Kumpulan Puisi Pendek Anak Sekolah SD dan TK Terbaru

Puisi Pendek Anak SD – Puisi adalah suatu karya sastra yang merupakan hasil pemikiran serta perasaan seseorang yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan ataupun ucapan dengan menggunakan gaya bahasa indah yang bisa menyentuh hati.
Dalam implementasinya, bahasa dalam puisi sangat terikat pada penyusunan bait dan lirik yang indah dan bermakna. Dibawah ini adalah contoh kumpulan puisi pendek anak TK dan  siswa sekolah dasar (SD) :

Contoh Puisi Anak pendek
pixabay.com

Daftar Isi

Puisi Anak: Andai Aku Rajin Belajar

Andai saja aku rajin belajar
Aku tidak akan mengecewakan ibu bapak guru ku
Dan juga orangtua ku
Andai saja aku rajin belajar
Aku tak akan kalah dengan teman sebaya ku
Aku sering sekali membuat alasan jika di suruh untuk mengulas pelajaran
Jarang sekali aku dengarkan akan perintah itu
Kini aku menyadarinya, jika aku membutuhkan akan tuntunan itu
Sering sekali aku membentak jika di suruh belajar
Dan kini aku merasakan betapa aku butuh untuk belajar
Dan kini aku menyesalinya

***

Puisi Anak: Pagi Yang cerah

Di saat ayam mulai berkokok
Ku segera bangun di pagi hari
Mengambil air wudlu
Dan menggosok gigi
Aku selalu mengatakan kepada mama
Jika aku ingin sekali ke sekolah bertemu dengan kawan sebaya ku
Dan belajar dengan ibu bapak guru
Mama selalu selalu berpesan kepadaku
Jika di sekolah belajarlah dengan giat
Patuhi ibu bapak gurumu yang berada di sana
Dan semua itu selalu ku dengar dalam lubuk hatiku
Dan setiap matahari menyinari di pagi hari
Yang menjadi salah satu bukti
Bahwa setiap hari ku
Ku selalu melangkahkan kakiku
Tuk meraih ilmu
Dan menggapai masa depan

***

Puisi Anak: Pekerjaan Rumah

Dari sekolah ku mendapatkan PR
Dari mengaji aku juga mendapatkan PR
Seakan-akan hidupku selalu ada yang namanya PR
Dan kini ku mengerti akan manfaat itu
Dahulu ku sempat tak terima
Jika aku mendapatkan PR yang selalu menumpuk dari setiap ibu bapak guru ku
Setelah ku menyadari akan semua itu
Ternyata semua itu membawa manfaat bagiku
Karena mu aku belajar di rumah
Karenamu aku kembali mengulas pelajaran yang sudah di ajarkan
Dan kini ku mengerti akan maksud semua itu
Terimakasih

***

Puisi Anak: Waktu

Aku belajar karena waktu
Mamaku selalu berkata
Jika waktu itu sangat berharga
Mulai pagi hari aku melangkahkan kaki ke sekolah
Di siang hari waktuku bersama dengan keluarga
Tetapi terkadang ku bermain bersama teman sebayku
Di sore hari
Aku belajar kembali
Akan tetapi di sini aku kembali belajar al-quran
Di malam hari
Aku belajar kembali bersama ayah ibuku
Itulah waktu
Yang selalu ada dan mengingatkan akan pekerjaan yang harus kita lakukan
Terimakasih
Dan kini aku bisa belajar kedisplinan dari kamu

***

Puisi Anak Siswa Untuk Ibu Bapak Guru Dan Orang Tua

Puisi Anak Siswa: Untukmu Guruku

Banyak sekali ku tuliskan cerita singkat untukmu
Di setiap malam ku ku terbangun dan merenungkan akan keinginan untuk bisa kembali ke masa lalu
Akan tetapi apa artinya diriku
Ku tak bisa kembali untuk meraih harapan itu
Kecuali seiring doaku untukmu

Wahai guru ku
Ku persembahkan bait puisi indah ku untukmu
Demi mengingatkan masa indah ku bersamamu
Jangan kau lupakan diriku
Sembari aku ingin selalu bersamamu
Doakan aku selalu
Agar setiap langkah ku mendapat ridho illahirobbi

***

Puisi Anak Siswa: Aku Ingin

Aku ingin menjadi seorang pilot
Aku ingin menjadi dokter
Aku ingin menjadi guru
Banyak sekali keinginan yang ingin ku raih
Hingga suatu saat aku menyadari jika semua itu butuh tekad yang kuat

Ibu bapak guru ku
Engkau selalu berpesan kepadaku
Akan kesuksesan yang harus ku raih
Di setiap engkau bertanya
Ingin menjadi apakah dirimu
Aku akan menjawab berbagai model jawaban yang terlintas di benakku
Dan engkau selalu berpesan
Jika dengan belajar yang rajin maka kesuksesan akan menanti ku
Terimakasih akan semua pesan itu
Wahai guru ku

***

Puisi Anak Siswa: Bait Puisi Seorang Murid Didik

Dan kini hanyalah tinggal sebuah kenangan
Tak bisa lagi ku ulang kembali
Kecuali harapan dan doa
Aku sangat berterimakasih kepada engkau yang telah membimbingku
Kepada engkau yang telah berjuang untukku
Kini ku melangkah sendiri
Berbekal pesan moral yang selalu kau sampaikan kepadaku
Kan ku jaga selalu semua itu
Wahai ibu bapak guruku

***

Puisi Anak Siswa: Berbakti Kepada Orang Tua

Aku
Yang selalu mendapatkan perintah kata-kata dari ibu bapakku
Hormatilah orang tuamu
Aku selalu melakukan apa yang merak perintahkan
Akan tetapi rasa itu terkadang lelah
Akan perintah itu
Tapi kini ku menyadari
Bahwa aku harus selalu taat akan perintah orangtuaku
Setiap kali ku berusaha
Untuk selalu menuruti perintahnya
Mendengarkan tutu rkatanya
Mengeti akan nasihatnya
Karena suatu saat semua itu akan kembali kepadaku

Baca Juga: Puisi Ibu yang Menyentuh Hati

Puisi Anak Tentang Lingkungan

Puisi Anak: Jagalah Kebersihan

Jangan lupa gosok gigi
Bangun tidur tempat tidur dibersihkan
Makan makanan bersih
Lepas sekolah cucilah kaki
Dan jangan lupa tangan yang bersih
Jangan lah kau pergi bermain terlebih dahulu
Sebelum kau mengganti bajumu
Makan siang itu harus kau lakukan
Tidur siang agar malam hari tak mengantuk jika belajar
Sore harinya ku mulai mengaji al-qur’an
Malam hari ku kembali belajar bersama ibu ayahku
Mereka selalu mengajari ku akan kebersihan yang harus ku jaga
Ketepatan waktu yang harus ku lakukan
Terimakasih ibu ayah
Karena mu aku mengerti akan arti kedisiplinan

***

Puisi Anak: Bunga

Banyak sekali bunga yang bermekaran di taman sekolah
Banyak sekali warna yang yang terdapat di dalamnya
Setiap pagi ku selalu melihat bapak kebun yang begitu eloknya merawat tanaman tersebut
Tanpa lelah ia menyiram bunga itu
Dedaunan yang kering ia ambil
Dan suatu ketika
Bapak kebun berkata kepada kami
Di saat kami meyaksikannya
Hidup ini seperti ini
Jika ada yang layu
Maka ambillah
Dan suatu saat akan tumbuh lagi yang baru

***

Puisi Anak: Petani 

Engkau memakai topi dengan bentuk persegi tiga
Dengan membawa cangkul
Tak lupa timba kecil yang mungkin berisi sedikit bekal di sana
Itulah ciri-ciri khas yang engkau miliki

Dari sawah
Terkadang juga ladang
Terik panasnya matahari tak akan pernah membuat mu surut
Akan semangat mu dalam melangkahkan kaki ke sana
Karenamu aku mengerti bagaimana cara proses dalam menanam padi
Yang semua itu tak bisa dilakukan secara insan

***

Contoh Puisi Anak Lainnya

Puisi Anak : Andai Aku Rajin Belajar
Puisi Karya: Rusdi Ngarpan Suryapati

Andai aku rajin belajar….
Aku akan jadi orang pintar
Begitu kata orang-orang terpelajar
Aku akan jadi guru bermutu
Itu kata orang-orang di sekelilingku
Aku akan jadi pengarang lagu merdu
Kata ibuku yang selalu menyanyi untukku

Andai aku rajin belajar….
Aku tidak akan jadi orang bodoh
Tak tahu apa itu benar atau salah
Tak mengerti serius atau hanya seloroh
Aku tidak akan jadi pemungut sampah
Tak dimaki orang dengan sumpah serapah
Tak dihina anak-anak karena lusuh
Dikira maling barang rongsokan, sedih

Andai aku rajin belajar….
Aku akan jadi penulis tenar
Tak seperti air masuk mulut lalu keluar
Aku akan jadi pohon jati kekar
Tak seperti pohon pisang
Sekali berarti setelah itu mati
Tak berguna sama sekali bagai mimpi

Andai aku rajin belajar….
Aku tak akan tinggal kelas
Aku tak akan bodoh terus-menerus
Aku tak akan kena marah dari guru
Aku tak akan dapat nilai merah
Entah apa lagi yang kudapat

Andai aku rajin belajar….
Aku akan jadi siswa pintar
Aku kaan jadi mahasiswa terpelajar
Aku akan jadi pemimpin negara besar
Aku akan jadi pemersatu negeri, bersinar

Sayang, aku hanya berandai-andai
Sementara aku tetap malas belajar
Tak mau buka buku agar pintar
Tak mau membuka mata demi cita
Orang pun terlanjaur percaya

Aku hanya orang-orang bodoh
Tak tahu apa itu belajar
Tak tahu apa itu pintar
Tak mengerti apa itu terpelajar
Aku sudah tak tahu apa itu….
Belajar
Andai dulu aku rajin belajar

Puisi Anak : Hari Pendidikan Nasional

Puisi Karya: Ismail Ahbar

Jika kau lihat bendera merah putih berkibar dihalaman sekolah
Belum tentu disana ada orang Indonesia
Jika kau dengar Pancasila dibacakan berulang-ulang,
Belum tentu semua yang mendengarnya punya Tuhan Yang Maha Esa

Jika kau lihat Pak Guru pakai sepeda Kumbang,
itu pasti kau sedang mimpi bertemu Oemar Bakri
Jika kau lihat anak sekolah memakai seragam,
pastikan udel dan BH nya tak tampak oleh umum

Jika kau lihat guru memukul muridnya, itu biasa
Jika kau lihat sekolah – sekolah negeri dan swasta jauh berbeda,
itu karena sekarang pendidikan pun menjadi ladang bisnis
Jika kau lihat Politisi berjanji tentang pendidikan murah dan cerdas,
lihatlah, pendidikan pun didramatisir

Jika kau lihat dosen-dosen mu tak ada dimeja,
yakinlah, mereka sedang sangat sibuk, urusan ini, dan urusan itu
Jika kau lihat pelajar tawuran,
terbiasalah, pendidikan kita ‘kan tentang otot dan tulang,
bukan tentang otak dan sosial emosional

Jika kau lihat aku mengkritik saja,
percayalah, lebih baik begini,
daripada diam dan dibodohi sampai tertidur dibangku mu.

Semangat,,Sebab hidup tak boleh mati karena liur-liur politik.

Tautan: Cerita Lucu

Baca juga: Puisi Pendidikan

Puisi Anak : Untukmu Guruku

Puisi Karya: Evi Melyati

Guratan luka adalah kepedihan
ketika rindu memanggil
memasung segala benci
dan dendam kala itu, kami adalah
deretan kertas putih

tanpa makna
selama itu kita berpagut
dalam harapan
masa depan yang terbentang

begitu jauh begitu samar
kini kurangkai kata
untuk segala kebersamaan
yang pernah ada

tanah ini telah menjadi saksi
tentang ulah
prestasi dan kenakalanku
aku rindu pada segala yang kulewati

gemuruh angin dan tanah berdebu
sungguh deras suaramu memanggil
membawaku keluar dari kegelapan
dari kebodohan

seperti tak ada
untuk terima kasihku
kepada bapak guru
kepada ibu guru
pembawa cahaya penerang gelapku

esok masih sangat panjang
jalan masih begitu jauh
cita-cita harus ditegakkan
temaram di kaki langit
mengiringi langkah
tiada berujung

Puisi Anak : Lebaran Idul Fitri

Puisi Karya: jamsiar Seman

Lebaran ……….. Lebaran!
Hari Raja …………. Hari Raja!
Hari Raja Aidil Fitri!
Disambut dengan senang hati.
Tua dan muda.
Anak-anak dan orang dewasa.
Baik laki-laki atau wanita.
Semua bergembira, semua bersuka.
Pergi kemesjid jang besar.
Pakaian baru pakaian indah!
Hati jang penuh berdebar-debar.
Dirumah telah tersedia.
Matjam2 kue, minuman dan apa sadja.
Ajo, silahkan! Kita tidak lagi puasa!
Si Muslim berdjongkok dihadapan ibu.
Sudjud mentjium tangan ibu.
Minta ampun, minta maaf.
Ibu dan ajah mengeluarkan air mata.
Karena hatinja terharu dan gembira.

Puisi Anak tentang Alam: Kebersihan Lingkungan

Puisi Karya: jamsiar Seman

jagalah kebersihan!
Kebersihan sebahagian dari iman.
Kebersihan mendjaga kesehatan.
Kebersihan mendjadi keindahan.
Kebersihan mendjadi kesenangan.
Si Muslim selalu bersih.
Badju, tjelana dan sepatu selalu bersih.
Gigi disikat, mandi setiap hari.
Kaki dan tangan selalu ditjutji.
Si Muslim bekerdja sendiri.
Menjapu lantai, menggosok kursi.
Tempat tidur dibersihkan.
Sampah dihalaman dikumpulkan.
Indah sekali dipandang.
Ibu dan bapak selalu senang.
Bila bersih penjakit hilang.
Bila kotor penjakit datang.
Si Muslim tidak pernah lupa.
Si Muslim tidak pernah alpa.
Karena ia selalu ingat
Kebersihan sebagian dari iman!

Puisi Anak : Bonekaku Cantik & Lucu

Puisi Karya: Nurlia Rahmah

bonekaku yang cantik
bonekaku yang lucu
bonekaku
aku senang di dekatmu
bila engkau hilang
maka dunia ini
terasa hampa dan sunyi
oh bonekaku
andai engkau hidup
pasti kita akan bermain setiap saat
aku ingin engkau menjadi sahabatku
di setiap saat

Contoh Puisi Anak Pendek

Puisi Anak : Buku Cendela Dunia

Puisi Karya: unkown

Puisi Kehidupan
Aku puas membaca buku
Karena buku sumber ilmu
Setiap hari saya sempatkan baca buku
Agar ilmuku bertambah
Dalam buku saya temukan ilmu
Buku, engkau sungguh berjasa
Bagiku dan bagi seluruh orang
Aku hanya mendambakan berpesan
Anggaplah buku sebagai teman
Terima kasih buku

Puisi Anak : Pekerjaan Rumah “PR”

PR ( Pekerjaan Rumah )
Dari sekolah saya mempunyai PR
Bahasa Indonesia, saya belum mengerti
Kutanya ayah, papa tak bisa
Kutanya ibu, ibu tak bisa
Kutanya kakak, dia tertawa
Kutanya kakek, kakek berbicara “Mau pandai wajib rajin belajar“

Puisi Anak SD dengan judul “Petani”

Petani
Dari sawah dan ladang
Petanilah penanamnya
Hujan rintik tak membuat terbit malasnya
Panas menyengat tak jua dirasa
Demi membuahkan padi berlimpah
Karena masyarakat butuh pangan
Terima kasih petani

Puisi Anak SD judulnya “Pagi yang Cerah”

Pagi yang cerah
Kubuka jendela rumah
Tampak halaman yang indah
Bunga-bunga mekar merekah
Di jalan anak-anak pergi sekolah
Binar-binar mata mereka cerah
Aku memberi salam ramah
Mereka sambut dengan bergairah

Puisi Anak SD yang berjudul “Bunga”

Bunga
Bermacam-macam bunga bermekaran
Hawanya sejuk menyehatkan
Hatiku mendambakan menari
Bagaikan burung yang terbang tinggi
Gunung-gunung menjulang tinggi
Gelombang laut memecah pantai
Itulah anugerah Tuhan kepada kita
Seluruh bangsa Indonesia

Puisi Anak SD yang judulnya “Bebhakti kepada Kedua Orang Tua “

Aku
Tiada henti
Aku berbakti
Perintah papa tidak terbantah
Nasihat ibu dirindu

Puisi Anak SD berjudul “Waktu”
Waktuku
Kubagi
Untuk olah raga
Setiap sore
Baca tidak lupa
Di tanah lapang
Selalu memandang

Puisi Anak SD dengan judul “Inginku”

Tuhan
Aku tidak mendambakan macam-macam
Tidak wajib mendapat hadiah mewah

Tidak juga punya mainan mahal
Atau baju-baju bagus seperti punya teman-temanku

Aku hanya mendambakan jadi berguna
Berguna bagi papa dan ibu

Berguna bagi saudara-saudaraku
Juga berfaedah bagi tanah airku

Ini janjiku
Akan saya melaksanakan segala usaha

Serta panjatkan segala do’a
Untuk membuat seluruh orang bangga

Puisi Anak SD berjudul “Tanyaku”

Tuhan…
Ke mana hawa bersih itu?
Semua sudah bercampur asap dan polusi
Hanya menyesakkan dada

Tuhan…
Ke mana kesejukan pepohonan?
Semua berpindah bangunan kokoh
Merusakkan bumi kami

Tuhan…
Maafkanlah kami…
Beri kami kesempatan
Untuk memelihara bumi kami

Puisi Anak SD berjudul “Ulah Manusia Jua”

Ulah Manusia Jua
Awan hanya lewat mengejek
Tak senang turun sebagai hujan
Aku membuat tanah ini becek
Membawa sejuk dan kesuburan
Hanya panas terik matahari
Memanggang debu setiap hari
Hutan hilang, burung pun musnah
Tanah…gersang tandus terpecah

Kumpulan Puisi Pendek Anak Sekolah SD

Puisi Pendek Anak: Matahari

Karya : Bella Citra Pratiwi

Di pagi nan cerah
kau muncul menyinari bumi
Sinarmu memancarkan cahaya
Menghayati alam dan isinya
Oh, matahari

Di kala datang membawa penerang
Di kala pergi pun memancarkan
Keindahan

Warnamu merah merona
Bagaikan bulatan bola
Yang memancarkan api

Puisi Pendek Anak: Doaku Hari Ini

Karya : Abdurahman Faiz

Tuhanku
Berikanlah waktumu padaku
Untuk tumbuh di jalan cinta
dan menyemainya
Di sepanjang jalan ayah bundaku
Di sepanjang jalan Indonesia
Di sepanjang jalan menujuMu
Amin

Puisi Pendek Anak: Kupu-Kupu

Karya : Kezia Marina S

Hai kupu-kupu
Waktu kau masih menjadi ulat
Kau masih jelek sekali
Engkau tertidur
Terbuatlah kepompong
Ketika engkau bangun
Menetaslah kepompong
Dan jadilah kupu-kupu
Yang indah, yang lucu, yang cantik

Kupu-kupu
Jadilah temanku
Bercanda tawa
Oke Teman…

Puisi Pendek Anak: Kebunku

Karya : Kim Februari

Dulu aku merasa tak butuh
Hingga Kau menjadi kumuh
Tapi ketika kusentuh
Kaulah satu-satunya tempatku berteduh
Maka kini kurawat kau hingga tetap utuh
Namun, tetap ada tangan jahil yang menyentuh

Kumpulan Contoh Puisi Pendek Anak SD

Contoh Puisi Pendek: Negeriku Indonesia

Dari sabang sampai merauke
Terdiri atas gugusan pulau-pulau
Negeriku Indonesia
Yang kaya, subur dan indah

Beragam suku agama dan budaya
Di negeriku Indonesia
Beragam warna serta perbedaan
Terpadu dalam satu harmoni
Bersatu dalam indahnya keragaman

Tanah ibu pertiwi tanah airku Indonesia
Tempatku dilahirkan dan dibesarkan
Takkan tergantikan bumi indah yang kupijak ini
Takkan terlupakan segala yang ada di sini

Negeriku Indonesia
Meski banyak goresan tinta sejarah
Melukiskan pahit getirnya konsekuensi perbedaan
Namun kau tahu kita selalu bisa melaluinya
Dengan cara penyelesaian yang indah

Negeriku Indonesia
Di tanahmu tertumpah genangan darah para pejuang
Yang gagah berani berkorban membelamu
Indonesia, sungguh aku bertekad untuk mencitaimu
Membelamu sampai darah ini habis tertumpah di tanahmu
Di negeriku Indonesia

Contoh Puisi Pendek: Kolam Kecilku

Kolam kecilku
Jika kupandangi engkau terlalu mungil
Jika disebut sebagai kolam
Tetapi engkau terlalu besar
Jika dikatakan sebagai sebuah kubangan
Namun tak mengapa
Engkau tetaplah disebut kolam

Kolam kecilku
Senantiasa kujaga dirimu
Kebersihakn setiap hari
Kuberi sedikit hiasan teratai
di atas warna keruh airmu

kolam kecilku
meski warnamu keruh
kau menyimpan beberapa jenis binatang air
yang saat besar nanti akan ku santap

meski terlihat biasa
engkau membawa kebahagiaan untukku
membawa ketenangan bagiku
di kala gundahku dan sedihku

Contoh Puisi Pendek: Kucing Manisku

Kau amat cantik
Bulu halus putih kehitaman
Serta sorot matamu yang tajam
Semakin menambah kharismamu
Kucing manisku

Menggeliat manja di pergelangan kaki
Mengelus-ngelus dan mengeong
Alangkah lucunya
Kucing manisku ini

Tertidur pulas di siang hari
Terjaga di malam hari
bercakar dan kuku tajam
tetapi engkau begitu jinak
Kucing manisku

Ketika kupulang sekolah
Kau sambut diriku dengan erangan manja
Kau ajak aku bermain denganmu
Dengan sedikit tingkah polah anehmu
Kucing manisku
Sungguh aku menyayangimu

Contoh Puisi Pendek: Kertas Lipat Origami

Warna warni wujud indahmu
Memukau elok paras fisik dan parasmu
Lekukan fisikmu amatlah menarik hati
Siapapun yang melihatnya

Kan kulipat engkau sesuka hatiku
Kan kujadikan dirimu permadani terbangku
Kan kujadikan perahu layar nelayan ditepian pantai
Aku juga mampu membuat ikan-ikan di lautan
Dengan adanya dirimu

Kertas lipat origamiku
Sungguh kubahagia bisa memilikimu
Meskipun engkau hanyalah benda sederhana
Namun kau nampak luar biasa
Dengan segala kelebihan yang ada padamu

Contoh Puisi Pendek: Muadzin Tua yang Tertinggalkan Zaman

Dahulu sangat merdua lantunan adzanmu
Dahulu kau amat gagah berdiri di hadapan mimbar
Dahulu kau mampu melantangkan suara ajakan sembahyang

Namun kini
Suaramu tak lagi lantang
Napasmu kian hari kian memendek
Tak jarang kau tersebngal saat menjalankan tugasmu
Wahai muadzin tua
Bilakah kau usaikan tugas muliamu ini
Tak adakah generasi muda yang menggantikanmu

Wahai muadzin tua
Ragamu sudah semakin renta
Rambutmu semakin memutih
Kulitmu semakin berkerut
Namun kutahu jiwamu tak berubah sedikitpun
Kutahu jiwamu masihkah seorang muadzin muda

Wahai muadzin tua
Jikalau seluruh makhluk menolak
Sebagai saksimu di akhirat kelak
Cukuplah diri ini menjadi saksi
Keteguhanmu dalam mengajak anak adam
Untuk menuju Tuhannya
Salam takdzim dan terima kasihku
Untukmu muadzin tua

Contoh Puisi Pendek Anak: Belajar

Belajar belajar belajar
Setiap hari wajib belajar
Di rumah
Di sekolah
Di tempat mengaji
Di manapun Harus belajar

Ayah menyuruhku belajar
Ibu menyuruhku belajar
Nenek menyuruhku belajar
Kakek menyuruhku belajar
Semua menyuruhku belajar
Belajar belajar belajar
Kapankah belajar usai

Kuteringat pesan ibu guru
Kata beliau belajar itu kewajiban
Kata beliau belajar itu keharusan
Kata beliau belajarlah hingga napas
Hanya tersisa di tenggorokan
Agar kelak menjadi manusia yang beradab

Kuteringat petuah pak ustadz
Belajar adalah ibadah
Kata beliau belajar itu tak pernah usai
Dari buaian sampai ke liang lahat
Belajar belajar belajar
Meski membosankan ku coba terus belajar
Ku coba menikmati proses belajar
Demi kewajibanku sebagai manusia yang beriman
Dan manusia yang beradab

Contoh Puisi Pendek: Lembaran Usang Kalam Ilahi

Lembaran usang kalam ilahi
Berdebu dan terabaikan
Guratan aksaranya menunjukkan keagungan
Dimasa lalu dan masa mendatang
Apa yang terjadi dengan umat di dusun ini
Dengan apakah mereka mengaji
Jika bukan dengan lembaran usang ini

Lembaran kalam ilahi
Tergeletak tak berdaya di almari surau tua
Siapa gerangan umat tak amanah di zaman ini
Yang abai terhadap lembaran kalam sucu ilahi ini

Ya Tuhan
Jagalan lembaran-lembaran ini
Sebagaimana engkau menjamin
Akan menjaga segala keutuhan isinya
Hingga hari kiamat kelak

Ya Tuhan
Bantu kami untuk dapat menjaga lembaran kalam ilahi-Mu
Bantu kami juga agar dapat mengkajinya
Tak hanya sekedar membaca
Atau hanya sekedar bangga padanya

Baca juga: Puisi Cinta

Kumpulan Puisi Pendek Anak-anak TK dan SD Terbaru

Puisi Anak TK: Taman Bungaku

Taman Bungaku

Taman bungaku
Bila kupandang
Hatipun senang
Tamanku cantik
Sangatlah menarik
Taman bungaku
Berserilah selalu
Jangan pernah kau layu
Karena aku kan bersedih sedu
Oh angin dari segala rindu
Mampirlah ke tamanku
Sebarkanlah harum bungaku
Ke segala penjuru
Karya: Ni Komang Juniari.Kls.IV,SDN 5 Jungutan,06/03/2015.

Puisi Pendek Anak-anak : Bunga Mawar

Bunga Mawar
Bunga mawar oh bunga mawar
Mekar kau kini
Sangat indah rupamu
Batangmu berduri-duri
Saat kupetik kau menusuk tanganku
Tapi aku tak marah
Karena kau harum merekah
Bunga mawar
Kan kusiram setiap hari
Kan ku jaga sepanjang hari

Karya: Ni Komang Herawati.Kls.IV,SDN 5 Jungutan,06/03/2015.

Puisi Pendek Anak-anak : Negaraku Indonesia

Negaraku Indonesia

Negaraku Indonesia
Indah dan permai
Bagiku oh
Sekali Indonesia tetap Indonesia
Tak kan pernah tergantikan
Ku tetap semangat
Walau Belanda menjajahmu
Aku kan membelamu sepanjang masa
Indonesia negaraku
Yang setia dan kucinta

Karya: Ni Pt Eka Mira Dewi.Kls.IV,SDN 5 Jungutan,06/03/2015.

Puisi Pendek Anak-anak : Kelinciku

Kelinciku

Kelinciku
Bulumu putih
Lembut sekali
Telingamu panjang
Enak dipandang
Kelinciku melompat-lompat
Saat kumendekat
Gigimu panjang
Memakan wortel
kelinciku
Engkau kusayang

Karya: I Kadek Yogi,Siswa SD Kls.III,SDN 5 Jungutan, 06/03/2015

Puisi Pendek Anak-anak : Seandainya Ku Punya Sayap

Seandainya ku punya sayap

Seperti burung
Jika aku punya sayap
Aku bisa terbang
Sampai ke luar angkasa
Seandainya ku punya sayap
Ku bisa melihat luasnya bumi
Yang hijau dan indah

Karya: Ni Kadek Ari Karismayani,Siswi SD Kls.III,Pebruari 2013.

Puisi Pendek Anak-anak : Pelangi

Pelangi

Pelangi engkau sangat indah
Di langit yang biru
Seandai aku bisa terbang
aku akan menemui pelangi
Oh,Tuhan pertemukan aku
Kepada palangi
Aku ingin bertemu

Karya: Ni Kadek Utariasih,Siswi SD Kls.III,Pebruari 2013.

Puisi Pendek Anak-anak : Alam Kehijauan

Alam Kehijauan

Alangkah indahmu
Membuat aku terpesona
Sehingga aku merasa bermimpi
Ada di dunia ini
Kau adalah alam yang ku cinta
Terhias oleh pohon-pohonan
Bunga-bunga harum dan indah
Hingga menjadi alam kehijauan
Di mataku dan di mata orang lain

Karya: Ni Putu Nia Aprilia,Siswi SD Kls.III,Pebruari 2013.

Puisi Pendek Anak-anak : Lebah

Lebah

Lebah, engkau menghisap sari-sari bunga
Untuk membuat madu
Wahai lebah
Janganlah kau menyengat tubuhku
Wahai lebah
Buatlah madu yang sangat enak
wahai lebah…

Karya: Ni wayan Astariasih,Siswi SD Kls.III,Pebruari 2013.

Puisi Pendek Anak-anak : Kelinciku

Kelinciku

Warnamu merah
Bulumu sangat halus
Wajahmu sangat lucu dan lugu
Disaat aku memberikan wortel
Kau makan dengan lahap
Kelinciku
Kau sahabatku

karya: I Gede Praba Adi saputra,Siswa SD Kls.III,Pebruari 2013.

Puisi Pendek Anak-anak : Sekolahku yang Bersih

Sekolahku Yang Bersih

Setiap hari aku membersihkanmu
Agar kamu terasa nyaman dan indah
Juga bersih
Aku sangat senang
Melihat sekolahku yang bersih.

Karya: Laba Pradnyana,Siswa SD Kls.III,Pebruari 2013.

Puisi Pendek Anak-anak : Kupu-kupu Terbang

Kupu-kupu Terbang

Oh,kupu-kupu yang indah
Wahai,kupu-kupu
Kau terbang di langitku
Kau mengisap sari bunga
Kau terbang di atas
Aku melihatmu
Indah sekali
Oh,kupu-kupuku yang indah

Karya: Ni Komang Dwi Juniari,Siswi SD Kls.III,Pebruari 2013

Puisi Pendek Anak-anak : Petir

Petir

Suatu hari yang gelap
Ada petir menuju rumahku
Aku takut sekali
Semua warga ketakutan
Melihat petir
Oh,Tuhan Yang Maha Esa
Di dunia ini
Pergikanlah petir itu!

Karya: Ni Kadek Utariasih,Siswi SD Kls.III,Pebruari 2013

Puisi Pendek Anak-anak : Malam

Malam

Malam sangat indah
Dihiasi bintang dan rembulan
Aku suka dengan malam
Malam yang sangat indah
Kadang ada bintang yang jatuh
Dimalam hari bintang bertebaran
Oh,malam
Engkau sangat indah

Karya: Ni Kadek Ari Karismayani,Siswi SD Kls.III,Pebruari 2013

Puisi Pendek Anak-anak : Ogoh Ogoh

Ogoh Ogoh

Ogoh ogoh engkau sangat seram
Warnamu bermacam-macam
Tetapi banyak orang ingin melihatmu
Kau indah sekali
Tubuhmu sangat besar

Karya: Ni Kadek Utariasih,Siswi SD Kls.III,Pebruari 2013

Puisi Pendek Anak-anak : Teman Sejatiku

Teman Sejatiku

Kau adalah teman sejatiku
Kau baik sekali
Suka menolong teman
Aku gembira sekali
Kamupun suka menolongku
Aku gembira melihatmu

Karya: I Komang Ariatama,Siswa SD Kls.III,Pebruari 2013

Puisi Pendek Anak-anak : Kucingku

Kucingku

Aku sangat menyayanginya
Setiap hari mengajaknya bermain
Warnanya yang indah
Tak pernah berubah
Hingga aku merasa senang
Aku sangat bahagia
Setiap hari aku memberinya makan
Juga memberinya minum

Karya: Laba Pradnyana,Siswa SD Kls.III,Pebruari 2013

Puisi Pendek Anak-anak : Temanku

Temanku

Temanku sangat baik
Setiap hari dia membantuku
Membantu orang yang susah
Setiap hari kuajak bermain
Saat dia menyapu di kelas
Aku membantunya sampai selesai
Dia tak pernah bertengkar
Juga tak pernah marah
Dia baik sekali

Karya: I Ketut Warnata,Siswa SD Kls.III,Pebruari 2013

Puisi Pendek Anak-anak : Liburan Telah Tiba

Liburan Telah Tiba

Pagi yang cerah
Ku bergegas menuju sokolah
Suara gemuruh
Lonceng sekolah
Ku nikmati masa-masa yang indah
Hangat sapa Bersama Teman
Memupuk tawa bersama kawan
Menuntut ilmu ku kerahkan
Demi meraih masa depan
Kemampuan otak terkuras lemah
Terdiam suntuk merasa lelah
Menanti hari-hari yang indah
Dan ku sambut libur sekolah

Puisi Pendek Anak SD : Guru Tercinta

Guru Tercinta

Sapa hangat penuh senyum semangat
Kau tebarkan ilmu yang bermanfaat
Demi anak didik kau berikan nasehat
jasa mulia goncangkan akhirat
Nyanyian mentari terangi alam
Terangi mimpi bagai mentari
Masadepan bangsa telah kau perjuangkan
Korbankan waktu demi masa depan
Terimakasi aku ucapkan
Guru tercinta panutan alam
Jasa besarmu tak terlupakan
Ku kirimkan puisi untukmu pahlawan

Baca juga: Puisi pahlawan 

Nah itulah beberapa contoh puisi anak yang mempunyai berbagai makna di dalamnya. Mungkin sekian dulu, beberapa contoh puisi anak pilihan yang dapat saya bagikan pada kesempatan kali ini, semoga bisa bermanfaat dan bisa anda gunakan untuk membantu anak Anda dalam mengerjakan tugas sekolah mereka dalam membuat puisi anak. Sekian dan Terima KAsih.

Kumpulan Puisi Pendek Anak Sekolah SD dan TK Terbaru

Puisi Pendek Anak SD – Puisi adalah suatu karya sastra yang merupakan hasil pemikiran serta perasaan seseorang yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan atau

Editor's Rating:
0

Leave a Comment