Puisi Roman Picisan [Tentang Rindu, Cinta dan Maaf Lengkap]

Puisi Roman Picisan

Roman Picisan adalah sebuah sinetron yang tayang di RCTI layar kaca Anda. Sinetron ini banyak disukai oleh kalangan anak muda karena ceritanya yang menarik dan kisah tokohnya yang sangat romantis. Sinetron ini mengisahkan tentang Roman Picisan (Pemeran : Arbani Yazis) yang jago membuat puisi-puisi gombal untuk para cewek. Selain itu Roman juga memiliki wajah yang sangat tampan dan juga hati yang baik. Tak heran banyak cewek di sekolahnya yang takluk dengan berbagai kelebihan Roman tersebut.
Puisi Roman Picisan
Dalam adegan-adegannya banyak sekali menampilkan kata-kata maupun puisi roman picisan yang indah itu membuat baper para penontonnya. Siapa saja yang mendengarnya bisa langsung klepek-klepek bikin hati langsung meleleh , hehe lebay. Di dalam sinetronnya digambarkan roman picisan adalah orang yang suka menggombal, karenanya dia suka memberikan kata kata gombal kepada lawan mainnya.
Salah satu Hal yang membuat sinetron Roman Picisan semakin menarik adalah Puisi Cinta yang selalu diselipkan pada setiap episodenya yang memiliki kata-kata super romantis hingga membuat para penonton ikut baper mendengarnya. Berikut adalah kumpulan puisi Roman Picisan yang paling romantis untuk meluluhkan hati pasangan.

Kata Kata Puisi Romantis Roman Picisan

“Perempuan itu bernama Wulandari..
Bulan purnama artinya..
Bahkan bidadari..
Wanita sempurna yang membuatku bangga..
Yang berjuang untuk meraih cita-cita..
Pergilah bidadari..
Percayalah..
Pujanggamu akan selalu menanti..”
***Roman Picisan***

“Perempuan itu bernama
Wulandari..
Bulan purnama artinya
Bahkan bidadari
Senyumnya buatku bahagia
Tawanya..
Buat hidupku sempurna
Jangan pergi Wulandari
Jangan pergi bidadari
Jangan hancurkan segala mimpi
Jangan tinggalkan aku dalam sepi”
***Roman Picisan***

“Pedagang bilang..
Emas adalah harta yang berharga..
Aku setuju..
Profesor bilang..
Ilmu jauh lebih berharga..
Aku setuju..
Guru ku pun bilang..
Pengalaman yang paling berharga..
Aku setuju..
Pedagang, Profesor dan Guru ku pun setuju..
Saat aku bilang..
Wulandari..yang paling berharga..”
***Roman Picisan***

“Ku pikir..
Rindu itu saat aku tak menatapmu..
Tapi aku salah..
Karena saat ini ku pandangi kau lekat..
Tapi rinduku..
Justru semakin pekat..
Ku sadar..
Rindu itu bukan hanya saling menatap..
Tapi ada canda tawa yang saling mengikat..
Rinduku..
Cepatlah kembali..
Karena ku tak ingin menangis lagi..”
***Roman Picisan***

“Kalau rinduku adalah tetesan air hujan
Tentu bumi ini sudah tenggelam
Kalau rasaku ibarat bintang
Tentu langit tak lagi miliki malam
Perpisahan ini membuatku mengerti
Kalau memilikimu begitu berarti
Ketidakhadiranmu..
Buatku pahami..
Kebersamaan kita..
Adalah anugerah Ilahi..”
***Roman Picisan***

“Cepatlah sadar wulanari
Jangan berpikir untuk pergi
Semua menyayangimu
Apalagi aku”
***Roman Picisan***

“Ya Allah Engkau Maha Tahu
apa yang menjadi kegelisahanku malam ini..
Hamba mohon Ya Allah..
Lindungilah Wulandari..
Dimanapun dia berada..
Karena Do’a ini..
Adalah caraku memeluknya dari jauh..
Ya Allah jauhkanlah Wulandari
Dari segala penyakit dan marabahaya
Berikanlah dia selalu kebahagiaan
Dan ketenangan dalam menggapai cita-citanya
Aamiin..”
***Roman Picisan***

