TARI KONTEMPORER adalah Pengertian, Ciri, Tujuan, Konsep dan Contoh

tari Kontemporer

Tari Kontemporer | Infastpedia.net. Secara sederhana tari kontemporer adalah inovasi yang terjadi pada beberapa tarian, yang sudah mendapatkan sentuhan nuansa modernisasi, mulai dari gerakan, musik pengiring, dan alat pelengkap yang digunakan oleh para penari.

Selain itu, disini kami juga akan menjelaskan mengenai Jenis tari kontemporer dan juga sekaligus contoh tari kontemporer yang ada di Indonesia beserta perkembangannya.

Jika anda yang saat ini sedang mencari informasi mengenai penjelasan lengkap mengenai tari kontemporer ini, kamu berada di tempat yang tepat.

Indonesia adalah sebuah negara dengan ribuan kekayaan suku dan budaya, tidak heran bila jumlah tari tradisional di Indonesia sangatlah banyak. Kendati demikian, penerapannya memang mulai mengalami kemunduran tiap tahunnya.

Minat masyarakat mengenai tari adat ini tidak lagi sama kuat seperti pada zaman dahulu. Selain karena kemajuan zaman, banyaknya inovasi-inovasi tari yang jauh lebih menarik dan mengasyikkan, perlahan memudarkan eksistensi tari daerah asli.

Pengertian Tari Kontemporer

Tari kontemporer adalah tarian tarian yang berkembang di Indonesia dan tidak terpengaruh oleh unsur seni tradisional. Pada jenis tarian ini menggunakan iringan yang lebih modern dan koreografinya sangat penuh makna dan unik.

Adapun Seperti yang sempat saya sebutkan di awal artikel ini, definisi tari kontemporer adalah kesenian tari yang tidak lagi mengandung pakem-pakem gerakan layaknya tarian adat, namun gerakannya dipadukan dengan unsur modernisasi tanpa menghilangkan pemaknaan asli dan penjiwaan yang dibawakan.

Pendapat lain juga ada yang menyebutkan bahwa, arti tari kontemporer merupakan kombinasi gerakan tari tradisional dengan modern, dan beberapa tarian lainnya. Sehingga kehadirannya menjadi warna dan revolusi baru dalam kesenian khususnya dalam jenis ‘gerakan’.

Berbeda dengan Tari Modern yang terkesan Show Off dan lebih mengekspresikan emosional sesaat. Selain gerakan yang menarik, terdapat juga seting tempat hingga penampilan yang terkesan unik dan berbeda dalam penjelasan tari kontemporer. (Ref)

Sejarah Tari Kontemporer

Sejarah Tari Kontemporer ini awalnya dipelopori oleh Isadora Duncan, Ruth St Denis, Doris Humphrey, Mary Wigman, Francois Delsarte, Emilie Jaques-Dalcroze, Merce Cunningham, Martha Graham, Rudolph von Laban, Loie Fuller, Jose Limon dan Marie Rambert.

Kemudian dilanjutkan oleh generasi-generasi selanjutnya hingga sekarang ini, dengan berbagai jenis perubahan kecil maupun besar pada tari asalnya.

Pada tahun 1954, dua seniman dari Yogyakarta berbama Bagong Kusudiarjo dan Wisnuwardhana, pergi merantau ke Amerika Serikat untuk belajar ballet dan tari modern dengan berbagai sanggar tari disana.

Saat mereka kembali ke tanah pada tahun 1959, mereka membawa budaya berkesenian baru, yang kemudian berhasil mengubah arah, wajah dan pergerakan dan koreografi baru, mereka memperkenalkan gagasan seni tari sebagai ekspresi pribadi dari individu seniman ke dalam seni tari di Indonesia.

Gerakan tari kontemporer adalah simbolik, memiliki keterkaitan dengan kreografi, bercerita dengan gaya unik serta penuh penafsiran alami. Terkadang, diperlukan wawasan khusus untuk bisa menikmatinya.

Untuk iringan yang dipakai juga, banyak yang berpendapat bahwa lagu yang dijadikan pengiring terkesan tidak lazim, mulai dari yang sederhana hingga menggunakan program musik komputer seperti Frutyloops.

Karakteristik Tari Kontemporer

Dari beberapa perbedaan tari kontemporer dengan jenis tarian lainnya, menyebabkan dia mempunyai karakteristik tersendiri yang didefinisikan sebagai suatu keunikan.

Dan berikut adalah beberapa ciri tari kontemporer :

  1. Pola-pola geraknya lebih bebas dari tari modern.
  2. Gerak yang digunakan tidak lagi mendasarkan pada gerak tari tradisional.
  3. Tata tari diciptakan sesuai suasana saat itu.
  4. Tariannya tidak terikat oleh aturan yg sudah ada

Fungsi / Tujuan Tari Kontemporer

Sedangkan untuk Fungsi / Tujuan Tari Kontemporer itu sendiri, terbagi menjadi beberapa bidang dengan fungsinya masing-masing, antara lain yakni

  • Bidang Pendidikan : Saat ini, banyak ditemukan pembelajaran mengenai tarian kontemporer di sekolah-sekolah, itu artinya keberadaannya telah memasuki ranah pendidikan.
  • Bidang Komunikasi : Kemajuan teknologi juga mendorong majunya pola pikir para seniman, sehingga implementasi tarian kontemporer dijadikan juga sebagai pesan, kritik sosial, kebijakan, gagasan, dan memperkenalkan produk kepada masyarakat.
  • Bidang Hiburan : Tentunya, kerinduan dari suatu karya seni akan diaplikasikan sebagai hiburan dan rekreasi, mulai dari pementasan seni, perayaan hari-hari besar hingga upacara adat.
  • Bidang Aristik : Juga difungsikan sebagai media pengekspresian para seniman. Misalnya tidak bisa dinikmati oleh penonton, dan hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya saja.

Konsep Tari Kontemporer

Dalam dunia seni, sebuah konsep memegang peran penting dalam penampilannya, disana tersusun berbagai poin penting yang menjadi penentu bagus atau tidaknya sebuah penampilan karya seni. Dan Untuk Konsep dasar tari kontemporer adalah sebagai berikut :

1. Konsep Musik

Seringkali dalam praktek tari modern, orang-orang terjebak dalam musik pengiring yang motabene mengikuti musik yang sedang trend, padahal sama sekali tidak relevan dengan pemaknaan tarian yang dibawakan.

Untuk itu, pemilihan musik harus benar-benar pas dan sejalan dengan tema yang diambil. Meskipun musik yang digunakan dikutip dari beberapa potong lagu, namun upayakan agar kombinasi tersebut bisa menjadi satu kesatuan yang mantap.

2. Konsep Gerakan

Berikutnya yakni mengenai penggunaan gerakan. Kunci dari pementasan tari kelompok adalah kekompakan. Mudah ataupun sulitnya sebuah gerakan bukanlah faktor aneh, karena pada dasarnya memang seperti itum

Anehnya, banyak penari modern masa kini yang malah merasa bangga ketika ia berhasil membawakan gerakan yang sulit. Itu memang wajar dan tidak salah. Namun kita harus tahu bahwa, kunci utamanya adalah kerjasama dan kekompakan.

3. Kostum

Lagi-lagi berbicara mengenai pemaknaan. Tema tarian yang dibawakan harus diusahakan sejalan dengan kostum yang dikenakan. Tidak perlu menyewa atau membeli Kostum tari yang mahal-mahal bila tidak relevan dengan tema.

4. Properti

Begitu juga dengan properti yang dibawakan. Jika tidak melalui pelatihan khusus dari ahli, jenis properti yang tergolong susah / rumit bisa berdampak buruk bagi penampilan, dan menimbulkan berbagai masalah nantinya.

5. Detail

Konsep dasar tari kontemporer yang terakhir sekaligus terpenting adalah detail, dimana setiap hal-hal kecil sekalipun harus diperhatikan dengan seksama. Bisa jadi poin tidak terlalu pentinglah yang menjadi pemicu dalam timbulnya masalah besar saat pementasan.

Contoh Tari Kontemporer di Indonesia

Setelah mengetahui pengertian tujuan, kriterian diatas, dibawah ini adalah beberapa contoh tarian kontemporer yang berkembang di Indonesia :

1. Tari Cak Rina

Tari ini dikenal luas oleh masyarakat Banjar Teges, Provinsi Bali dan telah ada sejak kisaran tahun 1972. Jenis tari kontemporer yang satu ini diciptakan oleh seniman bernama Sardono W. Kusumo.

2. Tari Setan Bercanda

Dengan menggiring nama yang cukup aneh, tarian ini diciptakan oleh I Wayan Dibia dan masih berasal dari Bali. Keunikan tarian ini terletak pada alat musik pengiringnya, yakni terbuat dari pecahan bebatuan dan bambu seperti angklung.

3. Tari Yapong

Ini adalah tarian hasil karya seniman bernama Bagong Kussudiarjo, dan dipentaskan pertama kali pada ulang tahun Kota Jakarta yang ke-450. Tarian ini sering ditampilkan pada acara-acara besar dan berhubungan dengan adat.

4. Tari Barong-Barongan

Masih dari Bali dan pencipta yang sama pula yakni seniman I Wayan Dibia. Selain pantai yang indah, Bali juga terkenal dengan kekengalan adat dan budaya yang patut dibanggakan, salah satunya adalah Tari-tarian Kontemporer mereka.

Selain beberapa contoh diatas, tari kontemporer yang berkembang di Indonesia lainnya antara lain Tari Ronjengan dari Madura, Tari Barong Prejeng dari Banyuwangi dan Tari Kidung Soren dari Surabaya.

Untuk Contoh lebih lengkap, kamu bisa membaca 10+ Contoh Tari Kontemporer di Indonesia dan Mancanegara

Video Tari Kontemporer

Penutup

Demikianlah, ulasan lengkap kali ini mengenai TARI KONTEMPORER adalah Pengertian, Ciri, Tujuan, Konsep dan Contoh tari kontemporer di Indonesia . Semoga bisa bermanfaat untuk anda semuanya. Sekian dan terima kasih. (Ref)

Contoh Tari Tunggal

infastpedia
5 min read

7 Alat Alat Musik Tiup Modern dan Tradisional

Pengertian Alat Musik Tiup Alat musik tiup adalah instrumen yang dimainkan dengan cara ditiup agar mengeluarkan bunyi tertentu. Biasanya di dalam alat musik tiup...
infastpedia
2 min read

Alat Musik Petik Tradisional Khas Indonesia

Alat musik dipetik – Alat musik merupakan suatu instrumen yang sengaja dimodifikasi dan dibentuk guna mengeluarkan suatu bunyi. Alat musik terbagi menjadi beberapa jenis,...
infastpedia
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *