puisi roman picisan
Puisi

Puisi Roman Picisan

Puisi Roman Picisan adalah sebuah sinetron yang tayang di RCTI layar kaca Anda. Sinetron ini banyak disukai oleh kalangan anak muda karena ceritanya yang menarik dan kisah tokohnya yang sangat romantis.

Sinetron ini mengisahkan tentang Roman Picisan (Pemeran : Arbani Yazis) yang jago membuat puisi-puisi gombal untuk para cewek. Selain itu Roman juga memiliki wajah yang sangat tampan dan juga hati yang baik. Tak heran banyak cewek di sekolahnya yang takluk dengan berbagai kelebihan Roman tersebut.

Dalam adegan-adegannya banyak sekali menampilkan kata-kata maupun puisi roman picisan yang indah itu membuat baper para penontonnya. Siapa saja yang mendengarnya bisa langsung klepek-klepek bikin hati langsung meleleh , hehe lebay. Di dalam sinetronnya digambarkan roman picisan adalah orang yang suka menggombal, karenanya dia suka memberikan kata kata gombal kepada lawan mainnya.

Berikut ini merupakan kumpulan puisi roman picisan yang bisa kamu lihat dan baca.

Puisi Roman Picisan Kecewa

“Apakah kamu tahu
saat aku bilang
aku benci kamu
hatiku menjerit tak setuju
Apakah kamu tahu
saat aku bilangaku rela melepasmu
itu kebohongan terburuk”

“Tenang lah jiwaku
Jangan bersedih
Tulus lah seperti hujan dimalam hari
Yang tidak bisa menampilkan pelangi”

“Saat seseorang sudah berikan rasa nyaman
Mengusirnya sangat menyulitkan
Menggantinya hanyalah sebuah kemustahilan”

“Matamu memikat…
Tawamu mengikat…
Bohong jika aku tak terpikat…
Tapi dayaku…
Sebatas pandang…
Tanpa hak memiliki…
Tanpa rasa kuasa menyayangi…”

Puisi roman picisan maaf

Dalam satu rongga kau hembus bila si kerongkong membengkok..tapi sampai bila kau harapkan ia.

Kita bukannya tidak saling sayang,kita hanya terlalu sering melukai satu sama lain ~

Kadang rindu ini melelahkan tapi menjadi candu ~

Detak rinduku sudah tak lagi tentang kamu,mungkin rindu ini sudah terlalu capek mendengar nama yang itu-itu saja.

Sampai kering air mata ini menangisimu, Sudah… tolong jangan kembali lagi sudah cukup hati ini remuk redam kau buat.

Terluka itu pasti tapi bangkit untuk bahagia lagi itu lebih penting daripada sekedar meratapi yang tidak pasti.

Kadang untuk bisa terus hidup kita harus mati dulu kemudian bangkit dan hidup lagi ~

Andainya kita bersama belum tentu kita bahagia,bahagiamu bukan aku ~

Doaku malam ini dengan seijin semesta ijinkan aku berpindah ke lain hati, sudah terlalu perih luka ini ~

Malamku sudah bukan tentang kamu, maaf rinduku sudah tak berdegup lagi untukmu ~

Aku tahu diri tak semuanya bisa seperti yang kita mau, maka dari itu aku menyerah. Maaf.

Saling mendoakan, saling mengerti, saling memaafkan, saling berjuang, saling memahami, saling membahagiakan. Duh… Indah banget 🙂

Pergilah… menghilang sajalah kalau cuma datang untuk meninggalkan luka di hati.

Darimu aku belajar apa itu berkorban, meski kadang apa yang kita korbankan adalah satu-satunya yang kita miliki.

Tak ada yang namanya kebetulan, mungkin pertemuan kita memang sudah ditakdirkan agar aku bisa belajar apa itu cinta.

Saat hati kamu berkata iya tapi keadaan berkata tidak, coba pejamkan mata sebentar dan berserah kepada-Nya.

Pergilah saat aku benar-benar sayang, karena jika aku yang pergi berarti bukan kamu lagi pemilik hati ini.

Aku tak sekuat itu untuk melawan rindu ini sendiri, maka dari itu aku butuh kamu.

Disetiap alunan doaku namamu selalu kusebut, meski bahagiamu bukan aku.

Bahagiakah kamu di sana? Apakah masih senang tertawa seperti dulu, karena meninggalkanku disini adalah pilihanmu untuk bahagia.

Pernah kularung harapan ini ke laut tak bertepi tapi takdir berkata lain, ternyata deburan ombak ini mengantarkanku kembali padamu ~

Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah, percaya atau tidak begitulah kenyataannya.

Rindu ini cuma sebatas surat cinta yang tak pernah tersampaikan.

Entah gimana rasanya jika kita bertemu lagi,rasa yang dulu saling memiliki harus hilang hanya karena keadaan

Puisi roman picisan tentang senyuman

Puisi Mengejar Senyum Mentari yang Manis

Sekian waktu telah pergi
Menatap langit tak peduli
Semakin menjauh pasti
Kembali pun tak mungkin lagi

“Hei, nak”, padaku rangkulnya manis
Tak perlu menangis seperti gadis
Berjalanlah terus kencangkan betis
Biarkan angin meniup puitis

Memacu roda yang kian tipis
Menuju pusara bebercak tangis
Lintasi berbatu keras dan sʌdis
Tak peduli angin menonjok pelipis

Lagu cinta terdengar mengg0da hati
Di emperan senyum-senyum memucat pasi
Terlewati tawar meneguk sebening janji
“Ya, sudahlah!”, Sampaiku menangis lagi

Puisi roman picisan tentang rindu

Tetesan air mengheningkan hati saat aliran tanganmu membasuhi perasaan hatiku yang jongkok,hanya engkau,dan engkau yang mengerti.

Tentang rindu yang mengusik
Biarlah ini jadi tanggung jawabku
Pagi biarkan merangkul malam
Karena waktu takkan mampu menyapu rindu.
Tapi kamu…
Kamu adalah tujuan akhir rinduku berlabuh.

Sulit ketemu bukan karena asumsi berlebihan . Hanya agar bisa saling lebih menikmati rindu 🙂

Mencintaimu dengan leluasa tanpa ada rasa sesal dan semoga Tuhan tidak bosan mendengar nama dan doa yang itu-itu saja ~

Ada angkuh yang berburu rindu ada gengsi yang mengecap pilu itu semua hanya karena kamu ~

Hujan di langit mata ini sudah tak terbendung, mungkin angin tadi menelantarkan rindu ke langit yang mendung ~

Saat malam datang cuma lelah dan rindu yang berkumpul jadi satu menunggumu untuk bertemu di akhir minggu ~

Dan setiap malam juga rinduku selalu berputar-putar tak tentu arah, mencari sang empunya agar tak bertepuk sebelah tangan ~

Hampir setiap malam rinduku selalu menyebut namamu ~

Ayo kita berhenti saling menyakiti, biarkan rinduku bertemu dengan pemiliknya ~

Malam ini tolong bilang sama rindu gak usah datang dulu, aku cuma mau tidur cepet. Malam kamunya aku ~

Malam ini raguku mengalahkan segalanya, aku mau tidur dulu agar tak ada rindu yang tersisa ~

Ada ragu di rindu malam ini,yakinkan aku agar tak sia-sia ku menunggu ~

Kepada malam aku titipkan rinduku,kepada kamu aku titipkan hatiku ~

Secangkir coklat panas di temani sejumput masa lalu,satu kombinasi yang klasik bertabur rindu ~

Puisiku terbungkus rindu, mengejawantahkan ribuan pilu ~

Pada rindu yang terus datang,aku hanya duduk terdiam memandang sebuah gambar lusuh yang menceritakan tentang kisah kita dulu ~

Puisi roman picisan tentang sahabat

“Disini aku merangkul sahabatku
Dan disana kupeluk bidadari cintaku” ~ Roman

” Saat aku jatuh terpuruk tak berdaya
Persahabatanku ku agungkan di nadiku
Tekadku ada di pundak merekea
Harapanku kokoh
Dalam genggaman mereka
Keharuan mana
Yang bisa ku dustakan
Melihat ketulusan
Yang tak terbantahkan
Semangat mereka begitu membara
Mencari keadilan yang tak bermuata” ~ Roman

“Aku percaya
Persahabatan ini
Telah dewasa pada akhirnya
Dia memberi nyaman dengan tawa
Dia bahagia dengan kebersamaan
Dia tulus dengan pengorbanan
Persahabatan ini tak selalu saling menguji
Tidak juga ada niat untuk menyakiti” ~ Roman

 

Puisi roman picisan

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.