Mengenal Sistem Tata Surya dan planet

Sistem Tata Surya – Sistem tata surya merupakan semua benda – benda yang ada dilangit seperti matahari, planet, satelit, asteroid, komet dan lain sebagainya. Semua benda – benda yang ada di sistem tata surya tersebut akan membentuk sebuah sistem secara teratur dan semua objek yang ada dilangit akan terikat dengan gaya gravitasi.

Kalau melihat betapa megahnya bumi dan alam semesta memang manusia perlu terus menerus bersyukur dan memuji kebesaran Tuhan. Salah satu bagian kecil dari alam semesta yang bisa menjadi hal yang menarik untuk dipelajari adalah sistem tata surya. Tata surya ini merupakan sistem yang sangat besar dan meliputi seluruh benda-benda yang ada di langit.

Mengenal Sistem Tata Surya

Ilmu mengenai sistem tata surya

Ini memang sudah pernah dipelajari di bangku sekolah dasar dahulu, tapi ilmu ini masih dirasa sangat menarik bagi sebagian orang sampai ada sebagian orang yang ingin lebih mendalami mengenai tata surya dan hal-hal yang terkait di bangku pendidikan tinggi. Sistem ini meliputi banyak benda langit mulai dari planet, bintang, satelit, asteroid, komet dan masih banyak lagi.

Teori Terbentuknya Tata Surya

Tata surya yang kita kenal saat ini punya sejarah cerita yang panjang. Ada para ahli yang mengemukakan teori terbentuknya tata surya yang menjelaskan bagaimana proses terjadinya sistem ini sampai kondisinya bisa seperti sekarang. Hingga saat ini ada beberapa teori yang dikemukakan oleh ahli yang berbeda, beberapa teori ini diantaranya:

Teori Awan Debu

Pada teori ini Carl Von Weizsaeker serta Gerard P. Kuiper mengemukakan bahwa tata surya pada mulanya terbentuk dari gumpalan debu serta gas. Gumpalan ini saling terikat kemudian membeku yang pada akhirnya membentuk bulatan yang dikenal sebagai planet-planet.

Teori Planetesimal

Teori yang disampaikan oleh Thomas C. Chamberlin ini merupakan teori kedekatan benda langit. Disebutkan bahwa pada awal pembentukan matahari ada banyak benda langit yang berada di sekitarnya sehingga menimbulkan munculnya efek gravitasi di sekitarnya.

Terori Nebule

Teori ini disebut juga sebagai teori kabut yang dikemukakan oleh Pierre Simon den Laplace dan Immanuel Kant. Pada teori ini disampaikan bahwa planet serta matahari pada mulanya berasal dari kabut yang berpijar. Kabut yang disebutkan berbentuk bola ini berputar terus menerus sehinga dikelilingnya terbentuklah gelang-gelang yang di dalamnya terdapat planet dan satelit. 

Anggota Tata Surya

Anggota Tata Surya
Tata surya mempunyai anggota yang sangat banyak dan berasal dari berbagai jenis benda langit. Anggota dari tata surya ini diantaranya meliputi berbagai bintang, planet, komet, satelit, asteroid, bulan, meteor, meteorid dan masih banyak benda langit lainnya. Masing-masing benda langit ini punya karakteristik dan fungsinya masing-masing. Setiap anggota dari tata surya ini bergerak pada lintasannya masing-masing tanpa saling bertabrakan. 

Susunan Tata Surya

Sudah sedikit disebutkan tadi bahwa semua anggota pada sistem tata surya bergerak di lintasannya masing-masing tanpa saling mengganggu. Benda-benda langit ini bergerak dengan susunan tertentu yang sudah diteliti oleh para ahli. Adapun susunan dari tata surya ini yang terdiri atas matahari dan planet-planet jika diurutkan dari dalam ke luar adalah:

Matahari

sistem tata suerya : matahari
Matahari merupakan salah satu jenis bintang yang merupakan benda langit yang mampu memancarkan cahaya. Di sistem tata surya matahari berperan sebagai pusat tata surya yang dikelilingi oleh planet-planet dan benda langit lainnya.

Planet

Planet-planet ini adalah benda langit yang tidak mampu memancarkan cahayanya sendiri, tidak seperti bintang. Adapun urutan planet-planet ini dari dalam ke arah luar adalah Merkurius-Venus-Bumi-Mars-Jupiter-Saturnus-Uranus-Neptunus. Planet ini bergerak memutari matahari pada orbitnya masing-masing.

Satelit

sistem tata suerya : satelit bulan
Satelit ini merupakan benda langit yang bergerak mengitari planet. Satelit ini bisa dibedakan menjadi satelit alami dan satelit buatan hasil karya manusia dengan teknologinya.  Mempelajari mengenai tata surya memang bisa semakin membuka mata tentang betapa megahnya alam semesta ciptaan Tuhan ini.

Urutan Susunan Planet di Tata Surya

Planet adalah salah satu bagian paling penting dalam sistem tata surya. Dengan matahari sebagai pusatnya, ada sekitar delapan planet yang mengitarinya saat ini. Dari delapan planet yang sudah ditentukan oleh International Astronomical Union, ada 2 klasifikasi planet. Kedua klasifikasi tersebut adalah 4 planet dalam dan 4 sisanya adalah planet luar. Secara runtut, berikut saya jabarkan susunan planet dalam tata surya dimulai dari yang paling dekat dengan matahari sebagai pusat tata surya.

1. Planet Merkurius

sistem tata suerya : merkurius
Urutan planet yang pertama ialah Merkurius atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Mercury. Planet yang terdekat dengan pusat tata surya ini merupakan planet yang termasuk paling kecil dibandingkan dengan ketujuh planet lainnya. Merkurius memiliki jarak 58 juta km ke matahari. Karakteristik lainnya yang dimiliki planet yang tidak memiliki satelit ini ialah permukaannya yang mempunyai energi panas dan kering. Ketika siang hari, suhu dari planet ini dapat melebihi 427 derajat Celsius, Wow. Sedangkan, pada malam hari suhu permukaan planet merkurius berada di sekitar 184 derajat Celsius. Karakteristik bentuk permukaan yang berkawah dan berlubang pada Merkurius kemungkinan besar disebabkan karena terjadinya tabrakan permukaan planet dengan benda langit lain seperti komet dan meteor.

2. Planet Venus

sistem tata suerya : venus
Planet di urutan kedua adalah planet Venus. Planet yang paling dekat kedua dari pusat tata surya ini adalah planet yang lagi lagi tidak mempunyai satelit seperti halnya planet Merkurius. Terkait ukuran diameternya, sebenarnya planet Venus ini mempunyai diameter yang tidak jauh berbeda dengan diameter planet bumi. Venus membutuhkan waktu revolusi atau mengitari matahari 1 putaran penuh sekitar 225 hari. Sementara itu, untuk periode rotasinya atau berputarnya planet di poros membutuhkan waktu 243 hari. Venus dipenuhi oleh awan tebal yang berguna untuk menyamarkan radiasi sinar matahari. Apabila ingin melihat planet ini, Anda dapat melihat langit ketika fajar dan senja seperti saat akan menyaksikan Planet Merkurius.

3. Planet Bumi

sistem tata suerya : bumi
Bumi adalah planet dalam sekaligus planet paling dekat ketiga dari pusat tata surya setelah venus. Seperti yang telah banyak orang ketahui, periode yang dibutuhkan bumi untuk berotasi adalah 24 jam sedangkan periode bumi untuk berevolusi adalah 365 hari. Planet yang mempunyai satu satelit bernama Bulan ini adalah planet yang paling dinamis. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kemampuan Planet Bumi untuk mendaur ulang diri supaya suhu dan tekanan pada permukaan bumi memungkinkan keberadaan air yang dapat berubah wujud atau zat ke padat ataupun dalam wujud gas.(Silahkan bacaPerubahan Wujud Benda dan Contohnya Lengkap)

4. Planet Mars

sistem tata suerya : mars
Mars merupakan salah satu kelompok planet dalam yang terakhir sehingga dapat dikategorikan sebagai batas planet antara planet dalam dan planet luar. Dalam daftar urutan planet di tata surya, mars tergolong sebagai planet yang memiliki ukuran lebih kecil dibanding matahari. Planet ini memiliki periode rotasi 24.6 jam, revolusi 687 hari, dan memiliki diameter 6800 km.
Terkait jaraknya dengan matahari, planet mars memiliki jarak sekitar 228 juta km. Karakteristik yang dimiliki Planet Mars adalah permukaannya yang mempunyai banyak lubang ledakan. Selain itu, berdasarkan sebuah penelitian ilmuwan, planet yang mempunyai dua satelit bernama Phobos dan Deimos ini juga ditemukan mempunyai cairan air. 

5. Jupiter

sistem tata suerya : yupiter
Planet Jupiter adalah Planet luar pertama sekaligus planet kelima dalam tata surya ini. Planet jupiter merupakan planet yang mempunyai karakteristik berupa ikat pinggang warna merah. Ikat pinggang planet jupiter tersebut berasal dari zat gas berwarna merah di sekitar planet. Tidak seperti planet Merkurius dan Venus yang susah disaksikan kasat mata, Jupiter justru mudah untuk dilihat karena berukuran lebih besar dibandingkan dengan planet – planet lainnya. Selain itu, planet yang mempunyai 16 satelit ini juga memantulkan 70% cahaya dari pusat tata surya yang diterimanya.

6. Saturnus

sistem tata suerya : saturnus
Urutan planet yang keenam dalam sistem tata surya adalah Planet Saturnus. Planet tercantik di tata surya ini dijuluki demikian karena planet ini mempunyai cincin. Planet ini mempunyai periode rotasi 10 jam dan periode revolusi 29 tahun. Karena memiliki periode rotasinya yang cepat serta kerapatannya yang rendah, maka planet yang memiliki 21 satelit ini berbentuk pipih.

7. Uranus

sistem tata suerya : uranus
Planet kedua terluar sekaligus planet urutan ke tujuh dari pusat tata surya ini bernama Uranus. Planet Uranus sendiri mempunyai keunikan, yaitu salah satu kutubnya menghadap ke arah matahari. Keunikan ini sendiri disebabkan oleh tabrakan dengan obyek yang besar sehingga terjadi pergeseran sisi. Obyek yang bertabrakan dengan Uranus sendiri akan hancur dan membentuk awan yang melingkupi planet berlima satelit ini.

8. Neptunus

sistem tata suerya : neptunus
Di urutan planet yang terakhir adalah planet Neptunus atau yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Neptune. Planet yang mempunyai banyak kesamaan karakteristik dengan Uranus ini merupakan planet yang selalu diliputi badai serta angin. Seperti planet luar lainnya, Neptunus juga mempunyai banyak satelit. Dari 8 satelit yang dimiliki Neptunus, salah satunya mempunyai nama Triton.

Leave a Comment