Puisi Galau Menyentuh Hati

puisi galau menyentuh hati

Puisi Galau – Salah satu cara seseorang dalam mengekspresikan emosinya ialah melalui puisi. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengekspresikan sebuah emosi. Yaitu bisa melalui syair, seni rupa, cerita pendek, kata kata bijak, puisi dan lain lain.

Namun mengekspresikan sebuah emosi melalui puisi akan lebih dramatical. Puisi akan meluapkan segala emosi kita yang nantinya para penikmat puisi akan mengetahui maksud dan tujuan puisi itu dibuat.

Kita tahu bahwasannya puisi selalu mengalami kemajuan dan perkembangan. Ada banyak sekali genre puisi yang bisa kita temui dalam karya sastra. Genre puisi yang bisa anda temui diantaranya ialah pemandangan alam, seorang yang dicintai, galau dan lain sebagainnya.

Nah pada kesempatan kali ini, saya akan beberapa memberikan contoh puisi galau yang diambil dari buku karya sastra dan beberapa sumber lainnya.

Puisi Cinta Galau

Hatiku Galau
Imas Fathiyah

Pertama aku tau kalau kamu suka dia…
Kedua aku tau kalau kamu gak suka aku…

Sebenernya aku patah hati…
Karena kamu ngomong kalau kamu suka dia…

Aku pengen move on sama kamu…
Tapi aku gak bisa move on…

Aku tau…
Kamu tau…
Mereka tau…

Cuma dia gak tau…

Dirimu Yang Hilang

Kau yang selalu hadir Dalam senyum dan tawaku..
Kau yang selalu ada saat gembiranya hatiku
Kelucuan darimu yang membuat hatikku Nyaman saat bersamamu..
Keunikkan dirimu yang selalu Membuat Aku Bahagia ketika didekatmu

Akan tetapi,,
Kau tiada saat Airmata membasahi pipiku
Kau tiada Saat Sedih sedang membelengguku
Tetapi, Egomu tak dapat membuat aku membencimu

Cinta,,Aku Cinta kamu
Aku Cinta bukan karena Materi yang kau Punya
aku Cinta karena kamu telah merebut hati ini
Aku Cinta karena Kenyamanan yang kau beri

Tapi mengapa kau balas Cintaku dengan cara kau menyayat hati ini¡­..
Menghancurkan hati ini, menyakiti hati ini
Tanpa rasa tanggung jawabmu untuk menyatukan Serpihan serpihan Hatiku
Kejam,, Kau begitu kejam!
Namun mengapa aku begitu Cinta

Just For You
I will always Love you
Cintaku tak akan hilang,
walau kau menghancurkan hati ini yang lebih perih lagi

Puisi Galau Menyentuh Hati

Menetes Air Mataku

Sedih hatiku
Saat kau tak mau mengerti.

Bahwa
Jiwaku lelah, lelah sekali.
Hatiku sakit, sakit sekali.

Saat kau berkata
Bahwa kau tak lagi percaya lagi.

Padahal cintaku hanya untukmu,
Setiaku kuberikan seutuhnya. Dan rinduku tak pernah kuberikan kecuali hanya untukmu.

Seandainya engkau tak percaya,
Maka biarlah Tuhan yang menyaksikan,
Bahwa cintaku ini utuh kuberikan untukmu.

***
Hari Ini, Esok, dan Selamanya

Diamku karena aku tahu
Bangunan cinta ini telah kita jalin
Berhari-hari lamanya.

Aku tak ingin merobohkan
Hanya karena marah sesaatmu.

Kau tahu?
Hari ini aku mencintaimu
Apapun kau adanya.

Esokpun begitu,
Aku mencintaimu
Lebih dari hari sebelumnya.

Dan cintaku selalu dan selamanya hanya untukmu.

***

Antara Dua

Telah tiba saatnya
Hatiku harus memilih
Satu di antara dua.

Sebagai pendamping hidup
Yang menemaniku selamanya.

Lalu bagaimana aku harus memilih,
Saat dua cinta datang meminang hati?

Tak ingin kusakiti
Satu di antara dua.

Maka,
Tunggulah.

