Sudah Masuk Musim Penghujan Nih, Bagaimana Proses Terjadinya Hujan ?

Proses Terjadinya Hujan Banyak orang suka hujan, namun jarang ada yang paham proses terjadinya hujan. Saat turun hujan, daerah yang biasanya panas menyengat menjadi dingin dan teduh. Selain itu, hujan adalah waktu yang paling pas untuk menikmati kehangatan bersama keluarga atau kerabat di rumah. Apa sebenarnya hujan? Dari mana datangnya? Bagaimana proses terjadinya?
Pengertian hujan adalah air yang turun dari langit melalui proses yang panjang dan melibatkan banyak elemen alam. Lengkapnya, hujan merupakan sebuah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butiran air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Butir hujan tidak sama ukurannya, melainkan beragam, mulai dari yang besar hingga dengan butiran kecil. Lantas, bagaimana hujan bisa sampai ke daratan?
Proses Terjadinya Hujan

Proses Terjadinya Hujan

Hujan bukanlah semata-mata air yang jatuh dari langit dan menyentuh daratan. Seperti yang tadi dijelaskan, ada proses dibalik turunnya hujan, yaitu evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi, dan inviltrasi.
Bagaimana Proses Terjadinya Hujan
Berikut penjelasan dari masing-masing prosesnya:
  • Sinar matahari menyinari bumi. Dengan energi dari cahaya matahari inilah terjadi proses evaporasi, yaitu penguapan yang terjadi di lautan, samudera, danau, sungai, dan sumber-sumber air lainnya, sehingga menghasilkan uap air.
  • Selain dari sumber-sumber air, penguapan juga terjadi pada cairan yang ada pada tumbuhan atau abiotik yang disebut sebagai proses transpirasi.
  • Uap-uap air dari proses evaporasi dan transpirasi ini akan naik pada suatu ketinggian tertentu dan mengalami sebuah proses yang dinamakan kondensasi, yaitu pengembunan atau terbentuknya titik-titik air menjadi titik-titik embun. Kondensasi terjadi karena suhu sekitar uap air lebih rendah daripada suatu titik embun uap air. Hasil kondensasi ini akan membentuk sebuah awan kecil yang terbentuk karena titik-titik embun semakin banyak dan memadat.
  • Dengan bantuan angin, awan-awan kecil bergerak ke tempat yang lain. Pergerakkan angin memberikan pengaruh yang besar terhadap ukuran awan, sehingga membuat awan-awan kecil menyatu dan kemudian membentuk awan yang lebih besar lagi, lalu bergerak ke langit atau ke arah yang memiliki suhu lebih rendah. Semakin banyak awan kecil yang berkumpul, maka semakin berubah pula warna awan menjadi kelabu yang biasa orang sebut awan mendung.
  • Semakin banyak awan berkumpul dan menjadi kelabu, titik-titik air yang berkumpul menjadi semakin berat dan tidak terbendung lagi. Ditambah lagi dengan adanya gaya gravitasi. Sehingga, titik-titik air tersebut jatuh ke permukaan bumi dan terjadilah hujan. Proses jatuhnya air ke bumi ini di namakan presipitasi.
  • Saat jatuh ke permukaan bumi, butiran air akan melewati lapisan yang lebih hangat di bawahnya, sehingga sebagian kecil butir-butir air ini menguap lagi ke atas dan sebagaian lainnya jatuh ke permukaan, menyerap masuk ke tanah atau kembali ke sumber-sumber air.
Itulah tadi proses terjadinya hujan yang perlu dipahami. Kadang muncul pertanyaan, jika bumi ini tetap dan jumlah air tetap, mengapa bisa terjadi dampak negatif, sepertibanjir dan kekeringan? Banjir dan kekeringan terjadi karena tidak berfungsinya lahan yang sebenarnya digunakan untuk penyerapan air hujan. Contoh, seperti saat ini lahan banyak difungsikan menjadi perumahan, gedung, hingga jalan-jalan beraspal.

Tanpa terasa, semua itu telah membuat kita kehilangan fungsi lahan yang sebenarnya. Permukaan yang tertutup akan membuat air tidak bisa lagi terserap ke tanah, sehingga saat kemarau akan timbul kekeringan dan saat musim penghujan akan timbul banjir.

Penelusuran yang terkait dengan Proses Terjadinya Hujan

  • gambar proses terjadinya hujan
  • gambar proses terjadinya hujan beserta penjelasannya
  • 5 proses terjadinya hujan
  • teks eksplanasi proses terjadinya hujan
  • proses terjadinya hujan pdf
  • bagaimana proses terjadinya hujan di permukaan bumi jelaskan
  • proses terjadinya hujan untuk anak sd
  • proses terjadinya hujan brainly

Leave a Comment