UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Universitas Tanjungpura atau UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University untuk menghadapi tantangan pendidikan di era “Internet of Things“.

Saat ini UNTAN sedang menjalani proses membangun ekosistem berbentuk digital dengan tujuan menuju cyber university kelas dunia dengan menerapkan beberapa perkembangan teknologi industri 4.0 di bidang pendidikan.

UNTAN atau Universitas Tanjungpura tengah membangun inovasi terbaru dalam menyeimbangkan dunia Pendidikan dan teknologi. Perkembangan cyber mulai dilakukan untuk mengembangkan berbagai sistem Pendidikan. Saat ini UNTAN membangun ekosistem digital menuju cyber university. Sebagai salah satu bagian untuk mempersiapkan potensi mahasiswa yang lebih kompeten.

Lokasi kampus berada di Pontianak sebagai salah satu Universitas Negeri. Alamatnya di Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi daerah Jenderal Ahmad Yani. Meskipun berada jauh dari Ibu Kota, kampus yang bertempat di Kalimantan Barat ini membuat suatu pembaharuan dengan mengaplikasikan teknologi. Ekosistem digital dan kampus cyber memang telah menjadi pembahasan besar di publik.

Sebelum lebih jauh membahas cyber university, mari kita mundur ke belakang, sekitar 1 dekade yang lalu saja misalnya. Masa di mana segala informasi masih terbatas. Media sosial belum seterbuka saat ini dan masih minim hoax yang beredar, hingga entrepreneur di dunia digital yang masih sulit mencari pendanaan.

Bagaimana rasanya era digital kini? Semua serba cepat, mudah, dan instan untuk mendapatkan informasi maupun memenuhi kebutuhan primer.

Mulai dari anak muda hingga orang tua banyak menghabiskan segala aktivitas hanya di depan layar gadget daripada melakukan aktivitas di luar ruangan. Perkembangan era digital yang pesat ini bukan hanya mengubah pola kehidupan dan sosialisasi masyarakat, namun juga mengubah seluruh tatanan, termasuk di bidang industri yang kini tengah gaung dengan istilah revolusi industri 4.0.

Apa Itu Ekosistem Digital?

Menciptakan portal belajar yang lebih luas dalam dunia Pendidikan menjadi tujuan bagi siapa pun. Menyelaraskan kegiatan belajar mengajar dapat dikembangkan dengan ekosistem digital. Memiliki arti bahwa mengaplikasikan serta mulai menerapkan untuk penyelarasan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Beragam inovasi dan praktik mulai banyak di aplikasikan dalam dunia Pendidikan.

Mengingat keterbatasan masyarakat akan jarak dan waktu untuk mendapatkan Pendidikan. Kebutuhan akan ilmu pengetahuan sulit diselaraskan bagi seluruh masyarakat. Hal ini menjadi dasar bahwa saat ini ekosistem digital sudah mulai dikembangkan dan digunakan pada beberapa kampus di Indonesia.

Mempersiapkan beragam kebutuhan atau senjata yang tepat untuk diaplikasikan masih dibahas saat ini. Memperjuangkan platform teknologi yang dapat digunakan untuk ruang belajar, guru, kurikulum, dan beragam kebutuhan lainnya. Tanpa adanya ketentuan atau sistem yang tepat ekosistem digital tidak akan dapat diraih. Memberikan keselarasan dan penyerataan untuk beragam aktivitas belajar.

Pengajaran dengan cara online menjadi salah satu tujuan penting yang harus diperhatikan. Demi memberikan keselarasan dan keseimbangan bagi siapa pun yang membutuhkan Pendidikan. Membawa perubahan dengan penerapan teknologi dan menciptakan digitalisasi bagi ekosistem Pendidikan dapat membawa perubahan yang baik.

Inovasi UNTAN Membangun Ekosistem Digital

Terkenalnya cyber university menjadi bagian dari ekosistem digital. Saat ini UNTAN telah berusaha untuk membangun langkah demi menerapkan sistem cyber university dan ekosistem digital. Adanya revolusi Industri 4.0 menjadi pemicu dibuatnya sistem pendidikan jarak jauh ini. UNTAN ingin berkontribusi untuk menciptakan sistem Pendidikan berkelas dunia Bersama penggunaan teknologi.

Pembangunan ekosistem digital dimulai dengan membiasakan diri dalam penerapan sistem belajar tradisional dan mengubahnya ke digital. E-scorcing dan e-learning menjadi bagian terpenting untuk memberikan perubahan. Penyelarasan mulai diberlakukan bagi para mahasiswa dan dosen untuk membiasakan pembelajaran dengan sistem teknologi. Untuk menciptakan ekosistem ini.

Cyber university memang tidak mudah dicapai tanpa adanya kesiapan. Dimulai dari sistem Pendidikan hingga management mulai disesuaikan oleh UNTAN untuk membangun langkah menjadi cyber university di Indonesia. Proses belajar yang memungkinkan untuk tidak dilakukan di dalam kelas menjadi suatu yang sedang diterapkan dan disesuaikan. Maka mahasiswa dan dosen bisa mendapat kenyamanan.

Video live sebagai metode pembelajaran online sedang diterapkan secara perlahan. Ketika mahasiswa dan dosen dapat tetap berkomunikasi dengan sistem atau perangkat teknologi yang ada. Kampus seperti The Cyber University of Korea, Thailand Cyber University, dan Seoul Cyber University membuktikan bahwa cyber kampus di Asia berkualitas baik. E-classes, e-reading, dan e-learning kini mulai dijadikan sebagai ekosistem digital bagi UNTAN yang semakin berkembang.

Cyber University, Tren Universitas di Masa Depan

Menariknya, teknologi yang menjadi poros revolusi industri 4.0 ini juga menyasar ke sektor pendidikan. Salah satunya adalah dengan terciptanya paradigma baru bernama Cyber Campus atau yang juga dikenal dengan sebutan Cyber University.

Konsep ini memadukan teknologi dengan sistem pendidikan yang sudah ada di Indonesia. Dalam hal ini, teknologi akan memotong rantai pendidikan yang masih manual dan mengubahnya menjadi digital sehingga lebih praktis.

Cyber University sebetulnya sudah pernah disinggung oleh (mantan) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Natsir, dalam Rakernas. Ia berharap, bahwa seluruh universitas-universitas di Indonesia tanggap terhadap era digital dan segera menerapkan Cyber University. Tujuannya agar proses belajar tidak tertinggal dengan negara lain yang sudah lebih dulu mengadopsi teknologi dalam segala lini di tingkat universitas.

Cyber University sendiri adalah suatu bentuk upaya untuk menjadikan perguruan tinggi yang berbasis teknologi informasi. Usaha ini diterapkan pada semua bidang pendidikan, seperti sistem pembelajarannya, kurikulum kampus, administrasi, pelayanan, pusat informasi, fasilitas, dan sarana maupun prasarana lainnya.

Manfaat Ekosistem Digital dan Cyber University

1. Menciptakan lulusan berkelas dunia

Impian negara adalah menciptakan generasi yang mampu bersaing di kelas internasional. Salah satunya adalah memajukan kualitas Pendidikan dan menyesuaikan sistem yang bertaraf internasional. Lulusan dengan kualitas Pendidikan berbasis teknologi pastinya akan lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan digital di masa depan.

Perkembangan cyber yang meningkat menjadi alasan paling signifikan untuk menciptakan lulusan berkelas dunia. Yang terbiasa untuk menghadapi tantangan dan aktivitas berteknologi digital.

2. Bagian dari keikutsertaan globalisasi digital

Perkembangan yang semakin pesat dan cepat menjadi salah satu alasan mengapa perbaikan sistem Pendidikan harus dilakukan. Saat ini UNTAN menjadi bagian yang ikut untuk mengembangkan digitalisasi dalam Pendidikan. Ketika sistem Pendidikan sudah berstandar informasi teknologi dan cyber. Setiap perkembangan di dunia dapat dihadapi dengan mudah dan ikut serta dalam globalisasi.

3. Langkah tepat untuk menghadapi revolusi industry 4.0

Salah satu hal yang penting untuk diamati adalah perkembangan dunia industri. Apa pun yang ada saat ini tidak serta merta tanpa adanya perkembangan industri. Bagi revolusi industry 4.0. saat ini, the Internet of Things menjadi bagian dalam revolusi industri yang ke empat ini. Semua konektvitas dilakukan berbasis teknologi dalam berbagai hal menejemen, produksi, dan berbagai hal lainnya.

4. Keselarasan dan pemerataan Pendidikan

Infrastruktur yang setara menjadi salah satu halangan bagi beberapa negara di dunia untuk menyebarkan pemerataan Pendidikan. Saat ini, cyber university dan ekosistem digital mendukung kebutuhan masyarakat akan Pendidikan. Ketika Pendidikan dapat diakses di mana pun dengan kegunaan teknologi dan cyber yang semakin canggih.

5. Pemanfaatan sistem teknologi dalam Pendidikan

Perkembangan teknologi saat ini tidak hanya berdampak positif bagi beberapa sektor ekonomi dan industry saja. Area Pendidikan memiliki dampak tersendiri yang merubah perkembangan ke arah lebih maju dan positif. Seperti UNTAN yang mulai menciptakan ekosistem digital untuk memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Cyber University dan Industri Pendidikan 4.0

Sejarahnya, revolusi yang pertama mampu menciptakan mesin uap yang menggantikan otot manusia. Untuk memudahkan sistem pada manufaktur dan lain sebagainya.Untuk yang kedua terjadilah revolusi dalam bidang kelistrikan yang diaplikasikan pada industry, pabrik, atau manufaktur.

Ketika uap memang dirasa masih kurang untuk mengembangkan industry, saat itu listrik mampu menggantikannya juga dibuatnya roda berjalan. Revolusi yang ketiga berkaitan dengan mesin yang mampu bergerak sendiri, robotisasi, dan komputerisasi yang terjadi. Saat ini dengan revolusi industry 4.0 mampu menciptakan internet dan konektivitas pada semua sistem teknologi.

Penggunaan sistem teknologi dan internet yang terhubung dengan berbagai hal dalam peralatan ini harus selaras dengan kesiapan sumber daya manusianya. Diciptakannya dan kesiapan cyber university juga ekosistem digital mampu menciptakan sumber daya yang kompeten. Siap untuk mengikuti semua perkembangan dalam revolusi industry 4.0. ini.

Metode pembelajaran di sekolah pun harus disesuaikan dengan baik. Bukan hanya untuk universitasnya saja, namun bagi berbagai instansi dari mulai sekolah dasar. Kesiapan adaptasi untuk Internet of Things perlu diatasi dengan baik. Guru, dosen, siswa, dan mahasiswa harus belajar memahami berdasarkan kemampuan dan kebutuhan serta minat belajarnya.

Untuk memasuki realitas kerja yang lebih siap di era persaingan global ini. Ada 4 keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa atau mahasiswa sebagai standar dalam abad ke-21 ini. Seperti kolaborasi, komunikasi, untuk berfikir kreatif dan juga kritis. Sistem belajar jarak jauh tentunya mampu untuk membangun langkah yang tepat dan mudah di adaptasikan pada ekosistem digital.

Semua sistem Pendidikan bertaraf dunia bisa direalisasikan ketika suatu universitas seperti UNTAN mampu membuat ekosistem digital. Demi membangun dan menciptakan Cyber University yang semakin canggih juga pemerataan Pendidikan seperti beragam manfaatnya diatas.

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University
UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University, apakah sudah diterapkan? Perlu anda ketahui, sistem ini sudah mulai diterapkan di Universitas Tanjungpura (UNTAN), Kalimantan Barat. Misal, pada sistem pembelajaran yang sudah menggunakan power point dalam pembelajaran maupun presentasi. Sehingga, kegiatan belajar mengajar menjadi sesuatu yang tidak membosankan. Selain itu, menjadikan media lain sebagai media pembelajaran, seperti melalui film dan sebagainya.

Pada pelayanan kampus, sistem Cyber University ini bisa diterapkan atau dijumpai dengan pembuatan situs kampus khusus. Sehingga, mahasiswa dapat dengan mudah mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kampusnya. Mulai dari informasi tentang akademik hingga nonakademik, seperti perkembangan terbaru tentang Universitas Tanjungpura.

1. SIAKAD (Sistem Informasi Akademik)

siakad untan - untan membangun ekosistem digital menuju cyber university
siakad untan

Ada juga yang berkaitan dengan akademik mahasiswa, seperti akses Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Dengan menggunakan sistem ini, mahasiswa sudah tidak perlu lagi menginput LIRS dengan menggunakan formulir kertas yang menjenuhkan, boros, serta kurang efektif dan efisien. LIRS sudah diinput secara online. Jadi, mahasiswa bisa menginput LIRS dari mana saja dan kapan saja.

Hal ini tentunya semakin memudahkan mahasiswa, terutama mereka yang merupakan mahasiwa rantau. Meski tengah berada di kampung halaman yang berbeda provinsi dengan lokasi universitas, mereka jadi mudah mengisi LIRS. Dari sini pula, mahasiswa juga bisa melihat LIHS / KHS dengan mudah atau nilai-nilai ujian per mata kuliah, hingga melihat presensi kehadiran. Semua bisa dilakukan hanya dalam satu platform.

2. Institutional Respository (IR)

repository untan - untan membangun ekosistem digital menuju cyber university
repository untan

Mahasiswa dan dosen yang kerap melakukan penelitian ilmiah juga bisa mengunggah penelitiannya dalam bentuk digital melalui Institutional Respository (IR). Repository merupakan wadah yang digunakan untuk mengelola dan menyebarkan karya ilmiah oleh dan untuk mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam format digital.

Penerapan Institutional Repository ini tentunya akan memudahkan seluruh civitas akademika yang sedang melakukan penelitian baru atau mempelajari sebuah teori. Bukan hanya mahasiswa, dosen, dan peneliti saja yang bisa mengakses ini, dengan sistem Cyber University, masyarakat luas juga bisa mengakses abstrak dari jurnal ilmiah yang diunggah pada Repository.

3. UPT Perpustakaan dan TIK

upt perpustakaan untan - untan membangun ekosistem digital menuju cyber university
upt perpustakaan untan

Berkaitan dengan jurnal ilmiah yang mudah diakses, Cyber University juga memungkinkan akses secara online ke UPT Perpustakaan hingga UPT TIK. Ini tentu sangat memudahkan mahasiswa yang membutuhkan akses perpustakaan. Akses perpustakaan juga menjadi mudah karena sudah menggunakan sistem card, di mana data-data dan informasi mengenai mahasiswa sudah terintegrasi, sehingga tidak perlu lagi mendaftarkan kartu perpustakaan secara manual.

4. SCMB (Seleksi Calon Mahasiswa Baru)

scmb untan | untan membangun ekosistem digital menuju cyber university
scmb untan

Sebagaimana sudah banyak dilakukan oleh perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia, maka UNTAN pun menyediakan fasilitas Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri secara online. Dengan demikian, bagi calon mahasiswa yang berada jauh dari Kota Pontianak, bisa mengisi formulir pendaftaran secara online di website UNTAN dengan alamat http://scmb.untan.ac.id/.

Selain pendafaran secara online untuk para calon mahasiswa, SCMB ini juga memberikan informasi mengenai seleksi bagi calon mahasiswa baru, misalnya sebagai media yang memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan seleksi dan juga memberikan informasi mengenai hasil dari seleksi.

5. SPOTA (Sistem Pendukung Outline Tugas Akhir)

spota untan - untan membangun ekosistem digital menuju cyber university
spota untan

SPOTA merupakan sebuah sistem informasi berbasis web sebagai media komunikasi interaktif, antara mahasiswa dan dosen dalam melakukan konsultasi dan review topik atau judul tugas akhir mahasiswa. Ini adalah sebuah sistem yang pertama kali di buat oleh seorang mahasiswa Teknik Informatika Untan yang sudah dilakukan beberapa pengembangan sekaligus diterapkan di Fakultas teknik khususnya Teknik Informatika.

Dengan adanya sistem ini, tingkat kesibukan dosen membuat mahasiswa tidak perlu lagi datang ke kampus hanya untuk konsultasi review perkembangan topik atau judul tugas akhir. Semua ini tercover di dalam SPOTA. Banyak sekali fitur yang tersedia, dimulai dari pemilihan dosen pembimbing dan dosen penguji, notifikasi review dan hasil akhir judul yang disetujui oleh dosen. Simpel dan mudah bukan?

6. E-Learning

elearning untan - untan membangun ekosistem digital menuju cyber university
e-learning untan

Ada lagi yang paling penting dari penerapan sistem Cyber University ini, yaitu mampu menerapkan e-learning dalam metode pembelajarannya. Sehingga, materi-materi pembelajaran menjadi lebih mudah diakses oleh mahasiswa. Sarana ini akan sangat membantu mengakomodir mahasiswa yang melakukan pembelajaran jarak jauh, serta mempermudah mahasiswa yang tidak bisa datang ke kampus karena berbagai keperluan.

e-Learning ini diwujudkan untuk memudahkan proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Ini merupakan sebuah platform yang dikembangkan untuk dosen dan mahasiswa dengan mengutamakan privasi mahasiswa.

Melalui sistem e-Learning ini, dosen dan mahasiswa dapat berbagi catatan, tautan, hingga dokumen-dokumen akademik yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Dosen juga dapat mengirimkan sesuatu dalam waktu tertentu yang dapat diakses oleh publik secara umum.

Inti dari kehadiran teknologi ini adalah untuk mempermudah komunikasi antara dosen dan mahasiswa, sebagai sarana diskusi yang penerapannya secara digital, dan sebagai tempat untuk quiz. Melalui sistem ini, dosen juga dapat melanjutkan diskusi khusus di kelas online dan memberikan polling pada pemahaman mahasiswa secara individual berdasarkan kinerja.

Tentu ini akan memudahkan dosen pula dalam melihat perkembangan mahasiswanya. Dengan adanya sistem e-Learning ini, diharapkan mahasiswa dan dosen bisa semangat belajar dan mengajar di lingkungan yang lebih akrab dan tidak terkesan formal seperti di kelas mimbar.

Jika saat ini UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University kelas dunia,  maka kedepannya UNTAN dapat mengembangkan lebih banyak lagi sistem atau aplikasi berbasis online. Meski sudah mengadopsi teknologi dalam beberapa lini, baik administratif maupun proses belajar, UNTAN masih bisa merambah area lain yang belum terjamah dengan kehadiran teknologi. Salah satunya yang bisa dikembangkan adalah proses pembayaran biaya kuliah semester yang masih secara konvensional, yakni menggunakan transfer bank yang membuat mahasiswa harus antri sebelum membayar.

Pembayaran melalui ATM, mobile banking, atau bahkan menggunakan Fintech akan membuat proses pembayaran lebih singkat, efektif, dan cashless.  Sistem pembayaran ini bisa terintegrasi dengan bank yang bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura. Selain terintegrasi dengan bank, sistem ini terhubung dengan SIAKAD untan. Jadi mahasiswa yang belum melakukan pembayaran tidak bisa menginput Lembar Isian Rencana Studi (LIRS).

Penutup

Demikianlah ulasan singkat mengenai UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University. Semoga kedepannya UNTAN bisa menerapkan dan mengembangkan teknologi yang lebih banyak lagi untuk memudahkan sistem perkuliahan di lingkungan UNTAN. Mulai dari pendaftaran, seleksi, administrasi, perkuliahan, hingga wisuda bisa diakses secara online. Sekian dan Terima Kasih.


UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Radikalisme [Arti, Penyebab dan Contoh di Indonesia]

Radikalisme adalah Apa pengertian dari arti kata radikalisme? Radikalisme adalah suatu ide/gagasan dan paham dari segelintir orang yang ingin melakukan suatu perubahan pada sistem...
infastpedia
2 min read

10 Replies to “UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University”

  1. Betul ini Kuliah di Universitas Tanjungpura rekomendasi banget, kebetulan sepupu orang pontianak jadi bisa saya sarankan untuk masuk UNTAN

  2. UNTAN sekarang sudah bagus akreditasinya, prestasi nasionalnya bahkan sudah banyak diraih. Tidak rugi masuk Universitas Tanjungpura.

    1. iya kak, penting sekali dengan keadaan seperti saat ini, dengan adanya untan membangun ekosistem digital menuju cyber university bisa menolong sekali, misalnya dengan e-learningnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *