Puisi Ibu

Puisi Ibu – Tentu kita semua telah mengetahui bahwa puisi ibu merupakan ungkapan terimakasih kita yang disalurkan melalui karya sastra puisi, banyak pengarang puisi tentang ibu seperti pengarang karya chairil anwar. dimana beliau telah banyak mengarang puisi begitu banyak salah satunya adalah puisi untuk ibu.

Menurut Wikipedia, Ibu adalah orang tua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Ibu memiliki peranan yang sangat penting bagi anak, dan panggilan ibu dapat diberikan untuk perempuan yang bukan orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini.

Ibu, dialalah orang pertama yang telah merawat kita dari sebelum lahir sampai sekarang, jika bukan perjuangan seorang ibu, mungkin kita tidak akan ada di dunia ini. Seorang ibu merupakan penerang dunia bagi setiap anak yang terlahir di dunia ini.

Tidak bisa dibayangkan, begitu banyak perjuangan beliau yang telah dikorbankan, baik tenaga, waktu, fikiran dan harta, tidak hanya itu saja, pengorbanan yang tidak terbayangkan selama 9 bulan beliau mampu untuk membawa kita kemanapun seorang ibu berada, meski kita berada diperut beliau.

Karena cinta tulus seorang ibu kepada anak, maka beberapa ungkapan tentang ibu yang berada dalam puisi ibu ini. Kami sampaikan untuk beliau yang telah merawat dan mengasihi kami, Dengan beberapa puisi ibu dan ayah tercinta, sebagai rasa terimakasih.

Berikut ini skami berikan 1001 contoh puisi ibu bahasa indonesia dari berbagai tema yang mudah-mudahan semoga bisa mewakili perasaan kamu!


Kumpulan Puisi Ibu

Kumpulan Puisi Ibu

#1 Puisi Ibu sedih: Mata Air Cinta

Oleh Boby Julianto SiallaganIbu…
Memelukmu adalah kenyamananku
Melukis senyummu adalah keinginanku
Mencintaimu sudah tentu kewajibankuNamun terkadang
Melawanmu menjadi kebiasaanku
Bahkan ku menyiakanmu dan
Melupakanmu sebagai seorang ibu
Tanpa kusadari begitu teririsnya hatimuHarusnya aku menjadi pelindung
Bukan menjadi anak yang tak tahu untung
Harusnya aku menjadi anak yang penurut
Bukan menjadi anak yang banyak nuntutAku masih sangat ingat
Ketika itu tak ada biaya untuk berangkat
Dari kampung menuju perkotaan yang padat
Waktu itu hujan begitu lebat
Kakimu kau paksa menapak
Hanya bermodal payung rusak
Ibu menjelajah rumah ke rumah dengan hati terisakTak peduli petir menyambar
Ibu tetap berjalan dengan sabar
Meski tubuhmu sudah gemetar
Ibu masih mengetuk pintu warga sekitarTerimakasih sang pencipta
Kau beri aku seorang wanita tangguh
Yang selalu mengusap air mata
Ketika ku dilanda derita
Yang punya hati sebening permata
Dan yang menjadi mata air cinta

#2 Puisi Ibu Puisi Ibu Karya KH. Mustofa Bisri

Ibu…
Kaulah gua teduh
Tempatku bertapa bersamamu
Sekian lama
Kaulah kawah,
Dimana aku meluncur dengan perkasaKaulah bumi
Yang bergelar lembut bagiku
Melepas lelah dan nestapa
Gunung yang menjaga mimpiku
Siang dan malam
Air mata yang tak hentinya mengalir
Membasahi dahagaku
Telaga tempatku bermain, berenang, dan menyelamKaulah ibu, laut, dan langit
Yang menjaga lurus horisonku
Kaulah ibu, mentari, dan rembulan
Yang mengawal perjalananku mencari jejak surga di telapak kakimu(Tuhan…
Aku bersaksi
Ibuku telah melaksanakan amanah-Mu
Menyampaikan kasih sayang-Mu
Maka kasihilah ibuku
Seperti Engkau mengasihi kekasih-kekasih-Mu
Amin)

#3 Puisi Ibu Karya Zawawi Imron

Kalau aku merantau
Lalu datang musim kemarau
Sumur-sumur kering
Daunan pun gugur bersama reranting
Hanya air matamu ibu
Yang tetap lancar mengalirBila aku merantau
Sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
Di hati ada mayang siwalan memutihkan sari-sari kerinduan
Lantaran hutangku padamu tak kuasa ku bayarIbu adalah gua pertapaanku
Ibulah yang meletakkan aku di sini
Saat bunga kembang menyerbak bau sayang
Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
Akupun mengangguk meski kurang mengertiBila kasihmu ibarat samudera
Sempit lautan teduh
Tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
Tempatku berlayar, menebar pukat dan melembar sauh
Lokan-lokan, mutiara dan kembang lau semua bagikuKalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
Namamu, Ibu, yang kan kusebut paling dahulu
Lantaran aku tahu
Engkau ibu dan aku anakmuBila aku berlayar lalu datang angina sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
Ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
Sesekali datang padaku
Menyuruhku menulis langit biru dengan sajakku.

#4 Puisi Ibu Anak SD

buku Baik Sekali
Hari ini hari senin
Pagi-pagi sekali
Aku sudah dibangunkan ibuSambil tersenyum
Ibu menyuruhku untuk segera mandi
Setelah mandiIbu sudah menyiapkan
Baju
Sepatu
Tas
Topi
Dan tempat minum
Ibuku sangat perhatian padaku

#5 Puisi Ibu Ceria

Terlihat wajah berseri nan senyum tulusmu
Terasa untukku tak pernah berhenti doamu
Tercipta kasih sayang tulusmu
Takkan terganti oleh siapapun ituKau perempuan terhebat bagiku
Kau adalah segalanya bagiku
Di kala bahagia dan sedihku
Selalu kurasa harap dan doamuTiada engkau mengeluh
Tiada engkau kecewa
Tiada engkau lelah
Tiada engkau berkeluh kesahCerita tentangku bersamamu kan ku kenang selalu
Senantiasa engkau ku doakan selama hidupku
Wahai engkau perempuan mulia nan terhebatku
Ibu….Adalah manusia yang tangguh
Wanita yang membawa ku pada pada dunia
Membawa pada ceriaku
Lalu pada tawakuBelai kasihnya begitu lembut
Nasehatnya yang tak berakar dalam kalbu
Tatapan wajahnya yang menduhkan
Menjadi alasanku tuk rindu selaluSenyum bahagiaku menjadi bahagianya
Bahagianya cukup sederhana
Aku tumbuh sehat dan ceria
Aku menjadi orang baik dan berguna

#6 Puisi Ibu Tercinta

Sajak untuk IbukuSajak-sajak terbingkai indah
Kata-kata terurai sejuk
Menghiasi jendela kehidupan
Menyemai kehidupan manusiaWaktu berjalan menghunus raga
Hingga tua pun menghampiri
Dan kerentaanmu mulai ada
IbuSenja ini begitu cepat
Hingga kulit keriputmu mulai terasa
Kau mulai tertatih berjalan
Kelelahanmu terdengar
IbuKeringat merah kini mulai tampak
Kau peras dengan tangan yang renta
Aku adalah anakmuTerseok-seok menahan kehidupan
Darma-darma mulai menghias
Aku adalah anakmu
Lara yang gempita mulai menindih
Ringkihan itu mulai terdengar
Mata mulai menutup
Dengan badan yang kaku
IbuMaaf tiada tara tuk membalas
Hanya doa yang terapal
Mengiring menuju cahaya Illahi
Kau

Puisi Ibu 4 Bait

Engkau malaikat hidupku
Kau cahaya diriku
Kau teman dekatkuIbu ku menghormatimu
Kau begitu peduli padaku
Yang telah melahirkanku
Yang sudah merawatkuIbuku tercinta
Jasamu tak akan kuhilangkan
Kasih sayangmu selalu ku ingat
Pengorbananmu selalu kukenangIbu..
Terima kasih atas jasamu
Dari dulu hingga kini ku telah dewasa
Terima kasih ibu

Puisi Ibu 3 Bait

Ibu…
Kau lah yang melahirkanku
Kau juga yang mendidikku
Dengan jerih payahmu..Ibu..
Berjuta juta kasih sayang..
Kau berikan kepadaku
Dengan penuh keikhklasanIbu..
Kaulah cahaya pelitaku
Tanpamu…

Puisi Ibu 2 Bait

Ibu,
Kau telah melahirkanku, menyusuiku
Membesarkanku hingga dewasa
Memberikan kebahagiaan yang tiada taranyaKau tak pernah lelah merawatku
Kau adalah penenang hatiku
Aku kan terus berusaha untukmu, ibu
Agar kau tetap hidup damai dan sejahtera

Puisi Ibu Singkat

Bunda Tercinta

Bunda..
Engkau pecahkan kegelisahan yang tetap membuatku jatuh
Engkau bagai penompang raga yang mulai runtuh
Engkau berikan semua yang kami butuhkan
Tapi kami, seketika kami butuhpun kami belum menyadari

Bunda..
Kau buang waktumu tanpa penat untuk kami
kau buat kasih sayangmu jadi rutinitas yang sering kami lupakan
Engkau berikan tanpa kami minta
Engkau gugurkan siraman kasih yang ga ada tandingnya

Bunda..
Andai perasaan ini sepeka hatimu, setegas kasihmu
Semampu dan tetap tersedia untuk kami anakmu
Kan kurubah segala yang jadi kesalmu
Kan kucoba merangkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku

Diatas langit yang tak terbatas
Kau topangkan kasihmu tanpa mulai lelah
Terimakasih bunda..
Terimakasih sudah menjagaku hingga sementara ini
Memberikanku cinta tanpa putus asa
Dengan cintamu, saya merasakan kemampuan yang sungguh luar biasa

Contoh Puisi Ibu

Ibu

Dalam hujan kau memberiku area berteduh
Dalam tangis kau memberiku sebuah kehangat……

Saat saya terpuruk di dalam penyesalan
Saat saya membisu di dalam kesedihan
kau datang bersama dengan sejuta senyuman
kau datang memberiku sebuah kehangatan.

Izinkan saya untuk membalas jasa-jasa mu.
Ini semua demi mu.
Walau letih…Ku kan tetap gigih
Walau sulit…Ku kan tetap bangkit.
Bangkit dari penyesalan
Bangkit dari kegagalan.
Untuk sebuah HARAPAN
Untuk sebuah MASA DEPAN

Bait demi bait kutulis cerita perihal Mu
Tentang Mu yang sudah menjagaku
Dari gelapnya Dunia ini.
Kau bagaikan PELITA yang menerangi gelapnya Dunia ini…

Dan kau bagaikan air yang memadamkan Amarahku
Laksana api yang membakar jiwaku.
Air Mu yang menyejukkan jiwa ku
Api Mu yang memberiku motivasi baru.
Semangat untuk tetap BERTAHAN
Semangat untuk SEBUAH IMPIAN.

Puisi Ibu Kartini

RADEN AJENG KARTINI

Raden Ajeng Kartini
Kau adalah wanita sejati
Cita -citamu luhur ingin memajukan kaummu
Tak gentar kau melawan takdirmu
Demi kebangkitan kaummu
Raden Ajeng Kartini
Kau adalah teladan bagi kami
Kau sejajarkan kami di mata dunia
Kau adalah cerminan bagi kami
Raden Ajeng Kartini
Dunia kami cerah karenamu
Kini mereka tak memandang rendah pada kami
Kini kami bangga sebagai wanita
Karena kami adalah kehormatan negeri ini
Raden Ajeng Kartini
Kami berjanji padamu
Untuk memajukan negeri kami
Ingin kami berjuang mengisi kemerdekaan
Dengan ilmu dan kasih sayang kami
Demi mewujudkan cita – cita luhurmu

Puisi Hari Ibu

Kembalilah Bu

Di tengah malam yang suci,
Aku hanya termenung
Melihat potret yang sudah tertumpuk debu
Aku pun teringat masa-masa dulu
Ketika aku manja
Dan kau belai dengan tangan lembutmu
Juga dengan jari halusmu
Hingga aku tertidur di pangkuanmu.

Namun kini hanyalah kenangan
Tak ada lagi sentuhanmu di kepalaku
Tak ada lagi pelukmu yang hangat
Tak ada lagi yang mengantarku tidur dengan dongengmu

Ibu,
Kenapa kau meninggalkanku
Kau begitu cepat berlalu di dunia ini
Kini aku rapuh
Karena tanpa kau di sini
Aku tak bisa berjalan di hidup ini
Tanpa ada motivasi darimu

Ibu,
Aku mohon,
Kembalilah ke sini
Jangan biarkan aku sendiri di sini
Aku sangat merindukanmu


Puisi tentang Ibu

puisi tentang ibu

#1 Puisi Tentang ibu: Suara Ibu

Sebuah senja. Dedaun mersik digumul angin
Selendang tua dan bola mata yang jauh. Ia lihat musim merapuh
Sampai juga, anakku. Sampai juga sesiapa pada tujuan
Jika kau gagap memberi arti pada sepi, bukankah sudah kukisahkan waktu
di setiap cemas dan sendirimu.Sebuah senja. Dan sebentar lagi tentu malam
Kulihat tetesan yang sabar. Mungkin air mata dari pilu yang terakhir
Sampai juga, anakku. Usia tak lebih sepenggalan
Jika tak lagi kaudengar suara ibu esok pagi, di sebuah keabadian lain
Kita berjanji.(Iyut Fitra, Ibu)

#2 Puisi Tentang ibu: Permohonan Maaf

Nafas
yang berhembus di jiwa
Memanjangkan akal kehidupan adalah dari keberadaanmu.Seberapa
panjang malam melalui berkat usapan lembut
jemari yang kau letak di atas ubun keadaanku.Alangkah
jauh dan sangat melelahkan ternyata
menjadi pengasuh buat si biji mata.(Aku minta maaf mak, jika akal-pikirku melukai jiwa)(Sulaiman Juned, Menziarahi Makammu Mak)

#3 Puisi Tentang ibu: Rindu Masa Lalu

Bunda, bagi anak-anak yang akan lahir dari rahim waktu
aku telah menyusun rakit, bila badai itu datang
cepat panaskan pagi hari kita, hingga kenangan bukan
sejarah kepahitan demi kepahitanBunda, lihatlah langit meminang matahari
saat aku menyentuh hari berkabut, hujankah yang turun
hingga aku teramat rindu pada kanak-kanak itu
dan lanjutkanlah dongeng-dongeng yang tak usai
sepanjang perjalanan.(Iyut Fitra, Bunga Puti Lembayung)

#4 Puisi Tentang ibu: Air Mata Ibu

Kalau engkau menangis,
Ibundamu yang meneteskan air mata
Dan Tuhan yang akan mengusapnyaKalau engkau bersedih,
Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburanMenangislah banyak-banyak untuk Ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun untuk membuat Tuhan
naik pitam kepada hidupmuKalau Ibundamu menangis, para malaikat menjelma
butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah
kepadamuDan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu(Emha Ainun Najib, Bunda Air Mata)

#5 Puisi Tentang ibu: Kuziarahi Makammu, Mak

Entah dengan apa dapat melukiskan kesetiaan.
Bahasa yang bagaimana mampu melahirkan
sajak tentang keagungan cinta.Mak,
telah berton-ton ajaran tersimpan di jiwa belum juga
dapat menyiram wangi Seulanga ke dadamu
(Aku ziarahi kuburmu dalam mimpi panjang).(Sulaiman Juned, Potret Diri)

#6 Puisi Tentang ibu: Tangisan Air mata Bunda

Puisi Monika SebentinaDalam Senyum mu kau sembunyikan lelah mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan cara mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi kuSeonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan cara untuk masa depan ku
mencari harapan baru kembali bagi anak muBukan setumpuk Emas yg kau menginginkan di dalam kesuksesan ku
bukan gulungan duit yg kau minta di dalam kesuksesan ku
bukan juga sebatang perunggu di dalam kemenangan ku
tapi permohonan hati mu membahagiakan akuDan yang selalu kau berkata terhadap ku
Aku menyayangi mu saat ini dan pas aku tak kembali bersama dengan mu
aku menyayangi mu anak ku bersama dengan ketulusan hati ku

#7 Puisi Tentang ibu: Jasa Seorang Ibu

By: PatmaIbu…
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marahIbu….
kau begitu ceria dan rajin berasal dari terhadap guru yang lain
ibu…
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopanIbu…
kalau aku sebabkan keliru tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejekIbu…
kalau aku kembali sedih kau menghibur aku
kalau aku kembali kesal kau menghiburkuIbu…
terimakasih atas jasa-jasamu jikalau aku
masih sempat bertemu bersama dengan ibu
aku amat inginkan memeluk ibu

#8 Puisi Tentang ibu: Jauh lebih bermakna

oleh Taufiq RidhoTelah berjuta kata coba ku rangkai
ketika inginnya hati menggambarkan
lautan tinta telah ku habiskan
ketika tangan kotorku inginkan tuliskanSeketika, tubuhku mematung pas yg seakan berhenti
jiwa yg bergejolak mencampur adukan rasa…
aku tak bisa…
Apa yg sulit berasal dari merangkai kata? begitu sulitkah menulis?
Tidak! Ternyata Bukan ituKarna Berapa dan seindah apa pun kata yg ku rangkai
sebanyak apa pun tinta yg ku habiskan
kasihmu jauh melebihi itu
semua tentangmu, jiwa yg suci itusebuah pengharga’an yang inginkan ku berikan
walau jauh berbanding bersama dengan tulusnya kasihmu itu
apalah makna sebuah kronologis kaata ini
kasihmu itu jauh lebih bermaknakarna engkau, aku mengertri hidup ini
kau itu bagai mentari
kau yg menyinari siangkuku
dan memberikan sinarmu terhadap bulan untuk menerangi malamkuaku menyayangimu, …ibu

#9 Puisi Tentang ibu: Untuk Ibuku tercinta

by: Agus SuarsonoKu ingin,
Menghirup hawa yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.Ibu…
Ku cuma inginkan selalu bersamamu.
sepanjang waktuku…

#10 Puisi Tentang ibu: Puisi Seorang Anak Untuk Ibu

Aku berangkat saat ini untuk membantai lawan..
Untuk berjuang di dalam pertempuran..
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi..
Doakanlah sehingga aku berhasil..Sayapku telah tumbuh, aku inginkan terbang..
Merebut kemenangan di mana pun adanya..
Aku dapat pergi, Bu, janganlah menangis..
Biar kucari jalanku sendiri..Aku inginkan melihat, menyentuh, dan mendengar..
Meskipun tersedia bahaya, tersedia rasa takut..
Aku dapat tersenyum dan menghapus air mata..
Biar kuutarakan pikiranku..Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku..
Memahat tempatku, menjahit kainku..
Ingatlah, pas aku melayari sungaiku..
Aku mencintaimu, di selama jalanku.

#11 Puisi Tentang ibu: Perjuangan Tanpa Banding

Oleh Ary GembelBermula berasal dari kasih sayang tulus…
Lukis semua rasa yang halus…kini ku mulai cerita…
Saat merintih mencegah dera…
Tiada banding hantamannya…
Bagai terbakar larpa…
Tak perna ia acuhkan jiwa kan tinggalkan raga…Tak tersedia lukisan betapa menakutkan itu…
Layaknya petir bergemuruh…
Samua daya dan ingin tumpah…
meruah semua gelisah…Tiada sedetikpun yang mau…
Mau sejenak beri ruang untuk mengeluh…
Raungnya menyayat kalbu…
Tak juga butir-butir peluh…
Tapi badai belum berlalu…Ia masih dan belum berhenti berperang…
Genggaman tangannya bagai remukkan tulang…
Hanya dia sendiri yang tau…
Jurang yang dapat dia lalu…Kini…
Rintih pergi…Dan air sebening salju pun mulai berlinang…
Tak pas rengek meraung lantang…
Cemas melayang hilang…
Karena seonggak daging dan gumpalan darah telah datang…
Datang bagai bintang…Kumandang asma illahi terdengar memenuhi tiap tiap segi ruang…
Lahir la buah cinta yang beri terang

#12 Puisi Tentang ibu: Tidak Akan Terganti

Puisi Nurhalimah LubisKetika kupandang lekat terhadap sudut matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku sadar disana banyak tersimpan air mata untuk kita anakmuAir mata yang telah kita lakukan
Ibu
Kamu selalu berharap kita anakmu yang kan menjadi nomer satu
Namun sering kali kita melawan dan melalaikan perintahmuKami selalu membuatmu bersedih
Mulai saat ini aku bertekad untuk menghapus air matamu…
dan menggantinya bersama dengan canda dan tawaTerima kasih Ibu
Kau takkan pernah tergantikan di di dalam hati kita anakmu

Puisi Untuk Ibu

puisi untuk ibu

#1 Puisi untuk ibu: Ulang Tahun Ibu

Ibu..
Engkau pecahkan kegalauan yang selalu membuatku jatuh..
Engkau bagai penopang raga yang mulai runtuh..
Engkau memberi semua yang kita butuhkan..
tapi kami, saat engkau butuhpun kita belum menyadari..Ibu..
kau membuang waktumu tanpa lelah untuk kami..
Kau buat kasih sayang itu menjadi normalitas yang sering kita lupakan..
Engkau memberi tanpa kita meminta..
Engkau memberkan siraman kasih yang tidak ada tandingannya..Ibu..
Andai perasaan ini sepeka hatimu.,.
setegas kasihmu..
Semampu dan selalu tersedia untuk kita anakmu..
kan kurubah segala yang menajadi kesalmu..
kan ku coba merengkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku..
Diatas langit yang tak terbatas..
kau topangkan kasihmu tanpa mulai lelah..Trimakasih Bunda.. terimakasih telah menjagaku sampai dewasa..
Memberikanku semua cinta tanpa putus asa..
dengan cintamu, aku merasakan kapabilitas yang sungguh luar biasa..
Love you Mom, aku gak dapat pernah bisa membalas seperti cinta dan kasih yang telah engkau berikan kepadaku, Sampai kapanpun!

#2 Puisi untuk ibu: Kehebatanmu Ibu

oleh Rifka Nurul AuliaKetika ku tak bisa berjalan
Ketika ku tidak bisa berbicara
Manusia pertama kali yang menemanimu adalah ibu
Yang selalu tersedia saat kau Sedih, senang dan susah
ketika anda mulai membesar
Kau bisa sadar hidup
Betapa sulitnya pernah pas ibumu melahirkanmu
Keringat bercucuran mulai jatuh
Dan saat ibumu melahirkanmu, ayahmu selalu menemani Ibu
Dan ayahmu berkata “Yang kuat “
Bayangkan dan bayangkan saat ini kau tumbuh menjadi makhluk normal
Masih banyak seorang ibu yang inginkan melahirkan anaknya normal
Tapi tersedia seorang ibu yang perlu mendapat kan ujian anak yang tidak normal
Sebagai manusia sosial kita perlu saling bantu dan tolong menolong
Maka,Kita perlu berterimakasih ke Ibu sebab 9 bulan dia mengandung
Tiada lelah yang dirasakannya
Maka saat ini kita perlu balas budi kepada ibu
Ibu I you
You are my everything
because you’re forever in my heart mother.
Thanks you allah and Thanks Mother
Selamanya kau selau di hatiku

#3 Puisi untuk ibu: Aku Pasti Datang

Oleh Nina YusufIbu..
Lautan udah ku seberangi
Rantau udah ku perjauh
Aku di sini dan kau di sana
Kita tetap berpijak di bumi yang sama
Namun saat ini siangku adalah malammu
Dan malamku, siang bagimuIbu..
Bagaimana kabarmu?
Masihkah kau menungguku?
Berharap aku hadir isi hari-harimu yang sepi
Menemanimu saksikan dan makan gado-gado kesukaanmuIbu..
Begitu banyak perihal yang kurindukan bersamamu
Begitu banyak kisah yang menghendaki kuceritakan
Tapi tidak sekarang
Tidak sebelum akan aku mampu ulang ke tempat ituIbu..
Bersabarlah sedikit lagi
Demi aku, demi kita
Aku tau kau lelah
Aku tau kau hampir menyerah
Tapi percayalah ibu, aku pasti datang..

#4 Puisi untuk ibu: Maafkan Aku, Ibu

Akulah sang pengukir mimpi
Yang menghendaki pergi berasal dari sunyi
Yang hanyut oleh gelisah
Dan ditelan rasa bersalah
Ibu, kaulah matahariku
Terang dalam gelapkuKau tuntun aku di jalur berliku
Yang penuh oleh batu
Ucapanmu bagaikan kamus hidupku
Aku berteduh dalam naungan do’amu
Memohon ampunan darimuKarena ridho Allah adalah ridhomu
Aku senang memilikimu Ibu
Karena engkau sinar hidupku
Kaulah kunci berasal dari kesuksesanku
Ibu, maafkan aku

#5 Puisi untuk ibu: Hati Yang Tersisa

Oleh Eko SupriyonoDi bayang matamu yang sayu
Tersimpan sejuta rahasia
Penuh misteri
Yang tetap belum terjawabDi garis dahimu
Tersirat banyak pertanyaan
Begitu sesaknya
Sehingga engkau perlu tertundukKokoh rahangmu
Menopang saratnya beban persoalan
Begitu kerasnya
Hingga engkau oleng dibuatnyaMencoba bertahan
Menyatukan tulang-tulang renta
Menjalin kulit-kulit keriput
Menjemput asa yang tlah kusutBerusaha selalu berdiri
Berpegang terhadap impuls yang tlah berkarat
Berusaha selalu memberi
Walau yang tersisa tinggal HATI

#6 Puisi untuk ibu: Bunga

Oleh Ellen ErviandaniAku pilih mati !
Jika bunga tetap menangis
Karena tiap-tiap tetesannya luka dalam jiwakuAku pilih mati !
Buratan benang kusam jalannya terlampau terbatas
Kala itu menghendaki aku bunuh sang waktuAku pilih mati !
Sebagai aku kupu-kupu yang tak bersayap
Bagi aku yang tak terbang cerahkan kelopaknyaAku marah !
Jika keasingan merengut senyum bunga
Sangat teriris…Aku tak pilih mati !
Sinar doa-doanya selimuti malamku
Begitu banyak harapan mimpi bunga padakuAku bakal berdiam diri
Dengarkan sepoi angin berasal dari dirinya
Menyongsong tajam sorot mata tuanyaAku tak boleh mati !
Mendahului bunga
Itu pintanya

Puisi Ibu dan Ayah

#1 Puisi Ibu dan ayah

Terima Kasih Ayah dan IbuIbu
Sosok wanita ayu nan perkasa
Pengharum langkah menggapai asa
Bagai bintang yang bersinar
Menghiasi langit indah di malam hariIbu,
Kau kokoh sekuat benteng
Kau lembut sehalus sutra
Meski kau terluka dan tersiska
Selalu tersenyum menabur kasih dan sayang

Ibu,
Tempatku berkeluh kesah
Tempatku mengaduh kesakitan
Tempatku bersandar saat ku letih
Kau slalu ada di setiap >>…

SITRIAN AIN BADARUDDIN, 1 December 2016

#2 Puisi Ibu dan ayah

TERIMA KASIH IBU AYAHIbuku,
Pengorbananmu sungguh suci,
Pengorbanan yang engkau beri,
Daripada hati yang murni ,
Yang ikhlas untuk kami.Ibu,
Berbagai rintangan engkau hadapi,
Berbagai dugaan engkau tempuhi,
Tanpa mengelu walau sekali,
Engkaulah inspirasi kami.

Ibu,
Engkau tabah dalam menabur jasa,
Walau jasadmu terseksa,
Walau dirimu terluka,
Demi keluarga tercinta engkau rela.

Ibu,Ayah,
Kami mengangumi ketabahanmu,
Kami >>…

noraidah siuh, 7 October 2016

#3 Puisi Ibu dan ayah

Untuk Kalian Berdua oleh Heru Cakiel

Cintamu,
Kasihmu,
Kau berikan padaku
Tulangmu,
Keringatmu,
Kau berikan padaku

Meski lelah, kau tetap tersenyum
Meski aku sering berbuat salah
Kau tetap memberikan senyum dan cinta
Tak pernah sedikitpun meminta balasan
Aku tahu,
Semua itu agar aku bahagia
Kau adalah cahaya
Kau adalah pelita
Kau adalah penuntun jalanku
Maaf,
Jika aku belum bisa membalas
Semua pemberianmu untukku
Tapi aku janji,
Doaku selalu menyertaimu
Agar kau bahagia menjalani masa tua
Agar kau selalu tersenyum
Meskipun tak sebesar apa yang kau beri padaku

Puisi Pengorbanan Seorang Ibu

Meskipun Nyawa Taruhannya

Aku terdiam di sini, yang aku tahu aku di temani ari-ari
Ku sering menendang-nendang bahkan seperti ingin berlari
Aku sering mendengar ia menangis kesakitan
Ini akibat tingkah ku yang tak beraturan
Aku besar, sehingga perutnya seperti tak mampu menopangku
Terkadang aku manja, sehingga membuat ia lelah itu karenaku
Aku selalu membuat jam tidurnya tidak nyenyak
Sehingga ia terbangun dan selalu beranjak
Meskipun aku sering merepotkan
Ia selalu menyentuh ku dengan kelembutan
Setiap pagi aku selalu di do’akan
Supaya menjadi anak yang sopan dan dermawan
Rasanya aku tersentuh, dan aku ingin bertemu dengan bulan ke Sembilan
Dan akhirnya aku lahir di dunia
Siapa lagi yang berperan, jika bukan dia
Dia seorang yang berjuang tiada tara
Ia mengeluarkan semua tenaganya
Hanya ingin membuat aku keluar dari perutnya
Ia menangis kesakitan, namun ia seperti tidak merasakannya
Ku lihat keringat membasahi seluruh dahinya
Ia tersenyum ketika aku berhasil dikeluarkannya
Tuhan, ia baik sekali dan sangat berjasa
Taruhan nyawa ia korbankan
Hanya untuk aku yang ia lahirkan


Nah itu dia beberapa contoh puisi tentang ibu dengan berbagai tema yang dapat kami sajikan mengenai puisi untuk ibu yang bisa kamu gunakan. Tidak hanya melalui puisi saja, berusahalah untuk selalui mencintai ibu selagi dia masih diberi umur, serta kapan lagi kalai bukan sekarang.

Semoga puisi ibu yang infastpedia berikan ini dapat bermanfaat, untuk lain kali saya juga akan membagikan puisi anak dan puisi ayah. Itulah kumpulan-kumpulan puisi yang bisa di anda simak pada kesempatan kali ini. dengan menyimaknya, pasti kita menjadi semakin sayang dengan seorang ibu.

Beliau lah tokoh terhebat dalam hidup kita, Dengan puisi ibu di atas, semoga bisa membantu anda dalam menyampaikan rasa sayang dan ucapan terima kasih untuk ibu. Karena tanpa perjuangan beliau kita tidak akan lahir di dunia ini. Sayangi ibu, dan jangan sampai ia terlewatkan dari penjagaan kita.


Puisi Ibu


Pencarian Terkait Puisi Ibu:

  • puisi ibu dan ayah
  • puisi ibu yang menyentuh hati
  • puisi ibu tercinta
  • puisi ibu singkat menyentuh hati
  • puisi ibu sedih menyentuh hati
  • puisi ibu tersayang
  • puisi ibu untuk anak sd
  • puisi ibu 3 bait

 

Puisi Ibu

Puisi Ibu – Tentu kita semua telah mengetahui bahwa puisi ibu merupakan ungkapan terimakasih kita yang disalurkan melalui karya sastra puisi, banyak pengar

Editor's Rating:
5

Leave a Comment