Puisi Hujan

puisi hujan

Puisi tentang Hujan – Puisi adalah kalimat-kalimat indah yang diucapkan oleh seseorang untuk menyampaikan perasaannya kepada publik. Puisi hujan ini banyak sekali mewakili perasaan seseorang baik tentang rindu, kenangan dan hal menyedihkan sekalipun.

Entah itu kenangan masa kecil ataupun kenangan bersama pasangan hidup. Hujan juga bisa mewakili perasaan sedih seseorang yang putus harapan hingga orang yang putus cinta.

Beberapa contoh puisi tentang hujan berikut akan mewakili sensitivitas hati saat hujan turun. Menguatkan diri sendiri menjadi penolong, apapun yang hujan ciptakan, kenangan indah ataupun buruk yang terjadi adalah terbaik.

Katakan Pada Hujan

Bambang Priatna

Rasa ini begitu mistis
Bagai bayangan rembulan
Sebening bergoyang
Ritmis

Terbelak mata memandang pucat
Celoteh berangin, parau
Kerutkan pelepah
Retak

Sesaat lagi ‘kan senja
Katakan pada hujan
Bukan rayuan
Semoga

Puisi hujan bulan juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Kenangan di Basah Hujan

Rayhandi

Di basah itu memori tersangkut
Menyanyut ingat membara bayang
Terlihat warna di pucuk mata
Kurasa memori menari bernyanyi berputar

Masih teringat olehku
Kenyataan yang menggenggam
Hangat menguar melawan dingin
Terbawa sampai ke hulu hati

Aku tak ingin melupa
Rasa di bidang merah masih menyenja
Di bayang barat rasa itu kugantung
Bersama hujan ia melebur

Hujannya deras terasa
Merangkak mencari celah
Batu keras memukulku
Tergiang ingin mengapak

Aku belum larut menjadi abu
Aku masih menjadi ingatan yang takkan raib
Menjadi sepertiga kenangan yang hidup di hujan malam
Aku masih menjadi cerita untuk hari ini dan selamanya.

Hujan Dan Pelangi

Hari ini hujan datang sangat deras
Tapi tidak ada pelangi
Mengapa akhir-akhir ini aku sering membayangkan diriku adalah hujan
Dan kamu adalah pelangi

Iya, aku adalah hujan yang deras yang selalu jatuh berkali-kali tanpa peduli seberapa sakitnya yang ku alami
Sedangkan kamu sebagai pelangi yang selalu ditunggu saat hujan reda
Pelangi memang indah, tetapi datangnya hanya sementara waktu saja
Seperti itulah aku dan kamu bagaikan hujan dan pelangi yang selalu berkaitan tanpa adanya kejelasan

Hujan Malam Ini #1

hujan malam ini
menetes dari pipimu
mengalir di pelupuk sunyi
membasahi detak waktu

jejak-jejak
menulis sajak
di hujan malam ini
air matanya sendiri

barangkali matamu dan mata hujan
adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan
serupa api kepada abu
seperti aku kepada kamu

Hujan Dan Kenangan

Hujan ini turun lagi untuk yang kesekian kali mengingatkanku tentang rintik soal waktu yang sedetik
Ketika hujan ini turun lagi dari kata yang kau namakan puisi
Namamu, namaku, tentang cinta yang pernah singgah

Anggap saja hujan ini adalah kenangan
Meski rintik yang sedetik tapi mampu mengingatkan

Namaku Hujan, Bukan Air Mata

Namaku hujan, bukan air mata
Menjauh bukanlah perkara kekalahan
Menjatuhkan diri pada hati yang gundah
Bukanku bersikeras berpindah takluk angan

Namun, afeksi masa lalu membalut terjal langkah
Jujur saja, aku tak mau berpura-pura
Aku tak lagi menangis karena aku bukan hujan
Meski halus membasahi jagat semesta

Tapi mengapa hujan terdefinisikan kesedihan
Terjebak kenangan dalam salju memori mesra
Dan entah mengapa muka ceriaku seolah lupa cara bahagia
Nyatanya memang benar bahwa cinta itu buta

Pergolakan hati menentang pikiran
Seperti berseteruh mempertahankan diri
Tapi bukankan kini bahasa cinta yang berperan?
Sebab jauh setelahnya rasa itu telah sirna abadi

Hujan

Iffah

Sebuah rahmat yang diturunkan sang pencipta
Suara gemercik yang terdengar begitu indah
Membuat semua yang ada di bumi menjadi basah
Menhetikan aktifitas orang orang di bumi

Tapi hujan banyak memiliki manfaat
Tanam tanaman menjadi subur
Hingga taka da lagi kekeringan di bumi
Membuat suasana hening dan dingin

Suara petir yang menyambar nyambar
membuat takut semua orang
dingin nya begitu menyentuh di tubuh
membuat kesehatan seseorang menjadi lemah
membuat alam sekitar menjadi sunyi
oh hujan yang tak redah redah

Kamu Dan Hujan

Aku kira, senja tak akan menjadi indah karena aku tak melihatnya

Aku kira, pelangipun tak akan berwarna karena aku tahu hanyalah tinta hitam legam dalam pandangan

Dan aku mengira, dawai hujan akan selalu ternada

Apakah kau tahu, apa itu hujan?

Hujan inilah yang mengirimkanmu melewati nada rintiknya

Yang begitu menenangkan dan mengalirkan melodi dalam nadi ini entah bagaimana caranya

Yang aku tahu bahwa tanpamu, hujanpun enggan menjatuhkan rintiknya

Kekasihku, apa benar namamu yang dibawa rintik hujan kala itu?

Jika iya, maka kedatanganmulah yang memecahkan segala perkiraan yang merisaukan

Yang kini menjadikanku dapat melihat senja yang begitu indah

Menjadikanku dapat mengganti tinta hitam yang legam itu, yang membuatnya menjadi berwarna hingga membuatku candu

Karena itulah aku hanya mau engkau tetap memberikanku melodi anggun ini

Janganlah engkau memberi melodi angkuh kepadaku karena aku mencintaimu

Rinai Hujan di Pagi Hari

Langitku kini terlihat mendung di pagi hari
Gembira angin menyambutmu
Tetesan sang air hujan yang mulai berderai
Menunggumu usai
pelangi pun berhenti bersembunyi

Kini ku tengok dari sudut yang berbeda
Masih terlalu pagi
Namun langit terlihat gelap
Awan-awan berkumpul menjadi satu
Dan menurunkan titik-titik air
Memunculkan rintihan hati menggelora
Nampak langit menghiasi kerinduan
Padamu pujangga
Derai hujan di pagi hari
Menyembunyikan pusat tata surya maha besar
Akankah ia sedang bersembunyi
Ataukah ia malu-malu untuk menampakkan dirinya

Sebuah pertanyaan konyol
yang muncul dari dalam hati
akankah sang raja siang sedang tidak enak badan
bisik-bisik tetangga terdengar terbahak mendengarnya

Wahai pemilik dunia
Sang Mahas Kuasa yang menurunkan berkah hujan
Pintaku pada-Mu
Jagalah seseorang di sana
Antarkan bahagiaku kelak bersama cahaya kasih-Mu
untukku dan untuknya

Hujan Tak Bermentari

Altar Cinta / hadi

Hangat
Tak bermentari
Dingin tak bersalju
Pada musim yang berlalu

Hujan
Waktunya menyapa
Sampai pada masanya
Musim yang telah datang

Hujan Malam

Lalu hujan itupun turun
Tanpa permisi lagi padaku
Seperti rindu menyergapku
Membasah kuyup deras hujan

Kerlip sinar lampu
Bermain di genangan
Malam menjadi syahdu
Bangkuku kosong di taman

Hujan ini puisi tak jadi
Rinai mengetuk rima
Dalam denting sepi
Kenangan lama.

Rindu Bersama Hujan

Ketika tangan sudah tak mampu menggapainya
Dan ketika bibir sudah tidak mampu mengucapkan kata-kata
Disitulah aku berteduh, ketika hujan deras membasahi tubuhku
Namun, tidak akan ku biarkan hujan membasahi tubuhmu

Disini aku merindu,
Merindukanmu yang setiap kali datang bersama hujan
Lambat haripun berlalu sehingga memaksaku untuk melupakanmu

Satu hari, dua hari, hingga hari-hari kemudian yang terlewati
Melupakan kehadiranmu itu merupakan hal yang sangat berat karena hujan selalu mengantar bayangmu ke depan jendela
Dan memaksaku untuk selalu mengingat kehadiranmu

Kisah Hujan

Orieneke Cahyani

Aku menanti dirimu
Seperti air menghujam sendu
Terus jatuh mengalir kelu
Hujan berteriak pilu
Tak kudengar dalam surau
Jiwa ku termenung kelabu
Menunggu cinta semanis madu
Hingga usai balutan waktu
Hujan seminggu berlalu
Tersisa petrichor syahdu

Musim Hujan

Rayhandi

Di sini hujan kasih
Berbalut selimut menghangat raga
Dingin terasa hingga sampai ke tangan
Merambah mencari celah

Hujan kali ini begitu berbeda
Berbeda karena di ujung malam
Sepi mencekam bosan
Bermain kantuk membutakan mata

Aku masih di sini
Masih menjadi beku yang tak hangat
Terasa sesak takkala tertatap
Mungkin dingin menjadi penawar

Atap dan daun rimbun jadi saksi
Bahwa bening mencumbu hijau
Terlarut basah meninggal subur
Penawar di musim kemarau.

Hujan

Aku suka hujan
Meskipun riyuh tetapi menenangkan
Baunya yang khas seringkali aku rindukan
Namun hujan suka sekali membawa kenangan melintas dipikiran
Hujan menyuguhkan kenangan pada kediaman dan itu seringkali

Memang menyebalkan, aku harus menelan kenangan berulang-ulang
Aku sangat lelah jika harus mengingatkan kenangan dengan suasana yang sedu
Jika saja kenangan bisa dipilih untuk bertemu, maka aku akan memilih kenangan yang akan membahagiakanku
Bukan kenangan yang datang untuk membuatku teringat dengan luka

Aku Suka Hujan

Rayhandi

Aku suka hujan
Ia mengingatkanku pada ratap
Ia mengikatku pada kasih
Ia menyeretku pada senja

Aku suka hujan
Basahnya mengoyak jiwaku
Basahnya melarutkan dukaku
Basahnya menyamari airmataku

Aku suka hujan
Dulu di bawah hujan
Cerita indah ku tulis
Bersama ia yang takhenti mengais

Aku suka hujan
Dengannya ratusan sajak ku kutat
Ribuan kata tergiang di tempurung otak
Milyaran bayang berjalan di sana

Aku suka hujan
Karena di setiap air yang jatuh
Ku ikat sepucuk doa kecil
Jatuh ke bumi membawa semuanya.

Terima Kasih Hujan

Rayhandi

Terima kasih hujan
Berkatmu kami tak kekeringan
Berkatmu kami bisa meneguk air
Berkatmu kami sehat

Terima kasih hujan
Berkatmu kami basah
Kami tak gersang
Kami selamat dari kekeringan

Terima kasih hujan
Karena guyuranmu
Tanaman tanaman hilang dari kering
Terima kasih hujan

Terima kasih hujan
Tanaman petani subur basah
Air di sumur banyak meruah
Semuanya karenamu hujan

Terima kasih hujan
Terima kasih kau telan turun
Semua hijau, air, katak besyukur
Karenamu mereka hidup
Terima kasih.

Hujan dan Namamu

E. Natasha

Senandung lagu mendekap lirih romansa jiwa
Benak menyapa raut wajah yang nyaris tenggelam
Dalam lautan mimpi sang penghirup malam
Melawan hujan, mereguk jejak tanpa nama dunia

Dia yang mencoba membaca arah
Dalam gelap, memanggil cahaya yang tersembunyi di balik aksara
Berdiri sendiri mencoba mengenal suara kerinduan
Adakah dia di sana masih terpaku menatap kenangan

Kemana kau akan berlari
Melepas pagi dan mencoba memutar mentari
Apalah kau masih terlelap dan terus bermimpi
Memuja cinta tanpa rasa haus duniawi

Kenangan hujan memanggilmu, dan tetap memanggil namamu
Meski luka mencoba menjauhkan dirimu dari putaran waktu masa lalu
Bulan di sana masih merindukanmu
Untuk kembali padanya, tanpa menghapus tangisan hujan di wajahmu

Hujan

Arya ’17

Senja
Tanpa warna
Hanya mendung kelabu
Seakan langit sedang berduka

Petir
Memekak telinga
Disertai gemuruh gaduh
Rona jingga tertutup jelaga

Puisi Hujan

Hujan, apa kabar?
Malam ini saat kau hadir seketika membawaku dalam dimensi lain
Kau ajak setumpuk kenangan turun bersamamu untuk menghampiriku
Saat itu aku sedang terluka dan kaulah yang setia menemaniku

Hujan, kau ingat isak tangisku malam itu?
Ku ceritakan semuanya kepadamu dan kau simpan baik-baik ceritaku sampai hari ini
Hujan, kaulah saksi betapa kuatnya aku saat itu

Hingga hari ini aku bisa berdiri dengan tegak
Terima kasih untuk selalu menyejukan hatiku

Rindu Bergelantung

Agung Wig Patidusa

Malam menapakkan hujan kesunyian
Sayup-sayup rerintik mengerang
Petir memerah
Hujam!

Nada kelam napas bersenandung
Hiruk canda menjauh
Lebih jauh
Dijauhkan

Rindu bergelantung antara hening
Mencekam jerat-jerat Nala
Beradu kebisingan
Memuakkan

Kala Sukma memendam tanya
Akankah kumala singgah?
Menghangat cinta
Bertika

Sauh lusuh tak berlabuh
Menanti kasih terbasuh
Nyata bersentuh
Terengkuh

Tentang Hujan

Lalu, apa katamu tentang hujan?
Bagiku hujan itu suatu anugerah dimana kita bisa merasakan satu kehangatan tersembunyi
Hujan itu suatu rasa syukur atas segala deraan air yang menyeka panas
Merupakan nikmat tak berujung dari sang pencipta

Hujan itu sebuah penjaga rahasia dimana kita bisa menangis dibalik hujan
Berteriak dibalik semua gemuruh hujan terka
Hujan itu sebuah simphoni dimana nada-nada yang berkesinambungan selalu terkait
Dan selalu berirama untuk menjadikannya sebuah lagu diantara titik-titiknya

Hujan itu sebuah lukisan dimana bumi menjadi kanvasnya dengan tetes demi tetes air hujan yang terus mengalir menjadikan suatu bekas di antara tanah-tanah yang tertindih
Hujan itu juga sebuah kenangan dimana tiap air demi air yang mengalir
Selalu menimbulkan bekas dan terkadang bekas itu menjadi sebuah kubangan atau hilang begitu saja

Hujan itu juga sebuah keharmonisan dimana saat kemarau datang,
kemudian hujan yang menerka akan menyejukkan kembali
Hujan juga sebuah percintaan dimana dua sejoli yang tengah basah di derasnya hujan
Menjadikan payung mereka untuk berteduh diantara tetesannya

Itulah hujan,,,
Dimana setiap insan bisa merasakan arti cintanya

Kerinduanku #1

Ibenk Campret

Malam ini aku merindukanmu
Seperti rerumpun rumput
Nantikan hujan
Membasah

Bagai kehausan tengah sahara
Terkapar pula kerinduanku
Mengharap kasih
Darimu

Sayang
Datanglah padaku
Meski hanya sekejap
Cukuplah sebagai pelepas rinduku

Bagiku
Hanya dirimu
Yang mampu melenakanku
Ciptakan damai menyejuk jiwaku

Baca juga: Kata kata Hujan Romantis

Hujan Hadirkan Cinta

Awalnya, hujan bagiku sekedar cerita sendu
Lalu ada tangis yang sama-sama mengguyur
Terasa melodi yang dimainkannya begitu menyayat hati
Mengundang kepedihan akan masa laluku yang pilu

Namun, ternyata hujan menghadirkan cinta
Seperti bulirnya yang jatuh ke kepala tanaman dengan kasih sayang, tapi juga menghantam
Kini aku belajar, bahwa cinta datang dengan cara unik dan klasik
Tiba-tiba datang tanpa aba-aba untuk siapa dan tanpa alasan untuk mengungkapkan
Yang jelas, cinta hadir dengan cara yang berbeda dan lebih sempurna karenanya

Menjadi Hujan

Orang-orang dewasa itu aneh
Mereka bilang menyukai hujan tetapi berlindung di bawah payung
Berlindung di bawah atap bahkan dari mereka memaki hujan karena telah membasahi baju mereka
Mereka tidak benar-benar menyukai hujan, hanya mulutnya saja tetapi tindakannya tidak

Mereka hanya mencari sensasi atau hanya sedang menjual romantisme
Nyatanya, mereka menyesali hujan yang tak kunjung reda dan membuat mendung suasana sekitar
Sayangnya, rasa cinta mereka terhadap hujan hanya sebatas kata
Mencintai hujan hanya sebatas kalimat di status media sosial

Hanya menjadi foto untuk mendukung kesenduannya
Aku rasa, kita tidak akan mengerti hujan kecuali menjadi hujan itu sendiri
Bagaimana jika sesekali kita mendengar kata orang bahwa mereka menyukai kita
Padahal di belakang kita, mereka semua tidak demikian
Jika hujan memiliki perasaan, mungkinkan hujan akan merasakan apa yang sudah kita rasakan

Rindu Yang Bercadar

Bambang Priatna

Tolong ambilkan saputangan putih
Itu pemberianmu dulu
Saatku terbasah
Bersamamu

Kauusapkan kening mengayun lembut
Kuhanya terpejam menikmati
Seraya bayi
Tersayang

Dalam kobaran lentera kecil
Rintik masih terdengar
Malam terbuai
Kehangatan

Namun kini, hujan memelas
Tiada pengusap, rindu
Hanya helaan
Berkaca

Saat Hujan

Berteriaklah di depan air terjun tinggi debam suaranya memekakan telinga
Agar tidak ada yang tahu kau sedang berteriak
Berlarilah di tengah padang ilalang tinggi
Pucuk-pucuknya lebih tinggi dari kepala agar tidak ada yang tahu kau sedang berlari

Termenunglah di tengah senyapnya pagi
Yang kicau burungpun hilang entah kemana agar tidak tahu kau sedang termangu
Dan menangislah di tengah hujan yang lebat
Agar tidak ada orang tahu bahwa kau sedang menangis
Perasaan adalah perasaan
Tidak dibagikan, tidak diceritakan, tidak disampaikan dia tetap perasaan

Hujan Terakhir Dalam Ingatan

Aku sebenarnya tak pernah rela membiarkan tubuhmu dipeluk kemarau

Debu-debu beterbangan bermimpi menjadi burung

Burung mengepakkan sayapnya menanti cahaya lindap

Seringkali aku gagal mendekap bayangan yang bosan berjalan di belakang

Ku pandangi dia, tak ada balasan hidup seperti bertepuk sebelah tangan

Kerinduanku #2

Ibenk Campret

Merangkum gugusan jemari hari
Memutar kenangan lalu
Membakar rindu
Padamu

Dengarlah
Angin bernyanyi
Membawa rindu untukmu
Yang membeku membiru batu

Mungkin rembulan terlalu sunyi
Tuk kabarkan kerinduanku
Terhalang hujan
Memanjang

Dingin
Berselimut sunyi
Menunggu kabar tentangmu
Bahagiakah atau sengsara, entahlah

Hujan Hari Ini

Bagi banyak orang, mungkin hujan sekumpulan pasukan air yang jatuh dari langit
Tapi bagiku, hujan adalah sepotong kisah yang mengikatku pada sebuah kenangan masa lalu dan membawaku pada keindahan hari ini
Hatiku memang terikat kepada hujan meski dalam terang aku bisa merasa dapat lebih jelas saat memandang indahnya kota yang nasibnya sama sepertiku

Ya, terikat pada hujan karena tak selamanya hujan membawa sendu dibawah gelapnya mendung
Bagiku, hujan selalu datang bersama keberkahan
Dia pergi mewarisi teduh dan menjadikan kehangatan sebagai perasaan sempurna bersama dia yang tuhan pilihkan sebagai kekasih

Embun Jatuh Di Lamomea

Ibnu Nafisah

Fajar gelepar setelah malam
Usai hujan menghujam
Brigjend Katamso
Mengaso

Portal
Keringat nakal
Telanjang beku membinal
Celaka. Pos tertawa membrutal

Genderang mengerang tiga kali
Sial. Nyamur menghambur
Melingsir berkali-kali
Kumelacur

Kuning
Bawah lampu
Teriakan sepi kelening
Serulah panggilan hening beku

Embun jatuh di Lamomea
Memenjara jiwa anoa
Bungkam makian
Seruan-seruan

Gerbang
Terkubur sunyi
Pekat senyap menerjang
Lamomea terdiam dan sembunyi

Hujan Malam Ini #2

Kepergianmu seakan merenggut isi hatiku
Dari kuntum rindu hingga benci kau rangkai menjadi satu
Lalu dengan tenang kamu buang ke hamparan biru
Ya, sebuah tempat yang tak mungkin aku tuju

Bila mungkin, aku ingin kembali ke masa kita dulu
Dan mengubah takdir hingga tak mengenal kamu
Daripada harus cumbu mesra tanpa miliki ragamu, aku bisa apa?
Sejuta sesal tak akan membuatmu rekah lagi padaku

Saat hujan seperti malam ini, sendiriku semakin pekat saja
Dia seperti kamu dulu, semakin erat bila hujan tiba
Sendiriku di antara rindu dan benci, mengambang tenang di antara keduanya
Begitu tenang, hingga rekan bibir perempuan lain seakan tak bermakna

Anggap Saja Hujan ini Adalah Aku

anggap saja hujan ini adalah kenangan,
meski rintik yang sedetik, tapi mampu
mengingatkan

anggap saja hujan ini adalah kerinduan,
meski rintik yang setitik, tapi mampu
mempertemukan

anggap saja hujan ini adalah aku,
meski sudah tak lagi deras, tapi tetap
membekas

Rintik Hujan

Di bawah rintik hujan aku dengan puas meneteskan air mata
Air mata yang terus mengalir menangisi hal yang tidak wajar
Entah mengapa aku nyaman sekali dengan hujan
Hujan adalah waktu yang tepat untuk mengadukan masalah

Rintik hujanpun mampu membuat sejuk hati
Hingga tak terasa air hujanpun ikut berhenti ketikan aku berhenti meneteskan air mata
Apakah hujan ditakdirkan datang untuk mengerti perasaan orang?
Semoga saat khayalanku yang konyol ini benar-benar kenyataan

Sehingga aku bisa terus mengadu perasaan kepada hujan
Aku juga berharap, ketika puisi hujan ini aku lontarkan semoga hujan mau menjadi temanku
Hujan memang membawa mendung dan membuatku susah bepergian
Tapi aku senang dengan hujan, air yang membasahi selain membuat bahagia tetapi juga membuat aku lupa dengan masalah

Masalah yang sepele sampai dengan masalah yang besar sekalipun
Hingga aku dewasa, aku akan tetap menjadi teman hujan

Disaat Hujan di Suatu Sore

ditabur hujan kesunyian sore ini
menderas pada getar kata
sajak-sajak ditulis menepis sepi
melebur jarak dirinya

bunga-bunga tumbuh
di antara jendela, kursi, dan meja
pasti dikenalnya rindu
merekah pada nafasmu

ujung-ujung jari yang sedari dulu
menyentuhnya
melebur pada detak waktu

Hujan – Armada Band

Hujan kali ini mengingatkanku padanya
Kala itu, dia menggenggam erat tanganku
Hujan kali ini mengingatkanku padanya
Kala itu, dia bisikkan, “Jangan kau pergi”

Dan dia bersedih meratapi perpisahan yang ‘kan terjadi
Ini bukannya keinginanku dan dia, tapi mereka

‘Ku ikhlaskan saja kekalahanku
Mungkin ini awal dari kemenangan besarku
‘Ku takkan menyerah karena ‘ku ‘kan kembali
Dan membuktikan ke mereka, aku bisa membuatnya bahagia

Oh…

Dan dia bersedih meratapi perpisahan yang ‘kan terjadi
Ini bukannya keinginanku dan dia, tapi mereka

Kekalahanku
Mungkin ini awal dari kemenangan besarku
(‘Ku takkan menyerah) Karena ‘ku ‘kan kembali (aku ‘kan kembali)
Dan membuktikan ke mereka, aku bisa membuatnya bahagia

Di atas  sudah saya berikan contoh contoh puisi tentang hujan yang bisa mewakilkan ungkapan hati Anda. Semoga puisi diatas bisa bermanfaat untuk Anda semuanya. Jangan lupa bagikan ke eman-teman anda melalui tombol share dan jangan upa berikan pendapat anda tentang puisi diatas serta kritik dan saran di komentar untuk kemajuan dan berkembangnya website ini. Terima Kasih


Puisi Hujan


Pencarian terkait:

  • puisi hujan malam dingin
  • puisi hujan islami
  • puisi hujan lucu
  • puisi hujan anak sd
  • puisi hujan karya sastrawan
  • puisi hujan di pagi hari
  • puisi hujan bulan juni
  • puisi tentang hujan 2 bait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *