Puisi Kemerdekaan [Puisi Perjuangan Pahlawan]

puisi kemerdekaan

Puisi kemerdekaan merupakan suatu perwujudan kebebasan secara tertulis yang disampaikan oleh masyarakat Indonesia. Sering kali mendengar kata kemerdekaan. Kemerdekaan bisa artikan dalam segala hal. Kemerdekaan juga sangat berkaitan erat dengan perjuangan masyarakat Indonesia sejak dahulu kala.

Perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia hanya ingin mendapatkan suatu pengakuan dan memiliki kebebasan. Sebab, negara yang tidak memiliki kekuasaan atas bangsanya sendiri, hanya akan menjadi budak dari negara yang berkuasa. Pahlawan bangsa Indonesia telah merasakan bagaimana rasanya bekerja untuk bangsa yang menjajah selama beratus-ratus tahun. Sehingga pada akhirnya, masyarakat Indonesia menyadari dan memiliki semangat untuk bisa bangkit dan mendapatkan kemerdekaan dari hasil kerja keras mereka sendiri.
Dengan usaha dan doa dari para pahlawan bangsa Indonesia, saat ini Indonesia telah merdeka. Bukan hanya mengorbankan harta yang dimiliki, namun para pahlawan juga berkoban nyawa, tenaga, dan berjuang hingga titik darah penghabisan demi mendapatkan kemerdekaan dan pengakuan dari negara lain.
Oleh karena itu, saat ini generasi penerus bangsa harus bisa memiliki semangat juang yang tinggi seperti halnya para pahlawan terdahulu. Semangat juang yang harus dimunculkan saat ini speerti halnya mengharumkan nama bangsa, memberikan kontribusi kepada pemerintah. Dan untuk bisa mengenang jasa para pahlawan, maka bisa dengan cara membuat suatu karya puisi kemerdekaan.

Arti Dari Sebuah Puisi Kemerdekaan

Dibandingkan dari puisi-puisi romantis dan jenis puisi lainnya, maka puisi kemerdekaa justru lebih memiliki arti yang mendalam. Terutama bagi seseorang yang pernah merasakan perjuangan. Puisi kemerdekaan bisa lebih menyentuh hati masyarakat. Pasalnya, dengan membayangkan semangat perjuangan para pahlawan dengan untaian kata demi kata yang diungkapkan melalui puisi akan memberikan kenangan bagi bangsa Indonesia.

Langkah Tepat Dalam Membuat Puisi

Terdapat beberapa langkah yang tepat saat Anda akan membuat suatu puisi. Tidak hanya bagi orang-orang yang berbakat saja yang bisa membuat suatu karya yang indah. Namun, bagi orang-orang pemula yang juga ingin membuat suatu karya maka simak informasi berikut ini. Tujuannya agar saat membuat puisi, Anda sudah mengetahui langkah yang benar.

1. Mencari dan Menentukan Ide

Ide merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perwujudan karya. Dalam penulisan puisi, Anda harus memiliki atau mencari ide yang bagus agar puisi yang dihasilkan memuaskan.

2. Pilih Tema yang Tepat

Sama halnya dengan ide, pemilihan tema yang tepat juga bisa memberikan hasil yang indah dalam puisi. Jadi, pastikan Anda menemukan tema yang tepat, sebelum memulai menulis puisi.

3. Pembuatan Judul yang Menarik

Pertama kali orang akan melihat suatu karya adalah melalui judul. Jika judulnya menarik, maka orang akan dengan senang hati akan membacanya. Jadi, judul bisa memberikan pengaruh besar bagi pembaca.

4. Pemilhan Kata dan Gunakan Majas

Puisi merupakan rangkaian dari pemilihan kata-kata yang indah. Perbanyaklah kosakata jika Anda ingin membuat puisi yang bagus. Dan gunakanlah majas agar puisi yang dihasilkan akan lebih indah saat dibaca.

Baca juga yuk: Kumpulan Puisi Pahlawan Yang Gugur di Medan Perang

Contoh Puisi Kemerdekaan

Kemerdekaan Untuk Bangsa
Bukan hanya setitik darah yang telah tertumpah
Bukan hanya sedikit nyawa yang telah melayang
Bukan hanya segenggam raga yang telah meninggalkan luka
Demi pengorbanan untuk bangsa tercinta
Saat ini bangsa kita telah merdeka
Saat ini bangsa kita telah berjaya
Terimakasih para pahlawan pengobar semangat kemerdekaan
Terimakasih untuk darah, nyawa, dan raga yang telah dipertaruhkan

***

Kemerdekaan ini
Karya: Rayhandi

Kemerdekaan ini adalah usaha
Usaha tanpa menyerah para pahlawan

Kemerdekaan ini adalah keringat
Yang setia mencucur ruah hingga habis

Kemerdekaan ini adalah lelah
Lelah yang setia menghantu

Kemerdekaan ini adalah darah
Karena berjuta ton darah raib untuk kemerdekaan, tergadai

Kemerdekaan ini adalah nyawa
Karena di indonesia ini beratus ratus tahun silam nyawa melayang

Semuanya untuk indonesia
Semuanya untuk senyum anak indonesia
Semuanya untuk masa depan indonesia yang lebih cerah.

***

Bambu Runcing
Karya: Rayhandi

Di ujung bambu tajam menyikat
Mengoyak musuh hingga ampun
Di bilah tajam sakit mencekat
Siap siaga menelan musuh
Ujung bambu jadi saksi
Hitam rasa menyakit
Mengusir iblis dengan nyawa
Tanpa takut tanpa gentar
Rasa cinta tanah air
Menyatu di darah merah
Mengakar di tulang putih
Menguasai nafas
Mereka berjuang hingga raib
Bercerai dengan raga
Untuk bumi garuda
Untuk indonesia raya
Mereka mati dengan hormat
Memperjuangkan secerut kebebasan
Yang terenggut durjana
Untuk satu kemerdekaan.
***
Kami Ingin Merdeka
Pagi ini kami berdiri tegak
di hadapan bendera pusaka
Derap langkah menghentak
sigap maju ke depan
moncong senapan mengarah pada sang ancaman
para penjajah yang datang dengan ketamakan
dengan lantang kusuarakan
bahwa aku putera bangsa
rela mati demi merdeka
darah tertumpah di tanah tak mengapa
asalkan lunas terbayar hutang merdeka
yang kau rebut berabad-abad lamanya
kau bangsa asing durjana
beraninya menginjakkan kaki kotormu
di tanah milik bangsa yang besar ini
kau bangsa asing tak beretika
beraninya mengibarkan benderamu
di tanah kami
tanah yang kami junjung kehormatannya
dan kami perjuangkan kedaulatannya
kau bangsa durjana
dengan tegas kami menolakmu
menjajah negeri kami tercinta
sampai mati
kami akan menuntut kemerdekaan kami
sampai mati
kami akan merebut hak kami
sebagai putera bangsa
yang telah kau injak harga dirinya
yang telah kau robek izzahnya
kami takkan tinggal diam
sebagai putera bangsa
sebagai pemuda beragama
camkan itu
wahai penjajah durjana
kami ingin merdeka

***

Terbanglah Indonesia
Karya: Rayhandi

Terbanglah indonesia
Terbang ke langit bebas
Gapai bintang hingga jauh melambung
Tunjukkan pada dunia merah putihmu
Terbanglah indonesia
Takkan ada yang bisa mengikatmu
Juga mengurungmu
Kita bukan jangkrik di dalam kotak
Kita bebas merdeka
Terbanglah indonesia
Terbanglah kemana kau ingin terbang
Lihatlah kemana kau ingin lihat
Cintailah apa yang kau ingini
Kebebasan bersandar di raga kita
Karena kita merdeka
Terbanglah indonesia
Dunia harus tahu indonesia bangsa yang hebat
Bangsa yang menghargai perdamaian
Tapi bukan berarti bisa diam jika kebebasan kita di renggut
Takkan kita biarkan hak kita di injak injak.
Terbanglah indonesia
Di ujung samudera kedamaian kita memuncah
Berdiri di atas gunung
Kita jaga laut kita kita jaga bumi kita
Takkan kita biarkan indonesia hancur kembali
Karena indonesia sudah merdeka di tahun empat lima.

***
Kita Indonesia

Daku adalah putera bangsa
Dengan suara keras menyalak
Meneriakkan
Merdeka merdeka merdeka
Tak peduli siapa engkau
Jika kau adalah aku
Maka teriakkanlah hal yang sama
Karena aku dan kau adalah Indonesia
Kita adalah Indonesia
Dengan suara menggelegar kita berteriak
Menyalakkan suara lantang
Merdeka merdeka merdeka
Maka marilah berteriak bersama
Karena aku kau dan kalian
Adalah Indonesia
Kita Indonesia
Aku kau dan kalian
Akan meraih peran yang besar
Untuk majunya bangsa ini
Menuju kemerdekaan yang hakiki
Kemerdekaan yang sejati
Kita wajib melakukannya
Karena kita Indonesia

*** 

Hari ini
Karya: Rayhandi

Hari ini kita berdiri di depan cermin
Memandang rupa hingga busana
Memandang diri yang takjub
Dengan lihai kita berlenggok
Hari ini lihatlah wajah wajah kita
Keras tanpa urat malu
Bagai tembok beton
Terpancar dengan bangga
Hari ini kita berdiri
Di bumi hitam begam
Di air biru jernih
Di udara putih bersih
Tapi tahukah dikau?
Bumi yang kita pijak adalah keringat para pahlawan
Mereka berjuang untuk tanah yang kita pijak dan untuk air yang kita minum
Hingga saat ini
Kita bisa terbang tanpa terkurung
Bisa berteriak tapa bekapan
Itu semua karena jasanya.
***
Terima kasih pahlawan
Karya: Rayhandi

Karena jasamu kita merdeka
Hidup di ujung barat hingga timur
Tanpa takut dan gugup yang membara

Kau rela mati demi kami
Kau rela miskin demi kami
Kau rela menderita demi kami
Untuk kami kau rela hancur

Berkatmu indonesia bisa merdeka
Mengepak sayap melesat langit
Berkatmu indonesia bisa jaya
Menembus zaman hingga canggih

Tak terbayang jika keberanian itu tak tumbuh di hati kalian
Tak terbayang jika kesabaran itu takmenyertai derita kalian
Tak terbayang jika semangat itu tak membakar bara kalian.

Kami anak muda kami bangsa indonesia
Berterima kasih untuk jasa jasamu para pahlawan
Karena perjuangan yang luar biasa kalian
Indonesia bisa menikmati udara kemerdekaan.

***
Bukan begini negriku dulu
Semua penuh asap dan debu
Sebapan mengeluarkan peluru
Dengan suara yang bergemuruh
Jeritan terdengar tanpa henti
Suara tangisan diseluruh penjuru bumi
Sungguh tak kuasa membayangkan hati ini
Jika ketika itu kuhadir bersaksi
Para pahlawan berjuang tanpa lelah
Berkorban tanpa keluh kesah
Iri hati ini terhadap mereka
Melihat semangat dalam doa
Kini..
Negriku damai dan indah
Tangis berubah tawa
Jeritan berubah canda
Damai Indonesiaku
Pejuang pahlawanku
***
Untukmu Pahlawan Indonesiaku

Demi negeri…
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa…
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan
Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negri
Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi Bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Yang muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat…
Runtuhkan tebing semangat juangmu
Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan indonesia
Kedalam istana kemerdekaan
***
Satu Kata, “Merdeka”

Hingga detik ini ribuan darah telah tertumpah
Hingga detik ini ribuan nyawa telah melayang
Hingga detik ini ribuan belulang telah berserakan
Sebuah harga yang harus dibayar
Demi terwujudnya kemerdekaan bangsa
Semi terwujudnya satu kata
Merdeka
Detik ini bangsa kita telah merdeka
Detik ini Indonesia telah merdeka
Bangsa besar telah lahir
Terwujud dengan semangat para pejuang
Yang terbayarkan dengan tetesan darah dan air mata
Serta jiwa-jiwa yang terkorbankan
Demi satu kata
Merdeka
Tak terhitung jiwa gugur di medan pertempuran
Darah segarmu merasuk ke dalam sela-sela tanah air
Dengan bangga jenazahmu tersenyum
Menyaksikan kemenangan yang tak pernah kau nikmati
Semua demi satu kata
merdeka
***
Pengorbanan
(Puisi Karya Siti Halimah)
Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan jauh entah kemana
Bagaikan pungguk merindukan bulan
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan
Pagi yang menjadi malam
Bulan yang menjadi tahun
Sekian lama telah menanti
Dirinya tak jua lepas
Andai aku sang Ksatria
Aku pasti menyelamatkanya
Namun semua hanya mimpi
Dirinyalah yang harus berusaha
Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi
***
Kepergian Pahlawanku
(oleh: SIM)


Senja yang pilu
membuat hari kian membiru
Langit tanpak keruh,
mengantar kepergianmu.. pahlawanku
Gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi,
melagukan nada-nada lara hati
Saat doa-doa ikut tertanam,
bersama bayangmu yang kian tenggelam
Kaulah pahlawan hidupku
meninggalkan berjuta jejak
dalam rentang waktuku
mengukir berjuta cinta
dalam lembar hidupku.
Kepergianmu ini,
membuatku bagai kota mati
Namun, aku mengerti
bahwa engkau… Ibu
takkan pernah layu dalam kalbuku
dalam setiap kenangan, kulantunkan doaku
tenang dan bahagiamu
kembali kepada-Nya.
***
Indonesiaku Kini
(Puisi Karya Awaliya Nur Ramadhana)
Negaraku cinta indonesia
Nasibmu kini menderita
Rakyatmu kini sengsara
Pemimpin yang tidak bijaksana
Apakah pantas memimpin negara
Yang aman sentosa
Indonesiaku tumpah darahku
Apakah belum bangun dan terjaga
Pemimpin yang kita bangga
Apakah rasa kepemimpinan itu,
Masih tersimpan di nurani
Dan tertinggal di lubuk hati
Rakyat membutuhkanmu
Seorang khalifatur Rasyidin
Yang setia dalam memimpin
Yang menyantuni fakir miskin
Mengasihi anak yatim
Kami mengharapkan pemimpin
Yang sholeh dan solehah
Menggantikan tugas Rasulullah
Seorang pemimpin Ummah
Yang bersifat Siddiq dan Fatanah
Andai aku menemukan
Seorang pemimpin dunia
Seorang pemimpin negara dan agama
Seorang pemimpin Indonesia ku tercinta
Allah maha mengetahui dan yang mengetahuinya
***
Kusuma Bangsa
(Oleh: UNM)
Penjajah mengoyak kedamaian negeri ini
Mereka menindas
Mereka memaksa
Mereka merampas
Perjuangan bangkit melawan
Maju ke medan laga
Memanggul senjata
Menyerukan kebenaran
Perjuangan itu tidak sia-sia
meskipun mereka harus dibayar darah dan nyawa
Indonesia merebut kembali kedaulatannya.
Kita bisa menikmati
indahnya negeri ini
berkat kegigihan dan keberanian
para pejuang sejati
merekalah kusuma bangsa ini
Lanjutkan semangatnya
Kobarkan kegigihannya
untuk membangun Indonesia tercinta
***

Bambu Runcing
Mengapa engkau bawa padaku
Moncong bayonet dan sangkur terhunus
Padahal aku hanya ingin merdeka
Dan membiarkan Nyiur-nyiur derita
Musnah di tepian langit
Karena kau memaksaku
Bertahan atau mati
Dengan mengirim ratusan Bom
Yang engkau ledakkan di kepalaku
Aku terpaksa membela diri
Pesawat militermu jatuh
Di tusuk bambu runcingku
Semangat perdukaanmu runtuh
Kandas di Batu-batu cadas
Kota Surabaya yang panas
***
Mengenang Perjuangan Pahlawanku
Kami bisa nikmati kemerdekaan ini
Kami mampu menyaksikan kedamaian di seluruh penjuru negeri
Kami dapat menggapai cita dan asa kami
Kami begitu sadar inilah buah perjuanganmu
Pahlawan kami, kami bangga meski kau tiada
Kemerdekaan yang kami nikmati ini
Pendidikan memadai yang kami enyam kini
Fasilitas dan teknologi canggih ini
Ada bukan karena kami, tapi ini karena kalian
Kami heningkan cipta untuk jerih payahmu
Tak ada yang bisa kami persembahkan
Kecuali sebatas  upaya
Tuk lanjutkan asamu yang tinggi menjulang
***

Puisi kemerdekaan 17 Agustus

Semangat Kemerdekaan
(oleh: Irwan Maulana)
Hari itu..
17 Agustus 1945
Bangsaku telah merdeka
Para pahlawanku turunkan senjata
Tuk hormati sang bendera pusaka
Wahai pahlawan kemerdekaan
Andai kini kau masih disini
Lihatlah…
Indonesiamu sekarang ini
Masa penderitaan telah pergi
Keceriaa pun terpancar dari wajah anak negeri
Ribuan bahkan jutaan nyawa
Kalian korbankan… demi kami
64 Tahun…
Kebebasan dari penjajahan dapat kami nikmati
Perjuangan yang engkau lakukan
Tak dapat kami tebus dengan intan ataupun berlian
Sebagai anak negeri
Aku berjanji…
Kan kuisi kemerdekaan ini
Dengan semangat seorang pelajar bangsa
Satu kata dapat kuucap
Terima kasih…
Pahlawanku.

Puisi Kemerdekaan 3 Bait

ATAS KEMERDEKAAN
Oleh : Supardi Djoko Damono
kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala
terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
sebelum Hari  yang ketujuh tiba
sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita
sementara seekor ular melilit pohon itu
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah

Puisi Kemerdekaan 4 Bait

Maafkan Kami, Pahlawanku
Kamilah generasi mudamu, Pahlawanku
Kamilah ujung tombak perjuangan kini
Di tangan kamilah setir nahkoda kami arahkan
Tuk berjuang diantara karam dan gelombang
Namun, maafkan kami pahlawanku
Jika dengan tangan ini terkadang kami corengkan noda
Kami habiskan masa muda ini untuk berfoya
Kami isi waktu kami dengan hal sia-sia
Di lubuk hati ini kami menangis
Ada dari kami yang menyalahi amanah
Jadi pemimpin yang kadang semena-mena
Dan memutuskan hal dengan tak adil
   
Kami, memang menodai jerih generasi muda lain
Mereka begitu getol berjuang untuk maju
Mereka begitu gigih  menyingkir dari kenistaan
Kamipun ingin kembali dalam lintasan itu

Puisi Kemerdekaan Chairil Anwar

PRAJURIT JAGA MALAM
Karya : Chairil Anwar
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
***
PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
Puisi Chairil Anwar
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji 
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu 
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu 
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945 
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu 
Aku sekarang api aku sekarang laut 
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat 
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar 
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh 
1948
***
DIPONEGORO
Puisi Chairil Anwar
Di masa pembangunan ini 
tuan hidup kembali 
Dan bara kagum menjadi api 
Di depan sekali tuan menanti 
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. 
Pedang di kanan, keris di kiri 
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
***

Demikianlah artikel mengenai puisi kemerdekaan, semoga bisa bermanfaat dan juga menambah jiwa patriotisme kita kepada negara, dengan mengingat perjuangan para pahlawan kita dahulu. Sekian dan terima kasih.

Leave a Comment