UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University – Saat ini UNTAN sedang membangun ekosistem berbentuk digital dengan tujuan untuk menuju cyber university kelas dunia dengan menerapkan beberapa perkembangan teknologi di bidang pendidikan di industri 4.0.

Sebelum lebih jauh membahas cyber university, mari kita mundur ke belakang, sekitar 1 dekade yang lalu saja misalnya. Masa di mana segala informasi masih terbatas. Media sosial belum seterbuka saat ini dan masih minim hoax yang beredar, hingga entrepreneur di dunia digital yang masih sulit mencari pendanaan.

Bagaimana rasanya era digital kini? Semua serba cepat, mudah, dan instan untuk mendapatkan informasi maupun memenuhi kebutuhan primer.

Mulai dari anak muda hingga orang tua banyak menghabiskan segala aktivitas hanya di depan layar gadget daripada melakukan aktivitas di luar ruangan. Perkembangan era digital yang pesat ini bukan hanya mengubah pola kehidupan dan sosialisasi masyarakat, namun juga mengubah seluruh tatanan, termasuk di bidang industri yang kini tengah gaung dengan istilah revolusi industri 4.0.

Cyber University, Tren Universitas di Masa Depan

Menariknya, teknologi yang menjadi poros revolusi industri 4.0 ini juga menyasar ke sektor pendidikan. Salah satunya adalah dengan terciptanya paradigma baru bernama Cyber Campus atau yang juga dikenal dengan sebutan Cyber University.

Konsep ini memadukan teknologi dengan sistem pendidikan yang sudah ada di Indonesia. Dalam hal ini, teknologi akan memotong rantai pendidikan yang masih manual dan mengubahnya menjadi digital sehingga lebih praktis.

Cyber University sebetulnya sudah pernah disinggung oleh (mantan) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Natsir, dalam Rakernas. Ia berharap, bahwa seluruh universitas-universitas di Indonesia tanggap terhadap era digital dan segera menerapkan Cyber University. Tujuannya agar proses belajar tidak tertinggal dengan negara lain yang sudah lebih dulu mengadopsi teknologi dalam segala lini di tingkat universitas.

Cyber University sendiri adalah suatu bentuk upaya untuk menjadikan perguruan tinggi yang berbasis teknologi informasi. Usaha ini diterapkan pada semua bidang pendidikan, seperti sistem pembelajarannya, kurikulum kampus, administrasi, pelayanan, pusat informasi, fasilitas, dan sarana maupun prasarana lainnya.

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Apakah UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University sudah diterapkan ? Sistem ini sudah mulai diterapkan di Universitas Tanjungpura (UNTAN), Kalimantan Barat. Misal, pada sistem pembelajaran yang sudah menggunakan power point dalam pembelajaran maupun presentasi. Sehingga, kegiatan belajar mengajar menjadi sesuatu yang tidak membosankan. Selain itu, menjadikan media lain sebagai media pembelajaran, seperti melalui film dan sebagainya.

Pada pelayanan kampus, sistem Cyber University ini bisa diterapkan atau dijumpai dengan pembuatan situs kampus khusus. Sehingga, mahasiswa dapat dengan mudah mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kampusnya. Mulai dari informasi tentang akademik hingga nonakademik, seperti perkembangan terbaru tentang Universitas Tanjungpura.

1. SIAKAD (Sistem Informasi Akademik

Ada juga yang berkaitan dengan akademik mahasiswa, seperti akses Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Dengan menggunakan sistem ini, mahasiswa sudah tidak perlu lagi menginput LIRS dengan menggunakan formulir kertas yang menjenuhkan, boros, serta kurang efektif dan efisien. LIRS sudah diinput secara online. Jadi, mahasiswa bisa menginput LIRS dari mana saja dan kapan saja.

Hal ini tentunya semakin memudahkan mahasiswa, terutama mereka yang merupakan mahasiwa rantau. Meski tengah berada di kampung halaman yang berbeda provinsi dengan lokasi universitas, mereka jadi mudah mengisi LIRS. Dari sini pula, mahasiswa juga bisa melihat LIHS / KHS dengan mudah atau nilai-nilai ujian per mata kuliah, hingga melihat presensi kehadiran. Semua bisa dilakukan hanya dalam satu platform.

2. Institutional Respository (IR)

Mahasiswa dan dosen yang kerap melakukan penelitian ilmiah juga bisa mengunggah penelitiannya dalam bentuk digital melalui Institutional Respository (IR). Repository merupakan wadah yang digunakan untuk mengelola dan menyebarkan karya ilmiah oleh dan untuk mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam format digital.

Penerapan Institutional Repository ini tentunya akan memudahkan seluruh civitas akademika yang sedang melakukan penelitian baru atau mempelajari sebuah teori. Bukan hanya mahasiswa, dosen, dan peneliti saja yang bisa mengakses ini, dengan sistem Cyber University, masyarakat luas juga bisa mengakses abstrak dari jurnal ilmiah yang diunggah pada Repository.

3. UPT Perpustakaan dan TIK

Berkaitan dengan jurnal ilmiah yang mudah diakses, Cyber University juga memungkinkan akses secara online ke UPT Perpustakaan hingga UPT TIK. Ini tentu sangat memudahkan mahasiswa yang membutuhkan akses perpustakaan. Akses perpustakaan juga menjadi mudah karena sudah menggunakan sistem card, di mana data-data dan informasi mengenai mahasiswa sudah terintegrasi, sehingga tidak perlu lagi mendaftarkan kartu perpustakaan secara manual.

4. SCMB (Seleksi Calon Mahasiswa Baru)

Sebagaimana sudah banyak dilakukan oleh perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia, maka UNTAN pun menyediakan fasilitas Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri secara online. Dengan demikian, bagi calon mahasiswa yang berada jauh dari Kota Pontianak, bisa mengisi formulir pendaftaran secara online di website UNTAN dengan alamat http://scmb.untan.ac.id/.

Selain pendafaran secara online untuk para calon mahasiswa, SCMB ini juga memberikan informasi mengenai seleksi bagi calon mahasiswa baru, misalnya sebagai media yang memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan seleksi dan juga memberikan informasi mengenai hasil dari seleksi.

5. SPOTA (Sistem Pendukung Outline Tugas Akhir)

SPOTA merupakan sebuah sistem informasi berbasis web sebagai media komunikasi interaktif, antara mahasiswa dan dosen dalam melakukan konsultasi dan review topik atau judul tugas akhir mahasiswa. Ini adalah sebuah sistem yang pertama kali di buat oleh seorang mahasiswa Teknik Informatika Untan yang sudah dilakukan beberapa pengembangan sekaligus diterapkan di Fakultas teknik khususnya Teknik Informatika.

Dengan adanya sistem ini, tingkat kesibukan dosen membuat mahasiswa tidak perlu lagi datang ke kampus hanya untuk konsultasi review perkembangan topik atau judul tugas akhir. Semua ini tercover di dalam SPOTA. Banyak sekali fitur yang tersedia, dimulai dari pemilihan dosen pembimbing dan dosen penguji, notifikasi review dan hasil akhir judul yang disetujui oleh dosen. Simpel dan mudah bukan?

6. E-Learning

Ada lagi yang paling penting dari penerapan sistem Cyber University ini, yaitu mampu menerapkan e-learning dalam metode pembelajarannya. Sehingga, materi-materi pembelajaran menjadi lebih mudah diakses oleh mahasiswa. Sarana ini akan sangat membantu mengakomodir mahasiswa yang melakukan pembelajaran jarak jauh, serta mempermudah mahasiswa yang tidak bisa datang ke kampus karena berbagai keperluan.

e-Learning ini diwujudkan untuk memudahkan proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Ini merupakan sebuah platform yang dikembangkan untuk dosen dan mahasiswa dengan mengutamakan privasi mahasiswa.

Melalui sistem e-Learning ini, dosen dan mahasiswa dapat berbagi catatan, tautan, hingga dokumen-dokumen akademik yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Dosen juga dapat mengirimkan sesuatu dalam waktu tertentu yang dapat diakses oleh publik secara umum.

Inti dari kehadiran teknologi ini adalah untuk mempermudah komunikasi antara dosen dan mahasiswa, sebagai sarana diskusi yang penerapannya secara digital, dan sebagai tempat untuk quiz. Melalui sistem ini, dosen juga dapat melanjutkan diskusi khusus di kelas online dan memberikan polling pada pemahaman mahasiswa secara individual berdasarkan kinerja.

Tentu ini akan memudahkan dosen pula dalam melihat perkembangan mahasiswanya. Dengan adanya sistem e-Learning ini, diharapkan mahasiswa dan dosen bisa semangat belajar dan mengajar di lingkungan yang lebih akrab dan tidak terkesan formal seperti di kelas mimbar.

Jika saat ini UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University kelas dunia,  maka kedepannya UNTAN dapat mengembangkan lebih banyak lagi sistem atau aplikasi berbasis online. Meski sudah mengadopsi teknologi dalam beberapa lini, baik administratif maupun proses belajar, UNTAN masih bisa merambah area lain yang belum terjamah dengan kehadiran teknologi. Salah satunya yang bisa dikembangkan adalah proses pembayaran biaya kuliah semester yang masih secara konvensional, yakni menggunakan transfer bank yang membuat mahasiswa harus antri sebelum membayar.

Pembayaran melalui ATM, mobile banking, atau bahkan menggunakan Fintech akan membuat proses pembayaran lebih singkat, efektif, dan cashless.  Sistem pembayaran ini bisa terintegrasi dengan bank yang bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura. Selain terintegrasi dengan bank, sistem ini terhubung dengan SIAKAD untan. Jadi mahasiswa yang belum melakukan pembayaran tidak bisa menginput Lembar Isian Rencana Studi (LIRS).

Penutup

Demikianlah ulasan singkat mengenai UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University. Semoga kedepannya UNTAN bisa menerapkan dan mengembangkan teknologi yang lebih banyak lagi untuk memudahkan sistem perkuliahan di lingkungan UNTAN. Mulai dari pendaftaran, seleksi, administrasi, perkuliahan, hingga wisuda bisa diakses secara online. Sekian dan Terima Kasih.


UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University


Universitas Tanjungpura

5 thoughts on “UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University”

  1. Betul ini Kuliah di Universitas Tanjungpura rekomendasi banget, kebetulan sepupu orang pontianak jadi bisa saya sarankan untuk masuk UNTAN

    Reply

Leave a Comment