“Saat musibah datang tanpa kuduga
Menjadi kuat..
Adalah satu-satunya yang ku punya
Kematian adalah sebuah kepastian
Namun bertahan..
Bukanlah sebuah kemustahilan..
Karena ku percaya kebesaran Tuhan..
Dia..
Tidak akan tinggalkan mereka..
Yang memiliki pengharapan..”
***Roman Picisan***

“Prahara itu datang
Membuatku terguncang
Padahal..
Rindu ini sudah terlalu dalam
Apakah masih harus dihias
Dengan pertengkaran
Kumohon..
Jangan marah, bidadari
Karena diammu
Buatku gelisah setengah mati..”
***Roman Picisan***

“Aku tak peduli..
Jika hari ini gelap gulita..
Karena yang terpenting..
Kau telah membuka mata..
Aku tak memohon..
Agar matahari terus berseri..
Karena senyumanmu..
Lebih indah dari pelangi..
Terima kasih..
Bidadari..
Kau telah hapus segala nyeri..
Dan hiasi duniaku..
Bagai surgawi..”
***Roman Picisan***

“Seandainya hati ini bisa dituliskan
Entah berapa juta kata berisi namamu
Seandainya rindu ini bisa digambarkan
Entah sudah berapa ratus lukisan
Gambar wajahmu..
Kita memang berjauhan
Namun percayalah
Ini hanyalah jarakBukan hati”
***Roman Picisan***

“Kura-kura memiliki kaki empat
Tapi langkahnya sangat lambat
Ikan tak memiliki kaki sepasang
Tapi tiada yang ragukan kemampuannya berenang
Karena yang terpenting..
Bukanlah jumlah..
Tapi percayalah..
Kita semua memiliki anugerah..”
***Roman Picisan***

“Pak..
Gunung sinabung menjulang tinggi
Namun hormatku padamu jauh lebih tinggi
Pak..
Apakah kau tau dalamnya lautan arafura
Cintaku padamu lebih dalam tak terkira
Ada banyak pahlawan di negeri kita
Tapi pak..
Hanya kaulah pahlawan yang paling ku puja”
***Roman Picisan***

“Cinta itu memang buta
Karena itu..
Dia tidak memandang rupa
Cinta itu tulus..
Karena itu..
Dia tidak mengharapkan fulus
Cinta itu bukan masalah lagi
Karena cinta..
Memandang hati..
Karena untuk Roman Arbani..
Wulandari..
Tak akan terganti..”
***Roman Picisan***

“Jarak ini meremas rasa
Menguji cinta yang tak kubiarkan binasa
Aku punya setia..
Aku punya rindu yang membara
Ku tumbuhkan cinta diatas suka cita
Yang indahnya..
Yang menjadi sejarah paling indah
Untuk kita”
***Karin***

 “Rasa ini di hempas..
Air mata pun kembali terkuras..
Tinggalkan luka yang membekas..
Bidadari..
Kapan kau bisa mengerti..
Kalau cinta kita begitu berarti..
Bulan purnama..
Kapan kau pahami..
Kalau kebersamaan ini..
Lebih indah dari pada seorang diri..”
***Roman Picisan***

“Ada apa dengan bidadariku
Dia sambut rinduku
Dengan sembilu
Hatiku sakit..
Duniaku menjerit..
Di hari lahirmu..
Kau membuatku nelangsa
Hingga membuatku diam
Terpaku tak berdaya..
Bulan purnamaku..
Kenapa kau biarkan aku..
Tersesat dalam cinta yang rumit”
***Roman Picisan***

“Inilah..
Kisah kami yang sederhana..
Yang tidak hanya mengagungkan cinta..
Tapi juga persahabatan..
Dan upaya meraih cita-cita..
Mungkin..
Bagimu ini picisan..
Tapi bagi kami..
Ini lebih indah dari berlian..
Mungkin..
Bagimu ini hanya baper saja..
Padahal ada perjuangan dan air mata..
Dan kami yakin..
Semua ini..
Tidak sia-sia..
Dan akan membentuk kami..
Menjadi seorang manusia..”
***Roman Picisan***

“Ibarat burung merpati
Cintaku terbang tinggi
Karena burung merpati mengerti
Sejauh apapun pergi
Pasti akan kembali
Tapi kini..
Cintaku bagai sebatang kayu
Yang terbakar tanpa ampun
Begitu gelap hitam
Tak mampu kembali menjadi pualam”
***Roman Picisan***

“Sejak ku terima tolakmu
Tawaku adalah palsu
Ku berikan cinta suci
Tapi kau sebut imitasi
Terima kasih..
Telah memaksaku untuk pergi
Dan kupastikan aku takkan kembali”
***Samuel***

“Aku hanya manusia biasa
Aku tidak sempurna
Aku pun berbuat dosa
Tapi aku tetap berusaha
Agar tidak ada kebohongan lagi
Dalam hubungan kita
Tapi apa dayaku
Jika kejujuranpun kau bilang dusta
Luluh lantak seluruh asaku
Jika ucapku tak lagi dipercaya”
***Roman Picisan***

“Ku datang tanpa kau undang
Karena ingin berikan kejutan tak terlupakan
Tapi kini ku pulang bagai dibuang
Tanpa ucapan selamat jalan
Apakah ini akhir..
Sungguh ku tak mau
Tapi sungguh ku khawatir”
***Roman Picisan***

“Cinta yang paling menyakitkan..
Adalah cinta tanpa restu..
Ingin bersama..
Tapi tak boleh bersatu..
Tuhan..
Tolong bukakan jalan Mu..
Berikan kesempatan untukku..
Karena pada saat kau membuka pintu bagi kami..
Tak ada seorangpun mampu menghalangi..”
***Roman Picisan***

“Dulu aku punya dua bintang..
Di hidupku..
Tapi satu bintang pergi..
Dengan membawa separuh nafasku..
Sekarang..
Bintang yang lain..
Merintih pilu..
Dan ku takut..
Kehilangan seluruh hidupku..
Bintangku..
Izinkan aku merawatmu..
Karena kau..
Sangat berharga..
Bagi hidupku..”
***Wulandari***

“Apakah ini mimpi..
Ataukah ini ilusi..
Bidadariku..
Tak sangka hadir disini
Tidak..
Aku tak bermimpi
Bidadariku telah kembali
Ini semua nyata
Bidadariku ada di depan mata
Terima kasih Tuhan..
Kau sudahi perpisahan ini
Kau hapus jarak diantara kami”
***Roman Picisan***

“Ketika kita..
Bukan cuman saling memandang
Tapi juga saling mengerti
Ketika kita..
Bukan cuman saling memuja
Tapi juga saling menjaga
Ketika kita..
Bukan cuman berusaha menang
Tapi juga berusaha mengalah
Karena cinta yang sejati
Ditunjukan dengan perbuatan
Bukan dengan kata-kata hiasan”
***Roman Picisan***

“Sembilu itu menghujam relungku..
Padahal, harapan kuukir di tanganmu
Tapi kau malah pergi..
Meninggalkanku dalam sepi
Mungkin, ini salahku..
Kuabaikan kasihnya terbang ke atas awan..
Kubiarkan cintanya tak bertuan
Kini..
Tangisku tiada arti..
Karena cintamu telah mati..”
***Karin***

“Bukan ku ingin berdusta..
Tapi ini terpaksa..
Andai dapat ku putar waktu..
Takkan ada kesalahan itu..
Ketahuilah bidadari,
Kulakukan ini..
Agar kau tak bersedih hati..”
***Roman Picisan***

“Cintaku tak sekedar janji..
Ini adalah ikrar sampai mati..
Menjauh tak mampu kutepati..
Apalagi untuk menghianati
Cintaku tumbuh dengan harap..
Harap untuk selalu bersama denganmu..
Seperti jiwa dalam raga yang menjadi satu..”
***Roman Picisan***

“Hatiku seketika pedih..
Melihat bidadariku bersedih..
Jangan takut bulan purnamaku..
Aku selalu disini menemanimu..
Kan kupeluk semua resahmu..
Kan kujaga selalu senyummu..
Agar senyummu jelita..
Selalu ada dan tak pernah sirna..”
***Roman Picisan***

“Anganku hanya satu
Perjuangkan cinta yang kupuja
Bukan dengan pisau yang bisa menyakiti
Bukan dengan arak yang bisa memabukan
Tapi dengan perisai ketulusan
Yang kumiliki sepenuh hati”
***Roman Picisan***

“Baru sejenak kunikmati hadirmu
Namun prahara kembali datang mengganggu
Takdir seakan enggan biarkan kami bersatu
Tuhan..
Kenapa selalu ada jarak untuk kami..
Semesta..
Kapan kebersamaan kami menjadi abadi..”
***Roman Picisan***

“Bidadariku..
Andai bisa kuingkari takdir
Andai bisa kupaksa perpisahaan ini berakhir
Tapi ku tak berdaya
Ku hanya bisa berdoa
Agar ini semua hanya mimpi
Aku ingin segera terbangun esok hari
Dan mendapati kau selalu disisi..”
***Roman Picisan***

“Langit cintaku seakan runtuh
Saat bidadariku lemah dan terjatuh
Ku ingin genggam tangannya yang lemah
Ku ingin peluk raganya yang tak berdaya
Bulan purnama..
Bangunlah dengan binar matamu..
Berikan aku senyum jelitamu..
Jangan biarkan aku dalam sepi..
Karena kau..
Adalah pelita hati..”
***Roman Picisan***

“Jangan iri pada seorang putri
Karena bagiku kaulah bidadari
Cantiknya peri tak buatku berpaling
Karena bagiku kaulah yang terpenting
Tersenyumlah..
Karena senyumu indahkan duniaku
Bahagiamu, Adalah bahagia sejatiku”
***Roman Picisan***

“Tatap mataku saat kau ragu
Maka kau akan lihat
Ketulusan dimataku
Pegang tanganku
Saat kau inginkan kepastian
Maka..
Akan kuberikan kau satu kehangatan
Saat kau merasa sendirian
Diantara ribuan peri
Tetaplah yakinkan diri
Ku pasti akan tetap menemukanmu
Karena ribuan peri
Takkan pernah
Bisa mengganti sosok bidadari”
***Roman Picisan***

  
“Aku dan jenuhku, bersama membisu.
Terlalu jauh untuk meraih, bintang yang sedang ku tatap.
Aku dan senyumku, mengikuti diam dan termenung meratap mimpi, yang kini hilang dalam sekejap”
***Roman Picisan***

“Jangan tanya sedang apa aku hari ini, karena yang kulakukan selalu sama.
Sedang mencintaimu. Sedang mengharapkanmu.
Setiap hari.”
***Roman Picisan***

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
Tanpa memikirkan rumitnya rumus fisika dan sulitnya perhitungan ekonomi.”
***Roman Picisan***

“Aku dan kamu ibarat senja dan malam, saling berdampingan namun tak dapat bersatu”
***Roman Picisan***

“Kamu adalah ketidak pastian yang kuperjuangkan”
***Roman Picisan***

“Aku dan kau bagaikan laut dan pantai..
seperti api dan bara yang meninggalkan debu,,
menyatu seperti sinar mentari menyentuh embun pagi..
menjadikannya tetesan air sebening kristal”
***Roman Picisan***

“Kata orang di Utara, mawar itu indah.
Aku diam.
Kata orang di Selatan, krisantemum lebih indah.
Aku diam.
Kata orang di Timur, melati paling indah.
Aku diam. Orang di Utara, Selatan, dan Timur diam.
Aku bilang, Wulandari yang terindah.”
***Roman Picisan***

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan,
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.”
***Roman Picisan***

“Di penghujung hari yang hampir hilang.
Ku tetap menggenggam rasaku.
Tanpa memiliki kesimpulan tentang rasamu.
Hanya mampu ratapi rasaku.
Dan mendoakan munculnya rasamu.”
***Roman Picisan***

“Kupikir benci.  Ternyata ku peduli.
Ku rasa dendam.
Ternyata rasa terpendam. Apa ini cinta?”
***Roman Picisan***

“Kupikir pisau itu tajam tapi perkataanmu lebih menghujam
Kupikir bangkai itu busuk tapi penolakanmu lebih menusuk”
***Roman Picisan***

“Cinta kau datang tanpa dikira, kau pergi tanpa menyapa..
Cinta kau itu indahkan dunia, tapi kau tak lupa menabur luka..
Cinta, aku mohon padamu jangan datang untuk pergi jangan berbahagia lalu menyakiti..”
***Roman Picisan***

“Cintaku tak harus miliki dirimu, meski perih mengiris-iris segala janji”
***Roman Picisan***

“Perempuan itu bernama Wulandari,
Bulan purnama artinya..bahkan bidadari..
Tapi dimataku..Wulandari adalah bahaya..
Bahkan harus dihindari”
***Roman Picisan***

“Kata orang benda termahalmu adalah waktu
Karna hanya sekali tak bisa diputar kembali
Jadi..kuberterima kasih kepada Wulandari Untuk terbuangnya waktu yang takkan kembali”
***Roman Picisan***

“Di penghujung hari yang hampir hilang
Ku tetap menggenggam rasaku
Tanpa memiliki kesimpulan tentang rasamu
Hanya mampu ratapi rasaku Dan mendo’akan munculnya rasamu”
***Roman Picisan***

“Kata orang cinta itu buta
tapi kenapa aku tetap bisa memandangi keindahanmu
Kata orang cinta tak ada logika
Tapi kenapa pikiranku teratur menyimpan senyumu
Kata orang cinta itu menyakitkan
Tapi kenapa aku tetap bertahan”
***Roman Picisan***

Kamu adalah kebenaran yang harus kuingkari
Kamu adalah keindahan yang tak mampu kunikmati
Kamu adalah keindahan yang hadir lewat mimpi”
***Roman Picisan***

“Berat bibir ini terucap
Perih mata ini menatap
Menjelang hadirnya perpisahan
Perpisahan bagiku derita
Memenjarakan kenangan
Menaburkan luka
Tapi perpisahan punya janji
Pasti akan bertemu lagi
Selama bukan perpisahan abadi”
***Roman Picisan***

“Ya Allah, mungkin aku bukan orang baik
Tapi aku percaya kau pasti mendengarkan do’aku ini
Ya Allah, sembuhkanlah semua luka dan sakit pada Wulandari
Dan jagalah dia sebaik-baiknya malam ini
karena aku tidak mampu melakukannya. Aamiin”
***Roman Picisan***

“Ketika kita menghadapi kesulitan Dan kita tidak menyerah Itulah kekuatan kita”
***Roman Picisan***

“Apakah kamu tahu saat aku bilang aku benci kamu
hatiku menjerit tak setuju
Apakah kamu tahu saat aku bilang aku rela melepasmu
itu kebohongan terburuk”
***Roman Picisan***

“Kupikir sudah lupa,
Ternyata rasa itu masih ada.
Mungkin hanya Wulan yang mampu merusak move on sebulan!”
***Roman Picisan***

“Sebulan berlalu…
Dan aku hanya bisa menggenggam rindu,,,
Berharap mampu lupakan..
Tanpa perlu mengingat senyummu..”
***Roman Picisan***

“Ini kesimpulan tentang hatiku..
Tentang rasa yang bergitu hebat
Tentang rindu yang menggeliat
Tentang dirimu, yang semakin berat untuk kupikat..”
***Roman Picisan***

“Waktu, Bukankah dia percaya sebagai pengobat luka?
Tapi kenapa kini dia hadir sebagai pengingat lara”
***Roman Picisan***

“Saat aku lelah, Kuminta rindu Untuk pergi..
Tapi rindu, sudah tersesat, dalam labirin..
Hati.. Bersemayam abadi, agar aku terus teringat semuanya
Tentang kamu…”
***Roman Picisan***

“Tentang rindu yang mengusik
Biarlah ini jadi tanggung jawabku
Pagi biarkan memburu senja..
Senja biarkan merangkul malam
Karena waktu takkan mampu menyapu rinduku
Tapi kamu…
Kamu adalah tujuan akhir rinduku berlabuh..”
***Roman Picisan***

“Adakah rasa yang lebih menyakitkan,
Dari hilangnya hak untuk menyapamu,
Adakah rindu yang lebih menyesakan,
Dari sirnahnya kebersamaan kita..”
***Roman Picisan***

“Kepercayaan itu ibarat kata sebuah kaca
Saat kaca itu pecah,
Pecahan kaca itu pun menjadi tajam
Kepercayaan gue sama lo Sekarang udah pecah..
Sekarang gua adalah pecahan kaca yang tajam itu
Jadi lebih baik, lo jaga jarak dari gue
Karena gue bisa aja melukai lo”
***Roman Picisan***

“Kalau cinta sungguh mencinta,
Dia tidak meminta..
Kalau cinta sungguh berharga,
Dia tidak memaksa..
Senyumanmu adalah harapanku..
Bahagiamu adalah segalaku..
Meskipun senyuman dan bahagiamu..
Tanpa aku..”
***Roman Picisan***

 “Tenang lah jiwaku,
Jangan bersedih
Tulus lah seperti Hujan dimalam hari
Yang tidak bisa Menampilkan pelangi”
***Roman Picisan***

“Saat seseorang sudah berikan rasa nyaman
Mengusirnya sangat menyulitkan
Menggantinya hanyalah sebuah kemustahilan”
***Roman Picisan***

“Taukah kamu…
Saat temaram hatiku terang oleh senyumu
Aku serahkan rinduku untukmu
Saat gerimis senja hilang oleh pelangi di matamu
Aku titipkan harapanku padamu
Tetaplah menjadi rembulan Di atas langit itu
Agar aku selalu menatapmu”
***Roman Picisan***

“Kamu yang manis namun perlahan mengikis
Kamu berjanji menjaga namun perlahan menabur jelaga
Ku tak perlu semua indah
Ku tak menginginkan bahagia
Hanya satu kupinta apapun yang terjadi Kau tetap ada”
***Roman Picisan***

 “Inilah aku…
Seorang puja ngga yang ingin Menjadi penjuang cinta
Aku merangkai asa dengan keterbatasanku
Berharap ..
miliki hitungan detik yang singkat ini
Untuk selalu bersamamu..”
***Roman Picisan***

“Cinta itu butuh waktu..
Tidak pernah datang.. lebih dahulu…
Atau bahkan terlambat.. Datang..
Cinta selalu menyapa..
Pada saat yang.. Tepat..”
***Roman Picisan***

“Aku disini…
Dan kau di seberang jalan itu,
Ada lampu merah di tengah kita,
Menjadi pembatas tanpa jeda
Lampu merah…
Berubahlah menjadi hijau,
Agar tidak ada lagi yang menghalau.”
***Roman Picisan***

“Saat malam datang tanpa hadirnya bintang
kau datang berikanku cahaya
saat angin semilir tak menyejukan hatiku
kau hadir membawa kesejukan lewat senyumu..
Ijinkan hasratku bersandar dihatimu
agar rasa ini bisa memberi kehangatan di dalam hatimu”
***Roman Picisan***

“Seseorang berkata,
ada satu cara membuat wanita jatuh cinta…
yaitu buatlah dia tertawa..
Namun ku tak pernah bisa karena..
saat dia tertawa, Justru diriku yang semakin cinta”
***Roman Picisan***

“Ada banyak panggilanmu bunda, mama, atau ibu
Satu yang pasti,
panggilan itu lebih mulia daripada ratu
Kau relakan tubuhmu,
sebagai pintu masuk kami ke dunia ini
Kau hancurkan egomu,
demi hadirkan tawa Dibalik derai tangis kami,
kau adalah pelangi dalam jiwaku
Kau lah kehangatan, disaat aku lelap dalam pangkuanmu”
***Roman Picisan***

“Orang bilang..
Hati butuh seseorang tuk berlabuh..
Aku tak setuju..
Karena berlabuh bisa berlayar lagi
Dan meninggalkan luka hati..
hatiku butuh tempat perhentian abadi tanpa mencari lagi..
aku berharap.. itu ada pada wulandari”
***Roman Picisan***

“Harta paling berharga adalah waktu
Warisan paling tak ternilai adalah kesetiaan
Jika keduanya, kudapat darimu
Ku tak inginkan lagi semua yang semu..”
***Roman Picisan***

“Cinta..tidak pernah salah
Namun cinta..tak selalu indah
Cinta tak pernah menyiksa
Dia hanya menguji rasa
Cinta..tak akan pergi
Jika hasrat ingin bersama
Selalu kembali”
***Roman Picisan***

“Keindahan ini bernama Wulandari
yang mengalirkan hangat,
dalam setiap aliran rinduku
Kenyamanan ini masih tentang Wulandari
yang selalu membawaku kepada pengharapan hatiku
Kini aku hanya bisa berucap lirih tentang waktu
andai sang waktu tak pernah berakhir
wulandari.. pasti tetap bersamaku”
***Roman Picisan***

“Ku bohong kalau ku tak rindu
Karena tiap hari kuterbayang Ayah dan Ibu
Godaan mengintai Untuk kembali ke kampung halaman
Mengiris tekadku di perantauan
Tapi aku.. Aku tak boleh lemah
Aku tau aku tak boleh kalah
Biarlah lautan rindu ini Kubalas dengan kebanggaan
Yang akan aku bawa pulang”
***Roman Picisan***

“Matamu terbuka..
Sebelum mentari ada
Langkah mu tegak tercipta
Mengejar impian dunia.
Uang.. Bagimu yang utama
Waktu.. Hanya bagi dia semata
Keluarga.. itu nomor dua
Persahabatan.. Sudah tiada artinya.
Namun apa yang kau dapat kawan
Hanyalah aroma kehampaan
Rasa puas tak kunjung datang
Dan harimu berakhir
Karena takdir Tuhan.
Dikelilingi sahabat dan keluarga
Mereka menangisi kepergianmu bukan uangmu”
***Roman Picisan***

“Biarpun jarak membentang
Mata tak bisa saling memandang..
Ku biarkan kata-kata berkelana
Menembus hati yang jauh
Menghapus.. Semua air mata yang jatuh”
***Roman Picisan***

“Rindu.. Kau remas hatiku saat hasrat ingin bertemu
Tapi terhalang oleh waktu
Waktu.. Jika nanti terobati rinduku
Kumohon hentikan detikmu
Agar aku bisa selamanya selalu”
***Roman Picisan***

“Cintaku sederhana..
Saat ku lihat bidadariku tersenyum,
Kupastikan dia akan ada di pelukku..
Takkan pernah ku biarkan siapapun merampas Keindahan pelangi di matanya
Rasaku juga tetap sama..
Biar pelangi itu..
Belum tentu bisa ku genggam..
Tapi ku selalu menatap warna indahnya..”
***Roman Picisan***

Video Kata-Kata Puisi Roman Picisan

Gambar Puisi Roman Picisan

1 Gambar Puisi Roman Picisan

2 Gambar Puisi Roman Picisan

3 Gambar Puisi Roman Picisan

4 Gambar Puisi Roman Picisan

5 Gambar Puisi Roman Picisan

6 Gambar Puisi Roman Picisan

7 Gambar Puisi Roman Picisan
Demikianlah kumpulan puisi roman picisan tentang rindu, cinta dan maaf. Semoga bisa bermanfaat untuk Pembaca semuanya dimanapun Anda berada. Sekian dan Terima Kasih.
Pencarian Terbaru
  • puisi roman picisan maaf
  • puisi roman picisan tentang sahabat
  • puisi roman picisan putus
  • puisi roman picisan maafkan aku
  • puisi roman picisan kecewa
  • puisi roman picisan part 2
  • puisi roman picisan maafku mungkin tak seberapa
  • puisi roman picisan the movie 2018
  • puisi roman picisan the movie 2019

Leave a Comment