Biarlah waktu
Menunjukan siapa di antaramu yang mampu mengetuk hatiku.

Puisi Galau Karena Rindu

Menunggu Di Ujung Hari

Duduk lagi di sini,
Di tepi jendela.

Memandang jauh ke depan,
Berharap engkau akan datang.

Puas sudah diri menanti
Puas sudah raga menunggu

Menanti engkau kembali.

***

Rindu Ini Bagai Gerimis

Rindu ini bagaikan gerimis
Bergerintik jauh menitik
Ke lantai jiwaku.

Dalam hening,
Aku mendengar jiwaku berkata,
Bahwa aku harus setia,
Meski hari ini
Engkau tak pernah mengirim berita.

***

Tenanglah Dalam Juangmu

Usah kau risaukan,
Usah kau gundahkan.

Aku di sini
Tetap menanti. Apapun yang terjadi.

Tenanglah
Dalam juangmu.

Bangun masa depan kita,
Menatanya serapi mungkin.

Dan jika waktunya tiba,
Tentu kita akan kembali bersama
Dalam suasana yang lebih bahagia.

***

Kujaga Setia Ini

Hingga engkau kembali
Kan kujaga setiaku ini.

Kurawat sebaik-baiknya,
Bagai sekuntum bunga,
Agar tetap bersemi
Harum dan berseri.

Kan kujaga cinta ini
Apapun yang terjadi.

Agar tetap mengalir
Laksana mata air
Yang bergeranjas
Di puncak perbukitan.

***

Bersamamu, Betapa Manisnya

Bukan mendengar suaramu,
Bukan pula melihat gambarmu,

Yang kuingin,
Agar engkau bersamaku.

Aku ingin dekat
Menatapmu langsung,
Menyentuhmu…

Maka bersamamu
Betapa manisnya itu.

Puisi Galau karena Cemburu

Aku cemburu

Aku memang pecemburu
Aku cemburu pada apa saja
Bahkan pada hembusan angin
yang menyejukanmu
Pada hujan
yang bebas menyentuh kulitmu
Pada baju
yang selalu menghangatkanmu
Kenapa?

Karena itu bukan aku!
Harus jadi apa aku ini supaya dekat denganmu?
Jadi angin?
percuma tak bisa kamu lihat
Jadi air?
percuma tak bisa kamu genggam

Menjadi sosok nyata
Cukup membatasiku untuk mencintaimu
Dan kini aku hanya bisa diam
Ditemani rindu yang murung di relung hati
Menumpahkannya lewat syair
Untukmu

***

Tentang Kita
Laila

Kala malam tiba
Kenangan tentangmu
Seakan menjadi teman dlm hidupku
Kau yang dulu ku puja
Kini hilang entah kemana
Mungkinkah kau jenuh?
Mungkinkah dunia tak menginginkan kita bersama?
Atau mungkinkah kita tidak di takdirkan bersama?
Apakah semua hanya ilusi semata?
Berbagai tanya muncul
Ketika kenangan itu hadir dalam fikiranku
Telah ku coba hilangkan kenangan tentangmu
Tapi..
Kenang tentangmu tak pernah bisa ku hapus
Dan akan tetap abadi dalam memoriku

***

Hanya Sebuah Mimpi
Imroatu

Tuhan…
bukan hanya kali ini aku brharap
sering kali aku melihat nya
mengharapkannya…..
tapi terkadang aku tersadar
itu hanyalah sebuah mimpi
dari mulai aku twrpejam
hingga mata ini terbuka lagi

Tuhan…
adakah sebuah kesempatan untukku
untuk aku bisa melihat nya lagi
agar aku bisa brhenti
brhenti untuk mengharapkan nya
aku merasakanmu
tapi kau tak brsama ku
aku melihatmu
tapi kau bukan untuk ku
I HOPE YOU LOVE ME…..

***

Penyesalan Rasa
Yati Anisa Rowi

Satu yang kuketahui…
Dirimu disana hilang..
Mengacuhkanku yang telah memendam perasaan. Yang bahkan telah kuungkapkan..
Menunggumu disini..
Menunggu hilangnya sepi..
Kucoba mengganti arah..
Ternyata kau tetap disana, tak tergugah..

Semua yang kuketahui. Kucoba acuhkan demi mengabaikan perih.
Meski itu tak membuatku berhenti, untuk menyukai dirimu..
Akhirnya segala usaha kuhentikan.
Kubekukan dalam memori waktu.
Karena kau juga perlahan berubah.
Tak sebaik dahulu.
Inikah balasannya selama ini?
Dari menyukai hingga mencintai yang telah seseorang memiliki?

Putuslahharapan yang tergantung padanya.
Yang telah kupercayakan padanya.
Bodohnya aku, mempercayai orang yang hanya dapat menghancurkanku.

Mungkin aku akan melupakanmu.
Dalam waktu yang begitu lama.
Agar tak kurasa lagi perih di lubuk rasa.

***

Semua Tak Sama
Bin S Wibowo

Mungkin kau rangkaian bayang dari pudar imajiku
aku merasa hidup dalam senja yang telah redup
kini kenangan bagai lentera yang membakar juga penerang

Dikebodohanku selalu brharap,
waktu berlalu selambat mungkin
karena ku ingin mengingatmu di antara batasan dan kuasa waktu
meski pedih jika membelakangi kenyataan
bagiku semua indah jika itu tentang kita

Tak sdikit dinding yang merintih mengingatkanku
aku punya takdir yang tak mungkin ku lawan
tapi,jk semua kenyataan
aku tak lagi nyata untuk takdir mereka

Sungguh,kuingin menepis bising getir kerugian
aku hanya pemimpi yg ditampar kenyataan
ingin menyingkir dari hayalan
kau hanya mitos legenda kejiwaanku

Semua tak sama tak pernah sama
kegilaanku jika terus mencarimu dilain raga
takan kutemukan takan kudapatkan
semua tak sama tak pernah sama
trasa hati terpenuhi olehmu
hingga tiada yg mampu menggesermu

***

 Ku Lukai Kau Di Malam Ini
Nanda Abdul Karim

Bukan maksud menyakiti
Entah apa yang merasuki
Ku lukai kau di malam ini
Sungguh tak sanggup menahan hati

Ku tak bisa melepaskanmu
Semuanya masih terlintas di benakku
Malam mencekam antara kau dan aku
Tiada bicara saling membisu

Maaf aku terlalu kaku
Tak sepantasnya aku begitu
Ku tulis puisi ini untukmu
Ku tulis namamu di hatiku

Jangan pergi tinggalkan hati
Jangan hancurkan lentera hati
Cukup hanya kau disini
Cukup hanya kau menemani

***

Aku Suka Kamu, Kamu Suka Dia
Imas Fathiyah

Setiap kali aku menatap kamu kamu gak cuekin aku…
Setiap kali aku ngomong sama kamu kamu juga gak cuekin aku…

Aku gak tau kalau kamu suka sama dia…
Semenjak aku tau kalau kamu suka sama dia aku galau…
Semenjak kamu tau kalau aku suka sama aku kamu selalu jauhin aku…

Kenapa?
Aku salah?
Maaf kalau aku punya salah sama kamu…

Yang penting kamu udah jujur sama aku…
Aku pun udah jujur sama kamu…

Puisi Galau Pendek

Sepi.

Duduk aku sendiri,
Di antara ranting-ranting sunyi.

Melangkahkan kaki
Tapi hati hanya ingin berdiam diri.

Engkau telah pergi.
Maka aku sepi. Sendiri. Di sini.

***

Ingin Kukirim
Ingin kubuatkan lagi
Sebuah puisi.

Lalu kukirimkan padamu,
Seperti dahulu.

Tapi apa dayaku
Engkau bukan untukku.

***
Kau dan Dia

Siapakah dia
Yang mampu runtuhkan
Rasa setia.

Siapakah dia
Yang mampu mencuri,
Kerinduan dalam hati.

Janjimu musnah
Tak ada lagi aku berharap
Agar engkau kembali.

***

Terimakasih

Terimakasih untuk janji
Untuk rayuan dan kata dusta.

Terimakasih
Berikan saja semuanya
Untuk dia yang kau cinta.

Aku?
Aku tak memerlukan itu semua.

***

Pergilah

Pergilah
Jika itu memang inginmu.

Untuk apa di sini
Jika hanya melukai hati.

Pergilah.
Aku tak akan memaksa;
Memaksamu menyakitiku lagi.

***

Biarlah Bahagia

Izinkan aku bahagia
Meski tanpamu.

Karena aku tahu
aku pernah hidup
meski tak mengenalmu.

Biarkan diriku
Jangan pernah lagi mengganggu.

Sebab aku tahu
Aku bisa hidup
Tanpamu, penuh bahagia.

Bagai Sampah
Endang Lezthary

Aku selalu sabar menghadapi kamu.
Tapi balasanya seperti ini.
Mereka tak bisa menghargai ku.
Menghargai kesabaran dan ketulusan ku.

Mereka anggap aku seperti sampah
Dilihat,di diamkan lalu di buang
Sejelek itukah aku di matanya.
Seburuk itulah aku di matanya.

***

Kehancuran Hati
Novi Putri Listianti

Hancur sudah hati ku ketika ku melihat mu
Kau berjalan dengan cinta yang lain
Sedih hatiku tak pernah kau fikir
Perasa’an ku padamu kau sllu mendu’a

Kau tak pernah berubah
Kau tinggal kan aku
Perasa’an ini tak’kan pernah bisa ku ingkari
Betapa sakit nya hati ini kau dustai

Biar kan lah semua ini kisah cintaku
Ku yakin suatu sa’at nanti kau akan mengerti Bahwa ada orang yang lebih mencintai mu
Aku yakin kalau kita memang jodoh

Tuhan pasti pertumukan kita ber dua
Tapi walaupun kita bukan jodoh
Kita harus saling mengingat kan
Masa-masa indah dulu kita buat

***

Desember Punya Cerita
Monica Sebentina

Ini bukan kisah
Mungkin ini adalah sejarah
Semua orang mencatatnya dalam tragedi
Mengingatnya dalam sebuah peristiwa
Mengenangnya dalam air mata
Siapa sangka akan terulang lagi

Mereka hanya mengira
Hari ini mungkin baik-baik saja
Mereka pergi
Mereka melangkahkan kaki dengan gembira
Mereka menjabat tangan Orang tuanya
Mereka memeluk dengan mesra Istri dan suaminya
Atau mungkin mereka Mencium kening anak-anaknya

Mau bertanya kepada siapa
Ketika mereka kembali bukan dengan nafasnya
Mau menyalahkan siapa jika ini terjadi pada mereka
Saat mereka pulang dengan kebisuannya
Dengan kebekuaan tubuhnya
Atau bahkan dengan kehancuran raganya
Ayah dan Ibunya menangis
Istri atau suami mengerang kesakitan hatinya
Anak anak memanggilnya

Tempat ini berkabung lagi
Tempat ini mengambil korbannya lagi
Sejarah ini terulang lagi
Hendak memenjarakan siapa atas peristiwa ini
Atau Mau minta pertanggungjawaban siapa perkara ini
Tidak ada yang bisa mengerti

***

Dawai
Yosep Sopana

Orang-orang bersetubuh dengan lumrah
Memadu cumbu tanpa ragu,
Orang-orang mengalong saling gendong
Menabur cinta di bawah cahaya dan gulita

Sementara kita,
Masih berpagutan dengan belenggu
Termangu pada lugu yang malu
Dicaci oleh benci
Dimaki oleh iri
Dikuliti tanpa henti,

Si Cinta seakan sungkan tuk singgah pada lahunan
Karena mungkin Dia pun tahu,
Cicak-cicak masih bebanjar menyamar
Mata mata mereka berkeliaran pada tiap penjuru semesta
Memindai setiap pikuk
Mengintai setitik khilaf
Memitnah fitrah yang lemah,
Mata-mata mereka menjelma jadi kelangkang,
Membayang tiap rentang
Membilang lubang jalang
Tanpa menimang-nimang

Lalu apa yang harus kita lakukan Dinda,
Mestikah berpura-pura pada ijab?
Lalu siap bercumbu dengan nestapa
Ataukah berterusterang pada ilalang?
Lalu siap menadah benderang yang datang
Tapi, aku tak asanggup tuk menghadang
Karena hari masih siang, dan jalan masih panjang
Lagi pula, aku tak mampu menyuapimu dengan rempah mewah
Dan tak mungkin pula aku menyulap sepah jadi nafkah
Ataupun menadah,, rendah

Pada altar kecemasan
Si Cinta berdawai
semua akan indah pada waktunya

***

Kebengisan Duniaku
Nadda Avnarama

Cerita ini belum sempat aku selesaikan
Pada tiap barisnyapun masih rumpang
Tapi seandainya Tuhan telah memanggilku kembali padanya
Tak ada cerita selain kenangan
Jiwa yang lama ini serasa pergi
Kasih yang ternoda ini serasa hanyut
Sering kali lagu duka kau dengarkan
Melambaikan aku pergi
Dengan wajah pucat pasi

Dan kain itu menyelimuti jasad ini
Segala rintihan dan tetesan munafik
Yang menyertai kepergianku

Kalian mengelak?
Apa yang kalian ingat saat aku ada?
Semerbak harum mawarpun kau hempas sendiri
Pedulikanku bukan hal yang penting bagimu
Apa aku terlalu bejat?
Atau kalian yang terlalu jahat?

***

Ku Tak Ingin Duri Dalam Daging
Ilham Subhakti

Kau basuh lukaku, dihamparan ladang hatiku yang gersang
Cinta yang kau bawa terjamah didadaku kian dingin memenuhi ruang haiku

Sepi kubertaya pada malam
Bintang-bintang tebarkan cahaya emas kilaukan kasih yang didamba
kau hadir…
Kau datang ketika hatiku kian rapuh
Sketsa cinta berbingkai kasih telah hadir dihatiku, terpatri dalam genggaman janji seiya sekata

Bulan tetap dipagari bintang
Ucapan ikrar bertaut dihati, luruhkan rasa diseluruh raga diantara kami

Kau tersenyum, bola matamu pancarkan kasih yang erat memeluk impianku
Jangan lukai aku, kasihku tulus untukmu
Dalam helaan napasku tiap detiknya hadirmu kubawa kemana kupergi
Aku pernah dikhianati
Sakitnya melebihi rajaman seribu jarum
Setia yang kumiliki sepenuh hatiku tetap kan terjaga untukmu sampai rambutku memutih dan sampai kumati

***

Sebuah Angan
Cindy Damayanti

Bayangkan
Bayangkan jika seseorang yang sangat kamu cintai pergi
Katakan
Katakan jika kamu sangat menyayanginya

Kejar
Kejar dia jika kamu tak ingin kehilangannya
Genggam
Genggam tangannya jika dia beranjak pergi

Yakinkan
Yakinkan dia jika kamu tak bisa hidup tanpanya
Peluk
Peluk dia jika dia merasa ketakutan

Hapus¡­.hapus air matanya jika dia terluka
Dan tersenyumlah
Tersenyumlah jika dia merasakan kebahagiaan
Walau mungkin¡­kebahagiaan itu bukan darimu

***

Kenangan Pahit
Nuhari

Malam begitu gelap
Sunyi datang mendekap
Bingkai foto yang indah
Kian menambah derita

Mengapa saat itu
kau melepas jari ini
dari genggamanmu
Kau melepas tanganku
dar pelukanmu

Aku tak menyalahkan angin
yang menggugurkan dedaunan
Aku tak menyalahkan matahari
yang membuat bunga melayu
Dan aku tak menyalahkan cinta
yang dulu begitu indah

Aku menderita tanpa cinta
Tanpa cinta tak ada impian
Tanpa cinta tak ada kehidupan
Dan tanpa cinta tak ada kebahagiaan

***

Hanya Figuran
Melati Anjar

Malam ini udara terasa hangat
Tapi, aku malah menggigil dengan hebatnya
Apalagi saat aku tau
Peran ku tak berguna dalam drama hidup mu

Aku lebih seperti pemain figuran
Tanpa adegan tanpa dialog
Daripada pemeran wanita
Pendamping pemeran pria utama
Hal yang sering kamu lupakan
Aku ini ada di setiap rangkaian kata
Yang selalu kamu ucap
Aku ini ada di setiap hela nafas

Yang kamu ambil
Meski aku hanya nomor sekian
Dari sekian banyak orang disekitar mu
Tapi aku juga ingin mengerjakan peran ku
Sesuai dengan status ku

Aku bukan malaikat
Setiap waktu ada disamping mu
Tau semua yang ada di hati mu

Kasih..
Ceritakan apa yang membuat mu layu
Ceritakan apa yang menjadikan mu semu
Ketahuilah..
Aku memang tak berarti
Tapi akan ku jadikan kamu berarti

Sadarilah..
Aku memang tak istimewa
Tapi akan ku jadikan kamu istimewa

***

Datang dan Pergi
Desi Asih Purwanti

Kadang kau datang
Kadang kau pergi
Kadang kau ada
Kadang kau menghilang

Datang membawa duka
Pergi membawa tawa
Bisakah sedikit mengerti?
Bisakah untuk tetap tinggal?

Andai bisa bersama
Andai bisa bahagia
Andai bisa bica
Andai bisa marah

Mungkinkah kusalah menunggu?
Menunggu bintang yang tak pasti
Mungkinkah kusalah memilih?
Memilih tempat yang bukan untukku berumah

Untuk apa aku ada tapi kau tak pernah ada
Untuk apa aku bercerita tapi tak pernah kau dengar
Kau hanya datang saat kau mau
Kau akan pergi saat kau mau

Hanya datang dan pergi
Datang untuk sementara
Dan pergi untuk waktu yang lama

Puisi Galau karena Ditinggal Pergi

Menanti kepulangan

Aku lihat bulir rindu pada hujan
yang menjebakku di gigil kenangan, basah
Bahkan detik waktu yang kurasa lambat tak mampu membuat kita lupa
beribu langkah tak menarik restu perpisahan
Bahkan tawa di sekelilingku
tak mampu membalut lebam hati dalam sepi
Aku setia, menunggu kepulanganmu
segala asal puisiku

***

Kepergianmu
Riska Diah Mawarni

Ketika nafasku telah terhenti
ku berharap tak ada rasa dengki di antara kita
Dan jika langkahku tlah terhenti mengembara
Aku ingin melihat kau tersenyum padaku kembali
Seperti kau tersenyum pada bidadarimu
Yang kau kagumi selama ini

Dikau adalah permata yang tersimpan di hati
Yang selalu bersinar terang
Menerangi setiap hariku
Serta langkahmu yang begitu berarti untukku
Aku tak tau jika takkan melihat langkahmu kembali?
Mungkin ku telah terjebak dalam kegelapan yang tak kusadari

Jika kau menganggap ku berarti
ku ingin kau laksana langit
Meski sempat gelap terangnya dapat di hitung dalam keheningan malam

Jika ku melihat samudera
Ku selalu ingat begitu luasnya cintaku untukmu
Serta begitu sucinya sesuci tetesan air hujan
Yang selalu membuatku bahagia karena karunianya

Tapi apakah ku berarti untukmu?
Tak taulah terlihat bagai mimpi
Mimpi yang menyedihkan.
Tapi mengapa sampai saat ini tak kau tunjukkan senyumu padaku?
Padahal dulu ku mengira hanya aku yang bisa membutmu tersenyum
Tapi itu salah,salah besar sebesar lukaku di hati
Tapi mengapa kau datang dan pergi begitu saja
Tidak kau lihatkah lubang di dadaku

Lubang yang hampir menembus seluruh hidupku
Yang akan hancur lebur bagai perasaanku
Tak taukah kau?

Puisi Galau karena Rindu

3 Detik

Hanya 3 detik
Retinaku dan retinamu bertemu
3 detik yang penuh kekesalan,
kerinduan
dan beberapa rasa yang sulit dijelaskan
Sesakit apapun aku karena tatapan itu
doa terus kususun untuk kamu bahagia
Dan detik deti ku terus dikepung rindu
5 Detik ke lorong kenangan

5 detik tak sengaja menatap mata itu lagi
Menarikku pada lorong waktu, masa lalu
Saat pertama retina kita saling bertemu
Tidak menyalahkan kamu sama sekali
aku benci akan diriku
keadaan dan rasa rindu yang terus hidup
Aku memilih diam

Gibran
Biarkanlah aku memenjarakan semua ini.
Mengisahkannya lewat sebuah pena.
Memang pahit.
Bahkan sakit.
Memendam sebuah rasa.
Rasa yang ku sebut itu cinta.

Aku memilih diam seribu bahasa.
Karena aku tidak tahu harus berbuat apa.
Cinta . . .
Aku tidak ingin mengungkapkannya.

Aku tahu itu menyedihkan.
Tetapi . . .
Lebih menyedihkan jika engkau mengetahuinya.
Dan perlahan kau menjauhiku.
Karena sebuah rasa cinta.
Yang tak seharusnya ada.
Puisi Galau Karena Putus Cinta

***

Cinta Semu

Selayaknya cinta nan berpagut
Tidak pantas kau terus terperangkap di dalam bimbang yang bergelayut

Perjuanganku telah usai
Saat kau anggap semuanya selesai

Untuk hatimu
Untuk cinta semu
Yang dulu pernah aku yakini bahwa semua itu
Akan berakhir indah tanpa pilu

Puisi Galau Karena Patah Hati

Bertahun, Sia-Sia Rupanya

Kusangka bunga mekar bersemi,
Rupanya layu lalu mati.

Kusangka bunga harum mewangi,
Rupanya busuk jatuh ke bumi.

Kusangka jalinan cinta abadi,
Rupanya selesai sampai di sini.

Bertahun sudah kujalin cinta,
Rupanya hanya sia-sia.

Kalau kutahu begini,
Untuk apa berkorban untukmu selama ini.

***

Kudoakan Kau Bahagia

oke lanjut…

Kudoakan Kau Bahagia

Hati siapa
Yang tak akan terluka
Bila kekasihnya tak setia.

Hati siapa
Yang tak akan kecewa
Bila cintanya dibalas dusta.

Sekian lama
Kita jalin cinta,
Menata gelora asmara,

Akhirnya
Kau pergi
Membawa cintaku.

Walau pedih terasa
Tak ingin kupendam

***

Biarlah kudoakan

Agar kau bahagia.
Ingin kuteriak
Sekuat-kuatnya.

Melepaskan semua rasa
Yang penuh dengan kecewa.

Mengapa kau berikan
Seluruh harapan. Jika akhirnya,

Kau ambil lagi seperti semula.

***

Namamu Selalu Di Hati

Aku masih belum percaya,
Mengapa semua ini terjadi.

Bukankah dulu kita pernah berjanji,
Akan bersama menata masa depan?

Kau pernah berkata,
Akan setia meski dalam susah,
Akan cinta meski dalam sengsara,
Semua karena cinta.

Tapi kini
Kata tinggalah kata.
Ucapan tinggallah ucapan.
Dan janji tinggalah janji.

Aku memang terluka,
Sedih dan kecewa.
Namun entah mengapa
Namamu selalu di hati.

Demikianlah beberapa contoh puisi galau yang dapat saya bagikan kepada Anda, puisi tersebut cocok bagi Anda yang ingin menungkapkan perasaannya yang mungkin anda bingung harus mengungkapkan dengan kata kata anda sendiri. Semoga contoh puisi di atas dapat mewakilkan perasaan Anda.

Dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke media sosial anda ataupun lainnya agar teman – teman atau saudara kita yang lainnya bisa mengekspresikan perasaannya seperti Anda. Semoga artikel diatas bisa bermanfaat bagi Anda .Terima kasihPenelusuran yang terkait dengan puisi galau


Puisi Galau


puisi galau sendiri
puisi galau menyentuh hati
puisi galau karena rindu
puisi galau patah hati
puisi galau tentang kehidupan
puisi galau islami
puisi galau lucu
download puisi galau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *