan banyak kabel tambahan
  2. Analisa kerusakan lebih cepat
  3. Lebih efisien dalam menghantarkan arus listrik ( bukan tegangan ) karena pada rangkaian seri semua beban mendapat besar arus yang sama
  4. Arus yang mengalir pada masing masing beban / komponen adalah sama

Kelebihan Rangkaian Paralel :

  1. Karena masing masing komponen tehubung ke sumber listrik maka jika ada salah satu komponen mati, komponen lain tidak akan terpengaruh
  2. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel dengan sumber listrik maka semuanya akan mendapat tegangan yang sama, ini persis di penerapan hubungan paralel di instalasi listrik rumah seperti berikut :

Kekurangan Rangkaian Seri :

  1. Jika salah satu komponen atau beban di rangkaian mati maka keseluruhan rangaian akan mati total atau dengan kata lain arus listrik akan terhenti
  2. Hambatan /resistansi rangkaian seri itu sendiri menjadi lebih besar karena merupakan jumlah total hambatan beban yang ada
  3. Pada penggunaan lampu misalnya lampu listrik AC, lampu akan menyala tetapi tidak bersinar dengan terang yang sama karena adanya perbedaan tegangan

Kekurangan Rangkaian Paralel :

  1. Seperti gambar diatas untuk contoh rangkaian listrik dalam rumah maka kabel dan saklar yang digunakan menjadi sangat banyak tergantung jumlah beban yang ada sehingga biaya untuk membangun rangkaian paralel lebih besar daripada seri. (Baca : Harga Kabel Listrik Termurah untuk Instalasi Rumah)
  2. Pada saat terjadi kesalahan pada rangkaian yang lebih kompleks lebih sulit untuk menemukan penyebabnya karena semua beban dihubungkan secara paralel sehingga harus dicek di tiap komponen atau beban yang dihubungkan. Untuk itulah jika sewaktu waktu terjadi listrik rumah tiba tiba padam harus dicek apakah terjadi short di alat listrik yang digunakan ?

Nah untuk teman-teman yang masih belum paham perbedaan rangkaian seri dan paralel, temen-temen bisa simak video di bawah ini!


Perbedaan rangkaian seri dan paralel


Pencarian terbaru:

  • rumus rangkaian seri dan paralel
  • contoh soal rangkaian seri dan paralel
  • kelebihan dan kekurangan rangkaian seri dan paralel
  • gambar rangkaian seri dan paralel dengan saklar
  • cara membuat rangkaian seri dan paralel dengan baterai
  • tujuan rangkaian seri dan paralel
  • rangkaian seri paralel dan campuran
  • langkah kerja rangkaian seri dan paralel

Leave a Comment