puisi islami
Puisi

Puisi Islami

Puisi Islami – Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Puisi islami adalah sebuah jenis dari karya sastra fiksi. Puisi islami ini hampir sama seperti puisi secara umum, yang membedakannya adalah temanya atau kata-katanya.

Puisi ini lebih fokus pada hal yang berbau agama islam. Sehingga sangat cocok untuk kamu yang suka membuat puisi penenang hati bertema islami.

Puisi Islami

puisi islami
puisi islami

Di bawah ini kumpulan berbagai contoh puisi islami yang bisa kamu baca sebagai penenang hati.

Puisi islami : Islam Palestina

Oleh Pauz

Nasibmu malang
Malammu tak tenang
Nyawamu terancam melayang

Telan pahit kehidupan
Lelah akan momok tembakan
Seakan kebal dengan tuntutan pengorbanan

Aku bangsamu
Beda nasib, beda tempat
Bersama kekurangan yang menghambat

Nyaliku ingin pula menahan ledakanmu
Nyawaku tak sabar mati sahit bersamamu
Namun sa’at ini hanya do’a yang temani jihatmu

Palestina, islam terancam
Indonesia, islam berang
Yahudi harus di musnahkan

Puisi Islami: Tahajud Cintaku

Emha Ainun Najib

Mahaanggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Mahaagung ia yang mustahil menganugerahkan keburukan

Apakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahaya
Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya takditerima

Kecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kita
Kotoran adalah kesucian yang hakikatnya tak dipelihara

Katakan kepadaku adakah neraka itu kufur dan durhaka
Sedang bagi keadilan hukum ia menyediakan dirinya

Ke mana pun memandang yang tampak ialah kebenaran
Kebatilan hanyalah kebenaran yang tak diberi ruang

Mahaanggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Suapi ia makanan agar tak lapar dan berwajah keburukan

Tuhan kekasihku tak mengajari apa pun kecuali cinta
Kebencian tak ada kecuali cinta kau lukai hatinya

Puisi islami : Yang Maha Kuasa

Tatkala fajar menyingsing
Dingin pun menelusuk hingga ke tulang
Tak surut do’a demi do’a
Membumbung ke angkasa
Senandung ayat-ayat Nya
Kian menggema di setiap sudut semesta

Adzan yang dikumandangkan
Kian menentramkan jiwa
Air yang mengalir membasuhi wajah
Menyegarkan hati dan mensucikan diri

Sujud hamba kepada-Nya
Pemilik alam semesta
Allah Yang Maha Kuasa
Ya Allah Ar Rahman
Ya Allah Yang Maha Pengasih
Ya Allah Ar Rahim
Ya Allah Yang Maha Penyayang

Beribu kata terima kasih
Tak cukup untuk menebus rahmat-Nya
Rahmat Yang Maha Kuasa

Puisi Islami: Ayat-ayat Alam

Ahmadun Yosi Herfanda

berabad-abad wajah tuhan bertaburan
jadi ayat-ayat alam yang berserak pada batu-batu
tiap perciknya menjelma wajah yang berbeda
berabad-abad wajah tuhan bertaburan
dalam serpihan cinta sekaligus sengketa

berabad-abad pula adam gelisah
mencoba menyatukan wajah tuhan
dalam gambaran seutuhnya. namun
selalu sia-sia ia. sebab, tuhan lebih suka
hadir dalam keelokan yang beraneka

pada keelokan pohon dan keindahan batu
pada keperkasaan ombak dan kediaman gunung
pada wajah suci seorang bayi dan hangat matahari
dan pada wajah manis seorang istri
tuhan hadir dalam senyum abadi

berabad-abad wajah tuhan bertebaran
pada ayat-ayat alam yang selalu
menemukan tafsir sendiri

Puisi islami: Wanita Shalehah

Oleh Andi Darfawati dan Andi Umrah

Senyumnya..
Bagaikan tanda kelembutan tutur katanya
Dihiasi dengan wajah yang berseri
Bagaikan buktu ketaatan ibadahnya

Rambut yang terbalut indah oleh hijabny
Tangan yang cantik karena pacarnya
Berjalan dengan tertunduk….
Bagaikan wanita yang menjaga martabatnya

Kitab….
Tergenggam erat di tangannya
Bukti wanita cerdas
Yaang mampu memilih keputusan
Dengan baik di sertai senyum

Indah…
Kata yang pantas untuknya
Bukti kebaikan pribadinya
Wanita yang baik akhlaknya

Kelembutan yang membuatnya mempunyai banyak teman
Akhlak yang membuatnya merasa tentram
Hijab yang membuatnya merasa terjaga
Agama yang membuatnya di cintai
Dialah wanita saleha

Puisi islami: Di Halaman Mushola

Ada mega merah dadu di halaman mushola.
Bulan sipit mengernyit.
Anak-anak TPA mengayuh angin, mengejar Alif ba ta.
Ada mega merah dadu di halaman mushola.

Bulan jelalatan, matanya mengerling nakal.
Anak-anak TPA berlari riang, sebentar lagi petang datang.
Ada mega merah dadu di halaman mushola.
Adzan berkumandang.
Tepat saat setan duduk di sampingku, padahal aku usai berwudhu.

Gembongan, 2020

Puisi Islami : Tempat Yang Hanya Milik-Mu

Oleh Irfa Erfianah

Bukan kepalsuan yang ku mau
Bukan kesemuan yang ku butuhkan
Hanya sebuah tempat
Yang bisa terima hinanya aku

Ku temukan itu di Sisi-Mu
Terlihat dalam Agung NamaMu
Tempat terindah yang hanya Milik-Mu
Tempat terindah yang hanya di SisiMu

Tempat yang bisa terima kotornya aku
Yang beri bahagia dalam ketenangan
Sungguh kepalsuan tiada padanya
Kesemuan pun mustahil ada padanya

Wahai Dzat Penggenggam Jiwa
Jiwa-jiwa hidup dan jiwa-jiwa mati
MerinduMu dalam lembar penghambaan
Berharap diterima di tempat yang hanya MilikMu.

Puisi silami : Amal bukan Segalanya

Amal bukan segalanya,
Segalanya milik sang pencipta.
Dunia hanyalah fana,
Yang kekal adalah sang pencipta.

Engkau beribadah,
Engkau berbuat,
Hanyalah wasilah.
Agar lebih mendekat,
Kepada sang pencipta.

Puisi Islami: Khilaf

Fajris Zahrotun N

Tanpa kusadari,
Telah banyak hal tak bermanfaat telah kulakukan
Sungguh pedihnya hati ini,
Jika mengingat kekhilafan yang kulakukan

Wahai tuhan pemersatu alam
Berilah hati ini kekuatan ,
Berilah jiwa ini ketenangan
Jangan biarkan hati dan jiwa ini gelisah
Karna kekhilafan yang kulakukan

Tuhan pemelihara alam ,
Bimbinglah hati ini,
Untuk terus memperbaiki ,
Segala kekhilafan .

Tuhan pemberi kesejukan ,
Berikanlah segala keagunganmu ,
Berikanlah ampunanmu ya robb,
Kepada hambamu ini,
Hamba yang penuh khilaf

Puisi Islami: Ya Allah

Januar Saulandri

Ya Allah…
Begitu banyak dosaku kepadamu
Dosaku kepada orangtuaku
Dosa-dosa yang membuatku tersiksa
Apakah dosa itu bisa diampuni???
Tapi aku tahu Engkau maha pengampun

Ya Allah…
Jangan ambil nyawaku dulu
Sebelum aku bisa berbuat baik
Kepada orangtuaku dan orang-orang disekitarku

Ya Allah…
Begitu banyak dosaku kepadamu
Karena aku sering tidak mengejakan perintahMU
Tapi aku akan memperbaikinya
Ya Allah bolehkah aku masuk surgaMU

Puisi Islami: Sujud

Pengarang: Mawar Damayanti

Sujud padaMU
di penghujung waktu yang kian menghimpit
segala resah luruh bersama
dalam munajat panjang

Rabbi…
akankah hatiku kuat
saat langkah kian letih
dan garis waktu semakin dekat menghampiri

Wahai dzat yang Terkasih..
tak ada yang mampu kulakukan
saat jsad kian rapuh
dan waktu pun terhenti

Puisi Islami: Sepertiga Malam UntukMu

Embun malam membangunkanku
Kicauan burung membuat risau hatiku
Aku telah terlumuri dosa-dosaku
Kegundahan terasa pada diriku

Tuhanku
Aku telah terlumuri dosaku
Aku ingin sepertiga malam untukmu
Mengampuniku
Atas dosaku
Merasakan maha pengampunmu
Demi menebus dosaku
Maafkanlah aku

Puisi Islami: Doa Sehelai Daun Kering

Emha Ainun Najib

Janganku suaraku, ya ‘Aziz
Sedangkan firmanMupun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan
Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMupun dibuang
Jangankan sapaanku, ya Matin
Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan
Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti
Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu
Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir

Wahai Jabbar Mutakabbir
Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar
Rasul kekasihMu maíshum dan aku bergelimang hawaí
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab

Wahai Mannan wahai Karim
Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

Puisi Islami

 

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *